Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STATUS KEBERLANJUTAN USAHATANI KOPI Sulaksana, Jaka; Triana, Agung Ripky; Dinar
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.43430

Abstract

Usahatani kopi di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, antara lain fluktuasi harga, keterbatasan akses modal, rendahnya regenerasi petani, serta praktik budidaya yang belum sepenuhnya ramah lingkungan. Kondisi tersebut menjadikan keberlanjutan usahatani kopi sebagai isu penting dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani kopi berdasarkan empat dimensi, yaitu ekonomi, sosial, ekologi, dan kelembagaan. Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Kopi Sugih Wangi Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan metode indeks komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata indeks keberlanjutan usahatani kopi sebesar 57,23 yang termasuk dalam kategori berkelanjutan. Dimensi ekonomi memiliki nilai tertinggi sebesar 62,17, diikuti dimensi sosial sebesar 58,87, dimensi kelembagaan sebesar 58,38, dan dimensi ekologi sebesar 51,50 sebagai nilai terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun usahatani kopi telah memberikan kontribusi ekonomi bagi petani, keberlanjutan jangka panjang masih memerlukan penguatan terutama pada aspek ekologi, regenerasi petani, dan peran kelembagaan.
ANALISIS PENDAPATAN BERSIH DAN EFISIENSI BIAYA USAHATANI PADI SAWAH PADA SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1 DAN 4:1 Dinar; Umyati, Sri; Kodori, Wiwi; Marina, Ida; Sukmawati, Dety
Journal of Innovation and Research in Agriculture Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jira.v4i2.3612

Abstract

Lowland rice is a major food commodity in Indonesia that plays a crucial role in national food security. The implementation of the jajar legowo planting system is one of the cultivation innovations aimed at increasing productivity and farming efficiency. However, differences in jajar legowo planting patterns may result in variations in production costs and farmers’ income. This study aimed to analyze net income and cost efficiency of lowland rice farming under 2:1 and 4:1 jajar legowo planting systems. The research was conducted in Sindangkerta Village, Indramayu Regency, using a survey method involving rice farmers who applied the 2:1 and 4:1 jajar legowo systems. Primary and secondary data were analyzed quantitatively by calculating production costs, revenues, net income, and cost efficiency using the revenue–cost (R/C) ratio. The results showed that the 2:1 jajar legowo planting system generated higher net income than the 4:1 system. In addition, the R/C ratio values of both planting systems were greater than one, indicating that lowland rice farming under both systems is economically feasible. Therefore, the 2:1 jajar legowo planting system is more cost-efficient and provides higher economic benefits for farmers compared to the 4:1 system..
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TEMBAKAU (Nicotiana Tabacum) Dinar; Dinarul Haq, Adisty; Andayani, Sri Ayu
Journal of Innovation and Research in Agriculture Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jira.v4i2.3615

Abstract

Tobacco is a commodity with considerable development potential, as evidenced by the significant foreign exchange and excise revenues generated from tobacco. Therefore, the purpose of this study was to determine the characteristics of tobacco farming in Cisalak Village, Lemahsugih District, Majalengka Regency, as well as to determine the cost structure, revenue, profit, and feasibility of the farming business. The research method used a survey technique with a quantitative descriptive approach. Thirty respondents were recruited using a purposive sampling technique. The analysis technique used was descriptive analysis, calculating fixed costs, variable costs, revenue, R/C Ratio and B/C Ratio. The results of this study indicate that running a tobacco farm requires a total fixed cost of IDR 2,100,000, a variable cost of IDR 10,000,000 and depreciation cost of IDR 1,671,000. Profit is IDR 30,000,000, and farm income is IDR 16,229,000. The feasibility analysis of this tobacco farm yields R/C Ratio and B/C Ratio of 2,18 and 1,18, indicating that this farm is feasible to continue. Keywords: Tobacco Farming, Income, Financial Feasibility.
Edukasi dan Implementasi Asuransi Pertanian untuk Meningkatkan Daya Tahan Ekonomi Kelembagaan Petani Umyati, Sri; Andayani, Sri Ayu; Dinar; Siti Shofiyatun Zakiyah; Acep Atma Wijaya; Miftah Dieni Sukmasari; Ulfa Indah Laela Rahmah; Adi Oksifa Rahma Harti; Eni Nurfalah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17894

Abstract

Usahatani memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai risiko produksi seperti perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, serta bencana alam yang berdampak pada ketidakstabilan pendapatan petani dan keberlanjutan kelembagaan agribisnis. Asuransi pertanian diperkenalkan sebagai instrumen mitigasi risiko, namun tingkat partisipasi petani masih relatif rendah akibat keterbatasan literasi dan kapasitas kelembagaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi asuransi pertanian guna memperkuat daya tahan ekonomi kelembagaan petani. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan participatory action research yang melibatkan kelompok tani dan kelembagaan agribisnis. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, edukasi dan pelatihan, pendampingan pendaftaran asuransi, serta monitoring dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok terarah, serta pre-test dan post-test literasi asuransi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman petani, partisipasi kepesertaan asuransi, serta perbaikan tata kelola administrasi kelembagaan. Asuransi pertanian terintegrasi dalam perencanaan usaha tani dan dipersepsikan sebagai instrumen perlindungan usaha. Dengan demikian, edukasi dan implementasi asuransi pertanian berbasis kelembagaan efektif dalam meningkatkan daya tahan ekonomi petani dan memperkuat kelembagaan agribisnis.