Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PALATABILITAS DAN STRATEGI PENGELOLAAN PAKAN Rusa timor (Rusa timorenis) di PENANGKARAN WISMA DAERAH KABUPATEN SUMBAWA Sofia Mutmainnah; Andi Chairil Ichsan; Maiser Syaputra
Jurnal Sylva Scienteae Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.27 KB) | DOI: 10.20527/jss.v4i1.3047

Abstract

To determine feed palatability, feed recommendation and feed managementstrategies Rusa timor (Rusa timorensis) by using two individuals male and female deer that can represent selected by method focal animal sampling. Show that the level of feed consumption Rusa timor (Rusa timorensis) male as much 4,79/kg/day and as many females 4,59/kg/day. Palatability of males is as much as the Kalamenta (L. hexandra)type 14,01 %, the female deer are as many kinds of tendrils 14,40 %. The highest nutrient content of the feed is owned by Suluran (M. peltata), Rumput teki (C. rotundus), Gamal (G. sepium) and Kalamenta (L. hexandra) type feed. Recommended feed given is the main feed with the type of Suluran (Merremia peltata) , kalamenta (L. hexandra) dan Gamal (Gliricidia sepium). Recommended feed given is the main feed with the type of Gamal (G. sepium) and alternative feed with the type of Kalamenta (L. hexandra). The feed management strategy used is the S-T strategy, which is always doing regular feeding and minimizing expenditure on the purchase of feed by utilizing feeds around the breeding area and conducting a system of planting feed plants in captivity so that deer can utilize feed contained inthe breeding area and increase safety for animals.Keywords: Palatability, Recommendations , Strategies, Rusa timor
RESOLUSI KONFLIK PENGGUNAAN LAHAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI DESA SAJANG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Andi Chairil Ichsan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.35105

Abstract

Dalam sistem pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani, tidak lepas dari adanya  interkasi masyarakat dengan kawasan yang berimplikasi pada munculnya permasalahan pokok seperti perambahan, pencurian kayu, perburuan liar, dan  pengembalaan ternak dalam kawasan yang sampai saat ini masih sering ditemui.Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk merumuskan resolusi konflik penggunaan lahan yang terjadi pada wilayah Desa Sajang Taman Nasional Gunung Rinjani. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan beberapa teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, studi dokumen dan FGD.  Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi konsep analisis gaya bersengketa untuk memetakan sikap para aktor konflik dalam menghadapi sengketa. Sikap atau gaya tersebut berupa gaya menghindar, gaya akomodasi, gaya kompromi, gaya kompetisi dan gaya kolaborasi. Hasil penelitian dapat mengkasifikasikan  aktor yang terlibat kedalam tiga kategori resolusi yaitu kompromi, negosiasi dan kolaborasi. Hasil analisis juga mendeskripsikan bahwa masih terjadi perbedaan pendapat terkait dengan bentuk bentuk pemanfaatan yang diperbolehkan pada wilayah tersebut. Hal ini berimplikasi pada tingginya potensi kesalahpahaman antar-pihak, sehingga dibutuhkan sebuah kejelasan mekanisme terkait teknis penyelesaian konflik seperti membangun kesepahaman bersama, serta penguatan proses kolabroasi maupun fasilitasi ditingkat masyarakat.
KAJIAN PENGGUNAAN RUANG DAN WAKTU RUSA TOTOL (AXIS AXIS ) DI LINGKUNGAN ISTANA BOGOR JAWA BARAT Study of Spatial Use and Time of Deer (Axis axis) in Bogor Palace Environment. West Java Andi Chairil Ichsan
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2181.634 KB) | DOI: 10.20527/jht.v6i1.5106

Abstract

Deer totol (Axis axis) is an animal that has high economic potential because it can produce meat, skin, and velvet (young horn). Observations on the daily behavior and spacing use of deer are one of the sequences representing a process for determining a sustainable management strategy in one area such as the tamper deer manipulation habitat within the Bogor Palace. Thus, this study aims to understand the pattern of space and time utilization of Deer Totol in the habitat of manipulation with various types of space contained in Bogor palace environment. Results of this study indicate that from all observation periods, it can be concluded that the daily activity of deer totol average concentrated on habitat type under shade compared with other habitat types, in addition, spotted deer activity is highest in the afternoon (16:00 to 6:00 p.m.), with the type of eating and moving activities. There is no relationship between spatial use and time-based activity with deer totol sex.Keywords: Deer Totol; Bogor Palace; BehaviorRusa totol (Axis axis )termasuk satwa yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi, karena dapat memproduksi daging, kulit, dan velvet (tanduk muda). Pengamatan tentang perilaku harian dan penggunaan ruang pada rusa totol merupakan  salah satu rangkaian yang merepresentasikan proses untuk menentukan strategi pengelolaan yang berkelanjutan dalam satu kawasan seperti pada  habitat manipulasi rusa totol di lingkungan Instana Bogor. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memahami pola pemanfaatan ruang dan waktu Rusa Totol pada habitat manipulasi dengan berbagai tipe ruang yang terdapat pada lingkungan istana Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari seluruh periode pengamatan, dapat disimpulkan bahwa aktivitas harian rusa totol rata-rata terkonsentrasi  pada tipe habitat dibawah naungan dibandingkan dengan tipe habitat lainnya, selain itu, aktivitas tertinggi rusa totol terjadi pada sore menjelang malam (16.0018.00), dengan jenis aktivitas makan dan bergerak.Tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan ruang dan pemanfaatan waktu berdasarkan aktivitas dengan jenis kelamin rusa totol.Kata Kunci : Rusa totol; Istana Bogor; Perilaku
PENILAIAN KINERJA PEMBANGUNAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) RINJANI BARAT, NUSA TENGGARA BARAT Andi Chairil Ichsan; Indra Gumay Febryano
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1450.245 KB) | DOI: 10.20527/jht.v3i2.1528

Abstract

Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Barat mempunyai posisi dan peran penting dalam  mewujudkan  keberhasilan  pengelolaan  sumberdaya  hutan  di  tingkat  tapak.  Namun,  keberhasilan  pengelolaannya  tidak  terlepas  dari  berbagai  dinamika  dan  persoalan,  seperti  masih  tingginya  konflik antara masyarakat dan pemerintah, belum selesainya proses rekonstruksi tata batas, dan belum adanya jaminan keamanan terhadap investasi berbagai pihak di wilayah KPHL tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja KPHL Rinjani Barat dalam pelaksanaan pengelolaan hutan di tingkat tapak dengan menggunakan kriteria dan indikator dari Forest Watch Indonesiaversi 1.0. Hasil penilaian menunjukkan ratarata keseluruhan dari kriteria yang dinilai berada pada rentang cukup, yang berarti KPH Rinjani sudah cukup siap  untuk  mewujudkan  fungsinya  sebagai  unit  pengelola  hutan  di  tingkat  tapak.  Beberapa  kriteria  perlu menjadi perhatian, yaitu kemantapan kawasan, rencana kelola, dan mekanisme investasi, sehingga harus diperkuat untuk menjamin operasionalisasi KPHL di tingkat tapak.Kata Kunci: Hutan Lindung, Kinerja, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung
ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) SENARU DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PARTISIPATIF Andi Chairil Ichsan; RF Silamon; H. Anwar; B. Setiawan
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v1i3.1541

Abstract

Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru seluas ±225 Ha yang berlokasi di Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai Hutan Pendidikan dibawah pengelolaan Universitas Mataram. Kawasan ini dipersiapkan untuk dapat melayani berbagai aktivitas yang berkaitan dengan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.  Penelitian ini bertujuan; (1) Untuk mengetahui sejarah penggunaan lahan di Kawasan KHDTK Senaru. (2) mengetahui tingkat kesejahteraan dan bentuk penghidupan masyarakat dikawasan KHDTK Senaru. (3) mengetahui pola interaksi masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan KHDTK Senaru.  Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Rezim pengelolaan kawasan hutan senaru, secara umum dibagi kedalam empat fase, meliputi rezim pengelolaan oleh masyarakat adat, rezim pemerintah, rezim pengusaha, dan Rezim perguruan tinggi. Mayoritas sumber penghidupan masyarakat desa senaru terletak pada sector pertanian kemudian di ikuti oleh sektor-sektor lainnya. sebagian besar masyarakat senaru juga masih termasuk dalam kategori miskin. Masyarakat desa senaru secara tidak lansung menggunakan pendekatan agroforestry dalam mengelola lahan garapan mereka, yang mengabungkan antara tanaman hutan dengan tanaman MPTS yang lebih produktif.Kata Kunci : Hutan, Masyarakat, Partisipatif
ANALISIS ATURAN PENGELOLAAN PROGRAM MODEL DESA KONSERVASI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI Andi Chairil Ichsan
Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 2 Edisi Juli 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v7i2.7306

Abstract

This study aims to provide an overview of the rules used in the management of the conservation village model program in TNGR which has implications for the mechanism of regulating community rights in national park management. This research was designed using a case study approach. Research data was collected through several data collection instruments such as field observations, in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), and literature studies. The results of this study indicate that changes in the control of rights over resources that are not well socialized and the unclear regulation of community rights in the use of resources in the implementation of MDK, have implications for the multi-interpretation of the rules of implementing MDK that causes MDK cannot become powerful social control tools. This study proves that although legally the management of national parks has high authority through the regulatory mandate inherent in its management system, it cannot be fully used as an effective instrument in controlling the actions of other parties towards the area. On the other hand, complex regulatory mechanisms at the constitutional level do not guarantee the effectiveness of program implementation in the field, if the regulation structure does not function as an incentive and runs simultaneously at all levels of regulation.
ANALISIS FINANSIALPOLA PENGGUNAAN LAHAN MANGROVE Indra Gumay Febryano; ML Salampessy ML Salampessy; Andi Chairil Ichsan; C Asmarahman C Asmarahman; Riba’i Riba’i
Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 No 3 Edisi November 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v2i3.2251

Abstract

Perluasan budidaya perikanan di daerah pesisir telah menjadi penyebab utama deforestasi mangrove. Hal tersebut telah berlangsung dalam skala masif dan berdampak terhadap aspek-aspek sosial, ekonomi, dan ekologi di daerah pesisir. Penelitian  ini  bertujuan  untuk menjelaskan nilai sumberdaya mangrove melalui kajian analisis finansial  dari beberapa pola penggunaan lahan mangrove. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, pengamatan terlibat, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa pola penggunaan lahan mangrove yang terdapat di Kabupaten Pesawaran, yaitu: tambak udang intensif, pembibitan mangrove, dan ekowisata, secara finansial layak untuk diusahakan. Nilai pola penggunaan lahan mangrove yang tinggi bila diusahakan menjadi tambak udang intensif dibandingkan pola lainnya dapat menjelaskan mengapa pengusaha memiliki kepentingan tinggi untuk menguasai sumberdaya mangrove tersebut. Bila tambak udang intensif memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya, serta pembibitan mangrove yang terkendala oleh pemasaran, maka ekowisata memiliki potensi besar dalam perlindungan mangrove beserta keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya dan pemberdayaan masyarakat setempat.The expansion of aquaculture in coastal areas has become a major cause of mangroves deforestation. That has been taking place on a massive scale and impact on the social, economics, and ecology aspects in coastal areas. This study aims to explain the value of mangrove resources through the study of the financial analysis of some mangrove land use patterns. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The results showed that some landuse patterns of mangrove in Pesawaran Regency are intensive shrimp farming, mangrove nursery, and ecotourism that financially feasible to be developed. The high value of landuse patterns for intensive shrimp ponds created a high interest on the bussinesmen to own the mangrove. When intensive shrimp farms have a negative impact to the environment and its surrounding communities, also the constrain of mangrove nursery by market, then ecotourism gives great potential to mangrove protection and its biodiversity along the empowerment of local communities.
Karakteristik habitat dan pemetaan wilayah jelajah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di blok pemanfaatan resort Manggelewa Kilo Bkph Tambora Mei Nuri Chantika; Maiser Syaputra; Andi Chairil Ichsan
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat dan memetakan wilayah jelajah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Blok Pemanfaatan Resort Manggelewa Kilo BKPH Tambora. Metode yang digunakan adalah metode Line transect dengan panjang jalur 2 km dan  lebar 100 m. Metode untuk menentukan luas wilayah jelajah adalah Minimum Convex Polygon. Hasil dari penelitian ini yaitu Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) menggunakan pohon Tin (Ficus carica) sebagai pohon pakan dengan frekuensi penggunaan tertinggi, pohon Dao (Dracontomelon dao) sebagai pohon tidur dengan frekuensi penggunaan tertinggi dan pohon jati (Tectona grandis) sebagai pohon singgah. Diameter rata-rata dari pohon pakan adalah 40,17 cm, pohon tidur 78,2 cm dan pohon singgah 24,5 cm. Tingggi rata-rata pohon pakan yaitu 22,38 m, pohon tidur 30,8 m dan  pohon singgah 17,5 m. Suhu rata-rata habitat Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) berkisar antara 27,5°C-27,9°C dengan rata-rata kelembaban antara 82,4% - 84% dan intensitas cahaya berkisar antara 303,3 lux – 4784 lux. Sedangkan Wilayah jelajah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) memiliki luas rata-rata 1,37 Ha, Night Posistion Shift (NPS) berkisar dari 0-27,8 m. Radius maksimum pergerakan pada kelompok pertama adalah 102,2 m, kelompok dua 94,8 m dan kelompok tiga 380,8 m.
“SHARING DATA” SELAMATKAN PENYU DI KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL (KEE) KORIDOR PENYU DESA KURANJI DALANG KABUPATEN LOMBOK BARAT Maiser Syaputra; Andi Chairil Ichsan; Hairil Anwar; Kornelia Webliana; Diah Permatasari
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2020): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.766 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v3i4.2222

Abstract

Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini adalah: (1). Memberikan alternatif baru dalam mengelola lingkungan hidup dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat Desa Kuranji Dalang secara aktif berkontribusi dalam upaya pelestarian penyu. (2). Meningkatkan pengetahuan, peran serta, kesadaran dan kemandirian masyarakat Desa Kuranji Dalang akan pentingnya melestarikan lingkungan hidup khususnya penyu (3). Memberikan penyuluhan mengenai metode Sharing data dalam mendukung upaya pelestarian penyu. Metode pengabdian terdiri dari tiga tahap yaitu pra kegiatan (persiapan, konsolidasi tim, observasi lapangan), tahap perancangan aplikasi, tahap penyuluhan, tahap praktik dan penyusunan laporan. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan penyuluhan ini adalah (1). Peserta mendapatkan alternatif baru dalam mengelola lingkungan hidup dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat Desa Kuranji Dalang secara aktif berkontribusi dalam upaya pelestarian penyu. (2). Pengetahuan, peran serta, kesadaran dan kemandirian masyarakat Desa Kuranji Dalang akan pentingnya melestarikan lingkungan hidup khususnya penyu meningkat (3). Penyuluhan mengenai metode Sharing data dalam mendukung upaya pelestarian penyu berjalan dengan baik sesuai tujuan yang ditetapkan.
Estimasi Simpanan Karbon Tegakan Menggunakan Citra Sentinel-2A Pada Kawasan Mangrove Labuan Tereng Kabupaten Lombok Barat: Estimation of Standing Carbon Stock Using Sentinel-2A Imagery in the Labuan Tereng Mangrove Area West Lombok Regency Moh Rodiansyah Hambali; Andi Chairil Ichsan; Niechi Valentino; Andrie Ridzki Prasetyo
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 4 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i4.522

Abstract

The primary worry in addressing climate change problems is the elevation in global temperatures resulting from the growing levels of CO2 emissions in the atmosphere. Mangrove ecosystems contribute to the "blue carbon" plan which is capable of storing carbon well, this research was conducted to assess carbon storage within the mangrove forest ecosystem by combining Sentinel-2A satellite imagery with on-site field measurements. The data analysis findings indicate the presence of six distinct mangrove varieties, namely R. mucronata, A. marina, R. apiculata, S. alba, E. agallocha, and C. decandra. The R. mucronata type is the type that dominates the mangrove area with an average carbon amount of 122.1 tonnes/ha. Correlation analysis shows a strong relationship between IKVm and mangrove forest carbon stocks, with a correlation coefficient value of 80%. In the regression model, the power model provides the best equation for estimating carbon stocks with a coefficient of determination value of 64.4% giving a model equation of y = 109.51x1.2381. Analysis of image carbon reserves obtained the lowest value, namely 0.02-10.46 tonnes/ha which was in the very rare vegetation density type and the highest carbon reserve value was 58.30-59.02 tonnes/ha in the very high density class.