Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peristiwa G30S/PKI Pada Stabilitas Sosial Di Bandar Betsy 1965 - 1998 Triana, Fadilla; Corry, Corry; Asnewastri, Asnewastri
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 1 No 1 (2023): Vol 1 No. 1 Mei 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/wyaesf15

Abstract

Pembantaian yang terjadi 14 Mei 1965 itu dikenal dengan nama „Peristiwa Bandar Betsy‟. Tugu Letda Sudjono yang berdiri di tengah kebun Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun itu kini menjadi saksi bisu kekejaman PKI di Sumatera Utara. Barisan PKI dan organisasi sayapnya melancarkan aksi sepihak karena keinginan menguasai tanah negara di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu targetnya adalah lahan kebun karet milik Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) IX Bandar Betsy. Untuk menguasai kebun itu, PKI mempersenjatai ratusan anggota Barisan Tani Indonesia (BTI), Pemuda Rakyat (PR) dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani). Kala itu, Letda Sudjono bertugas di kebun itu dibantu sebuah traktor yang sering dioperasikannya. Kisah kematian tragis Letda Sudjono bermula saat anggota BTI berkumpul di tanah perkebunan Bandar Betsy tepatnya di Balai Sumber Sari. Anggota BTI yang berjumlah 200 orang lebih berkumpul dan sepakat merebut kembali lahan perkebunan. Upaya yang mereka lakukan hari itu juga yaitu dengan menanami lahan dengan berbagai tanaman seperti ubi, pisang dan jagung. Ketika proses penanaman, Letda Sudjono dan tiga orang anggotanya datang ke kebun tersebut untuk mengecek traktornya yang terjebak kubangan lumpur. Setelah mengecek alat beratnya, Letda Sudjono kembali melakukan patroli. Pada saat bersamaan, anggota BTI sedang melakukan penanaman di lahan yang kini menjadi milik PTPN III itu.Saat itu, Letda Sudjono melarang BTI menanami lahan. Ketika Letda Sudjono melarang penggarapan lahan, salah satu anggota BTI berupaya merampas helmnya. Melihat adanya rebutan helm, Letda Sudjono memukul anggota BTI itu dengan tongkatnya. Tidak terima dengan sikap itu, anggota BTI marah dan kemudian balik menyerang Letda Sudjono. Letda Sudjono dipukul dari belakang dan terjatuh. Dalam situasi itu, para anggota BTI kemudian mencangkul dan menghujamkan berbagai peralatan tani ke tubuh Letda Sudjono. Hingga pada akhirnya Letda Sudjono tewas dimassa oleh sekelompok BTI yang main hakim sendiri yang ingin merebutkan lahan perkebunan tersebut
Efektivitas Model Daring Dalam Meningkatkan Pembelajaran Daring Kelas VI Semester Ganjil DI SD Negeri 091382 Purba Sinombah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun Girsang, Yusly Fachriza; Corry, Corry; Hasugian, Jalatua H Hasugian
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 1 No 2 (2023): Vol 1 NO. 2 Nov 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ckv4bb34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring Dalam Meningkatkan Pembelajaran Daring  Kelas VI Semester Ganjil Di SD Negeri 091382 Purba Sinombah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun. Pelaksanaan model daring di SD Negeri 091382 memiliki pembelajaran media online dan memiliki keleluasaan waktu untuk belajar. Pembelajaran daring membangun komunikasi antar guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa juga mampu mengelola waktu secara mandiri dan lebih banyak bersosialisasi dengan keluarga. Kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran daring di antaranya adalah biaya yang besar, jaringan, cuaca, listrik padam, dan kuota internet. Selain itu, motivasi belajar siswa akan menurun jika guru dan orang tua tidak melakukan kontrol belajar secara intensif. Penelitian ini adalah kualitatif lapangan dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diambil dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Orang tua. Teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi 
SOSIALISASI PERANAN MAUJANA NAGORI DALAM MEMBINA HARMONISASI KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG MULTIETNIK DI NAGORI PAMATANG SIMALUNGUN KECAMATAN SIANTAR Corry, Corry; Napitu, Ulung; Matondang, Marhaeni K.D.; Saragih, Rosmeri; Purba, Erwin; Nasution, Ade Mey Lisca; Saragih, Desyar Tania Apelin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/v2tarb96

Abstract

This community service activity aims to describe the role of maujana nagori in fostering harmonization of multiethnic community life in Nagori Pamatang Simalungun, Siantar District. In addition to these objectives, this activity is intended to provide a deep understanding to the community so that they can create a harmonious life, even though the community living in Nagori Pamatang Simalungun is pluralist in terms of ethnicity, religion, race, and between groups. In the implementation of this socialization activity, lecture and question and answer methods were used from the speakers to all community members who attended the socialization. To optimize the socialization activities, the resource persons first consulted with the Head of Nagori so that they could invite the community and set a time for socialization so that the activities could be carried out properly. The results of the socialization activities show that the public's understanding of the importance of the role of Maujana Nagori in realizing the integration and harmonization of pluralist ethnic life in Nagori Pamatang Simalungun, Siantar District is increasing. Besides that, they are also enthusiastic about participating in the socialization and are willing to carry out constructive activities to support development and harmony of life in the midst of a multi-ethnic society
SOSIALISASI PERAN PERGURUAN TINGGI DAN AKADEMISI SEBAGAI INKUBATOR BISNIS DALAM PENGUATAN KOPERASI SEBAGAI LEMBAGA EKONOMI KERAKYATAN MENUJU KOPERASI MODERN BAGI PELAKU UKM DI SUMATERA UTARA Napitu, Ulung; Corry, Corry; Sinurat, Anggiat; Harianja, Tuangkus; Arent, Ease; Mardiani, Mardiani; Nasution, Ade Mey Lisca; Napitu, Hasian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/914vq849

Abstract

This community service aims to provide an understanding that universities and academics act as business incubators for developing small and medium enterprises. In order to support the growth and development of SMEs, there needs to be a synergy from various parties ranging from academia, industry, and universities as stakeholders. The business incubator is a place used by many developing countries, including Indonesia, as a means of developing new businesses and/or small and medium enterprises (SMEs). The business incubator itself is an institution that oversees a business incubation in the coaching process for small businesses and/or new product development as well as the provision of business facilities and infrastructure, business development, and management and technology support. The availability of skilled labor needed by the Business and Work World (DUKA) is still very low. This is revealed from data from the Central Statistics Agency (BPS) which was announced in February 2020, which was around 13%. This condition is a challenge for universities not to exacerbate this condition by introducing an early work environment to students, so that they can become graduates according to the needs of the job market, either as employees or business owners through student business incubators at universities.The Business Incubator is a form of Academic Entrepreneurship adapted to the industrial era 4.0 based on the use of electronic media and the internet. To socialize the community service material to SME business actors, the lecture method and question-and-answer method are used for 90 minutes. The results of the socialization have further increased the understanding of the community and SMEs about the importance of developing business incubators as business facilities and infrastructure in business development. 
SOSIALISASI PROYEK PENGUATAN PROFILPELAJAR PANCASILA (P5) BAGI PESERTA DIDIK SMIP YAYASAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN Napitu, Ulung; Corry, Corry; Haloho, Bongguk; Arent, Ease; Napitu, Resna; Purba, Indra Gandi; Girsang, Samrin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rx3a8n50

Abstract

Kegiatan sosialisasi proyek penguatan profil pelajar pancasila bagi peserta didik SMIP Yayasan Universitas Simalungun bertujuan untuk memperkuat karakter dan pemahaman peserta didik tentang arti penting dan kedudukan ideologi negara pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanyajawab. Kegiatan sosialisasi, dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2024, mengundang 60 orang peserta didik dan 10 orang guru, berlokasi di aula SMIP Yayasan Universitas Simalungun. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta didik dan guru diharapkan memahami arti penting pancasila dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, sehingga dapat mengamalkan dan menghayati nilai - nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari dan menghindarkan diri dari berbagai gerakan radikalisme, konflik suku, agama, ras antar golongan, disintegrasi dan berbagai gerakan separatisme lainnya yang mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indonesia
SOSIALISASI PROYEK PENGUATAN PROFILPELAJAR PANCASILA BAGI PESERTA DIDIK SMIP YAYASAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN Napitu, Ulung; Corry, Corry; Haloho, Bongguk; Napitu, Resna; Nasution, Tuty Ariani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/g2ak0821

Abstract

Kegiatan sosialisasi proyek penguatan profil pelajar pancasila bagi peserta didik SMIP Yayasan Universitas Simalungun bertujuan untuk memperkuat karakter dan pemahaman peserta didik tentang arti penting dan kedudukan ideologi negara pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanyajawab. Kegiatan sosialisasi, dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2023, mengundang 60 orang peserta didik dan 10 orang guru, berlokasi di aula SMIP Yayasan Universitas Simalungun. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta didik dan guru diharapkan memahami arti penting pancasila dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, sehingga dapat mengamalkan dan menghayati nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari dan menghindarkan diri dari berbagai gerakan radikalisme, konflik suku, agama, ras antar golongan, disintegrasi dan berbagai gerakan separatisme lainnya yang mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indonesia. 
SOSIALISASI KONSEP DASAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN BAGI TENAGA PENDIDIK DI SMK SWASTA PELITA PEMATANGSIANTAR Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung; Corry, Corry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/h7fhwc62

Abstract

Kegiatan sosialisasi konsep dasar psikologi pendidikan bagi tenaga pendidik di SMK Swasta Pelita Pematangsiantar bertujuan untuk membekali dan memperluas wawasan bagi guru tentang kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian yang bermanfaat untuk memotivasi dan meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMK Swasta Pelita Pematangsiantar. Pentingnya sosialisasi untuk memahami kepribadian peserta didik, karena saat ini ditemukan degradasi dan keanekaragaman peserta didik yang cenderung destruktif terhadap proses pembelajaran mendalam, bermakna dan refleksi diri sesuai dengan pembelajaran deep learning. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanya jawab yang dihadiri sebanyak 30 orang guru tanggal 11 Agustus 2025 berlokasi di aula SMK Swasta Pelita Pematangsiantar dengan menggunakan media infocus Setelah dilaksanakan sosialisasi pemahaman tenaga pendidik tentang arti penting psikologi khususnya psikologi pendidikan dalam pembelajaran meningkat sehingga para peserta didik terlebih dahulu memahami kondisi psikologis peserta didik secara komprehensif sebagai individu yang unik memiliki karakter yang berbeda-beda sebelum dilaksanakan proses pembelajaran. Dengan pemahaman tersebut para guru terlebih dahulu berempati dan simpati kepada peserta didik sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru pada seluruh mata pelajaran
The Role of Driving Teachers in Developing Differentiated Learning Strategies And Social-Emotional Competencies in Integrated Social Studies Subjects Girsang, Herti; Corry, Corry; Arent, Ease
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i4.1676

Abstract

The evolving landscape of education demands innovative teaching practices, with Guru Penggerak playing a pivotal role in implementing differentiated learning strategies and fostering students’ social-emotional competencies, particularly in Integrated Social Studies. This study aims to explore how Guru Penggerak contributes to creating inclusive and adaptive learning environments that respond to students' diverse characteristics while supporting their emotional and interpersonal development. A qualitative research design was employed, using document analysis from academic journals, official reports, and relevant literature to identify key practices, enabling factors, and barriers encountered in the field. The findings reveal that the success of differentiated instruction is largely influenced by the teacher's ability to recognize and respond to varied learning styles. Approximately 70% of students reported increased motivation when instructional strategies aligned with their individual preferences. Additionally, structured efforts to build social-emotional competencies resulted in enhanced student well-being, classroom harmony, and increased engagement. These findings highlight the importance of empowering teachers through continuous professional development to strengthen their pedagogical and socio-emotional facilitation skills. The study provides valuable insights for educational stakeholders to support Guru Penggerak programs and reinforce the integration of differentiated learning and emotional intelligence in curriculum implementation.
Strengthening Students’ Civic Character through the Pancasila Student Profile Project in the Merdeka Curriculum: A Qualitative Study Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung; Corry, Corry; Harianja, Tuangkus; Sonanggok, Maria
Journal La Edusci Vol. 7 No. 1 (2026): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v7i1.2907

Abstract

This study explored how the concept of the Pancasila Student Profile Project can be used within the framework of the Merdeka Curriculum and how it can be used to foster the development of the civic character of SMIP Universitas Simalungun students. Due to the perceived mismatches between moral teaching and practical implementation in civic education, a qualitative methodological approach was implemented to evaluate how the project-based learning and institutional practices were implemented in the enactment of character values. The data were gathered through the in-depth interview with school leaders and teachers, classroom observations, and institutional documentation analysis. Data were analyzed using an iterative coding and thematic interpretation to evoke patterns of pedagogical practice, engagement of students, and organizational support. Results indicate that before the project was carried out, civic learning was more theoretical and external thus constraining the internalization of moral values. Constant engagement in participative and situational learning processes contributed to the gradual enhancement of responsibility, social awareness and participatory confidence in the students. Some of the most important facilitators of this change were institutional coordination, reflective evaluation and collaboration among teachers. In addition, the element of the Simalungun local wisdom solidified the moral identity of the students by connecting the national civic principles to the traditionally based ethics. The research indicates that participatory pedagogy, unified institutional design, and culturally sensitive learning conditions are the conditions of the successful construction of civic character in the context of the Merdeka Curriculum.