Articles
Academic Burnout in View of Gender in Post-Pandemic Padang State University Students
Nadya Nanda Dwi Putri;
Maya Yasmin
Psycho Holistic Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v5i1.633
Academic Burnout is boredom because you are too involved in academic or learning activities. Low student learning outcomes can be caused by high levels of academic saturation. This research at Padang State University aims to try to describe differences in academic saturation between male and female students at Padang State University after the pandemic. 385 post-pandemic Padang State University students became the research sample. Student batches of 2021, 2020 and 2019 were taken as samples using proportional stratified sampling, which is the method used when the members or elements of the population are not homogeneous and are stratified proportionally. Quantitative method with comparative design is the type of research used. School Burnout Inventory (SBI) is an academic burnout scale instrument that is used to collect data with the validity of each item being greater than 0.50 and a reliable value of 0.881. With the help of SPSS software version 22.0 for Windows using the independent sample t-test method. The results of the analysis show that the academic saturation of male and female students is significantly different. The findings of this study also show that female students at Padang State University are more likely to experience post-pandemic academic burnout than male students. The findings of this study can also be used by campuses to develop learning strategies that will reduce students academic saturation levels.
The Relationship Between Self-efficacy and Homesickness in New Students in the Islamic Boarding School Environment
Warisatul Fajrin;
Maya Yasmin
Psycho Holistic Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v5i2.753
This study aims to determine the relationship between self-efficacy and homesickness in new students at Islamic boarding schools. This research is quantitative research with correlation data analysis of Product Moment. This research involved 322 new Islamic boarding school students in Agam Regency, West Sumatra using cluster random sampling technique. The scales used in this study are the General Self-efficacy Scale (GSES) belonging to Schwarzer (1995) and the homesickness scale which was self-compiled based on the theory of Stroebe et al. (2002). The results showed that there is a negative relationship between self-efficacy and homesickness in new students at Islamic boarding schools. So, to reduce homesickness in new students at Islamic boarding school, it is necessary to have a role of self-efficacy in new students.
Selinda : Permainan Petak Umpet untuk Meningkatkan Self Awareness dalam Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak
Gita Syawla Indah Fitri;
Kharisma Safitri;
Rahmatul Ulfa;
Rodatul Jannah;
Muzhdhalifatul Azizah;
Jeni Fadhila;
Maya Yasmin
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): May :Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/observasi.v3i2.1210
Cases of exposing sex are becoming increasingly common, not only attacking adults but also attacking minors. This research examines how to increase self-awareness in children by using the principles of playing seek and hide or playing hide and seek to overcome cases of sexual disclosure in early childhood (Kindergarten group). The subjects involved in this research were 16 children at Kindergarten Kartika 1-57 Bukittinggi aged 4-6 years. The research method used was experimental with a one group pretest posttest design. The results obtained in this research were that the Selinda program was proven to be effective in increasing self-awareness in students at Kindergarten Kartika 1-57 Bukittinggi.
Efektivitas Positive parenting training sebagai Prevensi Kekerasan Seksual Anak di Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi
Yasmin, Maya;
Elvira, Mariza;
Ningsih, Yuninda Tria;
Assyafiyah, Aufizzahra;
Pratama, Dinda Putri
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/solma.v14i2.18742
Background: Kekerasan seksual pada anak menunjukkan fluktasi kasus yang signifikan di berbagai Provinsi Indonesia termasuk Sumatera Barat. Mengacu pada sejumlah kajian empiris menunjukkan bahwa fenomena tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai faktor dimana salah satunya kurangnya keterlibatan keluarga dalam mengenalkan edukasi seksual kepada anak. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan parenting skill orang tua sebagai upaya preventif kekerasan seksual anak di Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi. Metode: Metode yang digunakan melalui pelatihan dengan tahapan: pembukaan, pretest, psikoedukasi, diskusi dan analisis kasus, roleplay, posttest dan evaluasi. Partisipan yang dilibatkan 18 orang tua di kelurahan Belakang Balok pada 1 Austus 2024. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan peningkatkan parenting skill dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (P < 0.05). Kesimpulan: Pelatihan ini efektif dalam membangun kesadaran orang tua terkait urgensi pendidikan seksual dan mengembangkan skill yang memadai dalam implementasi pengasuhan yang positif di keluarga. Dalam hal ini orang tua mampu mengembangkan teknik pengasuhan yang positif dan aman dalam rangka internalisasi nilai pendidikan seksual yang kembangkan di rumah.
HUBUNGAN TECHNOSTRESS DAN CYBERSLACKING PADA MAHASISWA DI SUMATERA BARAT
Juliana Putri, Resti;
Yasmin, Maya
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.2021-2027
Penggunaan teknologi yang semakin meluas di kalangan mahasiswa membawa banyak manfaat, namun juga berpotensi menimbulkan masalah. Cyberslacking merupakan perilaku menyimpang yang dilakukan mahasiswa ketika mengoperasikan internet tanpa berkaitan dengan pembelajaran pada saat terlaksananya perkuliahan. Technostress merupakan stress yang diakibatkan oleh ketidakmampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Hal ini merupakan dua fenomena yang perlu dikaji dikalangan mahasiswa. Riset ini bertujuan meneliti hubungan technostress dan cyberslacking pada 386 mahasiswa di Sumatera Barat. Studi ini adalah riset kuantitatif-korelasional dengan penarikan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Skala cyberslacking versi Indonesia dikembangkan oleh Simanjuntak dkk (2019) yang merujuk pada teori Akbulut dkk (2016) dengan nilai validitas CFA 0,50 – 0,91. Skala technostress disusun oleh peneliti dengan mengacu pada aspek technostress dari Upadhyaya Vrinda (2021) dengan nilai 0,252-0,621 dan nilai reliabilitas 0,704. Berdasarkan analisis korelasi diperoleh nilai r = 0,344 dan p= 0,00 (p0,05) yang mengindikasi bahwa adanya hubungan positif technostress dan cyberslacking pada mahasiswa di Sumatera Barat, dengan gambaran tingkat cyberslacking rendah dan technostress yang sedang.
Perilaku Bullying Pada Santri Di Pondok Pesantren Dalam Perspektif Psikologi
Rizki, Yunita Tri;
Yasmin, Maya
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1739
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam yang mengajarkan berbagai macam pelajaran keagamaan mengenai Islam serta sebagai salah satu lembaga yang berperan penting dalam pendidikan moral dan akhlak yang mulia bagi para santri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran perilaku bullying pada santri di pondok pesantren dalam perspektif psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah santri kelas 11 dan 12 pada pesantren yang ada di Kota Padang Panjang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 241 santri. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner melalui alat ukur yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek bullying oleh Olweus (1993). Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying pada santri di pondok pesantren berada di kategori sedang (50.2%) dengan aspek yang mendominasi berupa bullying verbal memperoleh kategori sedang (61.8%). Sementara itu, aspek bullying fisik dan bullying non verbal atau non fisik berada di kategori rendah.
Hubungan Iklim Sekolah Dengan Perilaku Bullying Pada Santri Di Pesantren
Ramadhan, Rayhan;
Yasmin, Maya
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1826
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan Iklim sekolah dengan perilaku Bullying pada santri yang bersekolah di kota Padang Panjang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa dan siswi yang bersekolah di pesantren di kota Padang Panjang dengan jumlah sampel sebanyak 297 orang. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi -0.316 dengan taraf signifikansi p = 0.000 yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Diketahi terdapat hubungan signifikansi negative antara iklim sekolah dengan perilaku Bullying pada santri di kota Padang Panjang.
HUBUNGAN PEER ATTACHMENT DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SANTRI PONDOK PESANTREN
Hartono, Fachrul Rahman;
Yasmin, Maya
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i1.1839
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelami lebih dalam hubungan peer attachment dengan bullying pada santri di pondok pesantren. Sehingga peneliti menyusun riset dengan judul “Hubungan peer attachment dengan perilaku bullying pada santri di pondok pesantren”. Metode yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini populasinya adalah Santri pondok pesantren yang berlokasi di Kota Padang Panjang Sumatera Barat, total santri yang ada di Kota Padang Panjang berjumlah 556 santri. Berdasarkan hasil analisis korelasi, maka didapatkan koefisien korelasi sebesar r = 0.110, p=0.090 (p>0.05) maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, dimana tidak terdapat hubungan peer attachment dengan perilaku bullying pada santri pondok pesantren. Kategorisassi data dari kedua variabel dalam penelitian ini menunjukkan secara umum bahwa perilaku bullying pada santri berada pada kategori sedang dengan persentase 50.20%. Kategorisasi variabel peer attachment berada pada kategori sedang dengan persentase 50.62% artinya santri pondok pesantren Padang Panjang cenderung memiliki kualitas kelekatan antara teman sebaya yang baik.
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Bullying Victimization pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan di Sumatera Barat
Asri Rima Oktavia;
Maya Yasmin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jikki.v5i1.7110
This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and bullying victimization in health science students in West Sumatra. The study used a quantitative method on 383 health science students in West Sumatra. The instrument in this study was made by the researcher himself, where the emotional intelligence scale refers to the theory put forward by Mayer (2004) and the bullying victimization scale refers to the theory of Smith et al. (1999). The results of the study showed that there was a significant negative relationship between emotional intelligence and bullying victimization (r = -0.154, p <0.05). The results of this study indicate that the higher the level of emotional intelligence, the lower the bullying victimization experienced by health science students in West Sumatra. Conversely, a low level of emotional intelligence can increase the possibility of becoming a victim of bullying in health science students in West Sumatra.
Hubungan Iklim Sekolah dengan Bullying Victimization pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan di Sumatera Barat
Alhidaya, Julian Putri;
Yasmin, Maya
AHKAM Vol 4 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/ahkam.v4i2.6118
School climate is a crucial factor in creating a safe and supportive learning environment for students, particularly in preventing various social issues such as bullying victimization. Bullying victimization refers to an individual’s experience of being targeted by bullying within an educational context, including verbal, physical, and social exclusion forms. This study aims to analyze the relationship between school climate and bullying victimization among health science students in Sumatera Barat. A quantitative approach was employed, involving 344 students selected through cluster sampling. The research instruments were developed by the authors, with school climate measured based on the theory of Aldridge and Ala’I (2013) and bullying victimization based on the framework of Smith et al. (1999). Data were analyzed using Pearson correlation, which revealed a significant negative relationship between school climate and bullying victimization (r = -0.939, p < 0.05). These findings indicate that the more positive students' perceptions of the school climate, the lower the level of bullying they experience. Conversely, a negative school climate tends to increase the risk of bullying within higher education settings. The results underscore the importance of institutional efforts in fostering a healthy school climate as a preventive strategy against bullying among university students.