Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Pemakaian Perban Kompresi Elastis terhadap Lingkar Kaki pada Edema Tungkai Pasien Kondisi Kritis Hartono, Susilo; Hidayati, Tri Nur; Herianto, Agus; Ar Rosyid, Fadhillah Padang; Setyawan, Pandu
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 2 No 1 (2025): MJS (Juli)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70605/wbgwea66

Abstract

LATAR BELAKANG: Edema tungkai merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien kritis. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan rentang gerak dan atrofi tungkai, yang kemungkinan dapat memperlambat pemulihan serta meningkatkan biaya dan lama perawatan di rumah sakit. Penanganan edema tungkai masih didominansi oleh pendekatan farmakologis dengan terapi diuretik, sementara metode non-farmakologis seperti perban kompresi elastis belum banyak diterapkan TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan perban kompresi elastis terhadap lingkar kaki pada edema tungkai pasien kritis. METODE: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest dan posttest nonequivalent control group design. Sebanyak 21 subjek penelitian direkrut sebagai kelompok intervensi dan kontrol tanpa randomisasi. Prosedur standar manajemen edema yaitu elevasi tungkai setinggi 30º dari pangkal paha dilakukan pada kedua kaki. Selanjutnya, perban kompresi elastis merk Tensocrepe 4 inchi BSN FL 72017 (lebar 10 cm dan panjang 4,5 m) dipasang pada salah satu sisi tungkai, sementara sisi lainnya tidak dilakukan pemasangan. Pemasangan perban kompresi elastis dilakukan selama 8 jam. Perubahan lingkar edema tungkai pada awal dan akhir dilakukan perbandingan antara kedua kelompok. HASIL: Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan edema sebelum dan sesudah intervensi perban elastis. Rerata edema pertengahan betis pretest adalah 31,23±3,81 dan posttest 28,86±3,93; rerata edema pergelangan kaki pretest adalah 22,74±1,86 dan posttest 21,15±1,69. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam perubahan lingkar kaki pada edema tungkai antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (nilai p < 0,001). KESIMPULAN: Penggunaan perban kompresi elastis berpengaruh terhadap penurunan lingkar kaki pada edema tungkai pasien kritis. Pendekatan manajemen edema dengan teknik perban kompresi elastis dapat dipertimbangkan karena efektif dan mudah diterapkan. Kata Kunci : perawatan kritis, perban kompresi elastis, lingkar kaki edema, edema tungkai
PERANCANGAN ARSITEKTUR JARINGAN LAN PADA WARNET PAGELARAN MENGGUNAKAN CICSO PAKET TRACER Yono, Pri; Hartono, Susilo; Handoko, Dwi
Journal of Software Engineering and Technology. Vol 4, No 2 (2024): SEAT: Journal Of Software Engineering and Technology
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69769/seat.v4i2.205

Abstract

Jaringan LAN merupakan jaringan komputer yang terbatas pada area kecil, seperti rumah, warnet, kantor,gedung, sekolah, atau area yang relatif lebih kecil. Penelitian ini di lakukan untuk merancangarsitektur jaringan lan pada warnet pagelaran menggunakan cicso paket tracer.Warnet Pagelaran sebagai tempat hiburan dan aktivitas online memerlukan jaringan LAN yang dapat menangani lalu lintas data yang tinggi dari berbagai perangkat yang terhubung. Perancangan arsitektur jaringan LAN pada Warnet Pagelaran melibatkan kebutuhan untuk menyediakan koneksi internet yang stabil dan cepat bagi para pengguna yang menggunakan layanan warnet. Dengan desain arsitektur jaringan LAN yang sesuai, Warnet pagelaran dapat memberikan pengalaman pengguna yang optimal dalam hal koneksi internet yang stabil, kecepatan akses yang tinggi, dan keamanan data yang terjamin. Maka dari itu penulis bertujuan membuat rancangan arsitektur jaringan LAN padawarnet pagelaran.Diharapkan hasil adanya penelitian ini, Warnet pagelaran dapat mengimplementasikan jaringan LAN untuk menyediakan koneksi internet yang stabil dan cepat bagi para pengguna.
Architecture and Field Evaluation of an IoT-Integrated Village Information System for Public Service Susilo Hartono; Tole Sutikno; Anton Yudhana
Telematika Vol 19, No 1: February (2026)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/telematika.v19i1.3265

Abstract

Village public services often struggle with slow administrative workflows, limited transparency, and unequal access to service information, particularly where processes remain manual and difficult to monitor in real time. This study evaluates a deployed integrated village information system augmented with Internet of Things (IoT) signals—RFID-based operational monitoring and water/electricity facility-status sensing—to assess whether service quality improved after implementation and to clarify the system mechanisms that plausibly explain observed changes. An explanatory sequential mixed-method design was applied. Quantitatively, a paired two-wave pre–post survey was completed by 100 residents (1 = strongly disagree, 5 = strongly agree) to measure Speed/Responsiveness, Accuracy (Information Quality), Ease of Access/Use, and Satisfaction. Qualitatively, in-depth interviews with village staff and residents, supported by field observations, were conducted to interpret quantitative shifts and identify constraints. Paired-sample tests indicated significant increases across all dimensions (p < 0.001) with medium-to-large effects (Cohen’s d_z = 0.58–0.92): Speed/Responsiveness increased from 3.12 to 3.76, Accuracy from 3.30 to 4.05, Ease of Access/Use from 3.15 to 3.70, and Satisfaction from 3.18 to 4.16. The qualitative strand linked these improvements to system-level features, including workflow digitalization with earlier verification and routing, administrative data validation with audit logging and digital archiving, and transparent request-status tracking via dashboards, while highlighting persistent risks related to connectivity reliability, operator capacity, digital inclusion for older residents, and personal-data governance. The contribution of this work is a systems-aware, field-based evaluation that couples an explicit IoT–information-system integration view (architecture, modules, and data lifecycle) with a two-wave paired outcome assessment and stakeholder explanations in a real village governance setting.
Empowering pilgrims through digital literacy: Evaluating ritual understanding via mobile hajj applications at KBIHU Ahmad Dahlan Aris Rakhmadi; Susilo Hartono; Muchlas Muchlas; Anton Yudhana
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3059

Abstract

This community service initiative evaluates the impact of mobile applications, namely Haji Pintar–Satu Haji and Kawal Haji, in enhancing digital literacy and ritual understanding among pilgrims at KBIHU Ahmad Dahlan, Pringsewu. The program was implemented over a one-month period and involved participants engaging in mobile-based tutorials and mentoring activities designed to support comprehensive Hajj preparation. The learning materials focused on improving participants’ understanding of Hajj rituals while simultaneously strengthening their ability to use digital applications effectively. Survey results indicated that nearly all participants had access to Android smartphones, with 41.3% of respondents assessing their digital skills as “very good.” Among the available features, video tutorials were the most frequently accessed, accounting for 34.8% of usage, as they were perceived as clear and easy to understand. The majority of pilgrims reported improved comprehension of Hajj rituals after participating in the program. Despite these positive outcomes, several challenges were identified, including infrequent application usage, accessibility limitations for some users, and participant requests for offline learning content. Overall, the findings demonstrate the significant potential of mobile applications to support Hajj preparation through religious education and digital engagement. The study recommends further development through more inclusive application design, offline accessibility, and sustained digital engagement strategies to enhance the effectiveness of community outreach programs in religious education.
Rancang Bangun Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Mesin Sepeda Motor dengan Pendekatan Supervised Learning Berbasis Mobile Baskoro; Susilo Hartono; Agung Setio; Zahara Nabila
Sienna Vol 7 No 1 (2026): Sienna Volume 7 Nomor 1 Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/sienna.v7i1.2332

Abstract

The increasing number of motorcycles in Indonesia is not accompanied by adequate technical understanding among their users, resulting in frequent delays in handling mechanical anomalies that result in fatal damage. This study aims to design and implement MotoDoctorAI, a mobile-based expert system that functions as a motorcycle damage diagnosis assistant in the Pringsewu Regency area. The research method uses qualitative and quantitative approaches through field observations at authorized repair shops, expert interviews for tacit knowledge acquisition, and an Agile system development model. This system integrates an inference engine to process engine, fuel system, and undercarriage damage symptoms into technical recommendations. Test results show that MotoDoctorAI successfully achieved a diagnostic accuracy rate of 85% when compared to expert mechanic verdicts. An additional feature in the form of a geographic information system for the location of the nearest repair shop in Pringsewu provides a practical contribution in accelerating access to after-sales service. This study concludes that digitizing expert knowledge into a mobile platform is effective in increasing vehicle maintenance independence for the general public, although further development is needed in the aspect of audio sensor integration to improve diagnostic precision.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL BERBASIS BUDAYA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Binti Anisaul Khasanah; Nurmitasari Nurmitasari; Susilo Hartono; Nur Mutoharoh; Robby Kurniawan Syahputra; Fahrurrozi Fahrurrozi; Umar Abdul Aziz; Kasih Dua Monika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21417

Abstract

Abstrak: Prioritas permasalahan mitra adalah keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan media digital yang terintegrasi dengan budaya untuk meningkatkan literasi dan pemahaman konsep matematika. Tujuan kegiatan PKM ini adalah meningkatkan kemampuan guru matematika SMA se kabupaten Pringsewu yang tergabung dalam MGMP dalam membuat media digital berbasis budaya yang layak dan efektif sebagai upaya peningkatan literasi dan pemahaman konsep. Metode pelaksanaan PKM adalah penyuluhan, workshop dan pendampingan. Adapun sistem evaluasi yang digunakan pada PKM ini adalah tes (pretest dan posttest). Tes digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam membuat media digital yang terintegrasi dengan budaya. Mitra PKM ini adalah guru matematika SMA sekabupaten Pringsewu sebanyak 40 orang. Kegiatan PKM ini menghasilkan (1) pemahamanan dalam mengembangkan media pembelajaran terintegrasi budaya pada mata pelajaran matematika meningkat sebesar 22%; dan (2) guru mampu merancang dan mengembangkan media pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan budaya lampung.Abstract: The partner's priority problem is the limited ability of teachers to develop digital media that is integrated with culture to increase literacy and understanding of mathematical concepts. The aim of this PKM activity is to improve the ability of high school mathematics teachers in Pringsewu district who are members of the MGMP to create appropriate and effective culture-based digital media in an effort to increase literacy and understanding of concepts. The methods for implementing PKM arecounseling, workshops and mentoring. The evaluation system used in PKM is a test (pretest and posttest). The test is used to determine the increase in teachers' abilities in creating digital media that is integrated with culture. The PKM partners are 40 high school mathematics teachers in Pringsewu Regency. This PKM activity resulted in (1) increased understanding of developing culturally integrated learning media in mathematics subjects by 22%; and (2) teachers are able to design and develop mathematics learning media that is integrated with Lampung culture.
Assessing Digital Readiness of Indonesian Hajj Pilgrims for Mobile Translation Tools Aris Rakhmadi; Susilo Hartono
JURPIKAT Vol 7 No 3 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i3.2959

Abstract

The Hajj pilgrimage takes place in a multilingual environment that requires adequate communication skills from pilgrims. Indonesian Hajj pilgrims, particularly middle-aged and elderly individuals, often face language barriers when interacting with service providers and local communities. This community service activity aimed to assess pilgrims’ digital readiness as a foundational step toward the use of technology-based communication support. Conducted in collaboration with KBIHU Ahmad Dahlan Pringsewu, Lampung, the activity involved socialization sessions, hands-on assistance, and questionnaire-based feedback from 46 Hajj pilgrims. The findings indicate that 97.8% of participants reported sufficient to excellent smartphone literacy, reflecting a strong baseline of digital readiness. Nevertheless, communication support remains an unmet need, as 69.6% of participants preferred offline-capable application features. These results suggest that mobile translation tools, such as Google Translate, have strong potential as practical communication aids during Hajj. A follow-up community service program focused on hands-on training in the use of mobile translation tools is therefore recommended.
Sosialisasi Aplikasi Digital Haji Pintar - Satu Haji dan Kawal Haji untuk Meningkatkan Pemahaman Jamaah KBIHU Ahmad Dahlan Pringsewu Aris Rakhmadi; Susilo Hartono; Muchlas; Anton Yudhana
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Digital dalam Pelayanan Publik dan Keagamaan
Publisher : IndoCompt Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi aplikasi digital Haji Pintar – Satu Haji dan Kawal Haji dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung digitalisasi pembinaan ibadah haji. Kegiatan ini menyasar 46 jamaah KBIHU Ahmad Dahlan Pringsewu dengan pendekatan berbasis video tutorial, distribusi materi digital, dan pendampingan daring. Hasil survei menunjukkan bahwa 97,8% jamaah memiliki kemampuan dasar dalam penggunaan smartphone, dan 73,9% belum pernah berhaji. Video tutorial disebarluaskan melalui platform WhatsApp bimbingan haji dan umrah, dan YouTube. Evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 80% responden merasa aplikasi membantu meningkatkan pemahaman terhadap tata cara ibadah. Fitur video manasik dan simulasi ritual menjadi yang paling sering diakses. Sosialisasi digital terbukti efektif menjangkau jamaah secara fleksibel dan partisipatif, serta berkontribusi dalam memperluas literasi digital keagamaan. Kegiatan ini memberikan model implementasi bimbingan haji berbasis teknologi yang dapat direplikasi di wilayah lain.