Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Patriarki dan Kekerasan Seksual melalui Simbol Monster dalam Film Barbarian (2022): Analisis Semiotika Roland Barthes Yogi Ariska; muhammad ichsan; yudha febri alpaksi; herry
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11367

Abstract

Film Barbarian (2022) menghadirkan narasi horor yang tidak hanya mengandalkan ketegangan dan teror, melainkan juga menyajikan kritik sosial mengenai patriarki dan kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi patriarki melalui simbol monster dalam film Barbarian dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang mencakup level denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan objek berupa tanda-tanda visual dan naratif dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur monster, ruang bawah tanah, serta karakter-karakter pendukung membangun mitos tentang bagaimana patriarki melanggengkan kekerasan seksual. Penelitian ini berkontribusi pada kajian film horor sebagai media kritik sosial terhadap relasi kuasa gender.
Pemantauan Kepadatan Lalu Lintas di Kota Banda Aceh Secara Non-Invasif Menggunakan Bluetooth Low Energy Muhammad Ichsan; Dalila Husna Yunardi; Maya Fitria; Kurnia Saputra; Diky Wahyudi; Yahdina Ahsya; Rahmad Dawood
Prosiding SISFOTEK Vol 9 No 1 (2025): SISFOTEK IX 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid population growth in Banda Aceh City, reaching 259,538 inhabitants in 2024, has significantly increased traffic congestion and posed critical infrastructure challenges. Traditional video-based traffic monitoring systems raise privacy concerns due to the collection of personal data such as license plates and facial images. This research proposes a non-invasive traffic density monitoring system utilizing Bluetooth Low Energy (BLE) technology as a privacy-preserving alternative. The system architecture consists of three main layers: an Android-based mobile gateway for BLE signal detection, a cloud backend infrastructure using AWS services (API Gateway, Lambda, DynamoDB, and EventBridge) for data processing, and a web application developed with Next.js for visualization. Field testing conducted at Mesjid Raya Baiturrahman Bus Stop demonstrated that the system operates stably and effectively. The mobile gateway successfully detected BLE devices continuously, transmitted data to the backend without packet loss, and the web dashboard displayed traffic information through interactive maps and tables. The results indicate that BLE-based traffic monitoring provides an effective, and privacy-preserving solution for urban traffic management, particularly suitable for developing regions with limited technical infrastructure.
Mencapai Keharmonisan Keluarga dalam Pernikahan Beda Agama: Studi Kasus Pasangan Beda Agama di Indonesia Musa Azhari; Muhammad Ichsan
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.385

Abstract

Pernikahan beda agama merupakan fenomena yang terus menimbulkan perdebatan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk secara agama dan budaya. Perbedaan keyakinan dalam ikatan perkawinan tidak hanya menimbulkan persoalan hukum, tetapi juga menghadirkan dinamika sosial dan tantangan dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pernikahan beda agama dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia, serta menganalisis dinamika kehidupan rumah tangga dan konflik yang dihadapi oleh pasangan beda agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) secara tegas melarang pernikahan beda agama, sementara hukum positif Indonesia tidak memberikan pengaturan eksplisit, tetapi mensyaratkan kesahan perkawinan berdasarkan hukum agama masing-masing. Meskipun demikian, secara sosiologis, sebagian pasangan beda agama mampu membangun keharmonisan rumah tangga melalui komunikasi terbuka, toleransi, dan kesepakatan bersama dalam mengelola perbedaan. Namun, pernikahan beda agama tetap menghadapi berbagai tantangan dan konflik, baik dari aspek hukum, sosial, maupun psikologis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam kajian hukum keluarga dan menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan serta masyarakat dalam menyikapi fenomena pernikahan beda agama di Indonesia. Kata kunci: pernikahan beda agama, keharmonisan keluarga, hukum Islam, hukum positif, Indonesia.
IMPLEMENTASI KAIDAH DAR’UL MAFASID TERHADAP SEMA NOMOR 2 TAHUN 2023: UPAYA MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH Sakinah Azzahra Hasibuan; Muhammad Ichsan
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.386

Abstract

SEMA Nomor 2 Tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia memberikan petunjuk bagi hakim dalam mengadili perkara permohonan pencatatan perkawinan antar-umat yang berbeda agama dan kepercayaan. Kebijakan ini memicu perdebatan tajam di masyarakat dan akademik karena dianggap berimplikasi pada hak asasi manusia dan pluralitas hukum. Penelitian ini mengkaji implementasi kaidah dar’ul mafasid (pencegahan kemudaratan) dalam SEMA tersebut untuk menilai kontribusinya terhadap pencapaian maqasid syariah (tujuan syariah), khususnya dalam konteks mewujudkan keluarga sakinah. Metode penelitian yang digunakan bersifat yuridis-normatif dengan pendekatan statute dan konseptual, serta kajian maqasid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SEMA 2/2023 secara normatif bertujuan untuk mencegah kemudharatan hukum dan sosial yang timbul akibat perkawinan beda agama, namun implementasinya masih menghadapi tantangan signifikan terkait kepastian hukum, hak individu, dan pluralisme hukum di Indonesia. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa SEMA Nomor 2 Tahun 2023 mencerminkan penerapan kaidah dar’ul mafasid dalam melindungi hifz al-din dan hifz al-nasl demi terwujudnya keluarga sakinah. Kebijakan ini menegaskan fungsi peradilan sebagai instrumen preventif hukum keluarga Islam yang responsif terhadap realitas sosial. Kata Kunci: Implementasi Kaidah, SEMA, Keluarga Sakinah.
IJTIHAD HAKIM DALAM MENENTUKAN BESAR NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN Junida Sari Hasibuan; Muhammad Ichsan
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.387

Abstract

Child support after divorce is a fundamental right that must be ensured and maintained. Since the law does not always clearly stipulate the amount of child support, judges exercise ijtihad by considering the father’s financial capacity, the child’s needs, and principles of justice. This article employs a normative juridical method with a literature study of the Marriage Law, the Compilation of Islamic Law, the Civil Code, and the Child Protection Law. The results show that judicial ijtihad is crucial in bridging formal legal provisions with the real conditions of families, ensuring that children’s rights are fulfilled fairly, proportionally, and sustainably.   Hak nafkah anak pasca perceraian adalah hak dasar yang harus dijamin keberlanjutannya. Karena aturan hukum tidak selalu menetapkan besaran nafkah secara jelas, hakim melakukan ijtihad dengan mempertimbangkan kemampuan finansial ayah, kebutuhan anak, dan prinsip keadilan. Artikel ini menggunakan metode yuridis normatif dengan studi kepustakaan terhadap Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, KUHPerdata, dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Hasilnya menunjukkan bahwa ijtihad hakim penting untuk menjembatani hukum formal dengan kondisi nyata keluarga, sehingga hak anak terpenuhi secara adil, proporsional, dan berkelanjutan.
PENCATATAN NIKAH SEBAGAI BENTENG MASLAHAH: MENCEGAH MUDARAT DALAM PERLINDUNGAN HAK KELUARGA Nur Sa’adah Harahap; Muhammad Ichsan
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.403

Abstract

Fenomena nikah siri masih menjadi persoalan serius dalam sistem hukum keluarga di Indonesia. Meskipun sah secara agama, ketiadaan pencatatan menyebabkan berbagai kerugian hukum, terutama bagi perempuan dan anak, seperti hilangnya kepastian status, sulitnya menuntut nafkah dan harta bersama, serta hambatan dalam memperoleh akta kelahiran dan hak perdata. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pencatatan nikah sebagai instrumen maslahah mursalah yang berfungsi mencegah mudarat dalam perlindungan hak keluarga. Penelitian ini menggunakan metode menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis kritis. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode pustaka (library reseach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara berwenang mewajibkan pencatatan nikah berdasarkan prinsip taqyid al mubah dan kemaslahatan umum. Pencatatan nikah terbukti mendukung perlindungan keturunan (hifz al nasl), harta (hifz al mal), dan kehormatan (hifz al irdh), serta menjadi alat bukti autentik yang menjamin kepastian hukum bagi istri dan anak. Dengan demikian, pencatatan nikah bukan hanya prosedur administratif, tetapi merupakan benteng maslahah yang esensial untuk menghilangkan mudarat akibat nikah siri dan memastikan terpenuhinya hak-hak keperdataan dalam keluarga.
ANALISIS KONTROL SOSIAL GURU PADA PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 3 BUNGO Fatimah Harahap; Firman; Muhammad Ichsan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43351

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the forms of social control of teachers that are preventive, coercive, curative applied to class XI students at SMA Negeri 3 Bungo; and to analyze the factors causing class XI students at SMA Negeri 3 Bungo to commit violations of discipline. The type of research is qualitative research. Through the sampling technique using Purposive Sampling so that the sample obtained is: PPKn Teacher, BK Teacher, Homeroom Teacher, Class XI Students, and Student Affairs Teacher. Research data was obtained by conducting observations, interviews, and documentation. After all has been obtained, the data was analyzed qualitatively with 3 stages, namely: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the social control of teachers at SMA Negeri 3 Bungo that is applied: preventive, through socialization of rules and advice, but is hampered by the crisis of teacher role models; coercive, through a point system and raids that tend to produce temporary compliance due to the perception of injustice in the enforcement of sanctions; and curative, through tiered coordination and parental involvement which has proven to be the most effective in providing a deterrent effect. Factors causing students to violate discipline include external factors such as weak role models and less conducive classroom environments, as well as internal factors such as low student trust in the confidentiality of guidance counselors and the strong influence of peer group solidarity.
Analyzing Public Sentiment Toward Probolinggo UMKM Products on TikTok Through Naïve Bayes Classification and Data Visualization Umi Diantika; Wahyu Nofiyan Hadi; Anisa Nurul Wilda; Moh. Fadel; Muhammad Ichsan; Rojil Ghufron; Syifa Ayu Mika Bahrul; Arya Dwi Nugraha; Sischa Wahyuning Tyas
IJCONSIST JOURNALS Vol 7 No 2 (2026): March
Publisher : International Journal of Computer, Network Security and Information System

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijconsist.v7i2.195

Abstract

The development of social media, particularly TikTok, has become one of the main platforms for the public to provide opinions and reviews on MSME products. This research aims to analyze public sentiment towards MSME products in Probolinggo based on user comments on TikTok using the Naïve Bayes Classification method. Research data was obtained through scraping TikTok comments, followed by preprocessing steps including cleaning text, case folding, tokenizing, stopword removal, and stemming. The data was then labeled as positive, neutral, and negative sentiment before feature extraction using TF-IDF. The classification process was carried out using the Naïve Bayes algorithm combined with SMOTE on training data to overcome class imbalance, and evaluated using pure test data. The results showed that the Naïve Bayes method was able to classify sentiment with a final accuracy rate of 66.67%. The analysis showed that neutral sentiment dominated public opinion with 365 comments (47.04%), followed by positive sentiment with 341 comments (43.94%) and negative sentiment with 70 comments (9.02%). Data visualization indicated that most users responded very positively to MSME Probolinggo products on TikTok. This research is expected to help MSME actors understand consumer perceptions and improve digital marketing strategies based on social media
Education on Preventing Sexual Harassment and Violence on Social Media: A Healthy Relationships Movement for Students at SMP Negeri 7 Muaro Jambi Ninil Elfira; Muhammad Alridho Lubis; Dinny Rahmayanti; Fitriana; Sundari Utami; Muhammad Ichsan; Nur Qomariah Panjaitan
MARAWA: Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan Vol 4 No 2 (2025): Masyarakat Religius dan Berwawasan
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of social media without adequate digital literacy understanding also increases the risk of online sexual harassment and violence. Therefore, comprehensive and sustainable educational interventions are needed to raise students' awareness of the forms of sexual harassment and violence. This community service is crucial to encourage prevention efforts through an educational approach that is youth-friendly, contextual, and participatory, so that students are not only able to recognize forms of violence, but also able to protect themselves, build healthy relationships, and become agents of change in their environment. The objectives of this Community Service are: (a) Increasing students' understanding of forms of sexual harassment and violence on social media, both explicit and covert; (b) Building students' critical awareness of the importance of maintaining boundaries and ethics in interacting in digital spaces; (c) Educating students about the concept of healthy relationships, which are based on respect, equality, and healthy communication; (d) Encouraging students' active participation in sexual violence prevention campaigns, especially on social media, through creative approaches based on their experiences; and (e) Cultivating a safe, inclusive, and violence-free school culture, through collaboration between schools, parents, and the community.
Film Dokumenter Pesta Babi dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial Lukman; Muhammad Ichsan; Yudha Febri Al Paksi; Herry
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i1.13372

Abstract

Film dokumenter bertema sosial-ekologis di era digital kini didistribusikan secara masif melalui berbagai platform media sosial, menciptakan ruang refleksi kritis bagi netizen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman hidup (lived experience) pengguna media sosial dalam memaknai film dokumenter "Pesta Babi" serta bagaimana pengalaman menonton tersebut membentuk dan merekonstruksi perspektif kognitif mereka terhadap isu marginalisasi masyarakat adat di Papua Selatan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui Pendekatan Fenomenologi, penelitian ini berusaha menggali esensi kesadaran informan dari lubuk pengalaman mereka yang paling murni. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terstruktur terhadap delapan informan yang aktif menggunakan media sosial (YouTube, X, dan Instagram) dan telah menonton dokumenter tersebut secara utuh. Analisis data dilakukan dengan teknik eksplisitasi data fenomenologis (berdasarkan konsep epoche dan reduction Edmund Husserl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menonton "Pesta Babi" menghasilkan sebuah "guncangan kesadaran" (conscious shock) pada ranah kognitif informan. Melalui visualisasi penderitaan masyarakat adat dan kerusakan hutan sagu, informan mengalami perubahan cara pandang yang radikal—dari kognisi naif yang menganggap pembangunan nasional selalu membawa kesejahteraan, menuju kognisi kritis yang menyadari adanya ketimpangan ruang hidup dan pelanggaran hak ulayat. Media sosial dalam fenomena ini berperan sebagai arena amplifikasi emosi dan kognisi, di mana ruang diskusi digital memperkuat retensi ingatan serta pemahaman kritis informan.