Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENERAPAN METODE CPM DAN PERT DALAM PENJADWALAN REPARASI LAMBUNG KAPAL KM. SABUK NUSANTARA 75 DI PT. DOK DAN PERKAPALAN WAIAME de Fretes, Fellisya Belinda; Mandaku, Hanok; Camerling, Billy J.
i tabaos Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.1.30-39

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan metode CPM dan PERT dalam penjadwalan reparasi lambung kapal KM. Sabuk Nusantara 75 yang bertujuan untuk optimalisasi waktu reparasi. Proses reparasi lambung kapal terdiri dari 26 tahapan yang dikelompokan ke dalam tiga bagian utama; persiapan docking, pekerjaan reparasi lambung (pelimbungan), dan proses undocking. Seluruh kegiatan ini awalnya memerlukan durasi total 122,59 jam (15 hari) melebihi waktu yang direncanakan yakni 14 hari. Analisa awal mengungkapkan bahwa aktivitas dengan waktu pengerjaan yang panjang, khususnya sweepblast dan pengecatan lambung, menimbulkan perbedaan signifikan antara estimasi optimis dan pesimis sehingga menyebabkan ketidakpastian serta potensi keterlambatan penyelesaian reparasi. Penerapan CPM melalui program LINGO menghasilkan waktu optimal pengerjaan sebesar 94,9 jam (12 hari) dengan jalur kritis; A1 → A2 → A3 → A4 → A5 → A6 → A13 → A14 → A16 → A17 → A22 → A23 → A24 → A25 → A27. Selanjutnya, metode PERT digunakan untuk menghitung probabilitas keberhasilan penerapan CPM. Berdasarkan perhitungannya, probabilitas penyelesaian reparasi sesuai target adalah 65,54%. Hasil penelitian ini memberikan kemungkinan penyelesaian reparasi lambung kapal bisa selesai dalam durasi tersebut, tetapi dengan risiko keterlambatan yang perlu diantisipasi.
KAJIAN PENILAIAN KINERJA PIMPINAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KRITERIA MALCOLM BALDRIGE Patty, Umi Kalsum; Maitimu, Nil E.; Camerling, Billy J.
i tabaos Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.2.70-77

Abstract

Penilaian kinerja yang efektif merupakan kunci untuk memastikan kelangsungan dan kesuksesan bisnis, terutama di industri telekomunikasi yang sangat kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja PT. Telekomunikasi Indonesia Witel Maluku menggunakan pendekatan kriteria Malcolm Baldrige. Metode ini dipilih karena mencakup seluruh aspek kinerja perusahaan dan tidak hanya berfokus pada hasil keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang diisi oleh para kepala manajerial tiap bidang di PT. Telekomunikasi Indonesia Witel Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Telekomunikasi Indonesia Witel Maluku berada pada level World Class Leader dengan kategori Excellent. Kesimpulan ini didasarkan pada jumlah persentase bobot yang tinggi di berbagai aspek kinerja seperti kepemimpinan, perencanaan strategi, fokus pada pasar dan pelanggan, serta manajemen pengetahuan. Rekomendasi yang diberikan termasuk peningkatan program pelatihan tenaga kerja dan adopsi teknologi analitik untuk pengelolaan anggaran yang lebih efektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi perusahaan telekomunikasi lainnya dalam meningkatkan kinerja mereka melalui metode penilaian yang komprehensif dan terstruktur.
PENERAPAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS UNTUK PEMELIHARAAN KOMPONEN KRITIS MESIN SWD TIPE 6TM 410 RR PADA PT. XYZ Hitimala, Sangkulana; Camerling, Billy J.; Rasyid, Mentari
i tabaos Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.2.96-103

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu sumber daya terpenting bagi pertumbuhan manusia, pemelihraan Mesin SWD yang dilakukan selama ini oleh perusahaan bersifat preventif maintanance . Diketahuinya mesin SWD unit 2 terdapat kerusakan pada beberapa komponen yaitu, piston, batang penghubung , poros c , ketup pengatur oli, bantalan, kepala silinder dan pin piston . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komponen kritis penyebab kerusakan mesin SWD unit 2 dan mengetahui penyebab kegagalan faktor peenyebabnya kegagalan mesin SWD unit 2, dan melakukan rekomendasi perbaikan komponen. Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) merupakan metode yang sistematis dan terstruktur untuk menganalisis serta mengidentifikasi penyebab kegagalan dalam sistem atau proses. Tujuan utamanya adalah membatasi dan menganalisis waktu terjadinya kegagalan. Dari hasil kajian atau analisis diperoleh nilai RPN nya yang sangat tinggi dengan urutan tiap komponen yaitu, kepala silinder nilai RPN sebesar 210, piston nilai RPN sebesar 150, ketup pengatur oli nilai RPN sebesar 144, dan batang penghubung nilai RPN sebesar 120. Faktor Penyebab kerusakan pada komponen kritis kepala silinder , piston, ketup pengatur oli, dan batang penghubung mesin diesel SWD unit 2, bahwa kerusakan disebabkan oleh faktor, mesin, dan material.
ANALISIS RANTAI NILAI PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH TENUN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Ratu, Petra Junior; Tutuhatunewa, Alfredo; Camerling, Billy J.
i tabaos Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.2.104-114

Abstract

Tenun adalah kain tradisional yang biasa digunakan acara adat, budaya dan bahkan dalam keseharian di Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini, rantai nilai digunakan untuk mencari dan menentukan saluran rantai nilai yang paling efektif dan efisien. Identifikasi menggunakan konsep Porter (1985), Pemetaan (Mapping) dan Analisis Nilai tambah (Value Added), merupakan alat dan konsep yang menjadi bagian dari proses penelitian ini. Dengan begitu, analisis rantai nilai menghasilkan sebanyak 6 saluran pemasaran dengan alur yang berbeda-beda mulai dari petani hingga konsumen akhir. Margin pemasaran dan nilai tambah tertinggi untuk produk tenun selendang ada pada saluran ke-3 jenis tenunan Buna (70,38%, Rp 281.500/pcs), dan terendah pada saluran ke-2 jenis Futus (61,00%, Rp 122.000/pcs). Untuk sarung, tertinggi pada saluran ke-1 jenis Buna (67,88%, Rp 271.500/pcs) dan terendah pada saluran ke-2 jenis Futus (60,80%, Rp 152.000/pcs). Untuk selimut, tertinggi pada jenis Buna (78,87%, Rp 622.000/pcs) dan terendah pada jenis Futus (71,40%, Rp 287.000/pcs).
Pengembangan Strategi Pemasaran Hotel Irene Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Richard A. de Fretes; Billy J. Camerling
ARIKA Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2024.18.2.79

Abstract

The adequate parking area, number of rooms available at varying prices with inadequate facilities plus the emergence of new competitors/new hotels with more modern room interior designs with varying prices and better service facilities make Hotel Irene a must can compete in the hotel business. By still using virtual glasses analysis to promote hotel marketing, it has not been able to increase the number of visits/customer service at the Irene hotel. This research aims to analyze the marketing of the Irene Hotel, Amahai subdistrict, Central Maluku district through identifying internal and external factors. The data analysis method used is descriptive qualitative and quantitative with data collection techniques through observation, interviews, questionnaires and literature study. Analysis of the IFE and EFE matrices produces 17 factors with weights of 1.008 and 1.713 respectively so that the current position of developing the marketing strategy for the Irene hotel is in cell IX with the main strategies namely divestment, conglomerate diversification strategy and liquidation strategy. Data processing using SWOT analysis produces 4 alternative strategies that are formulated for developing marketing strategies for the Irene hotel.