Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pemanfaatan Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami Untuk Menghindari Gigitan Nyamuk dan Penyakit DBD Roni, Yunisman; Ari Rahmat Aziz; Masrina Munawarah Tampubolon; Nurhanifa Rizky Tampubolon; Niken Yuniar Sari; Nia Khusniyati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2070

Abstract

Latar Belakang: Lahan basah merupakan ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati, namun juga menjadi habitat yang ideal bagi berbagai vektor penyakit, terutama nyamuk. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat Kelurahan Pebatuan sepakat bahwa jumlah nyamuk di daerah kelolaan sangat mengganggu dan kondisi got yang sangat kotor perlu ditangani. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menghindari gigitan nyamuk dan penyakit DBD Metode: Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami yakni kulit jeruk nipis, serai, cengkeh, dan campuran minyak zaitun. Hasil: Meningkatnya pengetahuan warga mengenai DBD perihal pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami dengan adanya peningkatan sebesar 31,4 poin. Dan warga aktif melakukan pencegahan DBD dengan membersihkan lingkungan sekitar, penyuluhan yang dilakukan memperoleh respon positif dari masyarakat Kesimpulan: Pada kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD melalui pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya berkelanjutan dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit
Pemberdayaan Lansia Dengan Hipertensi Melalui Latihan Aktivitas Fisik Di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Khusniyati, Nia; Yunisman Roni; Wardatul Uyuni; Wiwiek Delvira
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2083

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang prevalensinya tinggi pada kelompok lanjut usia serta berperan signifikan dalam timbulnya komplikasi kardiovaskular. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam penatalaksanaan hipertensi adalah rendahnya tingkat aktivitas fisik. Tujuan: untuk memberdayakan lansia dalam melakukan aktivitas fisik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa pembelian Latihan fisik pada lansia dengan tujuan menurunkan tekanan darah yang terdiri dari tahap I: sharing materi perihal pentingnya aktivitas fisik terhadap tekanan darah sebanyak 1 kali pertemuan dan tahap II berupa kegiatan pelatihan aktivitas fisik berupa senam lansia 1 hari seklai dilakukan selama 3 kali seminggu dan diukur tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan senam lansia. Hasil: kegiatan ini menghasilkan meningkatnya pengetahuan lansia perihal pentingnya aktivitas fisik berupa senam lansia terhadpa tekanan darah dan menurunnya tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Kesimpulan: lansia dengan hipertensi sudah mampu melakukan aktivitas fisik untuk menurunkan tekanan darah dan mempraktekkan senam lansia secara mandiri ataupun golongan (secara bersama-sama dengan lansia yang lain).
Hubungan Pemberian Makan Orang Tua Terhadap Pola Makan Anak Usia Prasekolah Saputri, Lutfiani Indri; Safri, Safri; Roni, Yunisman
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3729

Abstract

Anak usia prasekolah berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan adekuat. Namun, pola pemberian makan orang tua yang tidak tepat dapat memengaruhi kebiasaan makan anak dan berdampak terhadap status gizinya. Pemberian makan yang tepat dapat dilihat dari seberapa sering orang tua memberikan makanan, jenis atau jumlah makanan yang diberikan kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian makan orang tua dengan pola makan anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas anak perempuan sebanyak 42 responden (43%) dengan pola makan baik, dan laki-laki sebanyak 33 responden (34%) dengan pola makan baik. Orang tua yang memberikan pola makan dengan tepat sebanyak 79 responden (81%) dan sebagian besar anak memiliki pola makan yang baik sebanyak 74 responden (76%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan orang tua dengan pola makan anak usia prasekolah, dengan nilai p = 0,000 (alpha < 0,1). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan orang tua dengan pola makan anak usia prasekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan acuan dalam praktik keperawatan komunitas, serta memberikan rekomendasi kepada orang tua dalam menerapkan pola pemberian makan yang tepat guna mencegah masalah gizi pada anak usia prasekolah.
PELATIHAN TEKNIK RELAKSASI BENSON DALAM UPAYA MENGATASI SULIT TIDUR PASKA OPERASI BEDAH JANTUNG Nia Khusniyati; Tuti Herawati; Amelia Amelia; Hermin Esti Dyaningtyas; Yunisman Roni; Dewi Sartika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41447

Abstract

Pasien pasca-bedah jantung sering mengalami keluhan seperti nyeri, kecemasan, dan kesulitan tidur, yang dapat memengaruhi pengobatan, proses penyembuhan, dan kualitas hidup mereka. Tidur yang berkualitas membantu menjaga keseimbangan sistem endokrin dan kekebalan tubuh. Teknik Relaksasi Benson, yang terkenal sebagai salah satu teknik relaksasi otot, berfungsi dengan mengatur hipotalamus, mengurangi rangsangan simpatis dan parasimpatis, serta efektif dalam meningkatkan fungsi pernapasan, denyut nadi, dan beban kerja jantung, sehingga memperbaiki kualitas tidur.. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan teknik relaksasi benson terhadap pasien paska bedah jantung, dengan teknik pelaksanaan terdiri dari tahap I: sharing materi 1 kali pertemuan kepada pasien paska bedah jantung dan tahap II berupa kegiatan pelatihan kepada pasien paska bedah jantung yang terdiri dari pemberian pengetahuan dan simulasi keterampilan 2 kali pertemuan. Dampak yang dihasilkan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pasien paska bedah jantung tentang teknik relaksasi benson sehinga skor pengetahuan perihal kualitas tidur meningkat dan meningkatnya keterampilan pasien paska bedah jantung yang semula tidak terampil menjadi terampil dalam melakukan teknik relaksasi benson. Pasien  sudah mampu melakukan teknik relaksasi benson dan mempraktekkan secara mandiri.
Hubungan Stres Terhadap Kualitas Tidur Pada Keluarga Yang Merawat Penderita Kanker Payudara Sella Nuraini; Nurul Huda; Yunisman Roni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.675

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi di dunia maupun di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga pada keluarga yang merawatnya. Keluarga memiliki peran penting dalam proses perawatan, namun tanggung jawab tersebut sering menimbulkan stres dan gangguan tidur yang dapat memengaruhi kemampuan mereka memberikan perawatan optimal. Namun, penelitian mengenai hubungan antara stres dan kualitas tidur pada keluarga yang merawat pasien kanker payudara di Indonesia masih terbatas, terutama di lingkungan rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada keluarga yang merawat penderita kanker payudara di rumah sakit. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 79 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Kriteria inklusi meliputi keluarga inti pasien berusia ≥18 tahun, memberikan perawatan langsung minimal 4 jam per hari, telah merawat pasien kanker payudara stadium III atau IV lebih dari satu bulan, dan bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan skala stres dan kuesioner kualitas tidur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan 38 responden (48,1%) mengalami stres berat dan 51 responden (64,6%) memiliki kualitas tidur buruk, dengan hubungan signifikan antara stres dan kualitas tidur (p-value = 0,007 < 0,05). Semakin tinggi tingkat stres, semakin buruk kualitas tidur keluarga. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan kualitas tidur pada keluarga yang merawat penderita kanker payudara
Hubungan Kualitas Tidur terhadap Tingkat Stres pada Remaja Fitri Sekar Sari; Yunisman Roni; Yulia Rizka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.879

Abstract

Kualitas tidur memiliki peranan penting dalam kesehatan mental dan emosional remaja. Kualitas tidur merupakan perasaan puas terhadap aktivitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan kualitas tidur terhadap tingkat stres pada remaja. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif korelasi dengan sampel 269 remaja menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, serta dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan sebagian besar remaja memiliki kualitas tidur yang baik, yaitu sebanyak 147 responden (54,6%), dan sebagian besar remaja mengalami tingkat stres ringan 135 (50,2%) responden. Meningkat kualitas tidur pada remaja agar masalah konsentrasi dan pemahaman akademik remaja dapat diatasi, diminimalkan bahkan dapat dicegah.
Early Screening of Pregnant Who Risk of Gestational Diabetes as An Effort to Prevent Stunting Births in Coastal Areas Yesi Hasneli; Zahtamal Zahtamal; Yunisman Roni; Syeptri Agiani Putri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5035

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in children due to chronic malnutrition during growth and occurs from the womb to the age of two years which has an impact on the physical, cognitive, social development of children. One of the causes of stunting is pregnant women who suffer from Gestational Diabetes. Objective: To conduct an early examination of pregnant women at risk of gestational diabetes in coastal areas. Method: Descriptive with purposive sampling approach. Data collection techniques, namely: Determine the research problem followed by a literature study. The implementation stage of the study was carried out by examining temporary blood sugar, blood pressure, weight, height, abdominal circumference, and arm circumference. Furthermore, a pretest was conducted to assess the level of knowledge of pregnant women regarding the prevention of stunting and understanding related to gestational diabetes. Data analysis with univariate analysis. Results and Discussion: The age of most respondents was 20-35 years (80.8%), Real-time Blood Sugar: > 125 mg/dL (30.7%), 101-125 mg/dL (40.4%) and < 101 mg/dL (28.8%). Systolic Blood Pressure was mostly in the range of 90-120 mmHg (57.7%), Diastolic Blood Pressure 60-90 mmHg (86.5%). The Body Weight of most respondents was 35-60 Kg (55.8%), Respondents Height was 151-168 cm (53.8%), Abdominal Circumference about 92-107 cm (61.5%) and Arm Circumference was 21-27 cm (63.4%). Conclusions: Gestational diabetes can be one of the factors causing the birth of stunted children. Therefore, early examination is needed in pregnant women to find out health problems so that they can be prevented as early as possible such as conducting examinations, blood sugar, blood pressure, weight, height, arm circumference and conditions during pregnancy. Suggestion: Early detection of pregnant women is very important in health facilities such as health centers and hospitals. This right can determine the health condition of pregnant women and identify health problems early, so as to prevent complications. Efforts that can be made include managing a healthy diet, maintaining nutrition for the fetus during pregnancy and are expected to prevent the risk of gestational diabetes complications such as the birth of stunted children.
The Effect of Balanced Nutrition Education Using Video and Puzzle on the Level of Knowledge about Nutrition in School-Age Children Ulfa Shilaisna; Yunisman Roni; Musfardi Rustam
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5405

Abstract

School-age children are one of the most vulnerable groups in terms of nutrition. Nutritional problems in school-age children are undernutrition and overnutrition. Nutritional problems that occur in school-age children are caused by a lack of knowledge about the importance of nutritional adequacy. Education is the provision of knowledge about something to increase knowledge. Nutrition education can be provided with attractive media so that information about balanced nutrition can be of interest to school-age children. This study used a quantitative approach using the one group pre test post test method. The sample in the study amounted to 50 6th grade students who were taken using sampling total. The analysis used the Wilcoxon statistical test. After being given education using video and puzzle media on the level of knowledge about nutrition in school-age children, the results showed an increase in mean knowledge between pre and post tests. The mean value before being given balanced nutrition education was 33.24 (SD = 17.146), after being given balanced nutrition education the mean increased to 79.42 (SD = 9.026). The results of the Wilcoxon test analysis show that there is an effect of balanced nutrition education using videos and puzzles with a p value (0.000) < α (0.005). The use of balanced nutrition education using videos and puzzles has an effect in increasing knowledge about nutrition in school-age children at SDN 021 Tanjung Palas