Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS SISTEM ANTRIAN (QUEUING SYSTEM) PELANGGAN BANK SULTRA KAS PULAU BINONGKO MENGGUNAKAN MODEL SINGLE CHANNEL – SINGLE PHASE: SISTEM ANTRIAN PELANGGAN BANK SULTRA KAS PULAU BINONGKO Sarfin; Asrul Sani; Herdi Budiman; Agusrawati; Ruslan
Jurnal Matematika Komputasi dan Statistika Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmks.v4i2.92

Abstract

Mengantri merupakan fenomena yang biasa terjadi pada kehidupan sehari-hari dan sering dijumpai di fasilitas publik. Hal ini disebabkan karena banyaknya pelanggan yang ingin segera dilayani namun jumlah pelayan yang masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pemberi layanan harus memberikan solusi mengenai permasalahan ini agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan efisien. Permasalahan yang akan dikaji ialah sistem antrian pada Bank Sultra Kas Pulau Binongko, selama 12 hari kerja (3 hari seminggu) pada pukul 09.00-12.00 WITA atau pukul 13.30-15.00 WITA. Data yang diambil adalah waktu antara kedatangan nasabah dan waktu pelayanan yang dilakukan teller. Setelah pengumpulan data, maka dilakukan pengukuran keseimbangan atau steady-state, pendeteksian distribusi data, penentuan model antrian, penentuan parameter antrian dan penghitungan performansi model antrian. Bank Sultra Kas Pulau Binongko menggunakan disiplin antrian First In First Out (FIFO) dengan distribusi kedatangan mengikuti distribusi Poisson sedangkan distribusi waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial serta mempunyai 1 teller sehingga diperoleh model antrian [ ]:[ ]. Hasil dari penelitian ini diperoleh peluang masa sibuk ( ) adalah , rata-rata jumlah nasabah yang menunggu dalam antrian ( ) sekitar 5 sampai 6 pelanggan dalam sepuluh menit, rata-rata jumlah nasabah dalam sistem ( ) sekitar 10 sampai 11 pelanggan dalam sepuluh menit, rata-rata waktu menunggu nasabah dalam antrian ( ) sekitar 2 sampai 3 menit setiap pelanggan, dan rata-rata waktu nasabah dalam sistem ( ) sekitar 5 sampai 6 menit setiap pelanggan. Sistem antrian pada Bank Sultra Kas Pulau Binongko sudah optimal dengan persentase kesibukan pelayan sekitar dan waktu menunggu dalam antrian hanya berkisar 2 sampai 3 menit setiap pelanggan
PENERAPAN METODE CUTTING PLANE UNTUK OPTIMALISASI KEUNTUNGAN (Studi Kasus: Aura Laundry House): METODE CUTTING PLANE UNTUK OPTIMALISASI KEUNTUNGAN Siska Andiaga; Asrul Sani; Herdi Budiman; Wayan Somayasa; Muhammad Kabil Djafar; Arman
Jurnal Matematika Komputasi dan Statistika Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmks.v4i2.93

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan metode cutting plane untuk optimalisasi keuntungan pada Aura Laundry House. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model matematika optimalisasi keuntungan pada Aura Laundry House dan mengetahui penyelesaian optimalisasi keuntungan dengan menerapkan metode cutting plane pada Aura Laundry House. Metode cutting plane merupakan salah satu metode penyelesaian optimum yang menggunakan penambahan batas baru yang disebut gomory untuk menyelesaikan persamaan linear yang memiliki solusi tidak bulat atau pecahan agar bernilai bulat. Metode ini dipilih karena merupakan salah satu prosedur matematis yang dapat diterapkan untuk memaksimumkan keuntungan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, jumlah pencucian yang optimal yaitu sebanyak 127 pasang sepatu, 6 pcs boneka, 183 kg pakaian, 20 pcs bedcover, 11 pcs karpet, dan 20 pcs selimut dengan keuntungan sebesar Rp3.338.489,00 sedangkan sebelum menggunakan metode cutting plane keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp1.213.809,00 sehingga tingkat selisih keuntungan yaitu sebesar Rp2.124.680,00.
MENENTUKAN PANJANG BUSUR TERPENDEK DARI LINGKARAN YANG MENGHUBUNGKAN SEBARANG DUA TEMPAT DI PERMUKAAN BUMI MENGGUNAKAN KEMONOTONAN FUNGSI YANG TERDIFERENSIALKAN: PANJANG BUSUR TERPENDEK YANG MENGHUBUNGKAN SEBARANG DUA TEMPAT DI PERMUKAAN BUMI Muhammad Indra Alamsyah; Muhammad Kabil Djafar; Herdi Budiman; Wayan Somayasa; Rita Ayu Ningtyas; Aswani
Jurnal Matematika Komputasi dan Statistika Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmks.v4i2.94

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan panjang busur terpendek dari lingkaran yang menghubungkan sebarang dua empat di permukaan bumi dengan menggunakan sifat kemonotonan fungsi yang terdiferensialkan. Penelitian ini dilakukan dengan mengasumsikan bumi berbentuk bola sempurna yang mengimplikasikan setiap irisan bumi membentuk lingkaran besar atau lingkaran kecil. Dua titik dan pertama-tama ditentukan dalam koordinat lintang dan bujur. Setelah itu, koordinat lintang dari dan ditransformasi sedemikian sehingga keduanya berada pada lintang yang sama. Kedua titik itu kemudian dikonversi ke dalam sistem koordinat kartesius tiga dimensi. Tiga jenis lingkaran ditentukan sebagai lingkaran kecil , lingkaran sedang , dan lingkaran besar . Ditemukan bahwa ada tak hingga banyaknya lingkaran yang melalui dan . Panjang busur pada masing-masing lingkaran ditentukan dengan bantuan geometri analitik yaitu berturut-turut , , dan . Dua fungsi dari didefinisikan sebagai dan , di mana menyatakan bujur dari titik . Turunan dari dan dievaluasi dan dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa dan monoton dan mengimplikasikan bahwa . Ini berarti bahwa panjang busur yang terpendek adalah busur lingkaran besar yaitu .
ANALISIS MODEL MATEMATIKA SITR PADA PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM TIFOID: Model Matematika SITR Pada Penyebaran Penyakit Demam Tifoid Fifin Siti Indrawati; Asrul Sani; Wayan Somayasa; Muhammad Kabil Djafar; Herdi Budiman; Arman
Jurnal Matematika Komputasi dan Statistika Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmks.v4i2.99

Abstract

Demam Tifoid merupakan penyakit infeksi yang biasanya terjadi di usus halus yang disebabkan oleh Salmonella Typhi. Penelitian ini bertujuan menentukan model matematika pada penyebaran penyakit Demam Tifoid dan perilaku selesaiannya. Dari analisis model matematika diperoleh dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik penyakit. Analisis kestabilan titik kesetimbangan bebas penyakit menggunakan linearisasi disekitar titik kesetimbangan. Hasilnya diperoleh titik kesetimbangan bebas penyakit stabil asimtotik jika artinya penyakit akan menghilang seiring berjalannya waktu dan titik kesetimbangan endemik penyakit stabil jika artinya penyakit akan selalu ada. Simulasi numerik model pada penyebaran penyakit Demam Tifoid dilakukan sejalan dengan analisis perilaku model
KRIPTOGRAFI HILL CIPHER MENGGUNAKAN MATRIKS FIBBONACCI Chaeril Anwar Beddolo; Arman; Herdi Budiman
Jurnal Matematika Komputasi dan Statistika Vol. 4 No. 3 (2024): September-Desember
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital telah membuat informasi online menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, tetapi masalah keamanan data telah meningkat. Teknik Kriptografi Hill Cipher dan Fibonacci dapat digunakan untuk enkripsi dan dekripsi data. Penelitian ini menjelaskan penerapan dan kekuatan dari Matriks Fibonacci sebagai kunci dalam enkripsi dan dekripsi pesan dalam Kriptografi Hill Cipher. Penelitian ini membahas tentang algoritma Kriptografi Hill Cipher, pembentukan Matriks Fibonacci, kelayakan matriks Fibonacci, menentukan algoritma enkripsi dan dekripsi, menilai kualitas cipherteks dari hasil enkripsi, dan melakukan pemrograman dalam enkripsi dan dekripsi Kriptografi Hill Cipher. Implementasi matriks Fibonacci dapat digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi algoritma Hill Cipher. Enkripsi melibatkan konversi plainteks ke ASCII, memodulasi hasil perkalian plaintext dengan kunci, dan konversi karakter sesuai tabel ASCII. Dekripsi melibatkan konversi ciphertext ke ASCII, memodulasi hasil perkalian ciphertext dengan kunci yang telah diinvers, dan konversi ke tabel ASCII. Menggunakan Fibonacci sebagai kunci dalam algoritma Hill Cipher dapat meningkatkan kompleksitas sistem kriptografi. Menggabungkan konsep Fibonacci dan Hill Cipher dapat menghasilkan penggunaan kunci yang lebih dinamis dan efisien, menghasilkan enkripsi yang lebih baik dan metode kriptografi yang lebih kuat
ANALISIS KONJOIN UNTUK MENENTUKAN PREFERENSI MAHASISWA MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS HALU OLEO DALAM MEMILIH MARKETPLACE Elisa; Gusti Ngurah Adi Wibawa; Ruslan; Herdi Budiman
Jurnal Matematika Komputasi dan Statistika Vol. 4 No. 3 (2024): September-Desember
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marketplace adalah lingkungan online berbasis internet (web-based) yang dapat digunakan untuk melakukan bisnis dan transaksi antara pembeli dan penjual. Marketplace perlu mengetahui sesuatu yang menjadi perhatian konsumen untuk menentukan segmentasi dan proses keputusan pembelian. Sehingga diperlukan preferensi konsumen, untuk mengetahui apa yang diinginkan konsumen. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui atribut yang paling penting dalam penentuan preferensi mahasiswa Matematika FMIPA UHO dalam memilih marketplace,mengetahui kombinasi level pada setiap atribut yang paling disukai dalam memilih marketplace, danmengetahui nilai kepentingan masing-masing atribut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis konjoin, menghitung nilai kegunaan taraf atribut dan tingkat kepentingan atribut secara disagregat dan agregat. Penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS 29 dalam membuat stimuli dan perhitungan nilai kegunaan taraf atribut dan tingkat kepentingan atribut secara agregat.Hasil dari penelitian ini diperoleh atribut “Promo” adalah yang paling dianggap penting oleh mahasiswa Matematika FMIPA UHO dengan skor 32,293%, kedua atribut “Pembayaran” dengan skor 21,554%, ketiga atribut “Ulasan” dengan skor 18,257%, keempat atribut “Jasa Kirim” dengan skor 16,592%, dan terakhir atribut “Tampilan” dengan skor 11,303%. Kombinasi marketplace yang dipilih oleh konsumen adalah Marketplace dengan Tampilan penuh warna dan gambar, memiliki promo potongan harga produk, menggunakan metode pembayaran transfer bank/indomaret/alfamart, dengan jasa kirim milik marketplace, dan terdapat ulasan produk berupa komentar dan rating.
SOLUSI PERSAMAAN DIFERENSIAL DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL PADA SISTEM VIBRASI Isdar Fadiyah; Muhammad Kabil Djafar; Herdi Budiman
Jurnal Matematika Komputasi dan Statistika Vol. 4 No. 3 (2024): September-Desember
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benda yang bergetar banyak dijumpai dan digunakan dalam kehidupan sehari. Benda-benda tersebut terkadang mengganggu kenyamanan dan menurunkan kualitas kerjadi benda tersebut akibat getaran yang berlebihan. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan meredam suatu getaran dengan memasang alat peredam. Hal yang penting yang perlu diketahui dalam meredam getaran adalah mengetahui karakteristik suatu benda dengan melihat solusinya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi dan kestabilan dari sistem vibrasi pada pegas saat adanya redaman kritis (criticaldamping), redaman ringan (underdamped) dan redaman berlebihan (overdamping) serta tanpa adanya redaman. Metode penelitian yang digunakan dalam mencari solusi sistem vibrasi pada pegas adalah sistem persamaan diferensial dengan metode matriks. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah analisis kestabilan sistem vibrasi dengan adanya redaman kristis dengan melihat nilai eigen real negatif sehingga sistem bersifat Stabil. Analisis sistem vibrasi dengan adanya redaman ringan adalah analisis kestabilan yang diperoleh, sistem memiliki nilai eigen kompleks konjugat dengan nilai maka sistem bersifat stabil. Solusi sistem vibrasi dengan redaman berlebihan adalah analisis kestabilan yang diperoleh dengan sistem memiliki nilai eigen real dan berbeda tanda sehingga sistem tidak stabil. Solusi sistem vibrasi tanpa adanya redaman analisis kestabilan yang diperoleh dengan sistem memiliki nilai eigen imajiner murni sehingga sistem stabil secara alami.
USING A MONOTONE SEQUENCE OF FUNCTIONS TO DETERMINE THE SHORTEST ARC LENGTH OF CIRCLES CONNECTED ANY TWO POINTS ON SPHERE Djafar, Muhammad Kabil; Safiuddin, La Ode; Laome, Lilis; Muhtar, Norma; Budiman, Herdi; Cahyono, Edi; Gubu, La.; Alfian, Alfian; Alamsyah, Indra; Kohalsum, Askar
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 19 No 3 (2025): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol19iss3pp1923-1932

Abstract

This paper discusses about arc length of circles that connected any two points on a sphere. On a sphere, there are infinitely many circles that connect any two points. Using a monotone sequence of functions, we can show that the shortest arc length of circle that connect any two points on sphere is the circle with its center at the origin.
OPTIMALISASI PENUGASAN KERJA PADA DISTRIBUSI ROTI DENGAN METODE HUNGARIAN (STUDI KASUS: ROTI BAREN LIYA, WANGI-WANGI SELATAN): OPTIMALISASI PENUGASAN KERJA DENGAN METODE HUNGARIAN Rahmawati; Sani, Asrul; Budiman, Herdi; Kabil Djafar, Muhammad; La Gubu
Bakti Cendekia Vol. 1 No. 1 (2024): Bakti Cendekia
Publisher : Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia Regional Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini diselidiki tentang optimalisasi penugasan pada pendistribusian roti dengan menerapkan metode hungarian dengan memperhatikan kasus pada pabrik roti Baren Liya, di daerah Wangi-Wangi Selatan. Pabrik tersebut mempekerjakan 6 (enam) karyawan yang ditugaskan mendistribusikan roti hasil produksi di 6 tempat berbeda. Total waktu yang diperlukan selama ini untuk mendistribusikan roti-roti tersebut adalah 116 menit. Setelah ditemukan jalur distribusi baru dengan menerapkan metode Hungarian, total waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 105 menit. Berdasarkan jalur distribusi baru tersebut pendistribusian roti yang dilakukan oleh karyawan menjadi sangat optimal. Menurut jalur yang optimal tersebut karyawan pertama harus mengantar roti ke Wanci dengan waktu 20 menit, karyawan kedua harus mengantar roti ke Patuno dengan waktu 14 menit, karyawan yang ketiga harus mengantar ke Waha dengan waktu tempuh 15 menit, karyawan yang keempat mengantar roti ke Numana dengan waktu tempuh 20 menit, karyawan kelima mengantar ke Mandati dengan waktu tempuh 17 menit, dan karyawan yang keenam harus mengantar ke Mola dengan waktu 19 menit. Jadi terdapat efisiensi waktu sebanyak 11 menit.
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA DI LAHAN PEKARANGAN DESA ABENGGI KECAMATAN LANDONO KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Jamili, Jamili; Usman, Ida; Yanti, Nur Arfa; Kadidae, La Ode; Muksar, Muksar; Budiman, Herdi; Rudia, La Ode Adi Parman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19643

Abstract

ABSTRAKDesa Abenggi merupakan salah satu desa di kecamatan Landono kabupaten Konawe Selatan yang dahulunya dikenal sebagai sentra pertanian, namun saat ini para petani di desa tersebut beralih menjadi pengrajin batu merah. Perkembangan usaha pembuatan batu merah di desa Abenggi menyebabkan luas lahan pertanian semakin sempit sehingga produktivitas dari sektor pertanian semakin menurun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN-Tematik bertujuan untuk introduksi teknologi budidaya tanaman hortikultura dan memberdayakan masyarakat khususnya pemuda karang taruna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dan memanfaatkan lahan pekarangan menjadi lahan produktif melalui budidaya pepaya California. Metode yang digunakan adalah partisipasi aktif semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini melalui pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai teknik budidaya Pepaya Clifornia dan sharing pengalaman dengan kelompok petani lokal serta pelatihan penyiapan bibit unggul dan teknik penanaman pepaya California pada lahan pekarangan. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa KKN di desa Abenggi yang dilaksanakan selama satu bulan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terpakai untuk budidaya pepaya California.    Kata kunci: budidaya; pepaya california; lahan pekarangan; desa Abenggi ABSTRACTAbenggi Village is one of the villages in Landono subdistrict, South Konawe district, which was previously known as an agricultural center, but now the farmers in the village have turned into red stone craftsmen. The development of the red stone manufacturing business in Abenggi village has caused the area of agricultural land to become increasingly narrow so that the productivity of the agricultural sector continues to decline. The integrated KKN-Thematic community service activity aims to introduce horticultural plant cultivation technology and empower the community, especially youth organizations, to increase their knowledge and skills in managing and utilizing home garden land into productive land through cultivating California papaya. The method used is the active participation of all parties involved in this activity through training and assistance to the community. The activity began with counseling regarding California papaya cultivation techniques and sharing experiences with local farmer groups as well as training in preparing superior seeds and techniques for planting California papaya in home gardens. Service activities carried out in the form of collaboration between lecturers and KKN students in Abenggi village which were carried out for one month showed an increase in community knowledge and ability in utilizing unused home garden land for cultivating Californian papaya. Keywords: abenggi village; californian papaya; cultivating;  home garden