Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMANFAATAN HASIL BUDIDAYA MAGGOT Hermetia illucents SEBAGAI BAHAN PAKAN ALTERNATIF IKAN DI KELOMPOK WANITA TANI “MAKMUR BERKAH” DESA KUTASARI KABUPATEN BANYUMAS Setiyono, Eko; Sukmaningrum, Sri; Hana, Hana; Simagunsong, Tohap; Susatyo, Priyo; Sugiharto, Sugiharto; Atang, Atang
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2071

Abstract

The women's farmer group (KWT) "Makmur Berkah" is located in Kutasari Village, Baturraden District, Banyumas Regency, which has activities managing village-owned agricultural land and managing fish farming ponds. Fish farming carried out by members varies, for example, tilapia, gourami, carp, tilapia, pomfret and catfish. Fish farming efforts aim to improve the resilience and welfare of member families, but these activities are still secondary and have not been managed properly and the main problem faced is the provision of fish feed. This community service aims to provide skills in training in making alternative fish feed based on Hermetia illucents maggots. The methods used in this community service are program socialization, material presentation, post-harvest handling training for maggots, making feed formulations, making alternative feed in the form of pellets for fish feed, mentoring, and program evaluation. To determine understanding of the program, an evaluation was carried out in the form of providing a pre-test and post-test. In addition, an evaluation was also carried out to determine changes in partner behavior and the impact of making demonstration plots on partners. The results of community service activities are that the KWT group is enthusiastic about participating in socialization, listening to materials and discussions. Then the KWT group was able to make a fish pellet feed formulation and print fish pellets from Hermentia illusens larvae flour. Thus, it can be concluded that the activities provided were able to equip KWT in producing alternative fish feed based on maggots.
Karakteristik Telur, Daya Tetas, Pertumbuhan Larva Hermetia illucens, Sintasan Larva Selama Pemeliharaan. Eko Setiyono; Eko Setio Wibowo; Sri Sukmaningrum; Sugiharto Sugiharto; Atang Atang; Trisno Haryanto
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p1

Abstract

Larva black soldier fly/BSF (Hermetia illucens) atau yang dikenal sebagai maggot berpotensi digunakan sebagai pakan ikan berprotein tinggi. Sejauh ini maggot telah banyak diaplikasikan sebagai pakan ikan baik dalam bentuk segar, tepung, pelet maupun mikrokapsul. Namun, sampai saat belum ada evaluasi telur maggot yang baik untuk digunakan, daya tetas telur, dan perkembangan maggot yang dipelihara untuk mempertahankan kandungan nutrisinya. Tujuan penelitian adalah memperoleh informasi tentang karakteristik telur, daya tetas dan pertumbuhan Larva H. illucens. Penelitian dilakukan dengan metode survei observasional. Pengamatan dilakukan terhadap model pemeliharaan yang diberikan. Aspek pemeliharan diperhatikan meliputi pemilihan telur, inkubasi, perawatan larva, dan pasca panen. Hasil penelitian diperoleh karakter telur meliputi warna telur yang terdiri dari warna putih (telur usia 0 jam oviposisi), warna kuning (telur usia 6 jam setelah oviposisi), warna kuning keemasan (usia 24 jam setelah oviposisi), dan warna coklat (usai 48 jam telur oviposisi), rata-rata panjang per butir telur 1 mm, rata-rata bobot per butir telur 2,82 µg, rata-rata jumlah telur per gram 35350 butir. Daya tetas telur BSF adalah 98,6 ± 1,09% dan sintasan larva selama delapan hari pemeliharan 95,65±1,08%. Bobot tubuh per ekor pada usia delapan hari (fase instar 6) adalah 120 mg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah karakter warna telur menujukkan usia perkembangan yang berbeda dan dengan pemeliharaan yang baik mampu mempertahankan daya tetas telur, sintasan larva dan perkembangan sampai instar enam.
Karakteristik Telur, Daya Tetas, Pertumbuhan Larva Hermetia illucens, Sintasan Larva Selama Pemeliharaan. Eko Setiyono; Eko Setio Wibowo; Sri Sukmaningrum; Sugiharto Sugiharto; Atang Atang; Trisno Haryanto
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p1

Abstract

Larva black soldier fly/BSF (Hermetia illucens) atau yang dikenal sebagai maggot berpotensi digunakan sebagai pakan ikan berprotein tinggi. Sejauh ini maggot telah banyak diaplikasikan sebagai pakan ikan baik dalam bentuk segar, tepung, pelet maupun mikrokapsul. Namun, sampai saat belum ada evaluasi telur maggot yang baik untuk digunakan, daya tetas telur, dan perkembangan maggot yang dipelihara untuk mempertahankan kandungan nutrisinya. Tujuan penelitian adalah memperoleh informasi tentang karakteristik telur, daya tetas dan pertumbuhan Larva H. illucens. Penelitian dilakukan dengan metode survei observasional. Pengamatan dilakukan terhadap model pemeliharaan yang diberikan. Aspek pemeliharan diperhatikan meliputi pemilihan telur, inkubasi, perawatan larva, dan pasca panen. Hasil penelitian diperoleh karakter telur meliputi warna telur yang terdiri dari warna putih (telur usia 0 jam oviposisi), warna kuning (telur usia 6 jam setelah oviposisi), warna kuning keemasan (usia 24 jam setelah oviposisi), dan warna coklat (usai 48 jam telur oviposisi), rata-rata panjang per butir telur 1 mm, rata-rata bobot per butir telur 2,82 µg, rata-rata jumlah telur per gram 35350 butir. Daya tetas telur BSF adalah 98,6 ± 1,09% dan sintasan larva selama delapan hari pemeliharan 95,65±1,08%. Bobot tubuh per ekor pada usia delapan hari (fase instar 6) adalah 120 mg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah karakter warna telur menujukkan usia perkembangan yang berbeda dan dengan pemeliharaan yang baik mampu mempertahankan daya tetas telur, sintasan larva dan perkembangan sampai instar enam.
Hubungan Tipe Kepribadian Ekstraversi Dengan Stress Kerja Pada Polri Polresta Magelang di Bagian Administrasi Setiyono, Eko; I. Winta, Mulya Virgonita; Pratiwi, Shinta
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian ekstraversi dengan stress kerja pada POLRI POLRESTA Magelang di Bagian Administrasi.  Hipotesis awal dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara kepribadian ekstraversi dengan stress kerja pada POLRI POLRESTA Magelang di Bagian Administrasi. Subjek penelitian adalah anggota POLRI POLRESTA Magelang di Bagian Administrasi. Data yang dikumpulkan menggunakan Skala likert yaitu skala kepribadian ekstraversi dan skala stress kerja. Data dianalisis menggunakan korelasi product moment dengan program SPSS v.26. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai nilai p=0,000 (p < 0,05). Berarti ada hubungan negatif yang signifikan antara kepribadian ekstraversi dengan stress kerja pada POLRI POLRESTA Magelang di Bagian Administrasi. Semakin tinggi kepribadian ekstraversi yang dimiliki maka semakin rendah stres kerja pada POLRI POLRESTA Magelang di Bagian Administrasi. Sebaliknya semakin rendah kepribadian ekstraversi yang dimiliki maka semakin tinggi pula stres kerja pada POLRI POLRESTA Magelang di Bagian Administrasi. Implikasi penelitian ini adalah sebagai rujukan referensi mengenai hubungan antara kepribadian ekstraversi dengan stress kerja pada POLRI POLRESTA Magelang di Bagian Administrasi.
Examining Emotional Intelligence, Perceived Organizational Support, and Job Satisfaction on Job Performance Setiyono, Eko; Satrya, Aryana
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 6 (2025): JIMKES Edisi November 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i6.4346

Abstract

This study explores how emotional intelligence and perceived organizational support influence job performance among government employees, focusing on the mediating role of job satisfaction. The research targets civil servants at the directorate general of customs and excise in Indonesia, where complex regulatory demands and public service expectations create high pressure. The objective is to examine direct and indirect effects of these factors on performance and satisfaction in a public sector context. A quantitative approach was used, collecting data from 249 respondents through cross-sectional surveys. Analysis employed partial least squares structural equation modeling with SmartPLS 4 software, applying bootstrapping and blindfolding procedures. Results show that emotional intelligence positively affects both job satisfaction and job performance directly. Perceived organizational support significantly improves job satisfaction but has no direct impact on job performance. Job satisfaction positively influences job performance and mediates the relationships between emotional intelligence, perceived organizational support, and job performance. These findings highlight job satisfaction as a key psychological mechanism linking individual and organizational factors to better employee outcomes in public institutions.