Jumaiyah, Wati
Faculty Of Nursing, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

Aplikasi Cold Pack Penurunan Nyeri Pasca Kateterisas Jantung: Tinjauan Sistematis Wasis Widodo; Melati Fajarini; Wati Jumaiyah
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.208 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i1.167

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan biaya yang besar dalam pengobatannya. Cold Pack merupakan intervensi untuk mengontrol nyeri. Cold Pack untuk pasien PCI sebagai metoda paling mudah, paling murah dan paling efektif untuk mengurangi nyeri radang akut. Rancangan yang digunakan yaitu menggunakan studi kasus (case study). Studi kasus dalam desain inovatif ini yaitu studi kasus dengan cara menerapkan hasil penelitian berupa memberikan kompres dingin dengan Cold Pack untuk mengurangi masalah gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien dengan pasca PCI di RSUD Tarakan. Cold pack merupakan tindakan dalam memanfaatkan dingin untuk mengurangi nyeri, peradangan. Cold Pack gel diberikan selama 20 menit sebelum pencabutan sheath transfemoral yang ditujukan untuk mencegah terjadinya perdarahan atau hematoma yang mungkin dapat terjadi setelah dicabutnya sheath transfemoral.
The Relationship Between the Application of Spiritual Care and Social Support with the Spirituality Level of Patients Confirmed Positive for Covid-19 Marni Marni; Dewi Gayatri; Dhea Natashia; Wati Jumaiyah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.044 KB)

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a major impact on physical, economic, social and mental health so that it can affect the level of spirituality in humans. This study aims to determine the relationship between implementation and social support with spirituality levels in patients who are confirmed positive for Covid-19. This study used a cross sectional design on 138 confirmed Covid-19 patients at the Jakarta Islamic Hospital and used a questionnaire in the form of a google form with the analysis used, namely multiple logistic regression. The spirituality level scale adapts the daily spiritual experience scales (DSES), the spiritual care implementation scale adapts the Nursing Spiritual Care Therapeutics Scale (NSCTS) and social support adapts the Enrich Social Support Instrument (ESSI). This study shows the results of a significant relationship between the application of Spiritual Care with Spirituality Level (p=0.001) OR 3.919, and social support with spirituality level is very significant with a value (p=0.000/OR 4.167) while the dominant variable, namely social support has a high level of social support. high spirituality OR 3,580 times greater than having good social support compared to individuals who have low social support and the variable of implementing spiritual care OR 3,334 times higher than respondents having low spiritual care after being controlled by gender, age, religion, education and profession. This study recommends the need for nurses to increase spirituality values ​​in confirmed Covid-19 patients to be able to increase patient spirituality.
Efek Reminiscence Therapy terhadap Fungsi Kognitif Pasien Pasca Stroke Sarida Surya Manurung; Irna Nursanti; Diana Irawati; Wati Jumaiyah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.982 KB)

Abstract

Stroke ialah sesuatu kendala yang terjalin pada bagian otak tertentu baik fokal ataupun global pada waktu lebih dari 24 jam ataupun bisa lebih cepat serta bisa menyebabkan kematian serta kecacatan ataupun kendala yang lain. Stroke bisa memunculkan kendala kesehatan baik secara raga ataupun psikososial. Salah satu kendala psikososial yang terjalin merupakan kendala kognitif. Kendala kognitif tersebut meliputi kendala dalam atensi, orientasi, memori serta metode berpikir. Salah satu metode menanggulangi kendala kognitif merupakan dengan latihan reminiscence therapy. Tujuan pemberian latihan reminiscence therapy merupakan buat membagikan pengalaman yang mengasyikkan sehingga bisa memicu guna kognitif buat tingkatkan keahlian komunikasi serta guna sikap. Riset ini memakai desain quasi eksperimen berbentuk Tipe riset ini merupakan riset Quasi eksperiment dengan bentuk rancangan pre test– post test with control group. Riset ini memakai ilustrasi sebanyak 32 responden yang dipecah jadi 2 kelompok ialah kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Riset ini dicoba sebanyak 5 tahap. Penilaian riset dinilai saat sebelum serta sehabis reminiscence therapy. Hasil riset menampilkan kalau terdapatnya perbandingan nilai rata- rata guna kognitif saat sebelum dan sehabis diberikan latihan reminiscence therapy. Hasil riset pula menampilkan kalau terdapatnya dampak latihan reminiscence therapy terhadap guna kognitif penderita pasca stroke dengan nilai signifikan sebesar 0. 0001<0. 005. Hasil analisis regresi linier multivariat menampilkan kalau variabel perancu pembelajaran ialah variabel yang sangat mempengaruhi terhadap guna kognitif pada penderita pasca stroke. Dianjurkan Riset ini memerlukan keahlian komunikasi efisien sehingga butuh memotivasi perawat lewat penilaian evaluasi kredensial secara periodik buat tingkatkan kompetensi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan spesialnya dalam pemberian reminiscence therapy.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Benign Prostaltic Hyperplasia di Unit Rawat Jalan Denny Alfiansyah; Tria Astika Endah Permatasari; Wati Jumaiyah; Rohman Azzam; Dian Novianti Kurniasih
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.884 KB)

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dikenal sebagai pembesaran prostat jinak, adalah suatu kondisi yang paling sering menyerang pria berusia empat puluh dan lima puluh tahun dengan ditandai pertumbuhan prostate yang sangat cepat yang dapat menyebabkan tertahannya pengeluaran urin. Faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya BPH terdiri dari faktor yang dapat dimodifikasi mapupun yang tidak dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa sajakah yang yang berhubungan dengan kejadian BPH pada pasien rawat jalan di Poliklinik RS Pelni tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 96 orang. Analisis data menggunakan SPSS. Hasil analisa data diperoleh terdapat 51 % responden tidak memiliki riwayat keturunan, sebanyak 44,8 % usia responden berada pada rentang usia 46-55 th, 31,3 % responden tidak merokok, 52,1 % responden memiliki riwayat penyakit DM, 42,7 % responden memiliki resiko rendah konsumsi alkohol, dan 27,1 % responden mengalami disfungsi ereksi sedang. Dari hasil analisis uji regresi logistik didapatkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan BPH adalah diabetes mellitus, dengan nilai OR yang paling besar yaitu 2,164. Hasil uji statistic didapatkan nilai p value 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara riwayat DM dengan kejadian Benign Prostatic Hyperplasia (BPH).