Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS SRITEJO KENCONO KECAMATAN KOTA GAJAH, LAMPUNG TENGAH Lestari, Retno Puji Hastuti, Sutrio, Islamiyati, Sadiman, Martini Fairus, M.Ridwan, Firda Fibrila, G
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.203

Abstract

Abstrak Di wilayah Puskesmas Sritejo Kencono prevalensi masalah gizi pada bayi, balita dan ibu hamil relatif tinggi. Penyebab gizi buruk dan stunting umumnya karena social ekonomi rendah dan kurang meratanya penghasilan masyarakat. Kekurangan Energi Kronis pada Ibu hamil dan rendahnya kunjungan K1 dan K4 disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu hamil. Tujuan Pengabmas Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yaitu Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Wilayah Puskesmas Sritejo Kencono. Metode kegiatan yaitu dengan penyuluhan kesehatan dan pemberdayaan “partisipasi aktif” pada Kelompok Bayi, Balita dan Ibu Hamil serta kegiatan pendampingan kepada kader. Hasil kampung Saptomulyo yaitu jumlah bayi yang hadir 15 anak, 1 anak dengan gizi buruk dan 2 anak dengan gizi kurang. Desa Sritejo Kencono jumlah bayi yang hadir sebanyak 16 anak, 2 anak gizi kurang. Desa Nambahrejo jumlah bayi yang hadir sebanyak 10 anak, 1 anak gizi kurang. Balita di Kampung Saptomulyo jumlah balita yang hadir 32 anak, 8 anak stunting. Desa Sritejo Kencono 26 anak, 18 anak normal, dan 8 anak stunting. Desa Nambahrejo dari 29 anak, 21 anak normal, dan 8 anak stunting. Di Kampung Saptomulyo kehadiran Ibu hamil berjumlah 9 Ibu, 2 Ibu hamil mengalami KEK, Kampung Sritejo Kencono 7 Ibu hamil, 2 orang KEK, dan Kampung Nambahrejo 9 Ibu hamil dengan 1 Orang KEK. Diperlukan kegiatan PKDM yang berkesinambungan dengan metode pemberdayaan keluarga, masyarakat dan stakeholder.
The Relationship Between a History of Exclusive Breasfeeding and The Incidence of Diarrhea in Toddlers Aged 12-14 Months Herlina Herlina; M Ridwan; Firda Fibrila; Lia Tri Wahyuni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4221

Abstract

Diarrhoea remains a health problem and a leading cause of death among children in developing countries, including Indonesia, especially among children under five years of age. The prevalence of diarrhoea morbidity in Metro City in 2021 and 2022 was the same, reaching 21.84% among children under five years of age, and increased in 2023 to 24.6%. The Yosomulyo Community Health Centre had the highest prevalence of diarrhoea cases among children under five out of 11 community health centres in Metro City. The number reached 402 children under five (43.6%) out of 921 children under five who experienced diarrhoea cases in Metro City. One of the risk factors that can trigger diarrhoea cases is exclusive breastfeeding behaviour. This study aimed to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of diarrhoea in children aged 12-24 months, using a cross-sectional design. The study population consisted of all children aged 12-24 months in the Yosomulyo Community Health Centre area. The sample was determined based on a proportion estimation formula, resulting in 93 children selected using a simple random technique. Interviews and medical record studies were the techniques used to collect data, utilising interview guides and observation sheets. Univariate and bivariate data analysis used the chi-square test. The results of the study on toddlers aged 12-24 months showed that 19% (19 toddlers) of those who were not exclusively breastfed experienced diarrhoea. The statistical test results showed a p-value of 0.000, indicating a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of diarrhoea in infants aged 12-24 months. Continuous education and counselling are needed from pregnancy to breastfeeding so that all infants receive exclusive breastfeeding and diarrhoea can be prevented.
Pengaruh Aromaterapi Lavender Untuk Mengurangi Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil di Trimester Pertama Umi Habibah; Herlina Herlina; Firda Fibrila; M. Ridwan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41791

Abstract

Selama kehamilan, 70-85% wanita mengalami mual dan muntah. Jika mual dan muntah tidak ditangani, maka akan menyebabkan penurunan berat badan, gangguan nutrisi, ketidakseimbangan elektrolit, dehidrasi dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini akan menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, BBLR hingga cacat bawaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan menerapkan model one group pretest-posttest. Sebanyak 23 ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah berpartisipasi yang dipilih secara accidental. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skor mual muntah pada ibu hamil trimester pertama sebelum intervensi aromaterapi lavender adalah 2,78 dan setelah intervensi aromaterapi lavender adalah 1,22 dengan selisih skor 1,56. Kesimpulan: aromaterapi lavender mampu menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Analysis Of Factors Relating To Breast Self Examination Behavior In Adolescent Women In Metro Cities Ridwan, M; Fibrila, Firda; Herlina, Herlina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24979

Abstract

 Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit dimana sel-sel abnormal pada payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor dimulai di dalam lobulus penghasil susu di payudara. Kasus kanker payudara masih cukup besar tercatat pada tahun 2023 diduia sebesar  2,3 wanita terdiagnose kanker payudara.. Di Provinsi lampung ditahun yang sama sebesar 278 kasus dan di Kota Metro berdasarkan data Sadasin di Puskesmas Tejoagung terdapat 718 (44,3%) terdeteksi tomor/benjolah di payudara pada remaja putri. Salah satu upaya deteksi yang murah dan mudah dapat dilakukan remaja putri dengan melakukan Periksa Payudara Sendidi (SADARI).Tujuan: untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tejoagung Metro Timur.Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua remaja putri di berusia 15-19 tahun di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Tejoagung berjumlah 1028 remaja putri. Berdasar perhitungan besar sampel diperoleh jumlah sampel sebanyak 97 responden menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi Square.. Hasil: dari 97 responden sebanyak 28,9% tidak melakukan perilaku sadari, 27,8% usia menarhce 12 tahun, 44,3% mengalami obesitas, 45,4% memiliki pengetahuan kurang tentang sadari, 28,9% memiliki sikap tidak mendukung perilaku sadari, 59,9% tidak mendapatkan dukungan keluarga, 42,3% teman sebaya memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku sadari, 26,8%  tidak mendapat dukungan tenaga kesehatan, dan 46,2% akses internet/media sosial memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku sadari. Hasil analisis uji statistik hubungan usia menarche dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,064, hubungan obesitas dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,022, hubungan pengetahuan dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,009, hubungan sikap dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,029, hubungan dukungan keluarga dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,030, hubungan pengaruh teman sebaya dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,010,.hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,043 dan hubungan pengaruh akses internet dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,043.Simpulan: Terdapat hubungan antara obesitas, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dan dukungan tenaga kesehatan. Sedangkan variabel usia menarhe dan pengaruh internet/media sosial tidak ada hubungan dengan Perilaku Sadari. Upaya edukasi secara kontineu dengan pendampingan oleh guru dan orang tua terhadap perilaku sehat. Pembinaan kesehatan remaja perlu terus dilakukan oleh tenaga kesehatan termasuk pemeriksaan sadari pada remaja putri secara terus menerus. Kata kunci: Faktor, Perilaku Sadari, Remaja Putri ABSTRACT Background: Breast cancer is a disease where abnormal cells in the breast grow out of control and form tumors starting in the milk-producing lobules of the breast. Breast cancer cases are still quite large, recorded in 2023 in the world, 2.3 women were diagnosed with breast cancer. In Lampung Province in the same year there were 278 cases and in Metro City, based on Sadasin data at the Tejoagung Community Health Center, there were 718 (44.3%) detected tumors/lumps in the breasts in young women. One of the cheap and easy detection efforts can be done by young women by doing a Joint Breast Examination (BSE).Methods: to analyze factors related to BSE behavior in adolescent girls in the UPTD Working Area of the Tejoagung Metro East Health Center.Results: Of the 97 respondents, 28.9% did not carry out conscious behavior, 27.8% were 12 years of age at menarche, 44.3% were obese, 45.4% had less knowledge about conscious behavior, 28.9% had an attitude that did not support conscious behavior, 59.9% did not get family support, 42.3% peers had a negative influence on conscious behavior, 26.8% did not receive support from health workers, and 46.2% had access to the internet/social media. has a negative influence on conscious behavior. The results of the statistical test analysis of the relationship between menarche age and conscious behavior obtained p value = 0.064, the relationship between obesity and conscious behavior obtained p value = 0.022, the relationship between knowledge and conscious behavior obtained p value = 0.009, the relationship between attitude and conscious behavior obtained p value = 0.029, the relationship between family support and conscious behavior obtained p value = 0.030, the relationship between peer influence and conscious behavior obtained p value = 0.010, the relationship between support from health workers and conscious behavior obtained p value = 0.043 and the relationship between the influence of internet access and conscious behavior obtained p value = 0.043.Conclusion: The research results show that there is a relationship between obesity, knowledge about conscious behavior, attitudes towards conscious behavior, family support, peer support, and support from health workers. Meanwhile, the variables menstrual age and the influence of the internet/social media have no relationship with Awareness Behavior. Continuous educational efforts regarding healthy behavior and assistance by teachers and parents. Adolescent health development needs to continue to be carried out by health workers, including continuous self-examination of female adolescents. Kata kunci: Factors, Conscious Behavior, Young Women 
Edukasi dan Pelatihan Teknik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri di SMAN 4 Kota Metro Ridwan, M.; Fibrila, Firda; Herlina, Herlina; Widiyanti, Septi
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i2.1774

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit dimana sel-sel abnormal pada payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor dimulai di dalam lobulus penghasil susu di payudara. Berdasarkan data Kemenkes 2024, kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 20 juta kasus dengan angka kematian 9,7 juta kasus. Penyebabnya karena rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini. Salah satu upaya deteksi dini untuk menurunkan kejadian kanker payudara yang paling murah dan praktis terutama bagi remaja putri dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Sasaran kegiatan adalah remaja putri di SMAN 4 Kota Metro berjumlah 97 otang. Edukasi diberikan dalam bentuk ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta dilakukan pelatihan teknik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan mendemonstrasikan menggunakan panthom. Selanjutnya dilakukan pendampingan dimana peserta dibagi 7 kelompok sehingga tiap kelompok terdiri dari 13-14 orang. Setiap kelompok peserta memperagakan teknik SADARI yang didampinggi oleh 7 orang fasilitator tim pengabmas yaitu dosen dan mahasiswa Diploma III Kebidanan Metro. Fasilitator menggunakan daftar tilik dalam melakukan pendampingan pada peserta sehingga diperoleh gambaran nyata pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan tiknik SADARI. Hasil edukasi dan pelatihan teknik SADARI diperoleh nilai rata–rata pretest sebesar 5,88 dan nilai rata-rata posttest sebesar 8,19. Hasil ini diperoleh adanya perbedaan nilai rata-rata antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan pelatihan SADARI sebesar 2,31. Dapat disimpulkan bahwa edukasi dan pelatihan teknik SADARI  dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam deteksi dini untuk mencegah kanker payudara secara mandiri.
Epidemiological Determinants of Hypertension Among Menopausal Women: A Case-Control Study on Age and Obesity at Yosomulyo Primary Health Care Center Eka Refirahmadani; M Ridwan; Gangsar Indah Lestari
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i1.7116

Abstract

Hypertension is a major public health problem that contributes significantly to increased morbidity and mortality, with a higher risk observed among menopausal women due to decreased estrogen levels. In 2023, the prevalence of hypertension in Indonesia reached 30.8%, while in Lampung Province it was reported at 28.45%. In the working area of Yosomulyo Primary Health Center, Metro City, the number of hypertension cases among menopausal women increased from 182 to 244 cases. This study aimed to examine the association of age and obesity with the occurrence of hypertension among menopausal women. A quantitative approach with a case–control design was applied, involving 78 respondents consisting of 39 cases and 39 controls selected through accidental sampling. Age and obesity were defined as independent variables, while hypertension status was the dependent variable. Data were collected through interviews, blood pressure measurements, and anthropometric assessments, and analyzed using the Chi-square test and Odds Ratio. The results indicated a significant association between age and hypertension (p-value = 0.001; OR = 5.570) as well as between obesity and hypertension (p-value = 0.008; OR = 3.918). In conclusion, age and obesity are significantly associated with the incidence of hypertension among menopausal women, highlighting the need for strengthened health education, early hypertension screening, and promotion of healthy lifestyle behaviors as preventive measures.
PENJARINGAN KASUS ANEMIA DAN DEFICIENCI ENERGI KRONIK SERTA PENGETAHUAN REMAJA PUTRI Firda Fibrila; M. Ridwan
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 08 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan salah satu masalah yang banyak ditemui pada kelompok wanita usia subur (WUS) dan ibu hamil. KEK adalah keadaan dimana seseorang mengalami kekurangan kebutuhan energi yang berlangsung terus menerus. Di Indonesia secara nasional prevalensi KEK pada remaja putri (usia 15 – 19 tahun) cenderung meningkat dari tahun 2018 sebesar 33,5 % dan di tahun 2020 sebesar 36,3 %. Prevalensi KEK pada wanita tidak hamil usia 15 – 19 tahun di Provinsi Lampung tahun 2018 sebesar 13,62 menurun sebesar 12,77 % tahun 2019, sedangkan kejadian KEK pada remaja di Kota Metro sebesar 14,45% pada tahun 2018. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui status kesehatan reproduksi pada remaja putri khususnya penjaringan kasus KEK dan anemia di SMK Muhammadiyah 3 Kota Metro sebanyak 240 orang yang nantinya dapat dijadikan masukan dalam pengambilan kebijakan program di Puskesmas dan di sekolah tersebut.
Gerakan Remaja Sehat Tanpa Merokok: Upaya Preventif Masalah Kesehatan Remaja di Masyarakat Firda Fibrila; M Ridwan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fx7c7j90

Abstract

Merokok di kalangan remaja masih menjadi permasalahan. Kondisi ini dibuktikan dengan angka merokok pada remaja yang meningkat di tahun 2023 mencapai 56,5% pada kelompok usia 15–19 tahun. Fenomena ini memberikan gambaran kualitas kesehatan yang buruk pada generasi penerus jika tidak dilakukan penanganan. Tujuan kegiatan ini adalah sosialisasi gerakan remaja sehat tanpa merokok. Metode yang diterapkan adalah dengan melakukan edukasi melalui nonton bareng vidio tentang merokok dan diskusi langsung dengan para remaja. Kontribusi utama dari kegiatan ini adalah mengajak remaja untuk menerapkan hidup sehat tanpa merokok. Hasil dari kegiatan ini, diketahui bahwa terdapat 1 di antara remaja yang hadir pernah mencoba merokok, melalui diskusi memberikan pemahaman terhadap bahaya merokok, serta kesadaran tentang dampak yang dapat ditimbulkan dari merokok. Kolaborasi antara pemangku kebijakan dalam hal ini Dinas Kesehatan dan komunitas lokal akan lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran tentang bahaya rokok melalui gerakan remaja sehat tanpa merokok.