Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan kontekstual di era digital. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka terhadap berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional periode 2015–2025 yang terindeks dalam basis data bereputasi, seperti SINTA, Garuda, Moraref, Scopus, dan DOAJ, yang membahas strategi pedagogis, manajemen kelas, integrasi teknologi, asesmen formatif, serta dukungan kontekstual dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif berbasis konstruktivisme sosial, seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan tanya jawab interaktif, dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Manajemen kelas yang humanis berkontribusi terhadap terciptanya suasana belajar yang positif dan kolaboratif, sedangkan asesmen formatif berperan sebagai sarana refleksi dan pembentukan karakter siswa. Sementara itu, integrasi teknologi digital memperkaya pengalaman belajar, namun efektivitasnya sangat bergantung pada literasi digital guru serta desain pedagogis yang berorientasi pada nilai. Selain itu, dukungan kontekstual berupa budaya religius sekolah, kebijakan yang humanis, dan kurikulum adaptif berbasis nilai Islam memperkuat ekosistem pembelajaran PAI yang bermakna. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif antara pedagogi inovatif, literasi digital, dan konteks sosial-budaya untuk memperkuat peran PAI dalam membentuk karakter, kompetensi abad ke-21, dan spiritualitas peserta didik di tengah tantangan transformasi pendidikan global.