Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DI KLINIK PRATAMA KEDATON Husna, Fauzul; Ariningtyas, Nurul; Amelia, Vita
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 5 No. 2 (2024): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LATAR BELAKANG : Masa bayi baru lahir (BBL) merupakan masa yang perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang ekstra karena pada masa ini terdapat mortalitas paling tinggi. Bayi Baru Lahir (BBL) adalah bayi yang berusia 0 sampai dengan 28 hari. Bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Masalah pada bayi baru lahir (BBL) dapat diminimalkan dengan perawatan di 28 hari kehidupan bayi. Pengetahuan ibu mengenai perawatan BBL adalah salah satu faktor yang penting untuk kesuksesan meningkatkan angka harapan hidup bayi. Perawatan pada BBL dilakukan karena BBL tidak bisa beradaptasi secara mandiri dengan lingkungan sekitar berkaitan dengan organ-organ yang belum matur pada bayi. Pengetahuan ibu dalam kemampuan merawat bayi sangat penting karena akan menentukan kesehatan bayinya dimasa mendatang. TUJUAN : Mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Bayi Baru Lahir di Klinik Pratama Kedaton. METODE : Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Tekhnik pengambilan Sampel dengan metode Purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 35 responden. HASIL : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengetahuan Ibu nifas tentang perawatan bayi baru lahir di Klinik Pratama Kedaton yaitu cukup sebanyak 20 responden (57%), baik 12 responden (34%), kurang 3 responden (9%).
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. D DENGAN PEMBERIAN PUTIH TELUR AYAM KAMPUNG UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINIUM DI KLINIK PRATAMA AMANDA SLEMAN Husna, Fauzul; Puspitasari, Riadinata Shinta
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 5 No. 2 (2024): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Ruang lingkup asuhan: Pemberian putih telur ayam kampung dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka perineum ibu nifas. Kandungan protein pada putih telur ayam kampung dapat membantu pembentukan dan perbaikan sel jaringan yang rusak akibat luka perineum saat persalinan, sehingga mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi infeksi. Pelaksanaan asuhan: Pelayanan asuhan kebidanan berkelanjutan dilakukan pada Ny. D dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus, sampai KB yang dilaksanakan secara berkesinambungan dimulai dari pengambilan data subjektif data objektif dan penatalaksanaan asuhan. Asuhan dilaksanakan di Klinik Pratama Amanda Sleman dan rumah Ny. D. Fokus asuhan pada masa nifas dengan kunjungan pertama penjelasan dan cara mengkonsumsi putih telur. Ibu bersedia mengkonsumsi putih telur ayam kampung. Evaluasi: Setelah mengonsumsi putih telur ayam kampung selama 6 hari, luka perineum pada Ny. D sudah kering, jahitan sudah tertutup dan tidak ada tanda tanda infeksi. Kesimpulan dan saran: Asuhan yang diberikan pada Ny. D selama masa hamil, bersalin, nifas, neonatus, dan KB tidak ditemukan adanya masalah atau komplikasi. Pemberian putih telur ayam sangat efektif pada percepatan penyembuhan luka perineum selama 6 hari. Kata kunci: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan, Nifas, Putih Telur Ayam Kampung
Pengaruh Rendam Kaki Dengan Air Hangat Pada Lansia Untuk Menurunkan Tingkat Insomnia Di Wilayah Kelurahan Balecatur Shinta, Riadinata; Pratiwi, Fika; Husna, Fauzul; Aqila, Fitri
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2461

Abstract

Aging is a natural process that is accompanied by a decrease in physical condition with a visible decrease in organ function. The aging process makes the elderly more prone to sleep disorders. Handling sleep disorders can be done in two ways, namely pharmacologically and non-pharmacologically. Non- pharmacological management is a safer alternative option, namely by soaking warm water feet. The benefits of warm water are to make the body more relaxed, get rid of muscle aches and stiffness, and lead to better sleep. The purpose of this study was to identify whether there is an effect of warm water foot bath on sleep quality in the elderly in the Balecatur Village Area. The type of research used is quasi experiment which is included in the pre test and post test one group design. Statistical data analysis used is Paired t- test and this research was conducted for 5 consecutive days. The sampling technique in this study was purposive sampling with 30 respondents. This study based on statistical tests obtained P value = 0.001, which means that there is a significant difference before and after warm water foot soak therapy. There is a significant effect of warm water foot soak on sleep quality in the elderly. Researchers hope that the elderly will always do this warm water foot soak as a necessity for themselves to reduce sleep quality problems
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA BALITA DI TPA AMALIA GAMPING SLEMAN Husna, Fauzul; Pratiwi, Cika Putri; Winda, Agestya; Maesaroh, Putri; Dyah, Isna Puri; Alodia, Helen
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 1 (2025): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang : Anak merupakan investasi generasi suatu bangsa, sehingga kualitas anak sangat menentukan keberlangsungan generasi dan kualitas bangsa. Kualitas anak sangat ditentukan oleh keberlangsungan proses tumbuh-kembangnya sejak periode di dalam kandungan dan periode awal kehidupannya selama masa kritis pada 3 tahun pertama. Penting untuk memastikan bahwa anak-anak berkembang secara optimal. Pemantauan tumbuh kembang adalah suatu kegiatan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan pertumbuhan (status gizi kurang atau buruk, anak pendek), penyimpangan perkembangan (terlambat bicara) dan penyimpangan mental emosional anak (gangguan konsentrasi dan hiperaktif) Tujuan Untuk melakukan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan pada balita Metode : kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan tumbuh kembang pada balita Hasil : Berdasarkan hasil pemeriksaan Dari Balita yang ditimbang 80 % berat badan Balita Normal, 20 % Tidak Normal ( gizi lebih/dibawah normal). Sedangkan dari skrining tumbuh kembang di dapatkan 94% balita dengan tumbuh kembang yang sesuai, dan 6% dengan tumbuh kembang yang meragukan Kata kunci : pemantauan,Pertumbuhan,Perkembangan,Balita ABSTRACK Background: Children are an investment of a nation's generation, so the quality of children greatly determines the sustainability of the generation and the quality of the nation. The quality of children is greatly determined by the sustainability of their growth and development process since the period in the womb and the early period of their lives during the critical period in the first 3 years. It is important to ensure that children develop optimally. Growth and development monitoring is an activity to find early any growth deviations (poor or poor nutritional status, short children), developmental deviations (late speech) and mental emotional deviations in children (concentration disorders and hyperactivity) Objective To conduct early detection of growth and development in toddlers Method: This community service activity is carried out by conducting growth and development examinations on toddlers Results: Based on the results of the examination of Toddlers who were weighed, 80% of Toddlers' weight was Normal, 20% were Abnormal (overweight/below normal). Meanwhile, from the growth and development screening, 94% of toddlers were found with appropriate growth and development, and 6% with questionable growth and development Keywords: monitoring, growth, development, toddlers
LITERATUR REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG BALITA Husna, Fauzul; Puspitasari, Riadinata Shinta
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 6 No. 1 (2025): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Periode balita (0–5 tahun) merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Kualitas tumbuh kembang balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari asupan gizi, stimulasi, pola asuh, lingkungan, serta akses terhadap layanan kesehatan. Gagalnya proses tumbuh kembang pada periode ini dapat menyebabkan dampak jangka panjang, termasuk rendahnya kecerdasan, gangguan perilaku, serta peningkatan risiko penyakit degeneratif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang balita, dengan fokus pada aspek gizi, pola asuh, stimulasi perkembangan, dan akses terhadap layanan Kesehatan Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur yang mengumpulkan data dari 10 jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa gizi yang buruk, terutama stunting, berdampak negatif pada perkembangan motorik dan kognitif balita. Pola asuh yang responsif dan stimulasi yang adekuat juga terbukti mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kondisi sosial ekonomi, pendidikan ibu, serta akses terhadap layanan kesehatan memainkan peran penting dalam menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Kesimpulan : Kesimpulannya, faktor-faktor internal dan eksternal seperti gizi, pola asuh, edukasi orang tua, dan dukungan sosial sangat mempengaruhi tumbuh kembang balita. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang melibatkan orang tua, masyarakat, dan layanan kesehatan diperlukan untuk memastikan perkembangan anak yang optimal. Kata Kunci:Tumbuh kembang balita, gizi, pola asuh, stimulasi, layanan kesehatan
COMPARATIVE STUDY OF BLOOD GLUCOSE LEVELS AND THE DEGREE OF LIVER AND KIDNEY DAMAGE IN DIABETIC ANIMAL MODELS INDUCED BY ALLOXAN, STREPTOZOTOCIN, AND STREPTOZOTOCIN-NICOTINAMIDE Miswari, Irna; Husna, Fauzul; Zulkarnain, Zulkarnain; Syahrizal, Dedy; Syahputra, Andika Ari; Hasan, Denny Irmawati
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 19, No 2 (2025): June
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v19i2.40839

Abstract

The objective of this study was to assess differences in body weight, blood glucose levels, and liver and kidney tissue damage among rats induced with alloxan, streptozotocin, or streptozotocin-nicotinamide. This was an experimental study using a completely randomized design. The rats were allocated into four experimental groups. Group 1 (KN) was considered as the normal control group, while groups K1, K2, and K3 were induced with streptozotocin (60 mg/kg bw), alloxan (150 mg/kg bw), and nicotinamide (120 mg/kg bw) followed by streptozotocin (60 mg/kg bw), respectively. The compounds were administered intraperitoneally using suitable solvents. Body weight and blood glucose levels were monitored weekly. Upon completion of the study, liver and kidney tissues were harvested and processed for histopathological analysis using hematoxylin-eosin staining. The findings revealed that all diabetic induction models had significantly elevated blood glucose levels compared to the control group. Additionally, there were significantly differences (P0.05) in liver and kidney tissue damage among the groups treated with streptozotocin (STZ), alloxan, and STZnicotinamide. In conclusion, STZ induction produced more consistent hyperglycemia with less tissue damage compared to alloxan, while, nicotinamide co-administration effectively reduced cellular degeneration, suggesting its protective role against diabetes-induced tissue injury.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY.T AKSEPTOR KB IMPLANT DENGAN MEDIA LEMBAR BALIK DI PMB KUSNI SRI MAWARTI BANTUL Zubaidah, Irul; Puspitasari, Riadinata Shinta; Husna, Fauzul
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14587

Abstract

Konseling merupakan hubungan timbal balik antara konselor dan konseli. Lembar balik adalah suatu alat peraga yang menyerupai album gambar. Implant adalah salah satu jenis kontrasepsi yang berupa susuk yang terbuat dari sejenis karet silastik yang berisi hormon dan dipasang pada lengan atas. Memberikan pelayanan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. T dari kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana yang dilaksanakan secara berkesinambungan dimulai dari pengambilan data subjektif yang disampaikan oleh Ny. T dan berdasarkan hasil pemeriksaan atau data objekif. Asuhan berkelanjutan dilakukan di PMB Kusni Sri Mawarti Bantul. Setelah diberikan asuhan secara berkelanjutan Ny. T menjadi lebih mengerti mengenai jenis alat kotrasepsi. Penggunaan media lembar balik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan konseling ini, karena setelah diberikan konseling ibu lebih memahami dan lebih gampang untuk diingat mengenai alat kontrasepsi bawah kulit. Asuhan yang diberikaan Ny. T selama kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana tidak ditemukan adanya masalah atau komplikasi. Pada kunjungan nifas ke 4 telah mendapatkan konseling tentang berbagai macam alat kontrasepsi dan akhirnya Ny. T memutuskan untuk memilih alat kontrasepsi bawah kulit.
PENYULUHAN TENTANG KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK PKK ARGOMULYO 29 SEDAYU BANTUL Husna, Fauzul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar belakang :Gigi dan mulut merupakan bagian penting yang harus dijaga kebersihannya. Berbagai penyakit yang muncul disebabkan oleh berbagai faktor yaitu sikap atau perilaku yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut karena kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut, malas menyikat gigi, menyikat gigi dan mulut dengan cara yang salah dan tidak benar serta makan-makanan dan minuman yang manis. Gosok gigi adalah cara paling mudah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Akan tetapi banyak orang yang menyepelekan pentingnya gosok gigi.Kebiasaan menanamkan peduli kesehatan gigi dan mulut perlu diajarkan sejak dini. Oleh karena itu, anak perlu diberi bekal pengetahuan tentang gosok gigi yang baik dan benar. Tujuan: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak pra sekolah tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar. Metode : Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan berupa penyuluhan tentang menjaga kebersihan gigi dan mulut menggunakan media phantom gigi, video animasi gosok gigi dilanjutkan dengan praktik gosok gigi yang benar Hasil: Peserta kegiatan terdiri dari anak 25 anak di TK PKK 29 Argomulyo Sedayu Bantul. Hasil evaluasi terlihat ada peningkatan pemahaman anak tentang gigi sehat, manfaat gosok gigi, dan waktu gosok gigi, serta peningkatan ketrampilan anak praktik gosok gigi yang baik dan benar. Optimalisasi gerakan gosok gigi ini hendaknya dilakukan secara kontinyu di sekolah dan dilanjutkan di rumah dengan dukungan dari orang tua. Kata kunci : kebersihan gigi dan mulut, anak pra sekolah ABSTRACK Background: The teeth and mouth are an important part that must be kept clean. The various diseases that arise are caused by various factors, namely attitudes or behaviors that neglect dental and oral hygiene due to lack of knowledge of the importance of dental and oral care, lazy brushing of teeth and mouth in the wrong and incorrect way and eating sweet foods and drinks. Brushing your teeth is the easiest way to maintain healthy teeth and mouth. However, many people underestimate the importance of brushing their teeth. The habit of instilling care for dental and oral health needs to be taught early. Therefore, the child needs to be provided with knowledge about good and correct brushing of teeth. Objective: to improve the knowledge and skills of preschool children on how to brush their teeth well and correctly. Methods: This community service was carried out by providing extension in the form of extension on maintaining dental and oral hygiene using dental phantom media, animated tooth brushing video continued with correct brushing practice Results: Participants of the activity consisted of 25 children in kindergarten PKK 29 Argomulyo Sedayu Bantul. The results of the evaluation showed that there was an increase in the child's understanding of healthy teeth, the benefits of brushing teeth, and brushing time, as well as an increase in the child's skills of good and correct brushing practices. Optimization of this brushing movement should be carried out continuously at school and continued at home with the support of parents. Keyword: dental and oral hygine,preschool children
The Impact of Photoaging on Skin: A Systematic Review Analysis Asyi, Muhammad Shanan; Syahrizal, Dedy; Sary, Nirwana Lazuardi; Husna, Fauzul
Journal of Social Research Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i1.1708

Abstract

Aging of the skin is a complex biological process. The process of skin aging can be divided into two categories namely intrinsic and extrinsic aging. Intrinsic skin aging or natural aging is caused by changes in skin elasticity that occur with age. This type of aging cannot be prevented. While extrinsic skin aging is caused by environmental factors such as exposure to solar radiation (photoaging). In this study, the type of research approach used is a type of qualitative research through a literature review. The type of data used is the type of secondary data. Secondary data is a type of data obtained from certain parties or media indirectly, meaning that certain parties become intermediaries where they obtain and record these data beforehand. The aging process of the skin is influenced by intrinsic and extrinsic factors. The extrinsic factor that most influences the aging process of the skin is chronic sun exposure which is called photoaging. Sunlight contains 96% UVA and has the most significant biological effect compared to UVB and UVC. Several factors that affect photodamaging are skin type, pigmentation, and acclimatization. Skin changes that occur in photoaging include the presence of vesicles in the epidermis, reduced Langerhans cells, and enlarged and pale epidermal cells; in the dermis, there is an elastic mass; pigment changes in the form of dotted (irregular pigmentation) and hyperpigmentation.
Pelatihan produksi roti gandum sebagai pangan fungsional di Gampong Kajhu Kabupaten Aceh Besar (Training on wheat bread production as a functional food in Kajhu Village, Aceh Besar District) Suryawati, S; Maysarah, Hilda; Nauval, Iflan; Safuni, Nani; Nova, Vera; Husna, Fauzul; Firdausa, Sarah; Suardi, Hijra Novia
Buletin Pengabdian Vol 1, No 1 (2021): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpengmas.v1i1.20434

Abstract

The purpose of this activity was to train community members in Kajhu Village, Aceh Besar District to produce wheat bread with the addition of pumpkin. These community service activities were carried out in several stages which were socialization of the importance of a healthy lifestyle through focus group discussions by 3 experts in health field (clinical pharmacology, internal medicine, and clinical nutrition) and discussions about production, packaging, and product marketing. The result showed that 60 packs of bread with approximately 80 calories were produced every production time. Marketing and transaction (ordering) of products utilized online media. The sales value for 60 breads per day was Rp.420,000, with a profit of Rp. 180,000. This result was a good thing for Kajhu Village community group members because it could increase household income.In conclusion, the implementation of this product-based community service program has resulted in bread products with nutritious ingredients of wheat and pumpkin which have been clinically and experimentally (in other researches) proven to have anti-diabetic properties.