Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN PREVENTIVE ATTITUDES AND THE INCIDENCE OF EXTENDED SPECTRUM BETA-LACTAMASE (ESBL)-PRODUCING ENTEROBACTERIACEAE CARRIERS AMONG HEALTHCARE WORKERS IN HOSPITALS Nuranisa, Aulia; Hestiyani, Rani Afifah Nur; Karunia Ning Widhi, Anriani Puspita; Hidayah, Arfi Nurul; Krisniawati, Nia
Mandala Of Health Vol 18 No 2 (2025): Mandala of Health: A Scientific Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mandala.2025.18.2.17637

Abstract

Infections caused by Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL)-producing Enterobacteriaceae have become a serious health issue, particularly in hospital environments. Gram-negative bacteria such as Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae are able to produce ESBL, making them resistant to various beta-lactam antibiotics and complicating infection treatment. The spread of ESBL-producing bacteria is often associated with suboptimal infection prevention practices in healthcare facilities, particularly among healthcare workers who may act as vectors in transmittinghese pathogens. This study aimed to determine the relationship between attitudes and the incidence of ESBL-producing Enterobacteriaceae carriers among healthcare workers in hospitals. This research was conducted using secondary data. Data were analyzed using Fisher Exact test. The result showed no significant relationship between attitudes and the incidence of ESBL carriage, as indicated a p-value of 1.000. The conclusion there was no relationship between attitude and the incidence of ESBL-producing Enterobacteriaceae carriage among healthcare workers at RSI Banjarnegara.
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etil Asetat Buah Terong Ungu (Solanum melongena L.) terhadap Jamur Candida tropicalis: Antifungal Activity of Ethyl Acetate Extract of Purple Eggplant (Solanum melongena L.) Fruit Against Candida tropicalis Nurbaeti, Fitriani; Setiawati, Setiawati; Krisniawati, Nia; Sutrisna, Eman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2228

Abstract

Candida tropicalis (C. tropicalis) has become an emergency pathogenic. The purple eggplant has secondary metabolites that are useful as antimicrobials. This study aimed to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Fungicidal Concentration (MFC) of purple eggplant ethyl acetate extract against C. tropicalis. This study is a true experimental in vitro that the treatment consisted of negative control, media control, extract with concentration range of 5-40 mg/mL, and solvent control (DMSO 10%). MIC was observed directly using the microbroth dilution method in a 96-well microplate. MFC test used the spread plate technique and was calculated by total plate count. The ethyl acetate extract of purple eggplant has the same MIC and MFC at 20 mg/mL. This concentration was able to provide 100% inhibition against C. tropicalis. The inhibition of fungal growth was increased according to additional doses of extract. Ethyl acetate extract of purple eggplant fruit has potency as antifungal against C. tropicalis. Keywords:          Candida tropicalis, purple eggplant, antifungal   Abstrak Candida tropicalis (C. tropicalis) telah ditetapkan sebagai emergency pathogenic. Buah terong ungu mengandung senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai anti mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etil asetat buah terong ungu terhadap pertumbuhan jamur C. tropicalis. Desain penelitian ini yaitu true experimental secara in vitro dengan perlakuan terdiri atas kontrol negatif (tanpa pemberian jamur), kontrol media RPMI, Ekstrak 40 mg/mL, 20 mg/mL, 10 mg/mL, 5 mg/mL, dan kontrol pelarut DMSO 10%. Penentuan KHM dilakukan melalui pengamatan langsung menggunakan metode microbroth dilution dalam mikroplate 96 well. Penentuan KBM menggunakan teknik spread plate yang dihitung dengan rumus Total Plate Count (TPC). Ekstrak etil asetat buah terong ungu memiliki KHM dan KBM yang sama yaitu pada konsentrasi 20 mg/mL. Konsentrasi ekstrak 20 mg/mL sudah mampu memberikan hambatan sebesar 100% terhadap pertumbuhan jamur C. tropicalis. Daya hambat pertumbuhan jamur semakin besar seiring dengan peningkatan dosis ekstrak. Ekstrak etil asetat buah terong ungu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antijamur terhadap jamur C. tropicalis. Kata Kunci:         Candida tropicalis, terong ungu, antijamur
Pelatihan Pengukuran Antropometri pada Balita sebagai Skrining Awal Stunting Widhi, Anriani Puspita Karunia Ning; Agustina, Nenden Nursyamsi; Krisniawati, Nia; Nur Hestiyani, Rani Afifah; Sulastri, Sulastri
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2023.1.1.9363

Abstract

Fase penting tumbuh kembang anak terjadi pada lima tahun pertama, atau saat anak mencapai usia batita dan balita. Pada usia ini anak membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Jika gizi tidak tercukupi maka akan sangat rentan terhadap gangguan kesehatan berupa malnutrisi. Pengukuran antropometri berperan penting dalam menentukan status gizi anak. Kesalaham yang terjadi pada pengukuran akan menyebabkan perbedaan interpretasi data. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri serta menginterpretasi hasil pengukuran. Metode kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan, diskusi dan berbagi pengalaman seputar kegiatan posyandu yang telah dilaksakan oleh para kader. Khalayak sasaran kegiatan ini yaitu kader Posyandu Mugi Lestari 13 Desa Kedung Bunder Kecamatan Kalibagor Banyumas. Metode evaluasi untuk mengetahui dampak positif kegiatan ini yaitu dengan melakukan monitoring kegiatan Posyandu terkait keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri pada balita.
Pelatihan Manajemen ASI Perah dan Pembuatan MP-ASI Sebagai Pemenuhan Gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak Widhi, Anriani Puspita Karunia Ning; Krisniawati, Nia; Nur Hestiyani, Rani Afifah; Agustina, Nenden Nursyamsi; Burkon, Lily Kusumasita; Sulastri, Sulastri
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10180

Abstract

Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak pada periode emas ini. ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI yang tepat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 1000 HPK. Namun, kurangnya pengetahuan ibu tentang manajemen ASI perah dan MP-ASI serta faktor eksternal memengaruhi keberhasilan pelaksanaan. Data RISKESDAS menunjukkan rendahnya cakupan ASI eksklusif di Indonesia. Pelatihan di Posyandu Mugi Lestari berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang manajemen ASI perah dan pembuatan MP-ASI. Hal ini dapat meningkatkan asupan gizi bayi selama 1000 HPK, mencegah stunting, dan mendukung pertumbuhan anak. Inisiatif semacam ini perlu dilakukan secara rutin untuk edukasi ibu dan pencegahan stunting di periode emas 1000 HPK anak.
Examining the Relationship between Infection Control Practices and ESBL Bacterial Carriage in Healthcare Workers Ayunisih, Lintang Sekar; Krisniawati, Nia; Wicaksono, Madya Ardi; Hestiyani, Rani Afifah Nur; Widhi, Anriani Puspita Karunia Ning
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 33 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2024.033.02.9

Abstract

The Enterobacteriaceae family widely produces Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL), and infection by ESBL-producing bacteria can significantly increase morbidity, complicate therapeutic difficulties, escalating healthcare costs, and increase mortality rates. Transmission of these bacteria within the hospital environment may lead to the prevalence of ESBL-producing bacterial carriers among healthcare workers. Health workers' infection prevention and control (IPC) behavior plays a role in transmitting these pathogenic bacteria. This study aimed to determine the relationship between IPC behavior and the incidence of ESBL-producing bacterial carriers in health workers at Banjarnegara Islamic Hospital. This research used an observational analytic approach with a cross-sectional method. The sampling technique involved purposive sampling, resulting in a total sample of 61 people. Data were obtained by completing an IPC behavior questionnaire and collecting rectal swab samples cultured on CHROM ESBL Agar media. Statistical analysis was done using the Mann-Whitney test. The research identified a prevalence of 13.1% (8/61) ESBL-producing bacterial carriers among health workers at Banjarnegara Islamic Hospital. However, based on statistical analysis, the p-value was 0.664, leading to the rejection of the hypothesis (accepted if p-value <0.05). In conclusion, there is no significant relationship between IPC behavior and the incidence of ESBL-producing bacterial carriers in health workers at Banjarnegara Islamic Hospital.