Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACIEVEMENT DIVISION) UNTUK SISWA KELAS V SDN 007 SAMARINDA ULU TAHUN PEMBELAJARAN 2024/2025 Anggun Amalia Arsanti; Iksam; Yudo Dwiyono; Sukriadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this research is the low learning outcomes of fifth-grade students at SDN 007 Samarinda Ulu, especially in the Pancasila Education subject. This research aims to determine the improvement in student learning outcomes through the STAD type Cooperative Learning model in fifth-grade students of SDN 007 Samarinda Ulu in the 2024/2025 Academic Year. The type of research used is Classroom Action Research (CAR) which consists of 2 cycles and each cycle consists of 2 meetings. The subjects in this study were 18 fifth grade students consisting of 8 male students and 10 female students. And the object of this research is the learning outcomes of Pancasila Education and the improvement of each cycle using the Cooperative Learning model. Data collection techniques in this study used observation, tests and documentation. The instruments in this study used teacher activity observation sheets, student activity observation sheets and evaluation tests. The data analysis techniques in this study used averages, percentages and diagrams. The research results showed that the increase was indicated by the learning outcomes of students in the pre-cycle obtaining an average of 54.6 with a completion percentage of 22%. The learning outcomes of students in cycle I experienced an increase of 16% from the pre-cycle baseline value, with an average class value of 63.33 with a completion percentage of 44%. The learning outcomes of cycle II experienced an increase of 37.86% from the pre-cycle baseline value, with an average class value of 75.27 with a completion percentage of 83% with 15 students completing and 3 students not completing, and achieving more than the expected success indicator of 70%. Based on the research results, it can be concluded that there was an increase in the learning outcomes of Pancasila Education on the material of Gotong Royong, Characteristics of My Nation through the Cooperative Learning model in grade V students of SDN 007 Samarinda Ulu in the 2024/2025 academic year.
MANAJEMEN KONFLIK ANTAR PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA TIM SEKOLAH Laila; Bambang Setiono; Phiniel Kurung Pabita; Nanda Putri Amelia Santoso; Laili Komariyah; Yudo Dwiyono
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, penyebab, serta strategi manajemen konflik antar pendidik dan pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja tim sekolah. Konflik antar guru merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam organisasi pendidikan karena perbedaan latar belakang, nilai, gaya kerja, dan pandangan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap tiga sekolah menengah negeri di Kota Samarinda. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis konflik utama, yaitu konflik peran, konflik interpersonal, dan konflik profesional. Strategi yang paling efektif dalam penyelesaian konflik adalah komunikasi terbuka, mediasi kepala sekolah, serta pembentukan budaya kolaboratif antar pendidik. Manajemen konflik yang dijalankan secara integratif terbukti meningkatkan koordinasi, inovasi pembelajaran, serta kohesi dan kepercayaan antar guru. Dengan demikian, manajemen konflik tidak hanya berfungsi untuk mengurangi pertentangan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat kinerja tim dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis di sekolah.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MANAJEMEN KONFLIK ANTAR PENDIDIK DI SEKOLAH DASAR Winaryati; ⁠ Muhamad Guntur; Nadia Rahma; ⁠Juliansyah; Laili Komariyah; Yudo Dwiyono
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap manajemen konflik antar pendidik di sekolah dasar. Konflik di lingkungan pendidikan seringkali muncul akibat perbedaan pandangan, nilai, maupun kepentingan antar guru, sehingga diperlukan kemampuan kepemimpinan yang efektif untuk mengelola dan menyelesaikannya secara konstruktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Populasi penelitian ini adalah 85 guru dari lima sekolah dasar negeri di Kota X, dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling sebanyak 70 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas manajemen konflik (R² = 0,58; p < 0,05). Kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan transformasional terbukti lebih mampu menciptakan komunikasi terbuka, memperkuat kerja sama tim, serta menekan eskalasi konflik destruktif. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor strategis dalam menciptakan budaya kerja harmonis dan profesional di lingkungan sekolah dasar.