Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Reducing Dependence on AI-Generated Text through Contextual Writing Assessment Yeni Daniarti; Yanuardi
International Journal of Research in Education Vol. 6 No. 2 (2026): Issued in July 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijre.v6i2.3902

Abstract

Although generative artificial intelligence (GAI) increasingly impacts academic writing and integrity in higher education, empirical evidence on assessment strategies to reduce students' reliance on AI-generated texts remains limited. This study aimed to examine the effectiveness of the Contextual Writing Assessment in reducing AI-generated text dependence and improving writing performance, writing originality, academic integrity, and learner agency. A quasi-experimental mixed-methods design with an embedded explanatory approach was employed in an English course at the Faculty of Engineering at the University of Muhammadiyah Tangerang. The participants comprised 150 second-semester students from six classes and four lecturers. Three classes were assigned to the experimental group and received Contextual Writing Assessment, while three classes served as the control group and received the conventional writing assessment. Data were collected through writing tests, AI-dependence questionnaires, academic integrity and learner agency questionnaires, originality scores, AI-use logs, reflective journals, draft analyses, observations, and interviews.  The results demonstrated the effectiveness of the intervention, as the experimental group outperformed the control group in reducing AI-generated text dependence and exhibited substantial improvements in writing performance, originality, academic integrity, and learner agency. Qualitative evidence indicated more transparent AI use, meaningful revisions, stronger reflections, and reduced copy-paste behavior. The study concludes that Contextual Writing Assessment offers an ethical, process-based, and AI-resilient approach to writing assessment.
Penguatan UMKM Ramah Lingkungan Untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Kelurahan Neglasari Yeni Daniarti; Nurhayati Nurhayati; Rima Rizqi Wijayanti; Kanza Aunillah
Journal Social Science And Technology For Community Service Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, September 2025
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v6i2.808

Abstract

−UMKM di Kelurahan Neglasari, Kota Tangerang, menghadapi tantangan serius dalam hal pemasaran dan efisiensi transaksi akibat minimnya pemanfaatan teknologi digital. Sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan metode konvensional, sehingga jangkauan pasar terbatas dan volume penjualan stagnan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memberikan solusi berupa sosialisasi dan pelatihan praktis mengenai pemanfaatan marketplace serta teknologi pembayaran digital (QRIS). Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan literasi digital, keterampilan operasional, serta daya saing UMKM dalam ekosistem bisnis yang semakin terdigitalisasi. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, demonstrasi langsung, serta pendampingan intensif dalam pembuatan akun marketplace, aktivasi QRIS, dan pengenalan sertifikasi halal. Evaluasi dilakukan dengan desain one-group pretest-posttest, observasi praktik, dan monitoring pasca kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: skor rata-rata pengetahuan peserta naik dari 42,2 (pre-test) menjadi 73,3 (post-test) atau meningkat sebesar 74%. Sebanyak 85% peserta berhasil mengaktifkan akun marketplace dan menayangkan produk, 80% mengoperasikan QRIS dengan transaksi uji coba berhasil, 10% masih memerlukan pendampingan tambahan, dan 5% belum berhasil sepenuhnya. Temuan ini membuktikan bahwa sosialisasi digital berbasis praktik merupakan solusi efektif untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat keberlanjutan UMKM lokal.
Enhancing EFL Listening Through Structured Autonomous Use of British Council Learn English Audio Materials Yeni Daniarti; Muhammad Arie Firmansyah; Dedy Alamsyah
International Journal of Research in Education Vol. 6 No. 1 (2026): Issued in January 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijre.v6i1.3274

Abstract

Listening proficiency often lags behind other English skills for EFL university students, particularly in engineering programs where limited class hours restrict systematic practice. While previous studies have highlighted the benefits of podcasts and online audio resources for developing listening skills, most of these studies have relied on short-term, teacher-led classroom interventions and have rarely structured learners’ autonomous engagement with a specific platform. This study aimed the effect of independent engagement with the British Council LearnEnglish audio series on the listening proficiency of autonomous EFL learners in an informatics engineering program. Furthermore, there is limited quasi-experimental evidence on the impact of guided independent listening programs using the British Council LearnEnglish audio series on university students' listening proficiency, especially in Indonesian higher education contexts. The experimental group (n = 15) received eight weeks of independent listening alongside regular instruction, while the control group (n = 15) received only regular instruction. A 40-item standardized listening test was administered pre- and post-test, and gain scores were analyzed using an independent samples t-test. The results revealed substantially greater proficiency gains for the experimental group, demonstrating the intervention's superior efficacy over conventional approaches. These results suggest that a structured, autonomous listening program using the British Council's LearnEnglish series can significantly improve listening proficiency in engineering-based English as a foreign language (EFL) programs with limited classroom time. Therefore, future research should examine long-term retention and cross-disciplinary scalability.
Pengaruh Debt to Equity, Debt to Asset, dan Turnover Aset terhadap Return on Assets pada Perusahaan Sektor Keuangan di Indonesia Nurlaelah Nurlaelah; Yeni Daniarti; Moehamad Supriyatna
Journal of Accounting, Management, Economics, and Business (ANALYSIS) Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/analysis.v3i1.1226

Abstract

Return on Asset adalah alat ukuran profitabilitas untuk menegtahui kemampuan perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba selama satu periode. Return on Asset dapat dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan dengan total aset dan ditampilkan sebagai persentase. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio, Debt to Asset Ratio dan Fixed Assets Turnover Ratio pada perusahaan sektor keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 106 perusahaan dan sampel yang digunakan sebanyak 15 perusahaan pada Sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan komponen dan pengamatan yang dilakukan selama lima tahun yaitu mulai dari 2019-2023 Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji t, uji F dan uji koefisien determinasi. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program software SPSS (Statistic Package for the Social Sciens) versi 23.0. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial maupun simultan Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset ratio memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return on Asset . Namun, pada Fixed assets Turnover Ratio tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return on Asset  pada perusahaan sektor keuangan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023.