Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Group Counseling with A Behavioral Approach to Develop Adolescent Life Skills for Mitigating Occupational Health Risks at SMAN 4 Raha Sari, Elna; Sarumi, Rasniah; Naningsih, Ayu; Mulyawati, Endang Sri; Rianse, Muhammad Suriyadarman
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i3.4294

Abstract

Background: In this study, we aimed to evaluate the effectiveness of group counseling with a behavioral approach in preventing risky sexual behavior among adolescents within the context of rising public health concerns in Indonesia. With worrying national trends in premarital sexual activity and STI prevalence among youth, our objective was to assess the impact of a behavioral modification intervention to address gaps in existing school-based preventive programs. Methods: This pre-experimental study involved a one-group pretest-posttest design conducted at SMA Negeri 4 Raha in September 2024. A total of 34 students were enrolled, selected via proportionate stratified random sampling, and data were collected through structured self-administered questionnaires. Ethical approval was obtained from the relevant institutional review board, and participants provided informed assent. Results: The primary outcome of the study was the change in knowledge and awareness scores of safe sexual behavior, and a significant increase from a pre-test mean of 7.94 (SD=2.741) to a post-test mean of 11.44 (SD=3.230) was observed. Statistical analyses revealed a p-value of 0.001, confirming the intervention's significant effect. The findings highlight the effectiveness of group counseling in enhancing adolescent understanding and promoting safer decision-making. Conclusion: In conclusion, our study contributes to the understanding of adolescent sexual health prevention by demonstrating the efficacy of a behavioral group counseling model. This research provides insights into practical, school-based interventions that can be integrated into reproductive health programs. Future studies should address the long-term behavioral outcomes and incorporate a control group design, ultimately advancing knowledge in the field of international adolescent health.
Pengaruh Etika dan Hukum terhadap Kualitas Pelayanan Kebidanan di Rumah Sakit Umum Obi Sanwar, Sitti Nurlyanti; Rohmawati, Wahidah; Sarumi, Rasniah; Harnianti, Harnianti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5971

Abstract

Penerapan etika dan hukum kebidanan merupakan fondasi penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan maternal. RSU Obi sebagai rumah sakit tipe C di Maluku Utara menghadapi tantangan dalam mempertahankan kualitas pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan etika dan hukum kebidanan terhadap kualitas pelayanan kebidanan di RSU Obi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 99 bidan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji chi-square (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa penerapan etika kebidanan berada pada kategori baik dan sangat baik (100%; mean = 1,46; SD = 0,501). Pemahaman hukum kebidanan tergolong baik dan sangat baik sebesar 86,9%, namun penerapan hukum menunjukkan 30,3% responden berada pada kategori cukup, yang mengindikasikan adanya kesenjangan implementasi sebesar 19,2%. Kualitas pelayanan kebidanan menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 69,7%, sementara 30,3% responden menyatakan tidak puas. Uji chi-square tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penerapan etika dan hukum kebidanan dengan kualitas pelayanan (χ² = 0,008; p = 0,930; Fisher’s Exact p = 1,000). Meskipun tidak signifikan secara statistik, temuan ini mengidentifikasi adanya kesenjangan implementasi dan area perbaikan, yang kemungkinan dipengaruhi oleh efek plafon, homogenitas responden, serta faktor mediasi seperti supervisi dan ketersediaan sumber daya. Rekomendasi meliputi pelatihan komunikasi, penguatan supervisi formatif, integrasi modul etika-hukum dalam kurikulum, serta perbaikan dukungan struktural.
Efektivitas Promosi Kesehatan Berbasis Media Digital dalam Pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Remaja dan Dewasa Muda: Literature Review Sari, Elna; Saing, Fatmawati M; Sarumi, Rasniah; Albert, Albert; Sina, Wa; Male, Minarti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6872

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda yang memiliki kerentanan tinggi akibat perilaku seksual berisiko, rendahnya literasi kesehatan seksual, serta hambatan akses layanan. Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam strategi promosi kesehatan melalui media sosial, aplikasi kesehatan (mHealth), website edukatif, dan layanan konseling daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas promosi kesehatan berbasis media digital dalam pencegahan IMS pada remaja dan dewasa muda melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui pencarian artikel pada database ilmiah seperti PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dalam rentang 10–15 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi digital secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap positif terhadap perilaku seks aman, self-efficacy, serta niat dan penggunaan kondom. Intervensi yang berbasis teori perilaku seperti Health Belief Model (HBM), Theory of Planned Behavior (TPB), Social Cognitive Theory (SCT), Information–Motivation–Behavioral Skills Model (IMB), dan COM-B cenderung lebih efektif dibandingkan intervensi tanpa dasar teoretis. Media digital juga mampu mengurangi hambatan psikologis seperti stigma melalui anonimitas dan akses fleksibel. Namun, bukti mengenai dampak langsung terhadap penurunan angka kejadian IMS masih terbatas dan memerlukan penelitian longitudinal lebih lanjut. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan berbasis media digital merupakan strategi inovatif dan potensial dalam pencegahan IMS pada remaja dan dewasa muda, terutama jika dirancang secara interaktif, berbasis teori, serta terintegrasi dengan layanan kesehatan yang tersedia.
Transformasi Digital dalam Akses Informasi dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja: Peran Platform Digital dan Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Literasi dan Perilaku Sehat Sarumi, Rasniah; Albert, Albert; Sari, Elna; Sanwar, Sitti Nurlyanti; Nangsih, Ayu; Aifu, Dewi Kurniati; Lisna, Lisna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6933

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mentransformasi cara remaja mengakses informasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Sebagai generasi digital native, remaja cenderung memanfaatkan internet, media sosial, dan aplikasi kesehatan sebagai sumber utama informasi dibandingkan layanan tatap muka konvensional yang sering kali terhambat oleh stigma dan keterbatasan akses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran platform digital dan AI dalam meningkatkan akses, kualitas, serta efektivitas edukasi kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2014–2024 dan diperoleh melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi berbasis web, media sosial, mobile health (mHealth), serta chatbot berbasis AI berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi kesehatan reproduksi, pembentukan sikap yang lebih positif, serta penguatan perilaku preventif pada remaja. Pemanfaatan AI memungkinkan personalisasi materi edukasi, pemberian respons secara instan, serta interaksi anonim yang meningkatkan kenyamanan dalam membahas isu sensitif. Namun, implementasi teknologi ini masih menghadapi tantangan berupa misinformasi digital, potensi bias algoritma, kesenjangan akses internet, dan risiko pelanggaran privasi data kesehatan. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dan AI berpotensi memperkuat edukasi kesehatan reproduksi remaja secara inklusif dan adaptif, tetapi memerlukan regulasi, pengawasan, serta peningkatan literasi digital untuk menjamin keamanan dan akurasi informasi.