Articles
Perbedaan Cyberloafing Berdasarkan Jenis Kelamin Pada PNS Di Kota Bukittinggi
Hadid, Arrijalul;
Yasmin, Maya
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 1 (2024): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/gw.v7i1.2770
Fenomena Cyberloafing merupakan suatu aktivitas penggunaan internet di lingkungan kerja untuk hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya. Perilaku ini bisa berdampak negatif bagi karyawan, seperti menurunnya kinerja, hilangnya produktivitas, dan penundaan penyelesaian tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran perbedaan perilaku cyberloafing berdasarkan jenis kelamin pada Pegawai Negeri Sipil. Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif. Sampel pada penelitian terdiri atas 339 orang Pegawai Negeri Sipil yang terdiri dari 7 instansi dengan sebaran responden terdiri dari 171 laki-laki dan 168 perempuan. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster sampling. Perilaku cyberloafing diukur menggunakan skala perilaku cyberloafing yang disusun oleh peneliti mengacu kepada dua aspek cyberloafing yang dikemukan oleh Lim & Chen (2012). Berdasarkan uji analisis Independent Sample T-Test diperoleh skor sig (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan perilaku cyberloafing berdasarkan jenis kelamin pada Pegawai Negeri Sipil. Dari hasil kategorisasi ditemukan mayoritas perempuan cenderung terlibat perilaku cyberloafing lebih banyak daripada laki-laki.
Efektivitas Positive parenting training sebagai Prevensi Kekerasan Seksual Anak di Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi
Yasmin, Maya;
Elvira, Mariza;
Ningsih, Yuninda Tria;
Assyafiyah, Aufizzahra;
Pratama, Dinda Putri
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/solma.v14i2.18742
Background: Kekerasan seksual pada anak menunjukkan fluktasi kasus yang signifikan di berbagai Provinsi Indonesia termasuk Sumatera Barat. Mengacu pada sejumlah kajian empiris menunjukkan bahwa fenomena tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai faktor dimana salah satunya kurangnya keterlibatan keluarga dalam mengenalkan edukasi seksual kepada anak. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan parenting skill orang tua sebagai upaya preventif kekerasan seksual anak di Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi. Metode: Metode yang digunakan melalui pelatihan dengan tahapan: pembukaan, pretest, psikoedukasi, diskusi dan analisis kasus, roleplay, posttest dan evaluasi. Partisipan yang dilibatkan 18 orang tua di kelurahan Belakang Balok pada 1 Austus 2024. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan peningkatkan parenting skill dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (P < 0.05). Kesimpulan: Pelatihan ini efektif dalam membangun kesadaran orang tua terkait urgensi pendidikan seksual dan mengembangkan skill yang memadai dalam implementasi pengasuhan yang positif di keluarga. Dalam hal ini orang tua mampu mengembangkan teknik pengasuhan yang positif dan aman dalam rangka internalisasi nilai pendidikan seksual yang kembangkan di rumah.
HUBUNGAN TECHNOSTRESS DAN CYBERSLACKING PADA MAHASISWA DI SUMATERA BARAT
Juliana Putri, Resti;
Yasmin, Maya
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.2021-2027
Penggunaan teknologi yang semakin meluas di kalangan mahasiswa membawa banyak manfaat, namun juga berpotensi menimbulkan masalah. Cyberslacking merupakan perilaku menyimpang yang dilakukan mahasiswa ketika mengoperasikan internet tanpa berkaitan dengan pembelajaran pada saat terlaksananya perkuliahan. Technostress merupakan stress yang diakibatkan oleh ketidakmampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Hal ini merupakan dua fenomena yang perlu dikaji dikalangan mahasiswa. Riset ini bertujuan meneliti hubungan technostress dan cyberslacking pada 386 mahasiswa di Sumatera Barat. Studi ini adalah riset kuantitatif-korelasional dengan penarikan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Skala cyberslacking versi Indonesia dikembangkan oleh Simanjuntak dkk (2019) yang merujuk pada teori Akbulut dkk (2016) dengan nilai validitas CFA 0,50 – 0,91. Skala technostress disusun oleh peneliti dengan mengacu pada aspek technostress dari Upadhyaya Vrinda (2021) dengan nilai 0,252-0,621 dan nilai reliabilitas 0,704. Berdasarkan analisis korelasi diperoleh nilai r = 0,344 dan p= 0,00 (p0,05) yang mengindikasi bahwa adanya hubungan positif technostress dan cyberslacking pada mahasiswa di Sumatera Barat, dengan gambaran tingkat cyberslacking rendah dan technostress yang sedang.
Perilaku Bullying Pada Santri Di Pondok Pesantren Dalam Perspektif Psikologi
Rizki, Yunita Tri;
Yasmin, Maya
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1739
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam yang mengajarkan berbagai macam pelajaran keagamaan mengenai Islam serta sebagai salah satu lembaga yang berperan penting dalam pendidikan moral dan akhlak yang mulia bagi para santri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran perilaku bullying pada santri di pondok pesantren dalam perspektif psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah santri kelas 11 dan 12 pada pesantren yang ada di Kota Padang Panjang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 241 santri. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner melalui alat ukur yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek bullying oleh Olweus (1993). Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying pada santri di pondok pesantren berada di kategori sedang (50.2%) dengan aspek yang mendominasi berupa bullying verbal memperoleh kategori sedang (61.8%). Sementara itu, aspek bullying fisik dan bullying non verbal atau non fisik berada di kategori rendah.
Hubungan Iklim Sekolah Dengan Perilaku Bullying Pada Santri Di Pesantren
Ramadhan, Rayhan;
Yasmin, Maya
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1826
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan Iklim sekolah dengan perilaku Bullying pada santri yang bersekolah di kota Padang Panjang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa dan siswi yang bersekolah di pesantren di kota Padang Panjang dengan jumlah sampel sebanyak 297 orang. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi -0.316 dengan taraf signifikansi p = 0.000 yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Diketahi terdapat hubungan signifikansi negative antara iklim sekolah dengan perilaku Bullying pada santri di kota Padang Panjang.
HUBUNGAN PEER ATTACHMENT DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SANTRI PONDOK PESANTREN
Hartono, Fachrul Rahman;
Yasmin, Maya
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i1.1839
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelami lebih dalam hubungan peer attachment dengan bullying pada santri di pondok pesantren. Sehingga peneliti menyusun riset dengan judul “Hubungan peer attachment dengan perilaku bullying pada santri di pondok pesantren”. Metode yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini populasinya adalah Santri pondok pesantren yang berlokasi di Kota Padang Panjang Sumatera Barat, total santri yang ada di Kota Padang Panjang berjumlah 556 santri. Berdasarkan hasil analisis korelasi, maka didapatkan koefisien korelasi sebesar r = 0.110, p=0.090 (p>0.05) maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, dimana tidak terdapat hubungan peer attachment dengan perilaku bullying pada santri pondok pesantren. Kategorisassi data dari kedua variabel dalam penelitian ini menunjukkan secara umum bahwa perilaku bullying pada santri berada pada kategori sedang dengan persentase 50.20%. Kategorisasi variabel peer attachment berada pada kategori sedang dengan persentase 50.62% artinya santri pondok pesantren Padang Panjang cenderung memiliki kualitas kelekatan antara teman sebaya yang baik.
Hubungan Romantic Relationship Satisfaction dengan Perilaku Phubbing pada Orang Tua
Rahmawati, Gustina;
Yasmin, Maya
YASIN Vol 5 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/yasin.v5i5.6562
The rapid advancement of technology has led to increased gadget use in daily life, including among parents. While technology facilitates access to information, negative impacts such as phubbing, the tendency to ignore people nearby due to excessive focus on gadgets are increasingly evident, particularly in parent-child interactions. One factor suspected to contribute to this behavior is low romantic relationship satisfaction between partners. This study aims to examine the relationship between romantic relationship satisfaction and phubbing behavior among parents in West Sumatra. A quantitative approach was employed, involving 410 mothers with children aged ≤12 years, selected through purposive sampling. The research instruments were developed based on the phubbing theory by Karadağ et al. (2015) and the romantic relationship satisfaction framework by Hendrick (1988). Pearson correlation analysis revealed a significant negative relationship between romantic relationship satisfaction and phubbing behavior (r = -0.361; p < 0.05). These findings indicate that the higher the satisfaction in a romantic relationship, the lower the tendency of parents to engage in phubbing toward their children. The study concludes that the quality of romantic relationships within the family plays a crucial role as a preventive strategy to reduce phubbing and improve parenting quality in the digital age.
Hubungan Iklim Sekolah dengan Bullying Victimization pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan di Sumatera Barat
Alhidaya, Julian Putri;
Yasmin, Maya
AHKAM Vol 4 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/ahkam.v4i2.6118
School climate is a crucial factor in creating a safe and supportive learning environment for students, particularly in preventing various social issues such as bullying victimization. Bullying victimization refers to an individual’s experience of being targeted by bullying within an educational context, including verbal, physical, and social exclusion forms. This study aims to analyze the relationship between school climate and bullying victimization among health science students in Sumatera Barat. A quantitative approach was employed, involving 344 students selected through cluster sampling. The research instruments were developed by the authors, with school climate measured based on the theory of Aldridge and Ala’I (2013) and bullying victimization based on the framework of Smith et al. (1999). Data were analyzed using Pearson correlation, which revealed a significant negative relationship between school climate and bullying victimization (r = -0.939, p < 0.05). These findings indicate that the more positive students' perceptions of the school climate, the lower the level of bullying they experience. Conversely, a negative school climate tends to increase the risk of bullying within higher education settings. The results underscore the importance of institutional efforts in fostering a healthy school climate as a preventive strategy against bullying among university students.
Efektivitas Program 3P (Peel, Prepare, Protect) untuk Meningkatkan Pengetahuan Duta Generasi Berencana Kota Bukittinggi Tahun 2023 Mengenai Perilaku Seks Pranikah
Syafri Yani, Rina;
Amanda, Nurul;
Khairiyah, Salmaa;
Jannah, Siti Raudhatul;
Annisa Jannah, Adinda Nur;
Yasmin, Maya
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37341/jurnalempathy.v5i1.189
Background: Premarital sexual behavior is very common in adolescents and young adults. Their lack of knowledge is one of the causes of this happening. The negative consequences caused by this premarital sexual behavior make various prevention efforts necessary. As an effort towards this, the researchers launched the 3P (Peal, Prepare, Protect) program for Duta Generasi Berencana Kota Bukittinggi 2023. The reason to choose Duta Generasi Berencana (GenRe) as a participant is because they are icons and role models for adolescents, and later they can provide insights to adolescents about premarital sex behavior as part of their duties. Methods: The method in this service is to provide psychoeducation as a workshop about premarital sexual behavior. The analysis in the study was carried out by comparing the data before and after the intervention. Results: The result of this program showed that there was an increase in knowledge of Duta Genre Bukittinggi 2023 based on the result of a statistical test (sig. 0,000). Conclusion: In order to increase knowledge about premarital sexual behavior and to raise awareness of the negative consequences, the 3P program has been done for Duta Generasi Berencana Kota Bukittinggi 2023. It is hoped that this program will continue to be implemented so that it can be as effective as possible in preventing cases of premarital sex.
Hubungan Role Ambiguity dengan Perilaku Cyberloafing pada PNS di Kota X
Evelin, Patricia Viona;
Yasmin, Maya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15298
Cyberloafing merupakan aktivitas pegawai yang memanfaatkan internet untuk kepentingan non kerja selama jam kerja berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan role ambiguity dengan cyberloafing pada PNS di Kota X. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 339 Pegawai Negeri Sipil di Kota X yang dipilih menggunakan cluster sampling. Skala cyberloafing disusun sendiri oleh peneliti dengan merujuk aspek Lim dan Chen (2012), dan role ambiguity disusun sendiri oleh peneliti dengan landasan aspek Rizzo (1970) sebagai instrumen yang digunakan pada penelitian ini. Berdasarkan analisis yang diperoleh nilai korelasi r = 0,311 dan p = 0.00 (p<0.5) ditemukan, yang membuktikan bahwa ada hubungan positif antara role ambiguity dengan cyberloafing pada Pegawai Negeri Sipil di Kota X.