Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kecemasan Kehamilan Trimester III Di Puskesmas Mulyorejo, Surabaya Dewi, Pramesti Apsara; Karimah, Azimatul; Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda; Sulistiawati, Sulistiawati
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2233

Abstract

Pregnancy in the third trimester has the potential to cause physical and psychological changes that cause anxiety, if not treated, will have an impact on the health of the mother and fetus. Family support plays an important role in helping mothers adapt. Based on a preliminary study at the Mulyorejo Health Center, 10 out of 12 (83.33%) pregnant women still experience anxiety before childbirth, so this study aims to analyze the relationship between family support and pregnancy anxiety in the third trimester at the Mulyorejo Health Center. This type of study was quantitative observational analysis with a cross sectional method on 32 respondents. The instruments used were the Family Support Pregnancy Questionnaire modification questionnaire and the PRAQ-R2 modified questionnaire, with Spearman Rho analysis. The results showed that most of the respondents had family support both (93.75%) and moderate anxiety (50.00%), it was found that information support was the highest aspect and emotional support was the lowest aspect, as well as the highest anxiety related to contractions and childbirth. The results of the Spearman correlation test showed no significant association between family support and pregnancy anxiety (p = 0.453 and r = 0.137), so anxiety was also affected by other factors outside of family support. Keywords: Family support, Pregnancy anxiety, Trimester III
Hubungan Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Indonesia Tahun 2020-2025: Studi Literatur Nugraheny, Risca Ayu; Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda; Husada, Dominicus; Sulistiawati, Sulistiawati
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2447

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 19.000 kasus pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita melalui studi literatur. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, DOAJ, dan ResearchGate, dengan kriteria artikel yang diterbitkan tahun 2020-2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif naratif untuk mengidentifikasi pola hubungan antara imunisasi dasar lengkap dan risiko pneumonia. Hasil kajian menunjukkan bahwa balita dengan imunisasi dasar tidak lengkap memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia dibandingkan balita yang telah menerima imunisasi lengkap, khususnya melalui vaksin DPT, Hib, dan Campak. Efektivitas imunisasi dipengaruhi oleh faktor tambahan seperti status gizi, pemberian vitamin A, pemberian ASI eksklusif, dan kondisi lingkungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pencegahan pneumonia yang bersifat komprehensif, mengintegrasikan pemberian imunisasi lengkap, perbaikan gizi, promosi ASI eksklusif, serta peningkatan kualitas lingkungan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam pengembangan program intervensi yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk menurunkan kejadian pneumonia pada balita secara efektif..
Hubungan Pendidikan dan Umur Ibu dengan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar Bangkalan Ainur Risalah; Euvanggelia Dwilda Ferdinandus; Budi Utomo; Bagus Setyoboedi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23970

Abstract

ABSTRACT Growth monitoring achievements in Indonesia are still low, including in Bangkalan District, which ranks lowest in East Java, while the Banjar Bangkalan Community Health Center only recorded 2.34% of toddlers, or 22 toddlers, suffering from malnutrition. Low monitoring rates may be related to factors such as the mother's education and age, which affect knowledge, psychological readiness, and parenting practices. To date, there has been no research in Bangkalan analyzing the relationship between these two factors and growth monitoring based on Minister of Health Regulation No. 6 of 2024. This study used a quantitative cross-sectional design on 43 mothers with consecutive sampling, where data were collected through data collection sheets and analyzed using Fisher's Exact test. The results showed that most mothers had higher education (67.4%) and were aged ≥20 years (81.4%), but 65.1% did not monitor growth and development according to the standards. There was a weak positive relationship between education (p = 0.015) and maternal age (p = 0.036) with growth and development monitoring. These findings indicate a weak positive correlation between education and maternal age with growth monitoring of toddlers in the Banjar Bangkalan Community Health Center Working Area, making it important to provide assistance to mothers with low education and age 20 years so that growth monitoring of toddlers can be carried out optimally. Keywords: Maternal Education, Maternal Age, Growth Monitoring of Toddlers.  ABSTRAK Capaian pemantauan tumbuh kembang di Indonesia masih rendah, termasuk di Kabupaten Bangkalan yang menempati posisi terendah di Jawa Timur, sementara Puskesmas Banjar Bangkalan hanya mencatat 2,34% balita dengan jumlah 22 balita yang mengalami gizi buruk. Rendahnya pemantauan dapat berkaitan dengan faktor pendidikan dan umur ibu, yang memengaruhi pengetahuan, kesiapan psikologis, serta praktik pengasuhan. Hingga saat ini, belum terdapat penelitian di Bangkalan yang menganalisis hubungan kedua faktor tersebut terhadap pemantauan tumbuh kembang berdasarkan Permenkes No. 6 Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional pada 43 ibu dengan teknik consecutive sampling, di mana data dikumpulkan melalui lembar pengumpulan data dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pendidikan tinggi (67,4%) dan umur ≥20 tahun (81,4%), namun 65,1% tidak melakukan pemantauan tumbuh kembang sesuai standar. Terdapat hubungan positif lemah antara pendidikan (p = 0,015) dan umur ibu (p = 0,036) dengan pemantauan tumbuh kembang. Hal ini menandakan adanya hubungan positif lemah antara pendidikan dan umur ibu dengan pemantauan tumbuh kembang balita di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar Bangkalan, sehingga penting memberikan pendampingan kepada ibu dengan pendidikan rendah dan umur 20 tahun agar pemantauan tumbuh kembang balita dapat berjalan secara optimal.  Kata Kunci: Pendidikan Ibu, Umur Ibu, Pemantauan Tumbuh Kembang Balita.