Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Identifikasi Program Inovasi Kesehatan Pencegahan Dan Penanganan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Sudirman, Andi Akifa; Modjo, Dewi; Puluhulawa, Nikmawati; Pauweni, Sindy Claudia
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.2907

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi dimana seorang anak mengalami hambatan pertumbuhan yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan pada masa tuanya. Saat ini, stunting mempengaruhi sekitar 162 juta anak di bawah usia lima tahun. Jika hal ini terus berlanjut, diperkirakan terdapat 127 juta anak di bawah usia lima tahun yang menderita stunting pada tahun 2025. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program inovasi kesehatan penanganan stunting berbasis kearifan lokal. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Jumlah partisipan 5 orang. Hasil penelitian didapatkan program inovasi yang sudah berjalan di kelurahan terdapat program orang tua asuh atau bapak asuh dan program yang berbasis kearifan lokal adalah pemberian makanan tambahan seperti bubur kacang hijau, susu dan telur, tidak hanya pemberian makanan tambahan adapun program lain seperti pelaksanaan posyandu dan sosialisasi kepada masyarakat. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat program inovasi penanganan stunting berbasis kearifan lokal di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo.
Analisis Keberhasilan Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) sebagai Program Inovasi dalam Penanganan Stunting di Wilayah Kecamatan Limboto Sudirman, Andi Akifa; Damansyah, Haslinda; Suleman, Sitti Nadia; Husain, Muhammad Ruslan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.17247

Abstract

 ABSTRACT Stunting is a condition where a child experiences growth constraints caused by a lack of food intake in old age. The aim of this research is to obtain more in-depth information regarding the success of the Bapak Asuh Stunting (BAS) program as an innovation program in handling stunting in the Limboto District Area. The research method used in this research uses a Mix Method Research (MMR) design, which combines two forms of research, namely qualitative research and quantitative research. Through an exploratory approach, starting from qualitative research, then continuing with quantitative research (finding concepts/hypotheses and then testing the hypothesis. The population in this study were stunting foster fathers who were determined by the government in the Limboto District area. Sampling used multistage sampling, namely sampling using random techniques. Several stages. The results of the research findings show that the results or development of the BAAS program obtained by all stunting foster children participants experienced a decrease in the number of children cared for and an average weight gain of 1 kg a week, the party who controlled the implementation of this activity was accompanied by the community health center and sub-district. Keywords: BAAS, Innovation, Handling Stunting  ABSTRAK Stunting merupakan suatu kondisi dimana seorang anak mengalami hambatan pertumbuhan yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan pada masa tuanya. Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan informasi lebih mendalam terkait keberhasilan program Bapak Asuh Stunting (BAS) sebagai program inovasi dalam penanganan stunting di Wilayah Kecamatan Limboto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian  ini menggunakan rancangan Mix Methode Research (MMR) yaitu menggabungkan dua bentuk penelitian antara penelitian  kualitatif dan penelitian kuantitatif. Melalui pendekatan Eksploratory yaitu dimulai dari penelitian kualitatif selanjutnya dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif (menemukan konsep/hipotesis selanjutnya menguji hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah bapak asuh stunting yang ditetapkan pemerintah di wilayah Kecamatan Limboto. Pengambilan sampel menggunakan multistage sampling yaitu pemilihan sampling melalui teknik random dengan beberapa tahapan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa hasil atau perkembangan program BAAS diperoleh semua anak asuh stunting partisipan mengalami penurunan jumlah anak yang diasuh dan terjadi kenaikan berat badan rata-rata 1 kg dalam seminggu, pihak yang mengontrol jalannya kegiatan ini didampingi oleh puskesmas dan kelurahan. Kata Kunci:  BAAS, Inovasi, Penanganan Stunting 
Analisis Faktor Penggunaan Alas Kaki Dan Kadar Glukosa Darah Dengan Risiko Luka Kaki Diabetik Di Puskesmas Telaga Biru Kab.Gorontalo Sudirman, Andi Akifa; Nurliah; Mertosono, Sriwulandari
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK SRIWULANDARI MERTOSONO, Analisis Faktor Penggunaan Alas Kaki Dan Kadar Glukosa Darah Dengan Risiko Luka Kaki Diabetik Di Puskesmas Telaga Biru Kab.Gorontalo. Di bimbing oleh ANDI AKIFA SUDIRMAN sebagai ketua dan NURLIA sebagai anggota. Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan fungsi insulin atau keduanya. DM dibagi menjadi beberapa jenis, dengan tipe 2 paling umum, sering disebabkan oleh faktor seperti obesitas, hipertensi, dan gaya hidup. Komplikasi DM dapat mengancam nyawa, seperti penyakit jantung koroner dan gangguan pembuluh darah. DM juga merupakan penyebab utama amputasi ekstremitas bawah akibat ulkus kaki diabetik. Faktor risiko ulkus kaki diabetik mencakup kontrol gula darah yang buruk, lama menderita DM, serta penggunaan alas kaki yang tidak sesuai. Oleh karena itu, pencegahan cedera kaki sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan study case control. Populasi DM dipuskesmas telaga biru kab.gorontalo pada januari-april 2024 berjumlah 136 orang. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling sebanyak 54 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square (a= value 0,05). Hasil rata-rata didapatkan nilai p-value=0,00 lebih kecil dari 0,05 (<0,05) sehingga dapat diartikan terdapat pengaruh penggunaan alas kaki dan kadar glukosa darah dengan risiko luka kaki diabetik di Puskesmas Telaga Biru Kab.Gorontalo. Kesimpulan : bahwa penggunaan alas kaki sesuai dan kontrol glukosa darah yang baik dapat mengurangi risiko terjadinya luka kaki diabetik. Kata kunci : Penggunaan Alas Kaki, Kadar Glukosa Darah, Risiko Luka Kaki Diabetik
Efektifitas Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Limboto Barat Sudirman, Andi Akifa; Modjo, Dewi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.365 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1489

Abstract

Diabetes Self Management Education (DSME) merupakan serangkaian intervensi khusus untuk membantu diabetisi dalam merubah gaya hidupnya sehingga menjadi patuh dalam manajemen perawatan diri. DSME diberikan secara berkesinambungan yang mengacuh pada pilar penatalaksanaan DM. Tujuan penelitian adalah diketahuinya efektifitas  Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Metode penelitian pre eksperimen desain dengan jumlah sampel 15 orang, teknik pengambilan sampling dengan probability sampling. Analisis menggunakan uji dependen t-test/uji paired t test. Hasil penelitian didapatkan perbedaan kadar glukosa darah yang bermakna pada pengukuran sesudah pemberian DSME pada responden dimana diperoleh nilai p < 0,05 (p = 0,00), dengan nilai t positif (4,67) yang berarti pengukuran kadar glukosa darah sebelum perlakuan lebih besar dari pengukuran sesudah perlakuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah intervensi penerapan Diabetes Self Manajement Education (DSME). Saran pada penelitian ini diharapkan penerapan  program edukasi (pendidikan kesehatan) untuk diabetisi diberikan dengan lebih sistematis dan berkesinambungan memuat materi-materi terkait dengan  menggunakan  media  dan metode yang menarik. 
Analisis Efektifitas Pelatihan Deteksi Tumbuh Kembang terhadap Kemampuan Kader Sekolah dalam Menstimulasi Tumbuh Kembang pada Anak Usia Prasekolah 5-6 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Mosjo, Dewi; Sudirman, Andi Akifa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.326 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1490

Abstract

Rendahnya pelayanan kesehatan untuk anak khususnya deteksi tumbuh kembang pada balita berimplikasi terhadap tidak terdeteksinya kasus penyimpangan tumbuh kembang pada anak. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita khususnya Kabupaten Gorontalo masih jauh dari standar yang ditetapkan yaitu 90%. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis efektifitas pelatihan deteksi tumbuh kembang terhadap kemampuan kader sekolah dalam menstimulasi tumbuh kembang pada anak usia prasekolah (5-6 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang memberikan intervensi kepada subjek penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain pre post test group design. Waktu penelitian mulai dari awal tahun hingga diakhir tahun pelaksanaan. Hasil penelitian yang didapatkan dari uji statistik terdapat pengaruh pelatihan deteksi tumbuh kembang terhadap kemampuan kader sekolah dalam menstimulasi tumbuh kembang anak usia prasekolah (5-6 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan kader sekolah pada masing-masing variabel simulasi pertumbuhan dan varibel simulasi perkembangan terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan.Â