Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dan Discharge Planning Terhadap Kualitas Hidup Pasien Ulkus Diabetikum Husna Fadhlia; Yunisman Roni; Aminatul Fitri
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/504ak392

Abstract

Introduction: Diabetic ulcers can affect the quality of life of sufferers. Support from family and health workers in the form of discharge planning is needed to help improve the quality of life of diabetic ulcer patients. Onjective: This study aims to determine the relationship between family support and discharge planning on the quality of life of diabetic ulcer patients. Method: This study used a correlational method with a cross-sectional approach. The research sample was 50 respondents based on inclusion and exclusion criteria using accidental sampling. The instruments used were the WHOQOL-Bref questionnaire, family support questionnaire, and discharge planning questionnaire. The analysis used was bivariate analysis with Kendall's tau-b correlation test. Results: Of the 50 respondents, there were 37 respondents (74%) with moderate quality of life, 28 respondents (56%) with high family support, and 40 respondents (80%) with good discharge planning. The results of statistical tests show that there is a significant relationship between family support and the quality of life of ulcer patients with a p value of 0.000 <α (0.05), and there is a significant relationship between discharge planning and the quality of life of ulcer patients with a p value of 0.006 <α (0.05). Conclusion: There is a relationship between family support and the quality of life of diabetic ulcer patients and there is a relationship between discharge planning and the quality of life of diabetic ulcer patients. Family support is more significant in influencing the quality of life of diabetic ulcer patients.  
THE RELATIONSHIP FAMILY SUPPORT AND BLOOD SUGAR LEVELS IN DIABETES MELLITUS SUFFERERS TYPE 2 Disa Dwi Azahra; Yunisman Roni; Nopriadi
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/vqb5mh84

Abstract

Introduction: Type 2 diabetes mellitus (Type 2 DM) is a chronic disease whose prevalence continues to increase globally, including in Indonesia. Diabetes management requires family support which plays an important role in controlling the sufferer's blood sugar levels. Objective: The purpose of this study is to determine how blood sugar levels and family support relate to Type 2 DM patients at the Simpang Tiga Pekanbaru Community Health Center. Methods: This study was conducted at Simpang Tiga Health Center Pekanbaru using cross-sectional method and correlational design. Sampling was done by purposive sampling by selecting 97 people with type 2 diabetes mellitus as samples. Glucometer was used to test blood sugar levels and Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) questionnaire was used to measure family support. Fisher Exact Test statistical technique was used for data analysis. Results: Of 97 respondents, 51 (52.6%) had DM for less than 10 years, and 46 (47.4%) for more than 10 years. Additionally, 53.6% of respondents reported good family support, while 61.9% had uncontrolled blood sugar (>200 mg/dL). Fisher Exact Test showed a significant relationship between family support and blood sugar levels (p=0.037). Conclusion: Blood sugar levels in people with Type 2 DM are significantly correlated with family support. The best possible family support will help control blood sugar levels and avoid problems from diabetes.
PERBEDAAN TANDA – TANDA VITAL PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI INTRADIALYTIC EXERCISE Huwaida, Unaia Nadira; Nurchayati, Sofiana; Roni, Yunisman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45448

Abstract

Pasien yang menjalani hemodialisis seringkali mengeluh nyeri otot, lelah, dan mengantuk. Hemodialisis memiliki efek samping yaitu hipotensi dan kelemahan. Intradialytic exercise adalah aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi pasien hemodialisis untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tanda-tanda vital pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani intradialytic exercise. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment pendekatan pre-test and post-test with control group. Sampel penelitian 17 kelompok intervensi dan 17 kelompok kontrol pasien di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dengan IBM SPSS Statistics 20 dan Microsoft Excel 2019. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Paired t-test, Independent t-test, uji Wilcoxon, dan uji Mann-Whitney. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan pada tekanan darah sistolik pre-test dan post-test intradialytic exercise dengan nilai p Value 0,024< α (0,05), untuk nadi didapatkan nilai p Value 0,000< α (0,05). Hasil uji independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan post-test suhu dan pernapasan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dimana suhu didapatkan nilai p Value 0,375> α (0,05) dan post-test pernapasan didapatkan nilai p Value 0,219> α (0,05). Tidak terdapat perbedaan indikator tanda-tanda vital antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, namun pada pasien kelompok intervensi menunjukkan perbedaan tekanan darah dan nadi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pasien penyakit ginjal kronis di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru membutuhkan intradialytic exercise setiap melakukan hemodialisis karena dapat mengontrol tanda-tanda vital jika dilakukan rutin dalam jangka waktu lama.  
Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan Tingkat Kecemasan Pasien Tuberkulosis (TB) Aulia, Rahmad Tina; Roni, Yunisman; Woferst, Rismadefi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2696

Abstract

Tuberkulosis (TB) salah satu menular yang disebabkan oleh M. tuberkulosis. Metode terbaik dalam penyembuhan TB yaitu menjalani pengobatan dengan obat anti-tuberkulosis (OAT) selama 6 bulan. Munculnya berbagai macam efek samping obat pada penderita TB yang harus melaksanakan pengobatan dalam jangka waktu lama membuat penderita mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara efek samping OAT dengan tingkat kecemasan pasien TB. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi cross sectional dengan teknik purposive sampling diperoleh 81 responden, dilakukan di Puskesmas Rejosari dari 22 Mei 2024 hingga 06 Juni 2024. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat yaitu uji spearman. Berdasarkan 81 responden mayoritas responden mengalami efek samping ringan sebanyak 55 orang (67,9%) dan mayoritas mengalami kecemasan sedang sebanyak 30 orang (37%). Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan yang bermakna antara efek samping obat anti-tuberkulosis (OAT) dengan tingkat kecemasan pasien tuberkulosis (TB) dengan p value (0,003) < α (0,005). Efek samping obat anti-tuberkulosis (OAT) pada pasien dapat menyebabkan permasalahan dalam aspek psikologis salah satunya adalah kecemasan.
Hubungan Aktivitas Fisik terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Uyuni, Wardatul; Roni, Yunisman; Safri, Safri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3263

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang sering terjadi pada usia lanjut usia dan berkontribusi besar terhadap kejadian komplikasi kardiovaskular. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam pengelolaan hipertensi adalah kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan uji chi-square. Sampel penelitian ini sebanyak 111 pasien hipertensi di Puskesmas Rejosari, Kota Pekanbaru, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner menggunakan PASE untuk menilai aktivitas fisik lansia, pengukuran tekanan darah dengan tensi digital. Mayoritas perempuan sebanyak 83 responden (74,8%). Usia responden mayoritas lansia akhir dengan rentang usia 56-65 tahun sebanyak 43 responden (38,7%). Aktivitas fisik buruk sebanyak 73 responden (65,8%), dan derajat hipertensi responden mayoritas hipertensi derajat 2 dengan rentang 160-179/100 mmHg sebanyak 57 responden (51,4%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi dengan p value 0,016 < a (0,05). Variabel aktivitas fisik dan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Rejosari Pekanbaru menunjukkan ada hubungan yang signifikan.
The Relationship between Family Support and Compliance with Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Sari, Della Oktavia; Rizka, Yulia; Roni, Yunisman
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5289

Abstract

Chemotherapy is one of the treatments for patients diagnosed with cancer. Patients undergoing chemotherapy must adhere to treatment in order to achieve success. Family support plays an important role in patient compliance in undergoing chemotherapy. The aim of the research was to determine the relationship between family support and cancer patient compliance in undergoing chemotherapy. This research uses a quantitative design with a cross-sectional approach. Respondents were selected using a purposive sampling method, totaling 85 respondents who met the inclusion criteria. The instrument used is a family support questionnaire which has been tested for validity and reliability. Patient medical record book to measure patient compliance. The analysis used is univariate and bivariate using the Kolomogrov-Smirnov alternative test because it does not meet the Chi-Square test requirements. Univariate analysis showed that the majority of respondents were in late adulthood (41-60) 58 (68.2%), female 62 (72.9%), primary school education 30 (35.3%), housewife occupation 39 (45.9), income 3,200 .00 62 (72.9%), married 77 (90.6%), ca mammae cancer type 42 (49.4%), stage III 72 (84.7%), good family support 67 (78.8%), obedient 68 (80.0%). The results of the Kolomogrov-Smirnov analysis p-value = 0.0000.05. There is a significant relationship between family support and cancer patient compliance in undergoing chemotherapy.
The Effect of Balanced Nutrition Education Using Video and Puzzle on the Level of Knowledge about Nutrition in School-Age Children Shilaisna, Ulfa; Roni, Yunisman; Rustam, Musfardi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5405

Abstract

School-age children are one of the most vulnerable groups in terms of nutrition. Nutritional problems in school-age children are undernutrition and overnutrition. Nutritional problems that occur in school-age children are caused by a lack of knowledge about the importance of nutritional adequacy. Education is the provision of knowledge about something to increase knowledge. Nutrition education can be provided with attractive media so that information about balanced nutrition can be of interest to school-age children. This study used a quantitative approach using the one group pre test post test method. The sample in the study amounted to 50 6th grade students who were taken using sampling total. The analysis used the Wilcoxon statistical test. After being given education using video and puzzle media on the level of knowledge about nutrition in school-age children, the results showed an increase in mean knowledge between pre and post tests. The mean value before being given balanced nutrition education was 33.24 (SD = 17.146), after being given balanced nutrition education the mean increased to 79.42 (SD = 9.026). The results of the Wilcoxon test analysis show that there is an effect of balanced nutrition education using videos and puzzles with a p value (0.000) α (0.005). The use of balanced nutrition education using videos and puzzles has an effect in increasing knowledge about nutrition in school-age children at SDN 021 Tanjung Palas
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dispepsia pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Aqila, Jihan Azzahra Nasha; Roni, Yunisman; Nopriadi, Nopriadi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3496

Abstract

Pendahuluan: Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang ditandai dengan rasa tidak nyaman pada abdomen bagian atas. Dispepsia dapat terjadi pada semua tingkat usia maupun jenis kelamin tetapi dispepsia lebih sering menyerang usia produktif, lalu kurang memperhatikan pola makan, konsumsi obat anti inflamasi non-steroid serta stres yang mudah terjadi pada mahasiswa tingkat akhir. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional. Sampel yang diamati adalah mahasiswa keperawatan angkatan 2020 berjumlah 126. Pengumpulan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, kuesioner dispepsia yaitu Rome Criteria III, kuesioner stres yaitu Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42) dan kuesioner pola makan. Analisis yang digunakan adalah uji alternativ Fisher’s Exact dan Pearson Chi-square Hasil: Berdasarkan 126 responden mayoritas mengalami dispepsia sebanyak 97 orang (77%), berusia 22 tahun sebanyak 84 orang (66,7%) dengan jenis kelamin perempuan yakni sebanyak 113 orang (89,7%), berdasarkan tingkat stres di kategori normal sebanyak 59 orang (46,8%), berdasarkan pola makan yang baik sebanyak 116 orang (92,1%) dan diketahui bahwa lebih banyak yang tidak mengonsumsi obat anti inflamasi non- steroid (OAINS) yaitu sebanyak 82 orang (65,1%). Hasil uji statistic menunjukkan ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian dispepsia dengan (p-value = 0,002) dan terdapat hubungan stres dengan kejadian dispepsia dengan (p-value = 0,047). Kesimpulan: Jenis kelamin dan stres merupakan faktor risiko kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa disarankan untuk melakukan manajemen stres yang baik agar stres pada mahasiswa dapat dikurangi.
Gambaran Kualitas Tidur pada Pasien Kanker Nasofaring Salam, Fitrah; Huda, Nurul; Roni, Yunisman
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1274

Abstract

Kanker nasofaring merupakan tumor yang sering di temukan di indonesia dan menyebabkan masalah fisik dan psikososial bagi penderitanya. Hal ini akan mempengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada pasien kanker nasofaring. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian merupakan pasien kanker nasofaring di RSUD Arifin Achmad yang berjumlah 77 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI yang telah tervalidasi. Analisis univariat di gunakan dalam melakukan analisa data. Kualitas tidur pasien kanker nasofaring dari 77 responden menunjukkan sebanyak 21 responden (27,3%) dengan kualitas tidur baik dan sebanyak 56 responden (72,7%) dengan kualitas tidur buruk, dimana nilai PSQI ≤5 kuali tas tidur baik dan >5 di nyatakan buruk. Kualitas tidur pada pasien kanker nasofaring mayoritas buruk. Dari tujuh komponen penilaian kualitas tidur pada pasien kanker nasofaring terdapat tiga komponen yang mempengaruhi kualitas tidur menjadi buruk, yaitu efisiensi tidur, gangguan tidur dan disfungsi siang hari.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Status Gizi terhadap Kualitas Hidup Pasien Kemoterapi Kanker Nasofaring di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Ananda, Febby Putri; Roni, Yunisman; Rustam, Musfardi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2370

Abstract

Gangguan gizi yang dirasakan pasien selama pengobatan yang memberikan pengaruh kepada kualitas hidup pasien sehingga dibutuhkannya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan status gizi terhadap kualitas hidup pasien kemoterapi kanker nasofaring. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan 55 responden di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau menggunakan teknik total sampling dan dianalisa dengan analisa bivariat menggunakan uji statistik chi square. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga, IMT dan kuesioner EORTC – QLQ H&N35. Responden dengan dukungan keluarga baik sebanyak 33 responden (60%). Responden dengan status gizi normal sebanyak 29 responden (52.7%). Responden dengan kualitas hidup buruk sebanyak 35 (63.6%). Hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik chi square diperoleh nilai p value 0.002 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien kemoterapi kanker nasofaring. Hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik chi square diperoleh nilai p value 0.000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kualitas hidup pasien kemoterapi kanker nasofaring. Pasien kemoterapi kanker nasofaring dengan dukungan keluarga yang baik dan status gizi yang baik cenderung memiliki kualitas hidup yang baik.