Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Al-Biruni’s Historical Method (973 M-1048 M) in Kitab Tarikh Al-Hind Putri, Fira Dwi; Yasmin, Nabila
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 14, No 1 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i1.12880

Abstract

Abu al-Rayḥan Muḥammad ibn Aḥmad al-Biruni (973 M – 1048 M) is known as a multidisciplinary scholar who applied direct observation, verification, and critical analysis in writing history. This research examines al-Biruni's contribution to Islamic historiography through an analysis of his monumental work, Kitab tarikh al-hind, which contains in-depth studies of religion, philosophy, culture, science, geography, and the social life of Indian society. The historical method used in this research consists of five main steps, namely topic selection, heuristics (collection of primary and secondary sources), source criticism, interpretation, and historical writing. This approach is combined with the descriptive-comparative method to describe and compare al-Biruni's historiography method with modern historiography standards. The results show that al-Biruni applied various auxiliary sciences such as social science, culture, astronomy, mathematics, and linguistics in building an accurate and objective historical reconstruction. The approach of combining written, oral, and field observation sources reflects the concept of data triangulation that is now standard in scientific research. As such, the Kitab tarikh al-hind relies not only on narrative tradition, but also empirical evidence, making it an excellent work of scholarly historiography that is relevant today.
Transformasi Pesantren Modern Ar-Raudhatul Hasanah di Era Orde Baru: Respons terhadap Kebijakan Pendidikan dan Dampaknya terhadap Masyarakat Lokal Putri, Mega Amelia; Yasmin, Nabila
Local History & Heritage Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/lhh.v5i1.1727

Abstract

Islamic education in Indonesia, particularly in the form of pesantren, evolved in response to societal demands and the imperative of da‘wah. During the New Order era, centralized political control and a focus on stability and economic growth created significant pressures on Islamic educational institutions. These conditions led to the emergence of khalaf? (modern) pesantren, which shifted from traditional to reformist models. One of the earliest in North Sumatra is Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah, officially established on October 18, 1982. This study examines the historical context of its founding, the influence of New Order policies on its educational practices, and its social role within the community. Employing a descriptive qualitative approach, the research draws on interviews, documents, and archival sources. The findings reveal that Raudlatul Hasanah adapted effectively to state policies by harmonizing Islamic values with modern education, thereby maintaining its relevance and contributing to the formation of Muslim identity in the region. This study enriches the historiography of Islamic education in Indonesia by demonstrating the adaptive strategies of pesantren and the enduring cultural resilience of Islamic institutions amid political intervention.
Toleransi Umat Beragama Di Desa Simpang Dolok Kecamatan Datuk Lima Puluh Kabupaten Batubara Siregar, Ahmad Afandi; Salsabila, Avita; Roaina, Lia; Lubis, Raisya Nafilah; Yasmin, Nabila
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4282

Abstract

Simpang Dolok adalah sebuah desa yang berada di bawah wilayah administrasi Kecamatan Datuk Lima Puluh Kabupaten Batu Bara di provinsi Sumatera Utara. Desa ini ditempati oleh berbagai macam etnis seperti Aceh, Melayu, Jawa, Batak, dan China yang menganut agama yang berbeda seperti Islam, Katolik, Protestan dan Budha. Kehidupan beragama di desa ini layaknya miniatur negara Indonesia yang memiliki berlainan suku dan agama tetapi tetap bersatu dan utuh dalam keragaman. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi sikap toleransi beragama di kalangan masyarakat desa Simpang Dolok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Participatory Action Research (PAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat desa Simpang Dolok menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, yang tercermin dalam sikap saling menghargai dan saling menghormati terhadap perbedaan-perbedaan yang mereka temui dalam kehidupan dan akvititas sosial di desa tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan para tokoh masyarakat, kehidupan masyarakat desa Simpang Dolok tidak pernah mengalami konflik sosial meskipun mereka hidup dalam keberagaman agama. Warga setempat saling mendukung dan menghormati dalam perayaan upacara keagamaan. Ada perayaan-perayaan tertentu seperti perayaan ulang tahun desa yang semakin mempererat hubungan antarumat beragama di desa ini. Bhinneka Tunggal Ika menjadi pegangan hidup mereka dalam mengimplementasikan sikap toleransi untuk hidup berdampingan secara damai dan bersatu meskipun dalam keberagaman. Tokoh masyarakat dan pemerintah desa memegang peranan penting dalam menjaga dan merawat kerukunan kehidupan beragama di desa Simpang Dolok.
Asas Ajaran Agama Islam: Catatan dari Naskah Masail Al-Muhtadi Sara, Siti; Asari, Hasan; Yasmin, Nabila
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan adalah wadah untuk menuangkan pikiran, perasaan, dan informasi seseorang atau sekelompok orang agar diketahui oleh orang atau kelompok lainnya. Hasil dari tulisan-tulisan ini baik itu yang ditulis tangan maupun diketik kemudian menjadi dokumen yang disebut dengan manuskrip. Manuskrip atau naskah kuno merupakan khazanah dari kekayaan budaya yang dimiliki setiap bangsa termasuk Indonesia, melalui teks dalam naskah Indonesia dapat melihat perjalanan bangsanya dari dulu hingga masa sekarang. Penelitian ini adalah termasuk kepada jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode filologi yang meliputi empat tahap yaitu inventarisasi, deskripsi naskah, transliterasi, dan suntingan teks. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial masyarakat di masa lampau yang menjadi faktor lahirnya teks Masa'il al-Muhtadidan penggunaannya di masyarakat. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai didaktis apa saja yang terkandung dalam naskah. Naskah kitab Masa'il al-Muhtadi adalah salah satu warisan budaya tertulis yang menjadi wadah bagi Daud ar-Rumi untuk menuangkan pikirannya dan menyebarkan dakwah. Naskah Masa'il al-Muhtadi ditulis oleh Baba Daud ar-Rumi yang merupakan murid dari Abdurrauf as-Singkili sehingga naskah ini diperkirakan lahir pada abad ke 16-17 M. Keberhasilan Aceh Darussalam pada periode tersebut menjadi Bandar Aceh kota kosmopolitan yang dihuni oleh beragam suku dan agama sehingga naskah Masa'il al-Muhtadi ditulis agar menjadi media bagi orang- orang yang ingin belajar Islam.
Mengukur Kualitas Layanan Perpustakaan di Universitas Potensi Utama Menggunakan Metode Libqual+Tm Arsela, Feny; Nurhayani, Nurhayani; Yasmin, Nabila
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 3 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i3.2409

Abstract

Library services are the main gateway for library progress, every service provider is obliged to strive to provide the best quality services to the users who come to the library. Therefore, providing library services that are more efficient in terms of time and energy is the main determining factor in service quality from the user's point of view. The aim of this research is to find out what the quality of service is based on a review of measurements using the LibQual+TM method in the library. This research method uses a descriptive quantitative approach. The population in this study are students who are still actively visiting the Main Potential University library. Data collection techniques are observation, documentation, and questionnaires. The conclusion of this research is that the analysis of the quality of the Main Potential library services shows mixed results in several dimensions. In the Affect of Service dimension, users feel quite satisfied with the trustworthiness, polite behavior and reliability of librarians. However, there is dissatisfaction regarding officers' understanding of user needs and responses to questions or concerns. Furthermore, in the Information Control dimension, users assess access to information as inadequate with a low score on the Gap Analysis (AG). Although, they are quite satisfied in searching for information through journals and book collections, there is dissatisfaction regarding access to online information which is also reflected in the Superiority Gap (SG) Analysis. In the Library as Place dimension, users feel quite satisfied with the library facilities and comfortable place. Even though the strategic location and group study area in the library got a low score on the Gap Analysis, users still felt quite satisfied. However, the Superiority Gap Analysis shows dissatisfaction regarding library infrastructure services. Overall, the Adequacy Gap (AG) analysis shows a positive score of 0.48, meaning that the quality of services provided has exceeded the minimum expectations of Main Potential library users/visitors. So, visitors are "quite satisfied" with the quality of existing Main Potential library services. Superiority Gap (SG) analysis shows a negative score of -2.44, meaning that the service quality is rated as "Good", within the tolerance limits, where the service quality is between the minimum acceptable level.
Kontestasi Politik antara Kesultanan Deli dan Serdang di Sumatera Timur, 1800-1865 Syauqii, Fachri; Yasmin, Nabila; Naldo, Jufri
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.715 KB) | DOI: 10.34007/warisan.v2i3.1042

Abstract

This study aims to determine the political contestation between the Deli and Serdang Sultanates and to determine the impact of the contestation. This study uses the historical method with four steps, namely: heuristics, verification, interpretation, and historiography. The sources of data used in this study include primary and secondary sources. Primary sources are agreement texts and interviews. While secondary sources are obtained through several books, theses, and journals related to the two sultanates. The analysis used is deductive, namely drawing conclusions from the general to the specific, in which the political contestation in the Deli and Serdang Sultanates, so as to obtain information on how the political contestation between the two.
Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Etnis Melayu di Tanjung Balai Lubis, Siti Nurhaliza; Siregar, Yusra Dewi; Yasmin, Nabila
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v4i2.1925

Abstract

Marriage customs serve as a tangible manifestation of the confluence of Islamic values and local culture, combining into a unified sacred process. This study explores the wedding traditions of the Malay ethnic group in Tanjung Balai, including their historical roots, customary rituals, and their correlation with Islamic values. The research aims to provide a comprehensive description of the marriage culture commonly practiced by the people of Tanjung Balai, while also expanding scholarly insights into the integration of Islam and Indonesian culture. Remarkably, these traditions have endured for a significant duration and have ties to the spread of Islam from the Sultanate of Aceh. This qualitative research, utilizing anthropological and historical research methods, involves four phases: heuristics (source collection), source criticism, interpretation, and historiography. The study concludes that Islamic values incorporated into the wedding traditions of the Malay ethnic group in Tanjung Balai have influenced the orientation of local cultural values towards an Islamic context. Furthermore, the evolution of this culture over time represents a gradual adaptation to changing societal dynamics, drawing inspiration from the local indigenous community.
Tradisi Ingkung pada pernikahan di desa Sei Kamah kabupaten Asahan Islaini, Sri Indah; Naldo, Jufri; Yasmin, Nabila
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 1 (2024): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/083774011

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah tradisi ingkung dalam pernikahan masyarakat jawa di desa sei kamah kabupaten asahan dan apa makna tradisi ingkung bagi yang melaksanakannya. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan sejarah, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan 3 tahap yaitu: Observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi budaya yang merupakan cara hidup sekelompok masyarakat berupa tingkah laku, kepercayaan, nilai-nilai dan simbol-simbol yang mereka terima dan wariskan melalui proses komunikasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ingkung telah ada sejak lama di wilayah Jawa dan setelah masyarakat Jawa bertransmigrasi ke wilayah Sumatera, tradisi tersebut berkembang dan bertahan secara turun temurun hingga terus dilakukan hingga saat ini. Tradisi Ingkung mempunyai makna dan maksud yang baik yaitu sebagai wujud mohon syafaat kepada Nabi dan selalu mengikuti ajaran Rasul serta wujud zikir diri untuk selalu bersujud memohon ampun dan pertolongan hanya kepada Allah SWT.
Penerapan K-Means Clustering untuk Klasifikasi Citra Cabai Keriting: Studi Ekstraksi Warna dan Tekstur GLCM Yasmin, Nabila; Chairunnissa Deliva Akbar, Syifa; Ramadhanu, Agung
Indonesian Journal Computer Science Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ijcs.v3i2.5758

Abstract

Klasifikasi citra cabai keriting berdasarkan warna dan tekstur merupakan tantangan penting dalam bidang pertanian digital. Dalam penelitian ini, metode K-Means Clustering diterapkan untuk mengelompokkan citra cabai keriting berdasarkan karakteristik warna dan tekstur. Ekstraksi fitur warna dilakukan menggunakan model warna RGB, sedangkan pada bagian fitur tekstur diekstraksi dengan menggunakan metode Grey Level Co-occurrence Matrix (GLCM). K-Means Clustering digunakan untuk mengelompokkan citra ke dalam beberapa kategori, yaitu cabai keriting merah dan cabai keriting hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara fitur warna dan tekstur memberikan akurasi yang lebih baik dalam pengelompokan citra. Pada penelitian ini menggunakan 50 citra untuk setiap jenis, dengan total dataset berjumlah 100 citra. Masing-masing kelas terdapat 60 citra untuk pelatihan dan 40 citra untuk pengujian.Skor uji akurasi  untuk kelas cabai merah keriting dengan nilai akurasi sebesar 93%. Sedangkan untuk kelas cabai hijau keriting yang mendapat  akurasi 91%.  Rata-rata  akurasi hasil  pengujian secara keseluruhan yaitu 92%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, klasifikasi cabai keriting merah dan cabai keriting hijau menggunakan ekstraksi fitur warna dan bentuk terbukti efisien dan menghasilkan kategori baik. Program yang digunakan dapat dijalankan dengan baik dan dapat menangkap karakteristik dataset dengan menggunakan ekstraksi bentuk dan warna.
TRADISI MARKOBAR DALAM KAJIAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DI KABUPATEN MANDAILING NATAL Hasibuan, Anisah; Syahminan, Mhd; Yasmin, Nabila
SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/siwayang.v1i3.391

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi antar budaya dalam tradisi Markobar pada adat pernikahan di Mandailing. Teori yang menjadi pendukung penelitian ini antara lain, tradisi Markobar dan komunikasi antar budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi (etnis) dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam penyampaian isi Markobar memiliki urutan dalam penyampaiannya yaitu dimulai dari suhut yang merupakan orang tua dari dari kedua mempelai yang bertanggung jawab dalam pernikahan, kahanggi, anak boru merupakan menantu atau kelompok keluarga yang mengambil istri dari keluarga suhut, mora yang merupakan kelompok dari suhut yang mengambil istri, yaitu saudara laki-laki ayah, hatobangon merupakan tokoh adat yang memilki sifat dan karakter yang dewasa dan termasuk orang yang paling paham adat-istiadat di daerah tersebut. Tradisi Markobar juga bukan menjadi suatu hambatan jika terjadi perbedaan budaya dalam sebuah pernikahan. Dalam teori analisis komunikasi antar budaya juga terdapat beberapa pendekatan yang ada di tradisi Markobar, hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antar budaya dan tradisi Markobar memiliki keterkaitan dalam beberapa bentuk.