Articles
EDUKASI KESEHATAN PENANGANAN TERSEDAK PADA ANAK
Apriani;
Asih Fatriansari;
Putinah;
Rahmalia Afriyani;
Abdul Syafei;
Helsy Desvitasari;
Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.456
Tersedak merupakan suatu kegawatdaruratan yang sangat berbahaya, dalam beberapa menit saja akan terjadi kekurangan oksigen secara general atau menyeluruh sehingga klien akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung dan kematian secara permanen dari batang otak. Penanganan pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada anak tersedak adalah Back blow, heimlich manuver, dan chest trust. Akan tetapi tidak semua ibu atau orang tua mampu melakukan pertolongan pertama dalam penanganan tersedak. Perlu adanya edukasi kesehatan untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku orangtua tentang penanganan tersedak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengimplementasian hasil penelitian untuk meningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan tersedak pada anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media leaflet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 6 November 2023 dengan melibatkan 35 peserta penyuluhan. Hasil yang didapat dari kegiatan edukasi adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu dalam penanganan tersedak pada anak, sebelum diberikan edukasi tingkat pengetahuan kurang sebanyak 21 (60%) orang, baik sebanyak 14 (40%) orang. Setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan baik sebanyak 26 (74%) orang peserta dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 9 (27%) orang peserta. Disarankan kepada seluruh ibu khususnya ibu di Taman Kanak-Kanak Jayanti Palembang untuk selalu mengawasi dan memantau anak-anak mereka, dan dapat mengaplikasikan penanganan tersedak yang telah diajarkan, jika terdapat kasus tersedak di sekitar mereka.
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN IBU DALAM MENGHADAPI KEGAWATDARURATAN KERACUNAN MAKANAN
Apriani;
Asih Fatriansari;
Putinah;
Rahmalia Afriyani;
Helsy Desvitasari;
Abdul Syafei;
Dedi Pahrul
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 15 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52395/jkjims.v15i1.476
makanan yang telah terkontaminasi baik oleh pathogen maupun non pathogen. Menurut World Health Organization, keracunan makanan memiliki resiko tiga kali lipat terjadi pada anak usia 1-5 tahun, maka peran seorang ibu sangat berpengaruh pada permasalahan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi kegawatdaruratan keracunan makanan. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan pre and post test. Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu wali murid di Taman Kanak-Kanak X Palembang dengan menggunakan total sampling sebanyak 38 orang, penelitian ini dilakukan pada 24 – 27 Juni 2024 dengan menggunakan alat penelitian berupa lembar kuesioner. Kemudian data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil didapatkan p value = 0,000 (p< 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi keracunan makanan. Diharapkan kepada Kepala Sekolah untuk dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas dalam hal pemberian pendidikan kesehatan secara terjadwal minimal 1 kali dalam satu bulan terkait masalah keracunan makanan maupun kasus kegawatdaruratan lainnya.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH LUBAI ULU KABUPATEN MUARA ENIM
Helsy Desvitasari
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52395/jkjims.v14i1.412
Kinerja perawat merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seorang perawat dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab dan beban kerja yang diberikan. Kinerja perawat berhubungan erat dengan motivasi, pemberian motivasi kepada perawat dapat menggerakan perawat untuk melakukan kegiatan pelayanan dan asuhan keperawatan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan motivasi dengan kinerja perawat di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Crosssectional, subyek penelitian ini adalah perawat di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim di Unit Gawat Darurat, Ruang Rawat Inap Kelas 1&II, Ruang Rawat Inap Kelas III dengan jumlah responden sebanyak 28 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 08-30 Mei 2023. Hasil penelitian didapatkan bahwa motivasi kerja dengan kategori tinggi sebanyak 23 responden (82,1%) dan kinerja perawat dengan kateori yang baik sebanyak 19 responden (67,8%). Hasil uji statistik menunjukkan bagwa terdapat pengaruh motivasi kerja dengan kinerja perawat e dengan p value = 0,003. Saran Bagi rumah sakit diharapkan dapat memberikan motivasi yang lebih kepada perawat berupa reward atau penghargaan kepada perawat yang bertugas di Unit Gawat Darurat, Ruang Rawat Inap Kelas I&II, Ruang Rawat Inap Kelas III. Agar perawat dapat melakasankan tugas nya dengan baiklagi dengan adanya motivasi kepada perawat maka kinerja perawat akan lebih meningkat lagi dan dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap kepuasan pasien.
PELAKSANAAN KEPERAWATAN METODE TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP
Helsy Desvitasari;
Asih Fatriansari;
Putinah;
Rahmalia Afriyani;
Apriani;
M. Ramadhani Firmansyah;
Dedi Pahrul;
Abdul Syafei
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52395/jkjims.v14i2.450
Kepuasan kerja perawat menjadi elemen penting dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kontribusi dan peran serta perawat dalam pelayanan sebagai ujung tombak pelaksana pelayanan keperawatan berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarga pasien. Tercapainya semua kebutuhan asuhan yang diperlukan tidak terlepas dari metode pelayanan yang diberikan salah satunya melalui pendekatan metode tim. Metode tim yang diterapkan dapat menciptakan sinergi antar perawat dam peningkatkan keterampilan antar tim dalam penyelesaian masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan keperawatan metode tim terhadap kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Ruang Rawat Inap. Sampel diambil dengan cara non probability dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah 64 responden. Data diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pelaksanaan keperawatan metode tim terhadap kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Siti Khadijah dengan nilai p value = 0,016. Diharapkan pihak RS dapat melakukan evaluasi kinerja perawat khususnya di ruang rawat inap dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama dalam aplikatif metode tim.
Impact Of The Aris Module (Anxiety And Depression Reduction Through Islamic Spiritual Care) On Patients With Coronary Heart Disease
Wisuda, Aris Citra;
Tukimin bin Sansuwito;
Citra Suraya;
Helsy Desvitasari
Journal Of Nursing Science Research Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Nursing Science Research
Publisher : Citra Internasional Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33862/jnsr.v1i2.503
Background: Coronary heart disease (CHD) is a significant health issue that causes both physical and psychological distress, including heightened anxiety and depression. Islamic-based spiritual care practices may improve mental well-being in CHD patients. Objectives: This study aims to evaluate the effectiveness of the ARIS Module (Anxiety and Depression Reduction through Islamic Spiritual Care) in reducing anxiety and depression among CHD patients. Methods: Conducted from September to October 2024 at Siti Khadijah Islamic Hospital in Palembang, the study included 84 CHD patients, divided into an intervention group (42) and a control group (42), selected through purposive sampling. A pre- and post-intervention design was used to assess anxiety and depression levels before and after the ARIS Module, which incorporates Islamic spiritual practices such as guided prayer, reflection, and recitation. Results: The intervention group showed a statistically significant reduction in anxiety and depression levels. Patients also reported increased peace, spiritual connection, and emotional stability, enhancing their coping abilities and overall quality of life. Conclusions: The ARIS Module effectively reduced anxiety and depression in CHD patients, highlighting the value of integrating spiritual care into CHD treatment for mental and emotional health. Suggestions: It is recommended to incorporate programs like ARIS module into healthcare settings, with further research to explore its impact across diverse patient populations.
EFFECTIVENESS OF 3S-BASED NURSING DOCUMENTATION TRAINING (SDKI, SLKI, SIKI) ON NURSES’ KNOWLEDGE, PERFORMANCE, AND DOCUMENTATION SKILLS
Wisuda, Aris Citra;
Citra Suraya;
Miming Oxyandi;
Raden Surahmat;
Muhamad Andika Sasmita Saputra;
Helsy Desvitasari
Journal Of Nursing Science Research Vol. 2 No. 1 (2025): Journal Of Nursing Science Research
Publisher : Citra Internasional Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33862/jnsr.v2i1.589
Accurate and comprehensive nursing documentation is essential for ensuring continuity of care, legal accountability, and quality outcomes. However, many nurses face challenges in implementing standardized documentation practices. The 3S-based framework comprising SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), and SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) has been developed to enhance the quality and consistency of nursing records. This study aimed to evaluate the effectiveness of 3S-based nursing documentation training on nurses’ knowledge, performance, and documentation skills. A quasi-experimental design with a pretest-posttest approach was conducted at two hospitals: RSUD Sungaililin in December 2024 and RSUD Bayung Lencir in April 2025. A total of 80 nurses participated, with 40 respondents from each hospital. The intervention consisted of structured training sessions on the 3S documentation model. Data were collected using validated questionnaires and observation checklists, and were analyzed using paired and independent t-tests to assess changes before and after the intervention. The findings showed a significant improvement in nurses’ knowledge, performance, and documentation skills following the training (p < 0.05). Both hospitals demonstrated consistent positive outcomes, indicating the effectiveness of the 3S-based training regardless of setting. The 3S-based documentation training significantly enhances nurses’ competencies in recording patient care. These results support the integration of structured documentation models into nursing education and hospital in-service training programs to improve care quality and documentation practices.
EDUKASI KESEHATAN PENTINGNYA SELF EFFICACY DALAM PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS
Apriani;
Putinah;
Helsy Desvitasari;
Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52395/ujpkm.v1i1.367
Kecelakaan lalu lintas merupakan hal yang menjadi masalah di seluruh dunia. Pertolongan yang diberikan di lokasi kejadian merupakan bagian dari pre-hospital care yang diberikan kepada korban sebelum korban kecelakaan lalu lintas sampai di rumah sakit. Tingginya angka kematian pada korban kecelakaan lalu lintas bisa disebabkan karena pemberian pertolongan pertama yang kurang tepat pada korban. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan self efficacy siswa dalam pertolongan pertama kecelakaaan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media leaflet tentang pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2022 dengan melibatkan 26 peserta penyuluhan. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan self efficacy dalam pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas. Kesimpulan semakin baik tingkat pengetahuan siswa, semakin baik pula self efficacy dalam melakukan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas.
Hospital Ownership and Minimum Service Standards Achievement: Empirical Evidence from Indonesia
Helsy Desvitasari
Journal of Health Service Administration and Hospital Management Vol. 1 No. 2 (2025): July, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69855/laceri.v1i2.406
Healthcare service quality is a global priority, and in Indonesia it is assessed through the implementation of Minimum Service Standards (MSS) integrated with National Quality Indicators (NQI). MSS function as a standardized benchmark to evaluate hospital performance across different ownership types. This study aims to examine differences in MSS achievement between government and private hospitals. A quantitative comparative design was employed using secondary MSS/NQI data from 60 Type B and C general hospitals located in Java and Sumatra during 2023–2024. Hospitals were equally categorized by ownership (government and private). Data analysis included descriptive statistics, assumption testing, and independent sample t-tests to identify differences in composite MSS achievement between the two groups. The analysis demonstrated a statistically significant difference in MSS achievement based on hospital ownership. Private hospitals showed higher overall MSS attainment compared to government hospitals, with mean achievement scores of 94.05% and 87.21%, respectively (p < 0.001). This result indicates a measurable performance gap in meeting minimum service quality standards between ownership types. Hospital ownership is significantly associated with the achievement of Minimum Service Standards in Indonesia. Private hospitals consistently achieve higher MSS scores than government hospitals, suggesting structural differences in service quality performance. These findings provide empirical evidence on the role of ownership in hospital quality outcomes and highlight the importance of further investigation into organizational and management factors influencing MSS compliance.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial di Malam Hari dengan Kualitas Tidur pada Remaja
Sevi Sartika Kusumawati;
Dewi Rury Arindari;
Rahmalia Afriyani;
Helsy Desvitasari;
Dea Mega Arini
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30835
ABSTRAK Penggunaan media sosial pada malam hari semakin meningkat di kalangan remaja dan berpotensi memengaruhi kualitas tidur. Penggunaan gawai pada malam hari dapat mengganggu tidur karena paparan cahaya biru yang diterima retina dan diteruskan ke pusat pengatur ritme sirkadian di otak. Kondisi ini menekan produksi hormon melatonin sehingga menunda waktu tidur dan menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial di malam hari dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Karya Ibu Palembang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Karya Ibu Palembang sebanyak 178 siswa dengan sampel 71 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada 04–11 Desember 2025. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 53,5% responden memiliki intensitas penggunaan media sosial aktif pada malam hari dan 71,8% responden memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,006 (<0,05), sehingga disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial di malam hari dengan kualitas tidur remaja. Sekolah disarankan memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak untuk meningkatkan kualitas tidur remaja.Kata kunci: Intensitas media sosial; kualitas tidur; malam hari; remaja ABSTRACT Nighttime social media use among adolescents is increasingly prevalent and has the potential to affect sleep quality. The use of electronic devices at night can disrupt sleep due to exposure to blue light, which is received by the retina and transmitted to the brain's circadian rhythm regulatory center. This condition suppresses melatonin hormone production, thereby delaying sleep onset and reducing sleep quality. This study aimed to examine the relationship between nighttime social media usage intensity and sleep quality among adolescents at SMA Karya Ibu Palembang. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all grade X and XI students at SMA Karya Ibu Palembang, totaling 178 students, with a sample of 71 respondents selected using accidental sampling technique. Data collection was conducted from December 4–11, 2025. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that 53.5% of respondents had active nighttime social media usage intensity, and 71.8% had poor sleep quality. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.006 (<0.05), indicating a statistically significant relationship between nighttime social media usage intensity and sleep quality among adolescents. It is recommended that the school provide education on wise social media use to help improve adolescents' sleep quality.Keywords : Social media intensity; sleep quality; nighttime;adolescents