Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Faktor Kerja terhadap Kualitas Hidup Pekerja dengan Anggota Keluarga Berkebutuhan Khusus SLB/C Arissaputra, Hardi; Yusvita, Fierdania; Muda, Cut Alia Keumala
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.1.2025.91-104

Abstract

Kualitas hidup pekerja yang memiliki anggota keluarga berkebutuhan khusus merupakan isu yang penting untuk diperhatikan, khususnya di lingkungan pendidikan inklusif seperti Sekolah Luar Biasa. Pekerja dengan tanggung jawab ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh sering menghadapi berbagai tantangan, termasuk beban psikologis, tuntutan sosial, serta keterbatasan waktu dan sumber daya. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis kualitas hidup pekerja dengan anggota keluarga berkebutuhan khusus di SLB/C Wimar Asih Jakarta Selatan Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif menggunakan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 57 dan jumlah sampel berjumlah 38. Subjek penelitian ini adalah anggota keluarga dari anak berkebutuhan khusus. Teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk analisis bivariat. Hasil menunjukkan bahwa kualitas hidup pekerja berada dikategori sedang. Untuk hasil uji univariat didapatkan domain fisik memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 69,13, sementara domain lingkungan memiliki nilai rata-rata terendah sebesar 64,08. Domain psikologis dan hubungan sosial masing-masing memiliki nilai rata-rata 68,32 dan 65,63. Hasil bivariat didapatkan nilai P Value = 1.000 disimpulkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan dengan kualitas hidup. Tidak terdapat hubungan kerja terhadap kualitas hidup pekerja pada anggota keluarga anak berkebutuhan khusus dan kualitas hidup pekerja menunjukkan pada kategori sedang di SLB/C Wimar Asih.
EDUKASI FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DAN PENCEGAHANNYA PADA MASYARAKAT DI TEGAL ALUR, JAKARTA BARAT Veronika, Erna; Muda, Cut Alia Keumala; Irfandi, Ahmad; Simatupang, Meithyra Melviana; Azteria, Veza
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i3.2446

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Hipertensi disebut sebagai the silent disease dimana banyak penderita tidak sadar kalau menderita hipertensi karena sering terjadi tanpa disertai dengan adanya keluhan. Salah satu penyebab utama hipertensi adalah berkaitan dengan kebiasaan dan pola hidup manusia, oleh karenanya dibutuhkan upaya pencegahan sejak dini untuk mengurangi faktor risiko yang ada. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan serta kesadaran masyarakat akan bahaya dari penyakit hipertensi sehingga masyakakat mampu untuk mencegah faktor risiko yang ada dengan mengubah perilaku mereka. Metode kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab serta pemberian kuis. Sasaran kegiatan ini adalah semua masyarakat usia produktif di RT 01 RW 08 Kayu Besar, Tegal Alur yang berjumlah 32 orang yang dilakukan pada 04 Juni 2022. Kegiatan yang dilakukan antara lain senam sehat, pemberian edukasi, pre test, sesi diskusi dan tanya jawab, post test serta pemberian kuis berhadiah. Media edukasi yang digunakan antara lain materi menggunakan power point, video animasi dan poster. Hasil pre test menunjukkan nilai rata-rata peserta adalah 73,75 dan nilai rata-rata post test adalah 83,12 dan hasil uji bivariat menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan peserta sebelum dilakukan penyuluhan dengan setelah dilakukan penyuluhan terkait hipertensi (p=0,012). Kegiatan edukasi ini dapat dilakukan secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahaya hipertensi dan dapat mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat yang beresiko terhadap penyakit hipertensi
PELATIHAN HEIMLICH MANEUVER PADA MAHASISWA/I KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ESA UNGGUL TAHUN 2024 Muda, Cut Alia Keumala; Andani, Dhea Julia; Hurit, Hermanus Ehe; Hilhami, Hilhami
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 11, No 5 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v11i5.9387

Abstract

Tindakan Heimlich Maneuver adalah tindakan dengan cara mengeluarkan benda asing yang menyumbat laring secara total. Prinsip melakukan tindakan heimlich maneuver adalah dengan memberikan tekanan pada paru. Pelatihan dilakukan menggunakan metode diskusi interaktif dan praktek, pada bulan Desember 2024 yang diberikan kepada mahasiswa kesehatan masyarakat yang menjelaskan tentang mengenali kondisi tersedak, mengetahui langkah-langkah bantuan hidup dasar, mengetahui langkah-langkah penanganan sumbatan jalan napas (Airway) serta langkah-langkah tindakan heimlich maneuver. Dalam sesi diskusi interaktif, peserta dapat bertanya dan berbagi pengalaman tentang heimlich maneuver, hal ini membantu peserta dalam memperkuat pemahaman mereka. Pelatihan ini dilaksanakan di Universitas Esa Unggul dan dihadiri sebanyak 80 peserta yang dibagi menjadi 4 sesi pertemuan. Kegiatan pelatihan dimulai dari kedatangan mahasiswa, penyuluhan yang didalamnya juga terdapat pembagian pre-test, penyampaian materi, sesi tanya jawab, praktek, serta pembagian post-test. Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar dan kondusif, ditandai dengan keaktifan partisipan selama kegiatan berlangsung. Hal ini dapat dilihat melalui hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan kepada mahasiswa bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mengenai heimlich maneuver  yang telah disampaikan.Kata kunci : Heimlich Maneuver, Pelatihan, dan Mahasiswa
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA UMKM MAKANAN AYAM GORENG XY DI KECAMATAN CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2024 Denik, Denik; Putri, Eka Cempaka; Muda, Cut Alia Keumala; Heryana, Ade
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42927

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dan data kuesioner menggunakan metode Nordic Body Map yang dilakukan di UMKM Makanan Ayam Goreng XY terhadap 5 pekerja, didapati sebanyak 100% pekerja mengalami rasa nyeri di pinggang dan bokong, 80% mengeluhkan nyeri di leher bagian atas, 60% pekerja mengalami nyeri di bahu kiri maupun kanan dan 40% mengalami nyeri betis. Tujuan: mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada UMKM di bidang makanan ayam goreng XY di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan pengamatan, dengan variabel penelitian meliputi keluhan LBP, usia, kebiasaan merokok, durasi dan masa kerja. Pengumpulan informasi dilakukan dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan observasi. Variabel yang diteliti mencakup keluhan LBP, usia, kebiasaan merokok, durasi kerja, dan masa bekerja. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain studi cross sectional menerapkan uji statistik chi-square. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Penelitian menunjukan bahwa sebanyak 23 pekerja (57,5%) tidak berisiko mengalami keluhan LBP. Hasil analisis statistik menggunakan chi square menunjukkan terdapat keterkaitan antara usia dan keluhan LBP dengan nilai p sebesar 0,001, serta antara kebiasaan merokok dan keluhan LBP dengan p-value 0,026, dan juga antara lama bekerja dengan keluhan LBP dengan p-value 0,026. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan LBP dengan p-value 0,264. Menurut hasil penelitian, ditemukan bahwa usia, kebiasaan merokok, dan lama bekerja adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keluhan LBP pada pekerja UMKM makanan ayam goreng XY di Kecamatan Cibinong tahun 2024. Pemilik UMKM hendaknya dapat lebih memperhatikan ketiga faktor tersebut, guna meningkatkan produktivitas pekerja UMKM makanan ayam goreng XY.
Gambaran Gejala Dermatitis Kontak Pada Pekerja Pabrik Tahu X Dan Y Ditinjau Dari Aspek Penggunaan Apd, Personal Hygiene, Suhu Dan Kelembapan Di Kota Tangerang Tahun 2025 Arzakia, Ersa; Rusdy, Mirta Dwi Rahmah; Muda, Cut Alia Keumala; Sangadji, Namira Wadjir
Health Publica Vol 6, No 01 (2025): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v6i01.9063

Abstract

Dermatitis kontak adalah peradangan kulit akibat paparan zat iritan atau alergen, ditandai dengan ruam, kemerahan, dan gatal. Kondisi ini sering terjadi pada pekerja yang bersentuhan langsung dengan bahan-bahan dalam proses kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gejala dermatitis kontak pada pekerja pabrik tahu X dan Y di Kota Tangerang tahun 2025 serta aspek-aspek yang berhubungan, yaitu penggunaan alat pelindung diri (APD), personal hygiene, dan kondisi suhu serta kelembapan di lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan secara bersamaan dan dianalisis menggunakan teknik univariat, dengan 33 pekerja sebagai sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 pekerja pabrik tahu X dan Y, sebanyak 27 pekerja (81,8%) mengalami gejala dermatitis kontak, sementara 6 pekerja (18,2%) tidak. Mayoritas pekerja sebanyak 18 orang (54,5%) berusia di atas 30 tahun dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 26 orang (78,8%). Sebanyak 20 pekerja (60,6%) tidak menggunakan APD yang lengkap, sementara 13 pekerja (39,4%) menggunakan APD dengan lengkap. Personal hygiene kurang baik ditemukan pada 17 pekerja (51,5%), sedangkan 16 pekerja (48,5%) memiliki personal hygiene yang baik. Sebanyak 21 pekerja (63,6%) memiliki masa kerja di bawah 3 tahun, dan 12 pekerja (36,4%) di atas 3 tahun. Seluruh pekerja (100%) bekerja dalam suhu dan kelembapan yang tidak sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Edukasi Kesehatan Pentingnya Dukungan Keluarga dan Masyarakat Serta Keberadaan PMO (Pengawas Minum Obat) Terhadap Pasien Tuberkulosis Handayani, Rini; Muda, Cut Alia Keumala; Nurmawaty, Dwi; Ramadhania, Ramadhania; Tolego, James Arnold; Rahma, Fani Dwi; Damayanti, Hazfrina; Lutfiyah8, Evi
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i4.5627

Abstract

Tuberculosis (TB) patients need at least 6 months of uninterrupted medication to be cured of TB. During this time, patients may experience forgetfulness, laziness, and boredom. Therefore, it is necessary to have the support of the family, community and the participation of Drug Drinking Supervisors (PMOs) in the success of TB patients' drug-taking efforts. Based on preliminary studies, it is also known that patients feel less support from family and community and the role of PMOs is not working well. The purpose of this activity is to increase awareness and knowledge of health cadres regarding the importance of family and community support and the existence of PMOs for TB patients. This activity was carried out in the form of counseling and provision and practice of filling out the PMO pocket book. The participants of this activity were 22 health cadres in the working area of the Tamansari District Health Center. The results of this activity are an increase in the percentage of correct answers from participants related to the material presented (range of percentage increase 22.7%-44.4%), participants can understand and fill in the PMO pocket book correctly, and there is feedback related to the PMO pocket book which is well received by cadres by suggesting changes in the font of the writing in the book to be larger. So, community service activities in the form of counseling and introduction of PMO pocketbooks can increase awareness and knowledge of health cadres regarding the importance of family, community and PMO support.
Analisis Penyebab Tenaga Kesehatan Terpapar Coronavirus Disease 19 (Covid-19) Di RS X Tahun 2020 Ratna, Setyarini Dwi; Situngkir, Decy; Handayani, Putri; Muda, Cut Alia Keumala; Irfandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.247

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tenaga kesehatan merupakan setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan yang memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan. Peran dan kerja nyata tenaga kesehatan dari berbagai jenis profesi sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sangat krusial untuk mempercepat penanganan pandemi ini. Memberikan pelayan kepada pasien, terutama kepada pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyebabkan tenaga kesehatan rentan untuk terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyebab paparan covid-19 pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan rincian 4 orang informan utama, 1 orang informan kunci dan 1 orang informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan telaah dokumen. Hasil: Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan peraturan yang berlaku, tetapi ditemukan pengunaan masker N95 dengan sistem UV, tenaga kesehatan bekerja melebihi jam kerjanya dan tidak dapat beristirahat diantara jam kerja dikarenakan penggunaan APD. RS X telah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kesehatan, tetapi belum menyeluruh dikarenakan jam pelaksanaan dilakukan di jam kerja. Namun, pengawasan penggunaan APD dan pemantauan proaktif deteksi dini di RS X sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada. Kesimpulan: Pada penggunaan masker N95 dengan sistem UV, sebaiknya digunakan dengan maksimal pemakaian 8 jam. Lembar checklist pemenuhan AP Ddiperlukan untuk memantau ketersediaan APD disetiap unit, manajemen rumah sakit dianjurkan dapat mengantur jam kerja dengan menerapkan waktu kerja lebih pendek seperti dengan menerapkan 4 shift kerja setiap harinya. Kata Kunci: Tenaga kesehatan, Covid-19, Penyebab, APD, Pengawasan Abstract Background: Health workers are people who perpetuate themselves in the health sector who have knowledge and/or skills through education in the health sector. The real role and work of health workers from various types of professions as the front line in efforts to deal with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is very crucial and needed to accelerate the handling of this pandemic. Providing services to patients, especially to patients with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) causes health workers to be vulnerable to being exposed to Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Methods: This research is descriptive with a qualitative approach. This study's participants comprised six people with details of 4 main informants, one key informant and one supporting informant. Observation, interview and document review methods carried out data collection. Results: Availability of Personal Protective Equipment (PPE) under applicable regulations, but it was found that using N95 masks with UV systems, health workers worked beyond their working hours and could not rest between working hours due to the use of PPE. Hospital X has provided education and training to health workers, but it needs to be more comprehensive because the hours of implementation are carried out during working hours. However, monitoring the use of PPE and proactive monitoring of early detection at Hospital X have been carried out under existing regulations. Conclusion: An N95 mask with a UV system should be used for a maximum of 8 hours. The PPE fulfilment checklist sheet is needed to monitor the availability of PPE in each unit; it is recommended that hospital management arrange working hours by implementing shorter working hours, such as four work shifts every day. Keywords : Health workers, Covid-19, Causes, PPE, Supervision
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Gangguan Penurunan Fungsi Penglihatan pada Pekerja Pengelasan di Wilayah Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat Ristanti, Ainnaya Natin; Handayani, Putri; Azteria, Veza; Muda, Cut Alia Keumala
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.328

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Data Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada bulan Januari hingga Oktober 2021 tercatat 113 pekerja industri informal mengalami gangguan penurunan fungsi penglihatan. Studi pendahuluan pada 20 pekerja pengelasan, mayoritas mengalami iritasi mata dan penurunan fungsi penglihatan. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan penurunan fungsi penglihatan pada pekerja pengelasan di wilayah Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Metode: Metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel sejumlah 59 orang dari 15 bengkel pengelasan. Variabel dependen adalah keluhan gangguan penurunan fungsi penglihatan, variabel independen adalah umur, masa kerja, lama paparan, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Analisis menggunakan uji statistik regresi linear sederhana dan chi-square. Hasil: Sebanyak 31 pekerja pengelasan (52,5%) mengalami keluhan berat gangguan penurunan fungsi penglihatan. Uji statistik menunjukkan ada hubungan antara umur (P-value = 0,004) dan masa kerja (P-value = 0,020) dengan keluhan gangguan penurunan fungsi penglihatan. Hasil observasi lapangan menunjukkan rendahnya penggunaan APD (25,4%) pada pekerja pengelasan. Kesimpulan: Umur dan masa kerja merupakan faktor utama yang berhubungan dengan keluhan gangguan penurunan fungsi penglihatan pada pekerja pengelasan di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Disarankan agar pemilik bengkel las menetapkan jam kerja dan waktu istirahat yang sesuai. Saran untuk rendahnya penggunaan APD pada pekerja adalah pemilik bengkel las wajib menyediakan APD yang tepat guna dan layak pakai sesuai kebutuhan, memberikan edukasi dan memastikan para pekerja patuh dalam menggunakan APD dengan baik dan benar. Factors Related with Complaints of Visual Impairment in Welding Workers in Kedaung Kali Angke and Kapuk Village, Cengkareng District, West Jakarta Abstract Background: Data from the Cengkareng District Center, West Jakarta, from January to October 2021, was recorded that 113 informal industry workers experienced impaired vision function. A preliminary study of 20 welding workers showed that most experienced eye irritation and decreased visual function. This study aimed to analyze the factors associated with complaints of decreased visual function in welding workers in the Kedaung Kali Angke and Kapuk Village, Cengkareng District, West Jakarta. Methods: Quantitative method with a cross-sectional study design. A sample of 59 people from 15 welding workshops. The dependent variable is complaints of impaired visual function. The independent variables are age, years of service, length of exposure, and use of PPE. The data used are primary and secondary. Data analysis used simple linear regression and chi-square statistical tests. Results: 31 welding workers (52.5%) experienced severe complaints of impaired visual function. Statistical tests showed a relationship between age (P-value=0.004) and years of service (P-value=0.020) with complaints of decreased visual function. The field observations showed the low use of PPE (25.4%) among welding workers. Conclusion: Age and years of service are the main factors associated with complaints of decreased visual function in welding workers in Cengkareng District, West Jakarta. Based on the results of this study, it is recommended that the welding workshop owner set reasonable working hours and rest periods. The suggestion for the everyday use of PPE for workers is that the welding workshop owner is obliged to provide appropriate and suitable PPE for use as needed, provide education and ensure that workers are obedient in using PPE properly and correctly.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6-59 Bulan di Kota Tangerang Handayani, Rini; Heryana, Ade; Febriyanty, Deasy; Muda, Cut Alia Keumala
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23194

Abstract

ABSTRACT Exclusive breastfeeding can reduce infant morbidity and mortality, reduce the risk of chronic disease, and support infant development. Exclusive breastfeeding coverage in Tangerang City is 71,63%, which is still below the national targer of 80%. The aim of this reseach was to determine the relationship between knoeledge and attitudes toward exclusive breastfeeding practices in infants aged 6-59 months in Tangerang City. This study used a Cross-sectional design. The sample consisted of 96 mothers with infants aged 6-59 months in Tangerang City in 2022. Purposive sampling was used. The data collected were primary data. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-square test. The result showed the highest proportions were found in not receiving exclusive breastfeeding, poor knowledge, and poor attitudes. The Chi-square test showed that knowledge and attitudes were related to exclusive breastfeeding behaviour. In conclusion, there is relationship between knowledge and attitudes toward exclusive breastfeeding practices in infants aged 6-59 months in Tangerang city. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Knowledge, Attitudes, Behavior. ABSTRAK Pemberian ASI secara eksklusif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, mengurangi risiko penyakit kronis dan membantu perkembangan bayi. Cakupan ASI Eksklusif di Kota Tangerang adalah 71,63%, dimana angka ini masih berada dibawah target cakupan nasional yaitu 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-59 bulan di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross-sectional. Sampel penelitian adalah 95 ibu yang memiliki bayi berusia 6-59 bulan di Kota Tangerang tahun 2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Analisis yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi tertinggi terdapat pada tidak mendapatkan ASI Eksklusif, pengetahuan kurang baik dan sikap kurang baik. Uji Chi-square menunjukkan hasil pengetahuan dan sikap berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Jadi, dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-59 bulan di Kota Tangerang. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Pengetahuan, Sikap, Perilaku.