Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Influence Factors Nutritional Needs in the Elderly in Marginalized Communities: Pengaruh Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Status Gizi Lansia di Pulau Kodingareng Kota Makassar Maryam, Andi; Elis, Andi; Hasanuddin, Asni; Alwi, Muh Khidri; Syaekhu, Ahmad; Nindrea, Ricvan Dana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.4570

Abstract

Nutritional problems are caused by rapid degradation which causes changes in nutritional status. This study aims to determine the factors that affect the nutritional needs of the elderly on Kodingareng Island in 2023. The research design was carried out in a descriptive-correlative way with a cross-sectional study approach with 49 respondents. The data collection tool is in the form of a questionnaire in the form of a dichotomy. The sample collection technique used is total sampling. The research results show that there is a relationship that influences nutritional needs on the nutritional status of the elderly, namely physical activity, mental condition, depression, disease treatment, and biological decline with a p-value <0.05. The conclusion is obtained that the nutritional status of the elderly is in the normal category, so it is recommended for the community to optimize attention to the food consumed so that they remain at normal nutritional status as well as in administering drugs so that absorption is more optimal.
Efektivitas storytelling digital berbasis kearifan lokal meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap triad reproduksi Marlina, Marlina; Elis, Andi; Darwin, Devi; Haris, Risma; Irma, Irma; Badawi, Badriani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1637

Abstract

Background: Challenges in adolescent reproductive health, particularly the adolescent reproductive health triad (sexuality, HIV/AIDS, and substance abuse), are a global health concern. Traditional health education approaches are unable to address the learning preferences of Generation Z, who are digital natives. This requires culturally responsive and technology-based interventions. Purpose: To evaluate the effectiveness of local wisdom-based digital storytelling in improving adolescents' knowledge and attitudes towards the reproductive triad. Method: A quasi-experimental pre-test and post-test design with a mixed-methods approach was used in this study. Adolescent girls were randomly assigned to either an experimental group (digital storytelling integrating Sipakatau-Sipakainge values) or a control group (conventional lecture and discussion). The study was conducted from August to September 2025 at two schools: SMP Negeri 3 Makassar and SD Pabundukan, Gowa Regency. Knowledge, attitudes, and behaviors related to the reproductive health triad were measured using a validated questionnaire. Qualitative data was collected through focus group discussions and in-depth interviews. Data analysis included descriptive and inferential statistics, with N-Gain scores calculated for effectiveness comparisons. Results: Digital storytelling demonstrated superior effectiveness with high N-Gain scores for HIV knowledge (0.71) and substance abuse (1.00) compared to conventional methods, which showed moderate to low scores (0.30 and 0.25). Sexuality knowledge achieved a moderate increase (0.50 vs. 0.33). Qualitative findings revealed a 76% preference for visual and interactive learning modalities. The digital approach demonstrated consistent effectiveness across all domains with no low scores, while conventional methods showed deficits in substance abuse education. Conclusion: Digital storytelling based on local wisdom significantly outperformed conventional health education in addressing adolescent reproductive health challenges among Generation Z learners.   Keywords: Adolescents; Attitudes; Digital Storytelling; Knowledge; Local Wisdom; Reproductive Health.   Pendahluan: Tantangan kesehatan reproduksi remaja, khususnya triad kesehatan reproduksi remaja (masalah seksualitas, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan zat), menjadi perhatian kesehatan global. Pendekatan edukasi kesehatan tradisional tidak mampu mengatasi preferensi belajar generasi Z yang merupakan digital natives. Hal ini memerlukan intervensi yang responsif secara budaya dan berbasis teknologi. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas storytelling digital berbasis kearifan lokal meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap triad reproduksi. Metode: Desain kuasi-eksperimental pre-test; post-test dengan pendekatan mixed-methods digunakan dalam penelitian ini. Remaja putri dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen (storytelling digital yang mengintegrasikan nilai Sipakatau-Sipakainge) atau kelompok kontrol (ceramah-diskusi konvensional). Penelitian dilakukan pada buluan Agustus-September 2025 di dua sekolah yaitu SMP Neger 3 Makassar dan SD Pabundukan Kabupatan Gowa. Pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait triad kesehatan reproduksi diukur menggunakan kuesioner tervalidasi. Data kualitatif dikumpulkan melalui diskusi kelompok terpumpun dan wawancara mendalam. Analisis data meliputi statistik deskriptif dan inferensial dengan menghitung skor N-Gain untuk perbandingan efektivitas. Hasil: Storytelling digital menunjukkan efektivitas superior dengan skor N-Gain kategori tinggi untuk pengetahuan HIV (0.71) dan penyalahgunaan zat (1.00) dibandingkan metode konvensional yang menunjukkan kategori sedang hingga rendah (0.30 dan 0.25). Pengetahuan seksualitas mencapai peningkatan sedang (0.50 vs 0.33). Temuan kualitatif mengungkapkan 76% preferensi terhadap modalitas pembelajaran visual dan interaktif. Pendekatan digital menunjukkan efektivitas konsisten di semua domain tanpa aspek berkategori rendah, sementara metode konvensional menunjukkan defisit dalam edukasi penyalahgunaan zat. Simpulan: Storytelling digital berbasis kearifan lokal secara signifikan lebih unggul dibandingkan edukasi kesehatan konvensional dalam mengatasi tantangan kesehatan reproduksi remaja pada pembelajar Generasi Z.   Kata Kunci: Kearifan Lokal; Kesehatan Reproduksi; Pengetahuan; Remaja; Sikap; Storytelling Digital.
The Effect of Booklet-Based Nutrition Education During the First 1,000 Days of Life on Parental Attitudes Andi Maryam; Andi Elis; Ramlah
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i2.64

Abstract

The success of adequate nutritional fulfillment during the First 1,000 Days of Life is strongly influenced by parental attitudes in decision-making related to maternal dietary patterns during pregnancy, exclusive breastfeeding, and complementary feeding practices (complementary foods for breastfed infants); however, nutrition practices in accordance with recommended guidelines remain suboptimal, indicating the need for effective educational strategies. This study aimed to analyze the effect of booklet-based nutrition education during the First 1,000 Days of Life on parental attitudes at the Benteng Primary Health Care Center (UPT Puskesmas Benteng). A pre-experimental study design with a one-group pretest–posttest approach was conducted from August to September 2025 among 104 parents with children aged 0–24 months, selected using purposive sampling. Data were collected using an attitude questionnaire administered before and after the booklet-based nutrition education intervention and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results demonstrated a substantial increase in positive parental attitudes, from 7.7% at pretest to 88.5% at posttest, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of booklet-based nutrition education on parental attitudes. These findings confirm that booklet media are effective in enhancing positive parental attitudes toward nutritional fulfillment during the First 1,000 Days of Life and are recommended as an applicable nutrition education medium in primary health care settings.
PELATIHAN UMKM PANGAN LOKAL BERGIZI DUKUNG ASI CEGAH STUNTING Maryam, Andi; Hafidah, Andi; Elis, Andi; Lismayana; Idrus, Imriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1748

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di Indonesia. Salah satu intervensi penting dalam pencegahan stunting adalah pemberian ASI eksklusif yang optimal, yang sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu menyusui. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengolah pangan lokal bergizi yang mendukung pemberian ASI dan pencegahan stunting. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2025 di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, melibatkan kelompok wanita nelayan “Fatimah Az-Zahrah” yang terdiri dari ibu menyusui dan pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini mencakup penyuluhan dan pelatihan pangan lokal bergizi berbasis video. Hasil kegiatan post-test lebih tinggi dari hasil per-test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam pemanfaatan pangan lokal, serta antusiasme tinggi untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan: Pendekatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan gizi keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal.