Claim Missing Document
Check
Articles

Selinda : Permainan Petak Umpet untuk Meningkatkan Self Awareness dalam Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak Gita Syawla Indah Fitri; Kharisma Safitri; Rahmatul Ulfa; Rodatul Jannah; Muzhdhalifatul Azizah; Jeni Fadhila; Maya Yasmin
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): May :Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v3i2.1210

Abstract

Cases of exposing sex are becoming increasingly common, not only attacking adults but also attacking minors. This research examines how to increase self-awareness in children by using the principles of playing seek and hide or playing hide and seek to overcome cases of sexual disclosure in early childhood (Kindergarten group). The subjects involved in this research were 16 children at Kindergarten Kartika 1-57 Bukittinggi aged 4-6 years. The research method used was experimental with a one group pretest posttest design. The results obtained in this research were that the Selinda program was proven to be effective in increasing self-awareness in students at Kindergarten Kartika 1-57 Bukittinggi.
Efektivitas Positive parenting training sebagai Prevensi Kekerasan Seksual Anak di Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi Yasmin, Maya; Elvira, Mariza; Ningsih, Yuninda Tria; Assyafiyah, Aufizzahra; Pratama, Dinda Putri
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18742

Abstract

Background: Kekerasan seksual pada anak menunjukkan fluktasi kasus yang signifikan di berbagai Provinsi Indonesia termasuk Sumatera Barat. Mengacu pada sejumlah kajian empiris menunjukkan bahwa fenomena tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai faktor dimana salah satunya kurangnya keterlibatan keluarga dalam mengenalkan edukasi seksual kepada anak. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan parenting skill orang tua sebagai upaya preventif kekerasan seksual anak di Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi. Metode: Metode yang digunakan melalui pelatihan dengan tahapan: pembukaan, pretest, psikoedukasi, diskusi dan analisis kasus, roleplay, posttest dan evaluasi. Partisipan yang dilibatkan 18 orang tua di kelurahan Belakang Balok pada 1 Austus 2024. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan peningkatkan parenting skill dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (P < 0.05). Kesimpulan: Pelatihan ini efektif dalam membangun kesadaran orang tua terkait urgensi pendidikan seksual dan mengembangkan skill yang memadai dalam implementasi pengasuhan yang positif di keluarga. Dalam hal ini orang tua mampu mengembangkan teknik pengasuhan yang positif dan aman dalam rangka internalisasi nilai pendidikan seksual yang kembangkan di rumah.
HUBUNGAN TECHNOSTRESS DAN CYBERSLACKING PADA MAHASISWA DI SUMATERA BARAT Juliana Putri, Resti; Yasmin, Maya
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.2021-2027

Abstract

Penggunaan teknologi yang semakin meluas di kalangan mahasiswa membawa banyak manfaat, namun juga berpotensi menimbulkan masalah. Cyberslacking merupakan perilaku menyimpang yang dilakukan mahasiswa ketika mengoperasikan internet tanpa berkaitan dengan pembelajaran pada saat terlaksananya perkuliahan. Technostress merupakan stress yang diakibatkan oleh ketidakmampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Hal ini merupakan dua fenomena yang perlu dikaji dikalangan mahasiswa. Riset ini bertujuan meneliti hubungan technostress dan cyberslacking pada 386 mahasiswa di Sumatera Barat. Studi ini adalah riset kuantitatif-korelasional dengan penarikan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Skala cyberslacking versi Indonesia dikembangkan oleh Simanjuntak dkk (2019) yang merujuk pada teori Akbulut dkk (2016) dengan nilai validitas CFA 0,50 – 0,91. Skala technostress disusun oleh peneliti dengan mengacu pada aspek technostress dari Upadhyaya Vrinda (2021) dengan nilai 0,252-0,621 dan nilai reliabilitas 0,704. Berdasarkan analisis korelasi diperoleh nilai r = 0,344 dan p= 0,00 (p0,05) yang mengindikasi bahwa adanya hubungan positif technostress dan cyberslacking pada mahasiswa di Sumatera Barat, dengan gambaran tingkat cyberslacking rendah dan technostress yang sedang.
Perilaku Bullying Pada Santri Di Pondok Pesantren Dalam Perspektif Psikologi Rizki, Yunita Tri; Yasmin, Maya
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1739

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam yang mengajarkan berbagai macam pelajaran keagamaan mengenai Islam serta sebagai salah satu lembaga yang berperan penting dalam pendidikan moral dan akhlak yang mulia bagi para santri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran perilaku bullying pada santri di pondok pesantren dalam perspektif psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah santri kelas 11 dan 12 pada pesantren yang ada di Kota Padang Panjang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 241 santri. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner melalui alat ukur yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek bullying oleh Olweus (1993). Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying pada santri di pondok pesantren berada di kategori sedang (50.2%) dengan aspek yang mendominasi berupa bullying verbal memperoleh kategori sedang (61.8%). Sementara itu, aspek bullying fisik dan bullying non verbal atau non fisik berada di kategori rendah.
Hubungan Iklim Sekolah Dengan Perilaku Bullying Pada Santri Di Pesantren Ramadhan, Rayhan; Yasmin, Maya
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1826

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan Iklim sekolah dengan perilaku Bullying pada santri yang bersekolah di kota Padang Panjang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa dan siswi yang bersekolah di pesantren di kota Padang Panjang dengan jumlah sampel sebanyak 297 orang. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi -0.316 dengan taraf signifikansi p = 0.000 yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Diketahi terdapat hubungan signifikansi negative antara iklim sekolah dengan perilaku Bullying pada santri di kota Padang Panjang.
HUBUNGAN PEER ATTACHMENT DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SANTRI PONDOK PESANTREN Hartono, Fachrul Rahman; Yasmin, Maya
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i1.1839

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelami lebih dalam hubungan peer attachment dengan bullying pada santri di pondok pesantren. Sehingga peneliti menyusun riset dengan judul “Hubungan peer attachment dengan perilaku bullying pada santri di pondok pesantren”. Metode yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini populasinya adalah Santri pondok pesantren yang berlokasi di Kota Padang Panjang Sumatera Barat, total santri yang ada di Kota Padang Panjang berjumlah 556 santri. Berdasarkan hasil analisis korelasi, maka didapatkan koefisien korelasi sebesar r = 0.110, p=0.090 (p>0.05) maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, dimana tidak terdapat hubungan peer attachment dengan perilaku bullying pada santri pondok pesantren. Kategorisassi data dari kedua variabel dalam penelitian ini menunjukkan secara umum bahwa perilaku bullying pada santri berada pada kategori sedang dengan persentase 50.20%. Kategorisasi variabel peer attachment berada pada kategori sedang dengan persentase 50.62% artinya santri pondok pesantren Padang Panjang cenderung memiliki kualitas kelekatan antara teman sebaya yang baik.
Hubungan Iklim Sekolah dengan Bullying Victimization pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan di Sumatera Barat Alhidaya, Julian Putri; Yasmin, Maya
AHKAM Vol 4 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v4i2.6118

Abstract

School climate is a crucial factor in creating a safe and supportive learning environment for students, particularly in preventing various social issues such as bullying victimization. Bullying victimization refers to an individual’s experience of being targeted by bullying within an educational context, including verbal, physical, and social exclusion forms. This study aims to analyze the relationship between school climate and bullying victimization among health science students in Sumatera Barat. A quantitative approach was employed, involving 344 students selected through cluster sampling. The research instruments were developed by the authors, with school climate measured based on the theory of Aldridge and Ala’I (2013) and bullying victimization based on the framework of Smith et al. (1999). Data were analyzed using Pearson correlation, which revealed a significant negative relationship between school climate and bullying victimization (r = -0.939, p < 0.05). These findings indicate that the more positive students' perceptions of the school climate, the lower the level of bullying they experience. Conversely, a negative school climate tends to increase the risk of bullying within higher education settings. The results underscore the importance of institutional efforts in fostering a healthy school climate as a preventive strategy against bullying among university students.
Efektivitas Program 3P (Peel, Prepare, Protect) untuk Meningkatkan Pengetahuan Duta Generasi Berencana Kota Bukittinggi Tahun 2023 Mengenai Perilaku Seks Pranikah Syafri Yani, Rina; Amanda, Nurul; Khairiyah, Salmaa; Jannah, Siti Raudhatul; Annisa Jannah, Adinda Nur; Yasmin, Maya
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v5i1.189

Abstract

Background: Premarital sexual behavior is very common in adolescents and young adults. Their lack of knowledge is one of the causes of this happening. The negative consequences caused by this premarital sexual behavior make various prevention efforts necessary. As an effort towards this, the researchers launched the 3P (Peal, Prepare, Protect) program for Duta Generasi Berencana Kota Bukittinggi 2023. The reason to choose Duta Generasi Berencana (GenRe) as a participant is because they are icons and role models for adolescents, and later they can provide insights to adolescents about premarital sex behavior as part of their duties. Methods: The method in this service is to provide psychoeducation as a workshop about premarital sexual behavior. The analysis in the study was carried out by comparing the data before and after the intervention. Results: The result of this program showed that there was an increase in knowledge of Duta Genre Bukittinggi 2023 based on the result of a statistical test (sig. 0,000). Conclusion: In order to increase knowledge about premarital sexual behavior and to raise awareness of the negative consequences, the 3P program has been done for Duta Generasi Berencana Kota Bukittinggi 2023. It is hoped that this program will continue to be implemented so that it can be as effective as possible in preventing cases of premarital sex.
Hubungan Role Ambiguity dengan Perilaku Cyberloafing pada PNS di Kota X Evelin, Patricia Viona; Yasmin, Maya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15298

Abstract

Cyberloafing merupakan aktivitas pegawai yang memanfaatkan internet untuk kepentingan non kerja selama jam kerja berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan role ambiguity dengan cyberloafing pada PNS di Kota X. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 339 Pegawai Negeri Sipil di Kota X yang dipilih menggunakan cluster sampling. Skala cyberloafing disusun sendiri oleh peneliti dengan merujuk aspek Lim dan Chen (2012), dan role ambiguity disusun sendiri oleh peneliti dengan landasan aspek Rizzo (1970) sebagai instrumen yang digunakan pada penelitian ini. Berdasarkan analisis yang diperoleh nilai korelasi r = 0,311 dan p = 0.00 (p<0.5) ditemukan, yang membuktikan bahwa ada hubungan positif antara role ambiguity dengan cyberloafing pada Pegawai Negeri Sipil di Kota X.
Kontribusi Moral Disengagement terhadap Perilaku Cyberslacking pada Mahasiswa Yani, Rina Syafri; Yasmin, Maya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15319

Abstract

Tujuan riset ini untuk menganalisis kontribusi moral disengagement terhadap perilaku cyberslacking pada 386 mahasiswa di Sumatera Barat. Riset ini merupakan riset kuantitatif yang pengambilan sampelnya menggunakan teknik cluster sampling. Cyberslacking diukur menggunakan skala cyberslacking dan moral disengagementi diukur menggunakan skala moral disengagement yang disusun peneliti dengan mengacu pada aspek moral disengagement. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai r square sebesar 0,029 yang menunjukkan bahwa moral disengagement berkontribusi terhadap perilaku cyberslacking pada mahasiswa sebesar 2,9%.