Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EFEKTIVITAS WARM WATER BAG DALAM MENURUNKAN DEMAM PADA ANAK TYPHOID FEVER Sudirman, Andi Akifa; Modjo, Dewi; Rokani, Muriyati; Puluhulawa, Siti Amelia
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i2.4801

Abstract

Suhu tubuh merupakan salah satu parameter vital yang menunjukkan adanya proses infeksi dalam tubuh, termasuk pada anak yang menderita typhoid fever. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh adalah penggunaan warm water bag (kompres air hangat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan warm water bag terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan typhoid fever di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Sampel sebanyak 24 anak usia 2–14 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan intervensi warm water bag. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan warm water bag terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan typhoid fever.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Personal Sosial Anak Usia 4-6 Tahun di TK Damhil Kota Gorontalo Naini, Adelia Ningsih; Sudirman, Andi Akifa; Rokani, Muryati; Ishak, Irma DK.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2045

Abstract

Pola asuh yang diberikan oleh orang tua berperan penting dalam membentuk kemampuan bersosialisasi serta menentukan tingkat perkembangan personal sosial anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan personal sosial anak usia 4-6 tahun di TK Damhil Kota Gorontalo. Desain penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dan didapatkan sejumlah 30 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analasis uji non parametrik chi square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas orangtua memiliki pola asuh baik sejumlah 19 orang (63.3) dengan perkembangan personal sosial anak normal sejumlah 19 orang (50%), dan yang terendah adalah pola asuh orangtua cukup sejumlah 6 orang (20.0) dengan perkembangan anak normal sejumlah 1 orang (3.3%) yang menjelaskan bahwa terdapat adanya hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Damhil Kota Gorontalo dibuktikan dengan nilai (p. value = 0.000 0.015). Kesimpulannya rata rata orang tua dengan pola asuh baik memiliki balita dengan tingkat perkembangan personal sosial yang baik. Saran untuk orangtua dalam hal pola asuh hendaknya menyesuaikan kebutuhan, situasi dan perkembangan anak agar anak dapat berperilaku sosial yang baik.
PENERAPAN PEMBERIAN MADU DAN TEMULAWAK TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN PADA ANAK DI PUSKESMAS KABILA BONE Sudirman, Andi Akifa; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Modjo, Dewi; Hadju, Belawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32476

Abstract

Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan balita pasti menemui masalah-masalah yang dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan Salah satu masalah yang dialami pada anak yakni penurunan nafsu mkanan yang berakibat berat badan pada balita. Pemberian temulawak dan madu secara bersamaan kepada anak secara teratur dapat meningkatkan nafsu makan pada anak. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian madu dan temulawak terhadap peningkatan nafsu makan pada balita. Penelitian ini merupakan eksperimen two group pre-post test sampel penelitian berjumlah 30 responden. Dalam penelitian ini, kriteria inklusinya meliputi orang tua pasien yang bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent serta pasien anak berusia 1-5 tahun, Kriteria eksklusi dalam penelitian ini mencakup pasien anak yang tidak kooperatif saat pemberian asuhan keperawatan dan yang memiliki riwayat alergi terhadap kandungan vitamin C. Hasil penelitian nafsu makan post intervensi pada kelompok intervensi yaitu berada pada nafsu makan baik 9 responden (30%) serta nafsu makan kurang 6 responden (20%), sedangkan kelompok control berada pada nafsu makan kurang 15 responden (50%). Hasil statistik non parametrik Mann-Whitney didapatkan hasil penerapan pemberian madu dan temulawak terhadap peningkatan nafsu makan pada anak adalah  p-value = 0,000 dimana < 0,05 dengan peningkatan nafsu makan sebesar 30% dibandingkan kelompok kontrol yang artinya intervensi pemberian madu dan temulawak dapat meningkatkan nafsu makan anak secara signifikan. Terdapat bukti yang konsisten mengenai efektivitas pemberian madu dan temulawak dalam meningkatkan nafsu makan pada anak-anak
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA PAUWO KECAMATAN KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Febriyona, Rona; Sudirman, Andi Akifa; B. Syukur, Sabirin; Asnawati, Rini; Jusuf, Cut Mutia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37490

Abstract

Penyakit hipertensi pada lansia juga diperkirakan karena tingkat kecemasan yang dialami  seseorang, kecemasan dapat meningkatkan tekanan darah. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita mengalami cemas dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional, pada variabel tingkat kecemasan dan kejadian hipertensi. Populasi yaitu lansia di Desa Pauwo, jumlah sampel 80 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner kecemasan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) dan tensimeter digital. Data hasil penelitian kemudian ditabulasi dan dianalisis dengan uji Kai-kuadrat (X2) (a0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lansia di Desa Pauwo mengalami kecemasan ringan (36,3%) dan hipertensi ringan (31,3%). Hasil uji mendapatkan nilai x2 hitung 52,387 dan p value sebesar 0,000. Disimpulkan ada hubungan kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Disarankan pada lansia sebaiknya secara rutin memeriksa tekanan darah mereka. Catat hasilnya dan diskusikan dengan dokter untuk pemantauan yang lebih baik. Selain itu perlu melakukan manajemen kesehatan mental, melalui pengelolaan stres dan kecemasan seperti melakukan meditasi, yoga, atau kegiatan yang memberikan relaksasi.
Faktor Risiko Kejadian Ca Mamae Pada Pasien di Ruangan Bedah RSUD Prof. Dr. Hi Aloei Saboe Kota Gorontalo Wulandari, Eka Indri; Harismayanti, Harismayanti; Sudirman, Andi Akifa; Retni, Ani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19351

Abstract

Abstrak Latar belakang: ca mamae atau yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara, dampak ca mamae seperti nyeri yang dialami secara terus menerus, insomnia, kelelahan, penurunan berat badan, nafsu makan menurun dan pada perut bagian bawah terasa sesak depresi dan kecemasan. Faktor risiko ca mamae diantaranya riwayat kanker payudara, usia, penggunaan kontrasepsi hormonal dan usia menarche. Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko dengaln kejadian ca mamae pada pasien. Metode: desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control atau analisis observasional secara retrospektif, jumlah populasi sebanyak 32 orang dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang atau total sampling. Hasil: hasil penelitian menunjukan usia dengan kejadian ca mamae Vpallue=0.001<0.05, OR 0,273 usia memiliki 27 kali beresiko. Riwayat keluarga dengan kejadian ca mamae  Vpallue=0.019<0.05, OR 1,296 riwayat keluarga memiliki 129 kali beresiko.  Penggunaan kontrasepsi dengan kejadian ca mamae Vpallue=0.012<0.05, OR 0,778 penggunaan kontrasepsi memiliki 77 kali beresiko. Usia menarche dengan kejadian ca mamae Vpallue=0.011<0.05, OR 0,259 usia menarche memiliki 25 kalli beresiko. Kesimpulan: faktor usia, riwayat keluarga, riwayat penggunaan kontrasepsi, usia menarche berisiko terhadap kejadian ca mamae. Saran: untuk keluarga agar sering melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri dan mengatur pola hidup sehat. Untuk pasien agar tetap melakukan pemeriksaan secara rutin serta melakukan pencegahan dengan melakukan SADARI dan menjaga pola hidup yang sehat. Kata Kunci: Ca Mamae, Riwayat Penggunaan Kontrasepsi, Riwayat Keluarga, Usia, Usia Menarche
Pengaruh Pemberian Madu terhadap Penurunan Frekuensi Batuk Pada Anak di RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo Modjo, Dewi; Sudirman, Andi Akifa; Rias, Rianti U
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15868

Abstract

ABSTRACT Coughing in children, if it cannot be done above, can cause blockages in the airways and cause more serious problems such as severe tightness to death due to blockages in the airways due to the large amount of sputum production during coughing, so to prevent this, honey can be given to reduce the frequency of coughing. This study aims to analyze the effect of honey administration on reducing cough frequency in children at RSIA Sitti Khadijah, Gorontalo City. This study aims to analyze the effect of honey administration on reducing cough frequency in children at RSIA Sitti Khadijah, Gorontalo City. This study is a quantitative research using a One group pre-test and post-test design design that provides treatment or intervention to the research subject and then the effect of the treatment is measured and analyzed. This sampling uses purposive sampling with a total of 15 samples. The results of the analysis of the average frequency of children's cough before being given honey was 10.33 with a standard deviation of 2.636 and the average frequency of children's cough after being given honey was 5.73 with a standard deviation of 1.223, and a p-value of 0.000 which means that there was an effect of honey administration on the reduction of cough frequency in children at RSIA Sitti Khadijah, Gorontalo City. Keywords: Children, Cough Frequency, Honey  ABSTRAK Batuk pada anak apabila tidak dapat diatas dapat mengakibatkan sumbatan pada jalan nafas dan menimbulkan masalah yang lebih berat seperti sesak yang hebat hingga kematian akibat sumbatan pada jalan nafas karena banyaknya produksi sputum saat batuk sehingga untuk mencegah hal tersebut dapat diberikan madu untuk mengurangi frekuensi batuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian madu terhadap penurunan frekuensi batuk pada anak di RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain One group pre-test and post-test design yang memberikan perlakuan atau intervensi pada subyek penelitian kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis. Pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah 15 sampel. Hasil analisis rata-rata frekuensi batuk anak sebelum diberikan madu adalah 10,33 dengan standar deviasi 2,636 dan rata-rata frekuensi batuk anak sesudah diberikan madu adalah 5,73 dengan standar deviasi 1,223, serta p-value 0,000 yang artinya ada pengaruh pemberian madu terhadap penurunan frekuensi batuk pada anak di RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo. Kata Kunci: Anak, Frekuensi Batuk, Madu
Analisis Efektivitas Edukasi Gizi Berbasis Kearifan Lokal terhadap Pengetahuan Ibu dalam Mencegah Kejadian Stunting di Desa Talumelito Modjo, Dewi; Sudirman, Andi Akifa; Panigoro, Melika Inda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16088

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi utama yang akan berdampak pada kondisi social dan ekonomi dalam masyarakat. Selain itu juga stunting dapat berpengaruh pada anak 0-24 bulan dan jangka panjangnya dapat menggangu produktifitasnya dimasa yang akan datang. Balita stunting cenderung sulit menggapai pertumbuhan dan perkembangan yang ideal secara fisik, kognitif, dan motorik.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan ibu dalam mencegah kejadian stunting di desa talumelito Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain One group pre-test and post-test design yang memberikan perlakuan atau intervensi pada subyek penelitian kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis. Pengambilan sampel ini menggunakan total sampling dengan jumlah 15 sampel. Hasil analisis Kemampuan orang tua balita sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis kearifan lokal Dari hasil uji statistik pada variabel Kemampuan Orang tua balita sebelum dilakukan edukasi di dapatkan nilai Nilai p value signifikasi (2-Tailed) yaitu 0,044 yaitu < 0,05 menunjukan adanya perbedaan yang signifikan. Penelitian ini menunjukan perbedaan awal dan variable akhir (Pre test &Post test) Ini terdapat pengaruh. Kata Kunci: Education,Gizi Kearifan Lokal, Kemampuan Orang Tua  ABSTRACT Stunting is a major nutritional problem that will have an impact on social and economic conditions in society. Apart from that, stunting can also affect children aged 0-24 months and in the long term it can disrupt their productivity in the future. Stunted toddlers tend to find it difficult to achieve ideal growth and development physically, cognitively and motorically. This research aims to determine the effectiveness of local wisdom-based education on mothers' ability to prevent stunting in Talumelito village, Gorontalo Regency. This research is a quantitative research using a One group pre-test and post-test design which provides treatment or intervention to research subjects and then the effects of the treatment are measured and analyzed. This sampling used total sampling with a total of 15 samples. The results of the analysis of the abilities of parents of toddlers before and after being given education based on local wisdom. From the results of statistical tests on the variable Ability of parents of toddlers before the education was given, the significance p value (2-tailed) was 0.044, namely <0.05, indicating that there was a significant difference. significant. This research shows differences in initial and final variables (Pre test & Post test). This has an influence. Keywords: Education, Local Wisdom, Parental Abilities
Identifikasi Pengetahuan Orang Tua dalam Membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo Sudirman, Andi Akifa; Modjo, Dewi; Ismail, Titin
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.3085

Abstract

Pemantauan pertumbuhan balita sangat penting dilakukan untuk mengetahui adanya hambatan pertumbuhan secara dini. Pengetahuan orangtua dalam membaca KMS sangat penting karena yang ada dalam KMS tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang berkaitan dengan kesehatan serta kebutuhan gizi pada anak. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengetahuan orangtua dalam membaca Kartu Menuju Sehat (KMS). Desain penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi sebanyak 300 ibu yang mempunyai anak balita, jumlah sampel 30 orangtua berdasarkan dengan. teori Neolaka (2016) bahwa apabila subjeknya lebih dari 100 orang dapat diambil 10-20 atau 25-35%. Hasil penelitian pengetahuan orangtua dalam membaca KMS yang diteliti di wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah tertinggi yaitu pengetahuan cukup sebanyak 18 orang dan yang terendah yaitu pengetahuan baik dan kurang masing-masing sebanyak 6 orang. Kesimpulan pengetahuan orangtua dalam membaca KMS sebagian besar berada pada kategori cukup. Saran bagi orangtua agar tetap berusaha untuk mencari tahu informasi terkait dengan KMS melalui tenaga kesehatan ataupun kader karena melalui KMS orangtua dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga orangtua dapat memberikan kecukupan gizi pada anak.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IMUNISASI LANJUTAN (BOOSTER) DI MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS LIMBOTO Modjo, Dewi; Sudirman, Andi Akifa; Usman, Rahmawati A
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v9i2.1739

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan imunisasi lanjutan (booster) di masa pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Desain penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling jenis cluster sampling dengan 96 responden. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner. Hasil yang diperoleh adalah faktor pengetahuan orang tua dengan nilai p-value 0,000, faktor sikap orang tua dengan nilai p-value 0,001, faktor dukungan keluarga dengan nilai p-value 0,000, dan faktor dukungan tenaga Kesehatan dengan dengan nilai pvalue 0,000. Sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan faktor pengetahuan orang tua, sikap orang tua, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan kunjungan imunisasi lanjutan (booster) di masa pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Limboto.
Gambaran Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Penanganan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo Piola, Wiwi Susanti; Sudirman, Andi Akifa; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Maga, Cindy S.
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.3086

Abstract

Pengetahuan tenaga kesehatan mengenai gizi pada anak stunting sangatlah penting karena tingkat pelayanan gizi akan sejalan dengan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengetahuan tenaga kesehatan tentang penanganan stunting pada balita. Desain penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi tenaga kesehatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah yaitu sebanyak 37 orang, jumlah sampel sebanyak 37 orang atau total sampling yaitu 37 orang. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan tenaga kesehatan tentang penanganan stunting di Puskesmas Kota Tengah yang tertinggi yaitu pengetahuan baik sebanyak 36 orang (97,3%) dan yang terendah yaitu pengetahuan cukup sebanyak 1 orang (2,7%). Kesimpulan sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pengetahuan baik tentang penanganan stunting. Saran bagi petugas kesehatan agar tetap menjaga dan meningkatkan pengetahuan terkait stunting sehingga dalam penanganan stunting di wilayah kerja dapat di tangani secara optimal.