Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN TINGKAT EKSPLOITASI Sari, Wahida Kartika; Sutjipto, Darmawan Ockto; Setyohadi, Daduk; Setyawan, Fahreza Okta; Aliviyanti, Dian
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selat Madura masuk dalam Sub Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 712. Perikanan di Selat Madura memiliki karakteristik multigear dan multispecies. Cantrang merupakan salah satu alat tangkap yang masih dioperasikan di Selat Madura meskipun menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor / PERMEN-KP/ 2016 melarang adanya pengoperasian alat tangkap tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman alat tangkap cantrang terutama yang berkaitan dengan panjang dan berat ikan hasil tangkapan, tingkat eksploitasi, dan fluktuasi hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus tahun 2020 di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data Panjang ikan (cm) dan berat ikan (kg) hasil tangkapan Cantrang yaitu ikan kurisi, ikan swanggi, dan ikan eloso. Hasil perhitungan menunjukkan hubungan panjang dan berat ketiga ikan sample bersifat allometris negatif. Hasil perhitungan Cacth Per Unit Effort (CPUE) paling tinggi berada pada tahun 2011 untuk semua ikan. Hasil tangkapan alat tangkap sangat fluktuatif, namun cenderung menurun beberapa tahun terakhir. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan terutama dalam pembuatan kebijakan berkaitan dengan kebijakan pengoperasian alat tangkap cantrang.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM DI KECAMATAN KUALA PESISIR, KABUPATEN NAGAN RAYA, ACEH Setyawan, Fahreza Okta; Sari, Wahida Kartika; Aliviyanti, Dian
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.22

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi pada kawasan pantai yang dapat terjadi secara terus menerus. Faktor penyebab terjadinya perubahan garis pantai dapat diakibatkan oleh adanya abrasi dan akresi. Faktor hidro – oseanografi yang juga mempengaruhi perubahan garis pantai yaitu gelombang dan pasang surut air laut. Secara umum, penyebab terjadinya gelombang laut yang dominan yaitu diakibatkan oleh faktor aingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan garis pantai serta hubungan antara perubahan garis pantai dengan pasang surut dan gelombang laut yang terjadi di Pantai Gampong Lhok, Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode thresholding untuk memisahkan antara daratan dengan lautan dan pengaplikasian Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pada tahun 2016 – 2020 kawasan pesisir Pantai Gampong Lhok mengalami akresi maksimum sebesar 30,16 m/tahun, sedangkan abrasi maksimum terjadi sebesar -34,49 m/tahun. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai penelitian awal dalam pembuatan kebijakan oleh pemerintah untuk kawasan pesisir Pantai Gampong Lhok.
OPTIMALISASI TATAKELOLA SAMPAH BERBASIS BUDIDAYA MAGOT UNUTK PENGUATAN EKONOMI SIRKULAR DI DESA NGIJO Jeny Ernawati Tambunan; Dhira Khurniawan Saputra; Fahreza Okta Setyawan; Akhmad Zainuri; Ubaidillah Ubaidillah; Astried Vanessa; M. Nadhif; Sevia Medytya; Naila Nency; Aisah Girindra; Althofian Arya; Shefita Meilana; Vira Nur Titisari; Shalma Dinda; Gading Mahendra; Agustinus Agustinus; Muhammad Ridha
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1137

Abstract

Ngijo Village experienced an increase in household waste which made waste management in Ngijo Village difficult. This community service activity is motivated by the increase in waste volume due to the increasing settlement and population activities in Ngijo Village. The solution to dealing with waste problems uses the circular economy concept in waste management. The circular economy concept focuses on reusing waste as raw materials for production and reducing final waste discharged into the environment. Purpose of activity: This is what underlies the importance of this service activity which aims to implement a circular economy and assist Ngijo Village's priority program regarding waste management based on magot cultivation. Method: The method used is a community empowerment approach involving students participating in the Brawijaya University MMD KKN. Service is carried out in the form of workshops and practice or training. The evaluation process at the end of the activities that have been carried out involves partners so that they can develop following the main aspects outlined in the solution offered. Results: Through this service activity, the Ngijo village community has the knowledge and ability about the importance of waste management based on maggot cultivation, carrying out a business feasibility analysis for fish/catfish cultivators using maggots as natural food. Conclusion: The conclusion of this activity is that the goal of reducing organic waste was achieved by optimizing maggot cultivation and the results of the feasibility analysis of the catfish cultivation business at the Ngijo Village TPST were declared feasible by looking at management, marketing, legal, socio-cultural, technical and operational, and financial aspects.
Analisis Kualitas Pantai Berdasarkan Keberadaan Sampah di Pantai Wisata Bahak, Probolinggo Sisylia Eka Narriyah Putri; Defri Yona; Fahreza Okta Setyawan; Edriana Pangestuti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.1009-1016

Abstract

Sampah Laut merupakan benda padat yang ditinggalkan di lingkungan laut, berpotensi mempengaruhi kebersihan pantai salah satunya yaitu Pantai Bahak yang terletak di Kota Probolinggo. Pantai Bahak merupakan pantai wisata, dimana kegiatan pariwisata tersebut berdampak besar bagi kualitas kebersihan pantai. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelimpahan sampah laut berdasarkan Beach Quality Index (BQI) di Pantai Bahak. Indeks kualitas pantai terdiri dari tiga yaitu Clean Coast Index (CCI), Hazardous Items Index (HII), dan Beach Grade Index (BGI) yang ditentukan dengan menghitung berbagai jenis sampah di setiap lokasi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan plot dengan ukuran sesuai garis pantai dan ditarik ke arah vegetasi. Sampah yang terkumpul dikelompokkan ke dalam delapan kategori (kertas, kayu, plastik, kaca, karet, kain, logam, B3). Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 76% sampah plastik dengan volume total sampah mencapai 990 item. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa Pantai Bahak memiliki nilai CCI extremely dirty dan HII berada di kategori II, sementara BGI menunjukkan keberadaan berbagai jenis sampah termasuk sampah umum (C) tanpa sampah berbahaya (A). Hal tersebut dapat disampaikan bahwa volume sampah di Pantai Bahak telah melebihi ambang batas yang sudah tetapkan oleh BQI sehingga Pantai Bahak tergolong ke dalam zona merah dan perlu dilakukan tindakan pemulihan terkait pengelolaan sampah.
Microplastic Distribution in Beach Sediments: Comparison Between the North and South Waters of East Java Island, Indonesia Defri Yona; Fahreza Okta Setyawan; Sisylia Eka Narriyah Putri; Feni Iranawati; Muhammad Ariq Kautsar; Atsuhiko Isobe
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v15i2.41065

Abstract

Highlight Research This is the first study of microplastics in four beach sediments in the east part of Java Island. Bahak and Pesona Beach are connected to Java Sea (north part), while Tambak Rejo and Balekambang Beach are connected to Indian Ocean (south part). A higher microplastics were observed on the beaches of the north part compared to the south part. Local sources and oceanographic parameters of the beaches influence the presence of microplastics in the study areas. Abstract Microplastic pollution in beach sediments has been studied intensively worldwide, but there are limited studies in the beach areas of the eastern Java Island, Indonesia. This study aimed to identify the distribution of microplastic in four beaches in Indonesia: Bahak, Pesona, Tambakrejo, and Balekambang. The first two beaches are located in the north of Java Island and influenced by the east Java Sea, while the last two are located in the south and influenced by the Indian Ocean. Sediment samples were collected along the strandline inside the 1 í— 1 m transect quadrate in the top 5 cm using a stainless-steel shovel. Microplastic and granulometry analyses were conducted to obtain microplastic and sediment grain size data, respectively. Physical parameters of the beaches, such as wind, wave, and ocean current, were calculated using Copernicus and NASA (PODAAC), respectively. The total abundance of microplastic ranged from 54.7 ± 48.6 to 103.3 ± 4.7 particles kg-1 with the following descending order: Bahak > Pesona > Tambakrejo > Balekambang. Although there was no statistically significant difference in microplastic concentrations among the beaches, the beaches connected to the Java Sea accumulated more microplastics than the ones connected to the Indian Ocean. Fiber and blue were the dominating type and colors of microplastic. The results confirm that the distribution of microplastic is associated with the morphology of the beaches and the local source.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN METODE DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) TAHUN 2017-2021 (STUDI KASUS: PANTAI PARANGTRITIS, KABUPATEN BANTUL): ANALYSIS OF SHORELINE CHANGES IN 2017-2021 USING THE DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) METHOD (CASE STUDY: COAST OF PARANGTRITIS, BANTUL REGENCY) Setyoningrum, Desy; Fahreza Okta Setyawan, S.Kel.,M.T; Anggita Sekar M; Faisal Akmal; M. Falbian Arsetyo N; Imam Akbar Wicaksono
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 2 (2023): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.02.10

Abstract

Kawasan pesisir Parangtritis adalah salah satu tujuan wisata pantai yang signifikan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Aktivitas pariwisata di Parangtritis dapat dibagi menjadi dua bagian, yaito aktifitas wisatawan di wilayah pasang surut (swash zone) dan pembangunan fasilitas pendukung bagi wisatawan di wilayah darat (backshore). Perubahan garis pantai disebabkan oleh faktor-faktor seperti angin, gelombang laut, dan arus laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan garis pantai yang terjadi di wilayah Pantai Parangtritis serta hubungannya dengan pasang surut dan gelombang laut. Pemantauan perubahan garis pantai dilakukan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Metode perhitungan perubahan garis pantai yang digunakan pada DSAS yaitu metode Net Shoreline Movement (NSM), Shoreline Change Envelope (SCE) dan End Point Rate (EPR). Pengamatan perubahan garis pantai mengambil rentang waktu selama 5 tahun menggunakan data tahun 2017, 2018, 2019, 2020, dan 2021. Pada hasil penelitian ditemukan fakta bahwa terjadi abrasi dan akresi pada wilayah Pantai Parangtritis. Abrasi terjadi pada daerah yang terdampak ombak secara tinggi, tanpa adanya pemecah ombak. Akresi terjadi pada wilayah dengan kemiringan landai dengan gelombang lebih lemah. Akresi tertinggi tercatat sebesar 63.31 meter, dan abrasi tertinggi tercatat dengan angka -63,35 meter. Faktor hidrooseanografi seperti gelombang yang datang menuju pantai akan mengikis dan berpengaruh terhadap berubahnya garis pantai dan besarnya angkutan sedimen. Hal tersebut didukung dengan tinggi gelombang pada daerah tersebut adalah 2,5meter dengan rata-rata periode 10,81 detik.   The coastal area of Parangtritis is one of the significant beach tourism destinations in the Special Region of Yogyakarta (DIY). Tourism activities in Parangtritis can be divided into two parts, namely tourist activities in the swash zone and the development of supporting facilities for tourists on the backshore. Changes in the coastline are caused by factors such as wind, sea waves, and ocean currents. The purpose of this research is to understand the changes in the coastline that occur in the Parangtritis Beach area and their relationship with tides and sea waves. Monitoring of coastline changes is conducted using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS). The methods used for calculating changes in the coastline in DSAS are Net Shoreline Movement (NSM), Shoreline Change Envelope (SCE), and End Point Rate (EPR). The observation of coastline changes spans a period of 5 years, using data from 2017, 2018, 2019, 2020, and 2021. The research findings show that there were both abrasion and accretion processes in the Parangtritis Beach area. Abrasion occurred in areas heavily impacted by high waves without the presence of wave breakers. Accretion took place in areas with gentle slopes and weaker waves. The highest accretion recorded was approximately 63.31 meters, while the highest erosion reached -63.35 meters. Hydrooceanographic factors, such as waves approaching the coast, erode the shoreline and influence the change in coastline and sediment transport. This is supported by the fact that the wave height in the area is 2.5 meters with an average period of 10.81 seconds.
Karakteristik Arus Permukaan Laut pada Selat Madura: Characteristics of Sea Surface Current in Madura Strait Dumatubun, Innocentius Arya Panji Pramudewata; Widodo Setiyo Pranowo; Aida Sartimbul; Johar Setiyadi; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Fahreza Okta Setyawan
Jurnal Chart Datum Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v10i1.325

Abstract

Selat Madura merupakan perairan yang memisahkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Madura yang memiliki ciri yaitu relatif dangkal dan perairan semi tertutup. Sehingga pola pergerakan arus di Selat Madura mendapatkan pengaruh dari sistem angin muson di Indonesia yang berbeda tiap musimnya dan pergerakan massa air dari Laut Jawa dan Laut Bali bertemu di Selat Madura. Data arus permukaan didapatkan dari Marine Copernicus yang kemudian divisualisasikan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan dan arah arus permukaan laut di Selat Madura beragam tiap musimnya. Ketika Musim Barat, pergerakan massa air mayoritas datangnya dari Laut Jawa dengan kecepatan kemudian berbelok masuk ke Selat Madura begitu sebaliknya yang terjadi saat Musim Timur. Rata-rata kecepatan arus berdasarkan area kajian dimana pada Utara Selat Madura (III) memiliki kecepatan sebesar 0,06-0,41 m/s. Area kajian tepat pada Selat Madura (I dan II) memiliki rata-rata kecepatan yang terbilang rendah dengan nilai berkisar 0,03-0,15 m/s. Hal tersebut dikarenakan perairan Selat Madura merupakan perairan semi-tertutup sehingga angin yang bertiup di atas permukaan laut tidak konstan.
Studi Eksperimen Indeks El Niño Southern Oscillation & Indian Ocean Dipole di Indonesia dengan Memanfaatkan Oceanic Niño Index dan Dipole Mode Index (Studi Kasus: Tahun 2009 – 2020): Experimental Study Of The Coupling Between The El Niño Southern Oscillation Index and The Indian Ocean Dipole in Indonesia Utilizing The Oceanic Niño Index and Dipole Mode Index (Case Study: 2009 – 2020) Krisnanto, Wahyu Fajar; Sartimbul, Aida; Pranowo, Widodo Setiyo; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Setyawan, Fahreza Okta
Jurnal Chart Datum Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v10i1.332

Abstract

Interaksi antara laut dan atmosfer Benua Maritim Indonesia dengan kondisi yang terjadi pada Samudera Pasifik dan Hindia adalah sangat kuat. Fenomena yang sangat mempengaruhi Indonesia diantaranya adalah El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD). Indeks yang digunakan, secara teoritik, untuk menyatakan fase ENSO dan IOD sangat beragam, seperti DMI, Nino 3.4, ONI, dan sebagainya. Artikel ini menyajikan studi eksperimental tentang kopling Indeks antara ONI, DMI dan SPL. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data bulanan SPL Indonesia yang diambil dari situs NASA Oceancolor, data indeks ONI dan DMI yang diambil dari situs NOAA, dan peta SPL dan angin ekuatorial yang disediakan oleh situs IRI. Hasil riset menunjukkan bahwa saat fase El Niño/IOD positif, angin dan massa air hangat bergerak menjauhi Indonesia pada kedua samudera. Sedangkan pada fase La Niña/IOD negatif terjadi hal sebaliknya. Ada dua teori yang bisa mendeskripsikan korelasi ENSO dengan IOD, pertama ENSO dapat mempengaruhi keberadaan IOD serta intensitasnya. kedua IOD dapat terbentuk dengan sendirinya tanpa ada pengaruh dari aktivitas ENSO. Indeks baru berupa modifikasi yang didapatkan menggunakan metode korelasi, pada eksperimen ini, belum bisa digunakan untuk menentukan fase ENSO dan IOD. Namun, hasil eksperimen berupa kopling indeks menggunakan metode anomali memiliki hasil menjanjikan untuk digunakan dalam penentuan fase ENSO dan IOD untuk wilayah Indonesia, walaupun perlu dilakukan studi lebih lanjut dengan dengan data yang lebih panjang.
ANALYSIS OF POTENTIAL ENERGY OF SEA WAVES IN SOUTHERN WATERS OF MALANG USING GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS APPROACH Setyawan, Fahreza Okta; Sartimbul, Aida; Fuad, Mochamad Arif Zainul; Ussania, Qoirunnisa; Hidayatullah, Fathurrosyid; Haq, Nuril Annisa
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 10, No 01 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Service (DRPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jeest.2023.010.01.3

Abstract

Southern waters of Malang are one of the areas in the south of Java where some of its coastal areas have not been electrified. The purpose of this research is to determine the magnitude of wave energy potential in the waters of South Malang. The theoretical amount of wave energy is obtained through wave data processing (wave period, significant wave height, and wave direction) and the results are in the form of the wave energy value with the highest value in 2021 occurring in August with an average value of 40 kW /m - 50 kW/m while in 2022 the highest value occurs in July with an average value of 40 kW/m to 50 kW/m. The technical potential value of wave energy is calculated by adding the efficiency formula from AquaBuOY so that results with the highest technical wave energy potential value are obtained in 2021 in August with an average value of 40 kW/m - 50 kW/m while in 2022 the highest potential wave energy value occurs in July with an average value of 40 kW/m - 50 kw/m. Potential locations are determined based on theoretical and technical potential results and the suitability of placing AquaBuOY so that a station point that meets these criteria is obtained, namely at the 29, 30, and 34 where station 30 is the station that has the closest criteria to effectively installing buoys with the total theoretical energy is 4838.46 MW and technically it is 4354.61 MW in 2021 while in 2022 the total theoretical energy is 4387.95 MW and technically it is 3977.38 MW.
Pelatihan Pertolongan Pertama Bagi Nelayan di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang Setyawan, Fahreza Okta; Aliviyanti, Dian; Yamindago, Ade; Yona, Defri; Fuad, Muhammad Arif Zainul; Isdianto, Andik; Rijal, Seftiawan Samsu; Guntur
Abdi Geomedisains Vol. 4, No. 2, January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v4i1.1560

Abstract

Kondang Merak Beach has several community groups that inhabit and manage the beach. One of the local community groups is Bina Karya Mina fishing group. Apart from fishing, which was their main livelihood, this group of fishermen was also proficient in diving and snorkeling. However, due to the lack of training in diving for the fishermen, the diving equipment that is there is not properly utilized. Knowledge about first aid for diving accident victims is also needed not only when a fishermen’s diving accident occurs but can also be used to help tourists when an accident occurs while snorkeling or swimming at the beach. This community service activity aimed to increase the knowledge and skills of the Bina Karya Mina fishing group in terms of diving, especially first aid for accident victims at Kondang Merak Beach, Malang Regency. This activity was divided into three stages of activity, namely the preparation, implementation, evaluation, and reporting stages. The implementation stage of this community service activity was carried out in a hybrid manner, namely socialization material was given online, while practical activities and handover of first aid assistance are carried out offline. Through this activity, it was expected to improve the ability of fishermen in the field of diving. In addition, socialization about first aid kits as supporting equipment to help accident victims was carried out as well so that they could increase the preparedness of fishermen on Kondang Merak Beach in case of an emergency.
Co-Authors Abhinaya, Ardra Raditya Achmad, Ghazali Ade Yamindago Agung Wahyudi Prasetyo AGUS TUMULYADI Agustinus Agustinus Aida Sartimbul Aisah Girindra Akhmad Zainuri Althofian Arya Anatasya Alya Ariyanti ANDIK ISDIANTO Andik Isdianto Anggita Sekar M ARIEF SETYANTO As'adi, Muhammad Arif Ash Shufi, Abdillah Hanan Astried Vanessa Astuti, Retno Tri Atsuhiko Isobe AULIA LANUDIA FATHAH Balqis, Tariska Hilwa Azra Bambang Semedi BERLANIA MAHARDIKA PUTRI Chiara Dewi Nathania El Zam Citra Syananta Daduk Setyohadi Darmawan Ockto Sutjipto Decha Satria Ibnu Faqih Defri Yona Defri Yona Desy Setyoningrum Dhira Khurniawan Saputra Dian Aliviyanti Dumatubun, Innocentius Arya Panji Pramudewata Edriana Pangestuti Fadhillianto, M. Falih Faisal Akmal Farikhah, Reghita Dwi Feni Iranawati Feni Iranawati, Feni Firdaus, Naufal Fuad, M. Arif Zainul Fuad, Mochamad Arif Zainul Fuad, Muhammad Arif Zainul Gading Mahendra GATUT BINTORO Guntur Haq, Nuril Annisa Hidayat, Esa Fajar Hidayati, Nurin Hidayatullah, Fathurrosyid Imam Akbar Wicaksono Johar Setiyadi Krisnanto, Wahyu Fajar Laily, Hilda Hikmatul M. Falbian Arsetyo N M. Nadhif Maftuch Maftuch MUHAMMAD ARIF ASADI Muhammad Ariq Kautsar MUHAMMAD FIKRI ARIEFANDI Muhammad Ridha Naila Nency Nandika, Muhammad Rizki Naufal Fidel Satria Aryasatya OKTIYAS MUZAKY LUTHFI Rahman, Alham Danendra Rahman, M. Arif Ratri, Agustin Tri Dinda Ning Rijal, Seftiawan Syamsu Risqi, Mohammad Aditya Riswan Septriayadi Sianturi Rudianto S, Alif Bintang Busyra Saphira, Shada Sari, Wahida Kartika Seftiawan Samsu Rijal, Seftiawan Samsu Sevia Medytya Shalma Dinda Shefita Meilana Sianturi, Renika Sisylia Eka Narriyah Putri Sisylia Eka Narriyah Putri Siti Al Khumairoh Annadziroh Nurshokh Sunardi Sunardi SUPRIYADI SUPRIYADI Syarifah Hikmah Julinda Sari Tambunan, Jeny Ernawati TRI DJOKO LELONO Ubaidillah Ubaidillah Ussania, Qoirunnisa Vira Nur Titisari Wattimena, Kerenhapukh Emmanuella Grace Widodo S Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Winanda, Naisya Febrian Wirastika Adhihapsari Zannuar, Rizky Wisudawan