Transformasi digital pada sektor usaha mikro menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya penggunaan pembayaran non-tunai di Indonesia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknis pedagang kaki lima di Kota Jayapura melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, mentoring, serta evaluasi kemampuan melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait konsep dasar pembayaran digital, instalasi aplikasi, serta penggunaan fitur keamanan masih berada pada kategori sangat rendah. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada seluruh indikator, dengan nilai post-test berada pada kategori sangat tinggi. Peserta mampu mengoperasikan QRIS secara mandiri, melakukan transaksi, membaca laporan, serta memahami aspek keamanan sistem. Implementasi QRIS juga terbukti memberikan dampak positif dalam aktivitas usaha harian, termasuk peningkatan efisiensi waktu pelayanan, keamanan transaksi, keakuratan pencatatan pemasukan, serta peningkatan profesionalitas pedagang dalam melayani konsumen. Selain itu, beberapa pedagang melaporkan adanya peningkatan omzet akibat meningkatnya kenyamanan dan preferensi konsumen terhadap pembayaran digital. Secara keseluruhan, program ini berhasil menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan intensif merupakan strategi efektif untuk mendorong digitalisasi pada pedagang kaki lima. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi serupa di wilayah lain dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.