Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Terapi Komplementer Keperawatan dalam Mengurangi Mual Muntah akibat Kemoterapi: Literature Review: Complementary Nursing Therapy for Chemotherapy-induced Nausea and Vomiting: Literature Review Siregar, Yudith Romian; Suprapti, Fitriana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4696

Abstract

Latar belakang: Diperkirakan 70% hingga 80% pasien yang menjalani kemoterapi mengalami mual dan muntah. Mual dan muntah akibat kemoterapi dapat mengakibatkan penurunan kesehatan fisik, mental, kualitas hidup, serta dapat meningkatkan beban biaya keuangan pada pasien kemoterapi. Intervensi farmakologis belum sepenuhnya dapat mengendalikan mual dan muntah, maka terapi komplementer perlu dikembangkan untuk mendukung keberhasilan kemoterapi. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi beragam terapi komplementer yang terbukti dapat mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi. Metode: Tinjauan literatur dilakukan melalui basis data: Google Scholar, PubMed, dan Research Gate dalam rentang tahun 2017 hingga 2022. Artikel dipilih berdasarkan abstrak serta teks lengkap yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekskusi. Artikel disusun menggunakan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analysis). Untuk menguji kelayakan dan kualitas artikel menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Hasil: Diperoleh 50 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dari 28.879 artikel, terdapat 20 artikel dibahas dalam tinjauan literatur ini. Ditemukan sebanyak 23 jenis terapi komplementer dalam upaya mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi. Kesimpulan: Tiga terapi komplementer dengan penelitian terbanyak adalah pijat, akupuntur dan akupresur, telah terbukti dapat mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, mengingat belum banyaknya penelitian mengenai terapi komplementer dalam upaya mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi di Indonesia.
Implementasi Pelayanan Kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Ratnauli Sianturi, Sondang; Prabawati, Dewi; Widani, Ni Luh; Lisum, Kristina; Suprapti, Fitriana; Bobby, Fransiskus; Rirendri, Ittai Hosan; Elifati Gulo, Klandinus; Waruwu, Oktavianus; Prapenta Hia, Panca Sinar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2612

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu hak dasar yang harus dipenuhi oleh Negara bagi seluruh warganya tanpa terkecuali bagi warga binaan yang ada di Lembaga pemasyarakatan. Warga Binaan Lapas menjadi tanggung jawab Lapas yang harus mendapat pelayanan kesehatan dan perawatan yang baik selama menjalani masa penahanannya. Upaya pemeliharaan kesehatan pada warga binaan lapas ini tidak dapat berjalan dengan optimal dan dirasa sangat sulit untuk dipenuhi karena kondisi lapas di Indonesia yang overcrowded atau overcapacity. Selain itu pencapaian kesehatan ini sulit dilakukan karena pemahaman yang kurang dari petugas, lingkungan yang tidak memadai dan sarana prasarana yang tidak mendukung. Hal ini dapat berdampak pada kondisi kesehatan warga binaan lapas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat di Lembaga pemasyarakatan ini yaitu mendeteksi dini masalah kesehatan yang diukur melalui tanda-tanda vital dan pengukuran antropometri.
Tantangan, Kebutuhan dan Strategi Coping pada Caregiver dalam Merawat Pasien Kanker: Kajian Literatur Sistematik Sihaloho, Shinta Marina Josephina Putri; Suprapti, Fitriana; Patrisia, Ineke
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14979

Abstract

ABSTRACT Caregivers play an important role throughout the cancer disease trajectory, from diagnosis to the progression of the disease including treatment, follow-up and on to palliative care. The complexity of cancer patients treatment affects various aspects and the needs of caregivers. The aim of the study was to examine the challenges, care needs, and coping strategies of caregivers in providing care to cancer patients based on the current literature. The review search was conducted through databases in MEDLINE, Science Direct, Proquest, and PubMed. The selection process was guided by the PRISMA flow diagram and the Critical Appraisal Skills Programme (CASP) checklist. The results of the study were obtained from 15 qualitative research articles based on the inclusion and exclusion criteria. The challenges reported were low quality of health care, problems experienced by caregivers, and the impact of cultural norms and beliefs in the caregiver community. The caregiver needs were support from health care, psychosocial support, and financial support. The coping strategy were obtained by seeking social, emotional, and cognitive support from health care and sharing responsibility with other families. In providing care to cancer patients, it is imperative to provide quality services in order to get support for caregivers in all aspects so they can implement a coping strategy to improve their quality of life. Keywords: Cancer, Caregiver, Challenge, Coping Strategy, Need   ABSTRAK Caregiver memiliki peranan penting mulai dari saat diagnosis penyakit hingga sepanjang perkembangan dari penyakit kanker termasuk pengobatan, follow-up sampai perawatan paliatif. Kompleksitas dari perawatan pasien kanker dapat memengaruhi berbagai aspek dan kebutuhan dari caregiver. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan perawatan dan strategi coping caregiver dalam memberikan perawatan pada pasien kanker berdasarkan literatur terkini. Kajian literatur dilakukan melalui database MEDLINE, Proquest, PubMed dan Science Direct dengan seleksi literatur menggunakan Flow Diagram PRISMA dan Critical Appraisal Skills Programme (CASP) checklist. Hasil kajian diperoleh dari 15 artikel penelitian kualitatif sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Tantangan yang dihadapi caregiver adalah rendahnya kualitas pelayanan kesehatan, masalah yang dialami caregiver, dampak pada kehidupan caregiver serta budaya dan kepercayaan di komunitas.  Kebutuhan dari caregiver yaitu dukungan dari tenaga kesehatan, dukungan psikososial dan keuangan. Strategi coping didapatkan dengan mencari dukungan sosial, dukungan emosional, dukungan kognitif dari tenaga kesehatan serta berbagi tanggung jawab dengan keluarga lain dalam merawat pasien. Dalam memberikan perawatan kepada pasien kanker, diharapkan pelayanan yang berkualitas juga diberikan kepada caregiver sehingga caregiver mendapatkan dukungan dalam berbagai aspek sehingga caregiver memiliki strategi coping untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kata Kunci: Caregiver, Kanker, Kebutuhan, Strategi Coping, Tantangan
ISOMETRIC EXERCISES AND MASSAGE FOR HYPERTENSIVE PATIENTS AT PROLANIS MEMBERS AT JOHAR BARU HEALTH CENTER, JAKARTA Prabawati, Dewi; Suprapti, Fitriana; Maxmilla Yoche, Maria; Felicia, Felicia
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i3.1942

Abstract

Hypertension is a global health problem and is recognized as a major contributor to the burden of cardiovascular disease. The prevalence of hypertension continues to increase due to lifestyle changes such as smoking, obesity and psychosocial stress. It is important to educate people with hypertension to self-manage themselves at home. This community service activity aimed to provide health information about hypertension and self-management in the form of exercise and massage. This activity was attended by 30 Prolanis (Chronic Disease Management Program) participants at Johar Baru Health Center in Jakarta. There were 5 sessions in this activity: Session 1&2 for registration and measurement of physiological parameters, followed by cardiovascular exercises. Session 3 for health education about hypertension in general, then followed by next session on isometric exercises with a tennis ball and final session on of self-massage exercise. The evaluation done on this activity showed that the participants demonstrated isometric exercises and back massage techniques that can be carried out independently. Hypertensive patients are expected to be actively involved in Prolanis activities and conduct self-management intervention to maintain their blood pressure and prevent the complications.
Literature Review: Analisis Faktor-Faktor Readmission Pasien Dengan Heart Failure Nauli, Chavvah Julya Ariella; Suprapti, Fitriana
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20645

Abstract

ABSTRACT Congestive Heart Failure (CHF) or heart failure is one of the cardiovascular diseases which is a public health problem in the world which is increasing along with population growth and increasing life expectancy. According to the World Health Organization (2022) heart failure is 85% of the causes of death in cardiovascular disease patients. According to Riskesdas (2018) Indonesia is the third country with the highest death rate from cardiovascular disease after Laos and the Philippines. Readmission rates in hospitalized heart failure patients are 20% to 25% at 30 days and >50% at 6 months. The purpose was to analyze the factors that influence the incidence of re-admission in heart failure patients. This article methods used a literature review on quantitative and qualitative research articles. The data analysis process uses the thematic analysis method: a simplified approach. The data based were SpringerLink, PUBMED, ProQuest, Google Scholar, and JSTOR.The result readmission factors in heart failure patients were male gender, age over 65 years, degree of heart failure, non-compliance with a low salt diet, non-compliance with control with a cardiologist during outpatient care, low ejection fraction, non-compliance with restrictions fluids in 24 hours, low level of education, comorbid hypertension, comorbid lung diseases such as asthma, COPD and pneumonia.  Keywords : Factors, Re-Admission Of Heart Failure Patients  ABSTRAK Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung merupakan salah satu dari penyakit kardiovaskuler yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia yang meningkat seiring dengan pertambahan populasi dan meningkatnya usia harapan hidup. Menurut World Health Organization (2022) Gagal jantung merupakan 85% penyebab kematian pasien penyakit kardiovaskuler. Menurut Riskesdas (2018) negara Indonesia menjadi Negara peringkat ke tiga dengan tingkat kematian akibat penyakit kardiovaskular tertinggi setelah negara Laos dan Philipina. Tingkat readmission pada pasien gagal jantung yang rawat inap adalah 20% sampai 25% pada 30 hari dan >50% pada 6 bulan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa faktor- faktor yang mempengaruhi kejadian  re-admisi pada pasien gagal jantung. Metode penelitian ini dengan melakukan literature review pada artikel penelitian kuantitatif dan kualitatif. Proses analisa datamenggunakan metode thematic analysis : a simplified approach. Data base yang digunakan  adalah SpringerLink, PUBMED, ProQuest, Google Scholar, dan JSTOR. Hasil dari penelitian inimenujukan faktor- faktor readmisi pada pasien gagal jantung  jenis kelamin laki-laki, usia lebih dari 65 tahun, derajat heart failure, ketidakpatuhan diet rendah garam, ketidakpatuhan untuk kontrol dengan dokter spesialis jantung pada saat rawat jalan, ejection fraction yang rendah, Ketidakpatuhan batasan cairan dalam 24 jam, tingkat pendidikan yang rendah, pada komorbid hipertensi, komorbid penyakit paru seperti asma, PPOK, dan pnemonia. Kata Kunci: Faktor-Faktor, Re-Admisi Pasien Gagal Jantung
Manajemen Konservasi Energi dan Fatigue untuk Meningkatkan Quality of Life Pada Penyakit Kronis Literature Review Utami, Ari Yuesti; Suprapti, Fitriana
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19596

Abstract

ABSTRACT Fatigue is a symptom reported by patients with various chronic conditions. A better understanding of its nature may provide important clues regarding the mechanisms underlying fatigue and help in developing more effective therapeutic interventions to reduce fatigue and improve quality of life. Energy conservation management is one form of nursing intervention proposed and recommeded. This study aimed to determine the effectiveness of various energy conservation and fatigue management strategies to reduce fatigue and improve quality of life in five chronic non-infectious conditions: cancer, multiple sclerosis, Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Chronic Kidney Disease(CKD), and Chronic Obstruction Pulmonary Disease (COPD) through a literature review. This article is a literature review of research articles selected through searches in four open access electronic databases, namely Google Scholar, ProQuest, ScienceDirect, and PubMed. The keywords used included energy conservation management, fatigue, and chronic disease. Inclusion criteria were articles published within the last five years, focusing on quantitative research, involving energy conservation, relevant full-text articles, and original articles. Exclusion criteria were unpublished editorials, letters, conference abstracts, and dissertations. Twenty articles met the inclusion criteria. The findings showed that there are several energy conservation and fatigue management strategies that can reduce fatigue and improve quality of life in patients with chronic diseases. This study found that energy conservation management can be effective in reducing fatigue in patients with chronic diseases, including energy conservation strategies, physical exercise, psychological therapy, recreation, education, self-management programs, and dietary approaches. Keywords: Energy Conservation, Management, Fatique, Chronic Disease  ABSTRAK Kelelahan adalah gejala yang sering dilaporkan oleh pasien dengan berbagai kondisi kronis. Pemahaman yang lebih baik mengenai sifatnya dapat memberikan petunjuk penting mengenai mekanisme yang mendasari kelelahan dan membantu dalam mengembangkan intervensi terapeutik yang lebih efektif untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup. Manajemen konservasi energi merupakan salah satu bentuk intervensi keperawatan yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas berbagai strategi manajemen konservasi energi dan fatigue yang dapat dilakukan untuk menurunkan kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pada lima kondisi non-infeksi kronis: kanker, sklerosis multipel, Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Chronic Kidney Disease (CKD), and Chronic Obstruction Pulmonary Disease (COPD melalui tinjauan literatur. Artikel ini merupakan tinjauan literatur dari artikel penelitian yang dipilih melalui pencarian di empat database elektronik dengan akses terbuka, yaitu Google Scholar, ProQuest, ScienceDirect, dan PubMed. Kata kunci yang digunakan termasuk energy conservation, management, fatigue, dan chronic disease. Kriteria inklusi adalah artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, berfokus pada penelitian kuantitatif, melibatkan konservasi energi, artikel teks lengkap yang relevan, dan artikel asli. Kriteria eksklusi adalah editorial, surat, abstrak konferensi, dan disertasi yang tidak dipublikasikan. Terdapat dua puluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategimanajemen energi konservasi dan manajemen kelelahan yang dapat menurunkan kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien dengan penyakit kronik. Penelitian ini menemukan bahwa manajemen konservasi energi dapat efektif dalam mengurangi kelelahan pada pasien dengan penyakit kronis adalah Strategi konservasi energi, latihan fisik, terapi psikologis, rekreasional, edukasi, program manajemen diri, dan pendekatan diit. Kata Kunci: Konservasi Energi, Manajemen, Kelelahan, Penyakit Kronis
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok terhadap Tanda Gejala dan Kemampuan Mengontrol Halusinasi pada Warga Binaan Sosial di Panti Sosial Gulo, Aselmus; Hardayati, Yunita Astriani; Suprapti, Fitriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.21728

Abstract

ABSTRACT Hallucinations are a common symptom experienced by social care residents with psychotic disorders. Uncontrolled hallucinations increase the risk of clients committing violent behavior towards themselves or others. This study aims to determine the effect of Group Activity Therapy (GAT) on the signs and ability to control hallucinations. The research method used a quasi-experimental design with a pretest-posttest with a control group. The study was conducted at the Harapan Sentosa 2 Cipayung Social Welfare Home (PSBL HS 2), which treats psychotic clients, from June to July 2024. The population was social care residents who met the inclusion criteria. The sample was selected using a purposive sampling technique with a sample size of 77 respondents. A questionnaire was used to measure the signs and ability of respondents to control hallucinations. Data were analyzed using univariate and bivariate tests. The results of the bivariate test showed that GAT had an effect on reducing signs and symptoms of hallucinations by 48.2% and increasing the ability to control hallucinations by 68.2%. Analysis of the differences between the intervention and control groups showed significant changes in symptoms and control abilities in the intervention group (p-value 0.05) compared to the control group that was not given TAK. The conclusion of this study is that TAK has an effect on symptoms and control abilities of hallucinations. TAK is expected to be a group therapy provided to psychotic clients experiencing hallucinations. Keywords: Hallucinations, Group Activity Therapy.  ABSTRAK Halusinasi merupakan salah satu gejala yang banyak dialami oleh warga binaan sosial yang mengalami gangguan psikotik. Halusinasi yang tidak dapat dikontrol meningkatkan risiko klien melakukan perilaku kekerasan pada diri sendiri maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) terhadap tanda gejala dan kemampuan mengontrol halusinasi. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group Penelitian dilakukan di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung (PSBL HS 2), yang merawat klien psikotik, bulan Juni-Juli 2024. Populasi adalah warga binaan sosial yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sample 77 responden. Kuesioner digunakan untuk mengukur tanda gejala dan kemampuan responden mengontrol halusinasi. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan ada pengaruh TAK terhadap penurunan tanda gejala halusinasi sebesar 48,2% dan peningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi sebesar 68,2%. Analisis perbedaan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol menunjukan terjadi perubahan signifikan tanda gejala dan kemampuan mengontrol pada kelompok intervensi (p value0.05) dibanding kelompok kontrol yang tidak diberikan TAK. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh TAK terhadap tanda gejala dan kemampuan mengontrol halusinasi. TAK diharapkan menjadi terapi kelompok yang diberikan pada klien psikotik yang mengalami masalah halusinasi. Kata Kunci: Halusinasi, Terapi Aktivitas Kelompok.
Intervensi Keperawatan dalam Penurunan Kecemasan dengan Pendekatan Teori Caring Swanson: Literature Review Maulida, Maulida; Suprapti, Fitriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23845

Abstract

ABSTRACT In the context of anxiety, anxiety is a crucial phenomenon because it is closely related to the experience of illness, hospitalization, and invasive procedures, which can cause fear and apprehension in patients. The Indonesian Nursing Diagnosis Standards (IDHS) define anxiety as a subjective condition characterized by tension, worry, and apprehension in response to an unreal or unknown threat. Interventions to address anxiety can be implemented both pharmacologically and non-pharmacologically as independent lifesaving measures. Concern for death is a necessary foundation for establishing trust and psychological safety in patients with increased emotional distress, such as anxiety. This study examines the use of Swanson's theory of caring in freezing interventions to reduce anxiety. This article is a literature review that summarizes and analyzes related research findings. The literature search was conducted using three major electronic databases: Science Direct, ProQuest, and Google Scholar. The search period ran from May 2025 to June 2025. Based on a review of eight journals, the majority of the journals analyzed demonstrated a positive and consistent effect of nursing interventions on reducing anxiety levels in patients from various clinical settings, such as post-traumatic stress disorder (PTSD), cancer patients, invasive procedures, and patients with chronic conditions, using Swanson's Caring Theory. These results conclude that the Caring approach in nursing, based on Swanson's Caring Theory, can be utilized in various nursing interventions to reduce anxiety levels. Keywords: Swanson's Caring, Anxiety.  ABSTRAK Dalam konteks keperawatan, kecemasan menjadi fenomena penting karena berhubungan erat dengan pengalaman penyakit, rawat inap, dan tindakan invasif yang menimbulkan ketidakpastian dan ketakutan pada pasien. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) mendefinisikan kecemasan sebagai kondisi subyektif yang ditandai dengan ketegangan, kekhawatiran, dan ketakutan sebagai respons terhadap ancaman yang tidak nyata atau tidak diketahui. Intervensi untuk mengatasi kecemasan yang dapat dilakukan baik secara farmakologi dan non farmakologi sebagai tindakan independen keperawatan. Caring keperawatan menjadi salah satu landasan yang diperlukan agar terbentuk kepercayaan dan keamanan psikologis pada kondisi pasien dengan tekanan emosional yang meningkat seperti kecemasan. Melakukan kajian terhadap pemanfaatan teori caring Swanson pada intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan. Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang merangkum dan menganalisis hasil-hasil penelitian terkait. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan tiga database elektronik utama: Science Direct, ProQuest, dan google scholar. Periode pencarian artikel berlangsung dari Mei 2025 hingga Juni 2025. Berdasarkan review dari 8 jurnal, mayoritas jurnal yang dianalisis menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan konsisten dalam intervensi keperawatan untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien dari berbagai latar belakang klinis, seperti pasien pasca trauma, pasien kanker, tindakan invasif, hingga pasien dengan kondisi kronis dengan menggunakan pendekatan teori Caring Swanson. Dari hasil tersebut ditarik kesimpulan bahwa pendekatan Caring dalam keperawatan yang didasarkan pada Teori Caring Swanson dapat dimanfaatkan pada berbagai intervensi keperawatan untuk menurunkan tingkat kecemasan. Kata Kunci: Caring Swanson, Kecemasan.
Efektivitas Buerger Allen exercise Terhadap Peningkatan Aktivitas Fungsional Extremitas Bawah pada Lansia di BPLU Senja Cerah Manado Fitria Takahepis, Nelfa; Suprapti, Fitriana; Priyo Hastono, Sutanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.816 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i1.1387

Abstract

Usia lanjut dapat mempengaruhi kemampuan manusia sehingga menyebabkan terjadinya perubahan fisik dan psikis yang berpengaruh terhadap kemunduran kemampuan fungsional lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, penurunan fungsi dan kekuatan otot akan mengakibatkan penurunan keseimbangan tubuh, hambatan dalam gerak duduk ke berdiri, peningkatan resiko jatuh, dan perubahan postur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian Buerger Allen exercise terhadap peningkatan aktivitas lower extremity fungsional pada lanjut usia di BPLU Senja Cerah Manado. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan post test only control grup design.Total sampel 72 lansia BPLU Senja Cerah Manado. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling dibagi dalam kelompok intervensi (n=52) yang menerima Buerger Allen exercise  selama 5 hari (2 x sehari) selama ±30 menit dan kelompok kontrol (n=23) tidak dilakukan intervensi oleh peneliti.Instrument yang digungakan untuk mengukur peningkatan aktivitas adalah Lower Extremity Fungsional Scale. Berdasarkan. Uji beda independen T Test  ditemukan ada  perbedaan antara peningkatan aktivitas  Lower Extremity Fungsional Activity lansia sesudah dilakukan Buerger Allen Exercise pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan  p value < 0.05 hasil uji Ancova menunjukan Ada pengaruh Buerger Allen exercise terhadap LEFS post test buerger exercise yang dikontrolkarakteristik responden yang meliputi : usia, dan jenis kelamin terhadap peningkatan nilai LEFS hasil Corrected Model 0,001. Simpulan studi ini yaitu Buerger Allen exercise efektif dalam meningkatkan aktivitas lower extremity fungsional pada lanjut usia. Untuk itu direkomendasikan penggunaan Buerger Allen Exercise sebagai aktivitas mandiri lansia dan bagian dari edukasi perawat.
Pengaruh Terapi Hipnosis Lima Jari terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Kusmiran, Novitasari C.; Suprapti, Fitriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24631

Abstract

ABSTRACT Surgery is one of the causes of anxiety in patients who will undergo surgery. Anxiety in patients occurs not only in cases of major surgery but also often occurs in cases of minor surgery. The level of anxiety that appears before surgery can be mild, moderate and severe anxiety depending on the condition experienced by the patient. Anxiety is an unclear state or uncertain condition experienced by patients related to helplessness. Anxiety can also be interpreted as an uncertain emotional condition towards an object that is not specific (Suhadi and Ayu Pratiwi, 2020). Anxiety can be overcome through pharmacological and non-pharmacological methods. Five-finger hypnosis therapy is one non-pharmacological strategy that has been proven effective in minimizing anxiety. The five-finger relaxation method is a method to divert an individual's attention by pressing the fingers while imagining a situation that produces feelings of joy or pleasure (Dewi, 2021). The purpose of this review is to identify and summarize published reviews of five-finger hypnosis therapy on reducing anxiety levels in preoperative patients. Three databases were searched, namely PubMed, Wiley Online Library, Proquest for studies on compassion fatigue in nurses, published in English from 2020 to 2024. The review used the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) extension to include several articles. Of the 102 search results, 15 met the inclusion criteria. The results of the journal review found that the 5-finger relaxation method is one of the effective cognitive behavioral therapy systems to reduce anxiety without side effects and has many benefits, especially for patients undergoing surgery. The 5-finger relaxation method is a method to divert individual attention by pressing the fingers while imagining a situation that produces feelings of joy or pleasure. From several journals that have been discussed above, the influence of five-finger hypnosis therapy on the level of anxiety in pre-operative patients. Keywords: Pre Operation, Anxiety, 5-Finger Hypnosis.  ABSTRAK Tindakan operasi menjadi salah satu penyebab terjadinya kecemasan padapasien yang akan menjalani tindakan operasi. Kecemasan pada pasien muncultidak hanya pada kasus pembedahan mayor namun juga sering terjadi padakasus pembedahan minor.Tingkat kecemasan yang muncul sebelum tindakanoperasi dapat berupa kecemasan ringan, sedang dan berat tergantung darikondisi yang dialami oleh pasien.Kecemasan ialah keadaan yang tidak jelasataupun kondisi yang tidak menentu yang dialami oleh pasien berhubungandengan ketidakberdayaan.Kecemasan juga bisa diartikan dengan kondisi emosiyang tidak menentu pada suatu objek yang tidak spesifik(Suhadi dan Ayu Pratiwi, 2020).Kecemasan  dapat  diatasi  melalui  metode  farmakologis  danjuganon-farmakologis.Terapi hipnosis  lima  jarimerupakansalah  satu  strategi  non-farmakologi  yang  terbukti  efektif  dalam meminimalisirkecemasan.Metoderelaksasilima jari   adalah   metodeuntukmengalihkan perhatian  individu  dengan  cara menekan  jari-jari  tangan  sambil  membayangkan  situasi  yang menghasilkan perasaan gembira atau kenikmatan(Dewi, 2021).Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengidentifikasi dan meringkas tinjauan yang diterbitkan tentang terapi hipnosis lima jari terhadap penurunan tingkat kecemasanpada Pasien pre operasi. Tiga basis data yang ditelusuri yaitu PubMed, Wiley Online Library, Proquest untuk studi tentang compassionfatigue  pada perawat, yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris dari tahun 2020 hingga 2024. Tinjauan menggunakan ekstensi PreferredReportingItemsforSystematicreviewsand Meta-Analysis (PRISMA) untuk mencakup beberapa artikel. Dari 102 hasil pencarian, 15 memenuhi kriteria inklusi. Hasil review jurnal di dapatkan bahwa metode relaksasi dengan 5 jari merupakan salah satu cognitive behaviour therapy system yang efektif untuk mengurangi kecemasan tanpa efek samping dan mempunyai banyak manfaat terutamapada pasien yang mengalami pembedahan. Metode relaksasi 5 jari adalah metode untuk mengalihkan perhatian individu dengan cara menekan jari-jari tangan sambil membayangkan situasi yang menghasilkan perasaan gembira atau kenikmatan. Dari beberapa jurnal yang telah di bahas di atas, makapengaruh antara terapi hypnotis lima jari dengan tingkat kecemsan pasien pre operasi. Kata Kunci: Pre Operasi, Kecemasan, Hipnosis 5 Jari.