Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Variasi Produk terhadap Minat Beli Ulang pada Coffee Shop “Fore Coffee” Monika
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1660

Abstract

Kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk mendorong perkembangan pesat sektor kuliner. Sektor ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi produk terhadap minat beli ulang konsumen pada Coffee Shop Fore Coffee. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Cochran, sehingga diperoleh 385 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana melalui software JASP 0.19.1 (2024) dengan uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang, dengan persamaan regresi Y = 4,316 + 0,640X + e dan nilai R² = 0,620. Hal ini berarti 62% minat beli ulang dipengaruhi oleh variasi produk, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain.
Transformasi Digital Marketing UMKM Melalui Optimalisasi Konten Media Sosial dan Marketplace Monika; Nasution, Ulfa Oktavani
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1664

Abstract

Transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi persaingan pasar berbasis teknologi. Meskipun sebagian besar UMKM telah memanfaatkan media sosial dan marketplace, pemanfaatannya masih bersifat konvensional dan belum berbasis strategi digital marketing yang terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengoptimalkan konten media sosial dan marketplace guna meningkatkan engagement, visibilitas, dan konversi penjualan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui workshop, praktik langsung (hands-on training), pendampingan intensif, dan monitoring performa akun selama dua minggu. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta analisis performa insight media sosial dan dashboard marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman strategi konten digital (dari 25% menjadi 89%), kemampuan integrasi media sosial dan marketplace (dari 18% menjadi 84%), serta peningkatan rata-rata engagement sebesar 37%. Selain itu, 46% peserta mengalami peningkatan transaksi dalam periode monitoring. Kegiatan ini membuktikan bahwa optimalisasi konten digital yang sistematis dan berbasis strategi dapat mempercepat transformasi digital UMKM secara berkelanjutan.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN SEBAGAI REPRESENTASI MAKNA TERSIRAT DALAM NOVEL LARA ATI KARYA BAYU SKAK, TINJAUAN PRAGMATIK TEORI GRICE monika
Jurnal Lazuardi Vol 9 No 1 (2026): JURNAL LAZUARDI EDISI XX BULAN MARET
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol9.Iss1.449

Abstract

This study aims to describe conversational implicature as a representation of implied meaning in the novel Lara Ati by Bayu Skak through a pragmatic perspective based on Grice’s theory. The research employed a descriptive qualitative approach with data sources derived from dialogues between characters in the novel. Data were collected through documentation, intensive reading, and systematic note-taking of utterances containing implicatures. Data analysis was conducted through data reduction, coding, classification, and contextual interpretation using Grice’s cooperative principle and conversational maxims. The findings reveal three main types of implicature: conventional implicature, generalized conversational implicature, and particularized conversational implicature. Conventional implicatures appear through lexical and structural elements with stable semantic meanings, while generalized conversational implicatures emerge through common pragmatic inference that does not require highly specific contexts. Particularized conversational implicatures are the most dominant and complex forms, as they rely heavily on situational context, interpersonal relationships, and indirect communication patterns rooted in cultural norms. The study also shows that violations of relevance and quantity maxims function as strategic pragmatic devices used by characters to convey indirect refusals, satire, humor, nostalgia, and implicit emotional expressions. These findings indicate that implicature in the novel functions not only as a linguistic phenomenon but also as a narrative strategy that reflects social values, cultural communication patterns, and character development. This research contributes to the development of Indonesian literary pragmatics and broadens the understanding of implied meaning in contemporary fictional discourse.