Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EDUKASI PROSEDUR BANTUAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU MELALUI LAYANAN POSBAKUM PENGADILAN Hadaiyatullah, Syeh Sarip
EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat
Publisher : Cipta Pustaka Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63324/eipm.2v.2i.118

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Way Hui, sebuah desa yang berada di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat kurang mampu dalam mengakses layanan bantuan hukum melalui Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Pengadilan. Minimnya informasi mengenai prosedur, persyaratan administratif, serta mekanisme pelayanan menyebabkan banyak warga desa kesulitan memperoleh pendampingan hukum yang merupakan hak konstitusional mereka. Melalui program penyuluhan hukum, konsultasi, dan pendampingan teknis, kegiatan ini memberikan edukasi yang komprehensif terkait tata cara pengajuan permohonan bantuan hukum, dokumen yang harus dipersiapkan, serta peran organisasi bantuan hukum terakreditasi dalam penanganan perkara litigasi maupun nonlitigasi. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi kelompok, simulasi penyusunan dokumen hukum, dan layanan konsultasi individual. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai alur permohonan bantuan hukum, fungsi Posbakum, serta mekanisme pembebasan biaya perkara (prodeo). Selain itu, kegiatan ini memperkuat koordinasi antara perangkat desa, masyarakat, dan lembaga bantuan hukum sehingga pemenuhan persyaratan administratif dapat dilakukan secara lebih efektif. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berkontribusi nyata dalam memperluas akses keadilan, mengurangi hambatan hukum struktural, dan mendorong terselenggaranya layanan hukum yang inklusif bagi masyarakat kurang mampu di Desa Way Hui. Kegiatan serupa perlu dilanjutkan untuk memastikan pemerataan layanan bantuan hukum di wilayah pedesaan.
BROKEN HOME BAGI ANAK PASCAPERCERAIAN KEDUA ORANG TUA DI PENGADILAN AGAMA PERSPEKTIF MAQOSID SYARI’AH Hadaiyatullah, Syeh Sarip
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i2.11327

Abstract

Divorce among parents often leads to the failure of a marriage to achieve its primary goals, which are sakinah, mawaddah, warahmah (peace, love, and compassion). In family law courts, the number of divorces continues to rise every year, reflecting a growing trend of broken marriages. This situation undermines the intended harmony and stability that marriage is supposed to bring, leaving a significant impact on the family unit as a whole. This study aims to determine the psychological impact on children after their parents' divorce. This study uses a descriptive qualitative method. The qualitative approach taken is a qualitative case study approach. Parental divorce can have a significant psychological impact on children. Children may experience stress, anxiety, and feelings of insecurity. They can also feel guilty, lose self-confidence, and have difficulty building healthy relationships in the future. Some children even exhibit aggressive, quiet, or withdrawn behavior in response to their parents' divorce.
Nyongkolan dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat: Integrasi Tradisi dan Syariat dalam Pernikahan Masyarakat Sasak Yudha, Gesit; Santoso, Rudi; Hadaiyatullah, syeh Sarip; Fikri, Arif; Irawan, Rudy
Tasyri' : Journal of Islamic Law Vol. 4 No. 1 (2025): Tasyri'
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tsyr.v4i1.182

Abstract

The Nyongkolan tradition is a distinctive marriage procession within the Sasak community in Lombok, West Nusa Tenggara, which combines elements of customary law with Islamic law. This study aims to examine how the integration of Islamic law and Sasak customary law occurs in the implementation of Nyongkolan, as well as the challenges faced in harmonizing the two. Using a descriptive qualitative approach, data was obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving religious leaders, customary figures, and members of the Sasak community involved in the marriage procession. The findings of the study show that although there is potential conflict between the principle of simplicity in Islam and some customary elements considered excessive, both Islamic law and customary law play important roles in strengthening the relationship between the two families of the bride and groom, as well as preserving local cultural values. Dialogue and mutual understanding between religious leaders and customary figures are necessary to achieve harmonious integration between the two. This study reveals the importance of maintaining a balance between tradition and religious teachings to preserve the essence of a marriage that is legitimate both in terms of religion and culture, as well as enriching the identity of the Sasak community.
ISLAMIC LEGAL REASONING IN DISPUTE RESOLUTION AND SHARIA FINANCIAL RISK MANAGEMENT OF DSN-MUI FATWAS Arifin, Bustanul; Muslih, M.; Rimanto, Rimanto; Karini, Eti; Hadaiyatullah, Syeh Sarip
JURNAL HAKAM Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v10i1.14447

Abstract

This study examines the institutional legal reasoning of the Indonesian National Sharia Council (DSN-MUI) in developing the normative framework for dispute resolution and risk management in Sharia finance. Through a qualitative corpus analysis of fatwas on taʿwīḍ (compensation for loss), debt restructuring, and debt transfer, the research argues that these fatwas do not function as isolated case-by-case rulings. Instead, they form a coherent body of evolving institutional reasoning that shifts Islamic financial law from a rigid, contract-validity-focused paradigm toward a dynamic risk governance paradigm. The findings reveal that DSN-MUI consistently distinguishes between involuntary and willful default, designs restorative rather than punitive compensatory mechanisms, and systematically integrates principles of maqāṣid al-sharīʿah and maṣlaḥah with modern financial governance needs. The analysis further contrasts DSN-MUI's contextualized legal reasoning with the standardized approach of AAOIFI, highlighting how DSN-MUI adapts Islamic legal principles to Indonesia's socio-economic and regulatory context. The study concludes that DSN-MUI fatwas collectively construct a distinct model of Fiqh al-Mukhāṭarah wa al-Nizāʿ (Fiqh of Risk and Dispute Resolution), positioning Islamic law as an integral instrument for systemic risk management, contractual sustainability, and equitable dispute resolution within a modern financial ecosystem.
Refleksi Tingginya Angka Perceraian di Pengadilan Agama Tanjung Karang Tahun 2024 Hadaiyatullah, Syeh Sarip
Equality: Law and Social Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena tingginya angka perceraian di Pengadilan Agama Tanjung Karang pada tahun 2024 dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen arsip kasus perceraian. Partisipan penelitian mencakup pasangan yang mengajukan permohonan perceraian, hakim, mediator, dan staf pengadilan yang ikut serta dalam proses perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama perceraian meliputi konflik rumah tangga yang berkepanjangan, masalah ekonomi, ketidakcocokan karakter, serta pengaruh media sosial. Selain itu, ditemukan juga bahwa minimalnya dukungan dalam konseling pranikah dan batasan akses terhadap layanan mediasi berkontribusi terhadap tingginya angka perceraian. Temuan ini memberikan gambaran mendalam tentang kompleksitas fenomena perceraian di Tanjung Karang dan menyarankan pentingnya perbaikan dalam layanan mediasi dan pendidikan pernikahan untuk menekan angka perceraian di masa mendatang.
ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM ATAS PENUNDAAN PEMBAGIAN WARISAN DALAM MASYARAKAT Syeh Sarip Hadaiyatullah; Selly Marlina; Hifzhil Munadi; Lathifah Rambe
I’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu Kesyariahan Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober: Itiqadiah
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/itiqadiah.v2i3.392

Abstract

The delay in the distribution of inheritance is a common social phenomenon in society and often leads to tension, injustice, and conflicts among heirs. This study aims to analyze the factors causing the delay in inheritance distribution and its socio-legal impacts using a sociological approach to law. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation in one village in North Sumatra. The results of the study indicate that the delay in the distribution of inheritance is influenced by cultural factors, the dominance of certain parties within the family, a lack of understanding of inheritance law, and concerns about the breakdown of kinship relationships. The resulting impacts include inequality in access to rights, weakened social cohesion, and the absence of legal certainty regarding property ownership.  
BIMBINGAN PRANIKAH SEBAGAI INSTRUMEN HUKUM UNTUK MEMBENTUK KESIAPAN PASANGAN MUDA DALAM BERKELUARGA Syeh Sarip Hadaiyatullah; Zainal Efendi Hasibuan; Ahmad Alfian Pardede
I’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu Kesyariahan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: Itiqadiah
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/itiqadiah.v3i1.629

Abstract

Premarital counseling serves as both a legal instrument and an educational medium to prepare young couples for family life. Within the framework of Law Number 1 of 1974 as amended by Law Number 16 of 2019 on Marriage, marriage is regarded as a sacred bond that requires physical, mental, and spiritual readiness. This study aims to analyze the effectiveness of premarital counseling in shaping the preparedness of young couples from the perspective of family law. The research employs a normative-juridical method with a descriptive-analytical approach through the examination of statutory regulations, legal literature, and documents related to the implementation of premarital counseling programs in Indonesia. The findings indicate that premarital counseling contributes to enhancing young couples’ understanding of rights and obligations, conflict management, and child protection. However, its implementation still encounters challenges in terms of accessibility, curriculum standardization, and public legal awareness. Therefore, premarital counseling needs to be strengthened both regulatory and substantively to function effectively as a legal instrument in fostering harmonious and equitable families.
KEADILAN RESTORATIF SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF  HUKUM KELUARGA Syeh Sarip Hadaiyatullah; Hendra Gunawan; Barani Panjaitan; Elvira Maharani Berutu
I’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu Kesyariahan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: Itiqadiah
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/itiqadiah.v3i1.630

Abstract

Domestic violence constitutes a complex social and legal issue as it involves emotional, relational, and normative dimensions. Litigation-oriented approaches often generate further consequences in the form of family disintegration and deeper psychological trauma for both victims and perpetrators. Therefore, restorative justice is regarded as a relevant alternative in addressing domestic violence cases. This study employs a normative legal approach by examining statutory regulations, legal literature, and mediation practices oriented toward reconciliation. The analysis reveals that restorative justice has the potential to enhance victim protection while maintaining the continuity of family functions, although its implementation continues to face normative and structural challenges. Accordingly, the integration of family law values with restorative justice principles may offer a more humane, equitable, and relationship-oriented solution without neglecting the rights of victims.
SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DAN JUDI ONLINE BAGI SISWA SMK TRI KARYA UTAMA Syeh Sarip Hadaiyatullah; Bagas Oges Bryan Pratama
EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat
Publisher : Cipta Pustaka Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63324/eipm.3v.1i.160

Abstract

Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dan judi online di SMK Tri Karya Utama Kelurahan Perwata, Kecamatan Teluk Betung Timur, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai risiko penyalahgunaan narkoba dan keterlibatan dalam judi online. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pengenalan isu, pendalaman materi, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif dan partisipatif melalui penyampaian materi, pemutaran video, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami dampak negatif narkoba dan judi online terhadap kesehatan, prestasi belajar, hubungan sosial, dan masa depan mereka. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman praktis mengenai cara menghindari pengaruh negatif dari lingkungan sekitar maupun media digital. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi yang komunikatif dan kontekstual dapat membantu siswa memahami pentingnya pencegahan narkoba dan judi online sejak dini. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran siswa untuk menjauhi perilaku berisiko serta mendorong perlunya edukasi berkelanjutan di lingkungan sekolah.