Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektivitas Penyembuhan Luka Bakar Derajat II Sediaan Gel Ektrak Buah Belimbing Wuluh (Averroa bilimbi L.) Terhadap Tikus Jantan Galur Wistar Astuti , Dina Puji; Fadhilah, Arini
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.847

Abstract

Burns are lesions on body tissues that occur due to exposure to heat sources such as fire, chemicals, or electric currents. Bilimbi (Averroa bilimbi L.) is thought to have therapeutic properties to treat burns in male Wistar rats. Burn healing is divided into 3 phases of inflammation, proliferation, and maturation. This study was to prove the ability of the ethanol extract gel preparation of bilimbi in the process of healing burns. Bilimbi extract gel was formulated in three concentration variations, namely 2.5%, 5%, and 10%. Control testing of the preparation included organoleptic, homogeneity, spreadability, viscosity, and adhesion. The bilimbi extract gel preparation with a series of concentrations of 2.5%, 5%, and 10% gave an effect in healing second-degree burns. The percentage data of burn diameter were analyzed using ANOVA. The results of statistical analysis showed that the preparation of ethanol extract gel from star fruit with a concentration of 10% gave a healing effect with a healing percentage of 86% which was almost the same as the positive control. This healing effect is thought to come from the content of star fruit such as alkaloids, flavonoids, saponins.
Uji Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Esktrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Wahyuni, Arifah Sri; Haryati, Resti Dwi; Fadhilah , Arini
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1135

Abstract

Purpose: to test whether the combination of Moringa oleifera L. and guava (Psidium guajava) leaf extract has a better effect in reducing blood glucose levels compared to single extracts. Method: an experiment with a pre- and post-test with control group design. The samples were Moringa leaves, guava leaves with 30 Wistar rats divided into 6 groups. Normal control group, negative control group (Na CMC 1%), positive control group (glibenclamide 5 mg/kgBW), Moringa leaf extract group dose 100 mg/kgBW, guava leaf extract group dose 105 mg/kgBW, and a combination group of Moringa leaf extract with guava leaves. Data analysis used a computerized program using the Welch ANOVA and Post Hoc Games-Howell tests. Results: showed that all treatment groups significantly reduced blood glucose levels compared to negative controls (p<0.05), but the effect was not comparable to positive controls and was not significant with normal controls on day 21. The combination of EEDK and EEDJB did not provide a better effect than the single extract. Conclusion: This study shows that the single extract and the combination of moringa leaf and guava leaf extracts have antidiabetic activity, but the combination of moringa leaf and guava leaf extracts did not show a better effect.
The Antihyperglycemic Effects of Glibenclamide and Matoa Leaves Extract (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) On Alloxan-Induced Rat Niam, Muhammad Labib Qotrun; Ziah, Nur Khalida; Fadhilah, Arini
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 21, Special Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i0.23665

Abstract

Glibenclamide (GLI) orally treatment for diabetes mellitus has adverse effects, such as hypoglycemia and weight gain. A synergistic effect achieved through the combination of natural constituents provides an alternative method for reducing adverse effects. The aim of this study was to investigate the contribution of 50% ethanol leaves extract (EEDM) to the administration of GLI in alloxan induced rats. A total of 20 rats were divided into 4 groups, namely normal control (NC), negative control, GLI 5 mg/KgBW group, and the combination of GLI 5 mg/KgBW and EEDM 100 mg/KgBW. Fasting blood sugar data (FBG), body weight, urine chemistry for 15 days of treatment measured. The results show that the ability of the GLI-EEDM combination to lower FBG is more effective and can withstand the hypoglycemic effects of GLI, in addition to improving the secretion of glucose in the urine.
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS BERAS HITAM (Oryza sativa L. indica) SEBAGAI ANTIDIABETES Abida, Alya; Fadhilah, Arini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.104

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau insulin yang diproduksi tidak dapat digunakan secara efektif oleh tubuh. Hiperglikemia atau glukosa darah yang tinggi merupakan efek utama pada diabetes yang tidak terkontrol dan dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan serius pada saraf dan pembuluh darah. Pada tahun 2015 Indonesia menempati peringkat 7 sebagai negara penyandang diabetes mellitus terbanyak di dunia, dan diperkirakan akan naik ke peringkat 6 pada tahun 2040. Saat ini tanaman obat banyak digunakan oleh masyarakat dan pada saat yang sama banyak masyarakat berasumsi penggunaan tanaman obat atau obat tradisional relatif lebih aman daripada obat sintetis. Beras berpigmen memiliki potensi aktivitas antioksidan karena kandungan senyawa bioaktif yang tinggi. Beras hitam mengandung pigmen antosianin yang termasuk komponen flavonoid, yaitu turunan polifenol. Beberapa penelitian yang dilakukan secara in vitro, in vivo dan klinis pada manusia menunjukkan antosianin dalam beras hitam mempunyai efek antidiabetes. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beras hitam (Oryza sativa L. indica) sebagai antidiabetes. Studi literatur ini bersumber dari artikel yang ditelusuri melalui database Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci “black rice and antidiabetic” serta kata kunci sekunder “beras hitam sebagai penurun kadar gula darah pada tikus” dan “beras hitam sebagai penurun kadar gula darah pada mencit”. Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel yang dipublikasi pada tahun 2011 – 2021 membahas uji in vivo beras hitam, dan dapat diunduh full text. Dari hasil tersebut didapatkan 7 artikel yang memenuhi kriteria dan digunakan sebagai tinjauan. Berdasarkan hasil analisis dari 7 artikel tersebut didapatkan bahwa beras hitam memiliki efektivitas sebagai antidiabetes dengan beberapa mekanisme.  
AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) PADA MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI PEPTON 10% Wati, Nita Ratna; Fadhilah, Arini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.119

Abstract

Demam adalah gejala penyakit dimana suhu tubuh meningkat. Obat dalam kelompok antipiretik digunakan untuk mengobati demam dan menurunkan suhu tubuh. Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) adalah salah satu tanaman yang memiliki sifat antipiretik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antipiretik dari beberapa varian dosis ekstrak etanol daun kemangi terhadap mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini digunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. kelompok 1 dan 2 masing-masing sebagai kontrol positif dan negatif, tiga kelompok lainnya diberikan ekstrak etanol daun kemangi dengan konsentrasi yang bervariasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi kemudian ekstrak dibagi menjadi tiga konsentrasi yaitu 32,5, 65 dan 130 mg/KgBB mencit. Sebagai kontrol positif digunakan paracetamol dan kontrol negatif digunakan Na CMC. Pada percobaan ini, suhu inti tubuh mencit dinaikkan dengan pemberian pepton 10% secara oral. Selanjutnya mencit diberi paracetamol, Na CMC atau ekstrak etanol daun kemangi sesuai dengan kelompoknya secara peroral. Kemudian suhu mencit diukur pada rektal setiap 30 menit hingga menit ke-240. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki efek antipiretik pada ketiga dosis dan dosis 130 mg/KgBB setara dengan paracetamol.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK N- HEKSAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum) PADA TIKUS GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALOKSAN Sayekti, Nurul Cahyaning Nardi; Fadhilah, Arini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.133

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh menurunnya produksi insulin atau menurunnya sensitivitas reseptor insulin atau keduanya. Diabetes melitus termasuk penyakit degeneratif yang membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama sehingga pengobatan tradisional saat ini menjadi alternatif untuk mengobati penyakit tersebut. Salah satu tanaman yang dipercaya dapat mengobati diabetes adalah jahe. Jahe memiliki kandungan gingerol yang dengan pemanasan menyebabkan sebagian senyawa gingerol berubah menjadi shogaol. Senyawa shogaol diduga dapat menyebabkan peningkatan ekspresi adiponektin dan menurunkan sekresi TNF (Tumor Necrosis Factor), sehingga terjadi peningkatan sensitivitas reseptor insulin dan penurunan resistensi insulin yang menyebabkan terjadinya penurunan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah tentang efek antidiabetes ekstrak n-heksan jahe merah pada tikus galur Wistar yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode pre and post test with control group design dengan menggunakan 18 ekor tikus galur Wistar yang dibagi ke dalam 6 kelompok secara acak yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid) dan kelompok perlakuan ekstrak n-heksan jahe merah 80, 200, dan 500 mg/kgBB. Kadar gula darah tikus diukur menggunakan spektrofotometer visible dengan panjang gelombang 546 nm pada hari ke-0, 7, 14 dan ke-21. Hasil yang didapatkan adalah pemberian ekstrak n-heksan jahe merah dengan dosis 80, 200, dan 500 mg/kgBB dapat memberikan penurunan kadar gula darah dengan nilai p<0,05 yang dibandingkan dengan kontrol negatif.
UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK METANOL BUAH KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M.Smith) TERHADAP RESPON IMUN NON-SPESIFIK PADA MENCIT DENGAN METODE CARBON CLEARANCE Pratama, Nafik Hafiz; Fadhilah, Arini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.139

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Smith) merupakan bagian dari keluarga Zingiberaceae. Secara empiris, kecombrang digunakan sebagai bahan pangan dan pengobatan karena mngandung banyak senyawa bioaktif, yang salah satunya memiliki aktivitas farmakologi sebagai imunomodulator. Penelitian ini dilakukan untuk menetapkan pengaruh pemberian ekstrak metanol buah kecombrang terhadap respon imun non- spesifik dengan metode carbon clearance. Sediaan uji berupa ekstrak metanol buah kecombrang yang diberikan secara oral terhadap mencit jantan galur Swiss dengan dosis 25, 50, dan 100 mg/KgBB selama 7 hari dan diukur nilai % transmitannya pada hari ke-8. Hasil dari uji carbon clearance memperlihatkan bahwa ekstrak metanol buah kecombrang dengan dosis 25, 50, dan 100 mg/KgBB terbukti memiliki efek imunostimulan sedang dengan nilai indeks fagositosis sebesar 1,003; 1,090; 1,190. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah kecombrang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR Norhikami, Norhikami; Fadhilah, Arini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.321

Abstract

Inflamasi adalah respon imun tubuh yang bekerja terhadap rangsangan fisik, kimia, maupun zat berbahaya atau mikrobiologi. Obat antiinflamasi golongan NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs) atau golongan steroid umumnya mempunyai banyak efek samping. Daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah tanaman tropis yang bisa dijadikan referensi alternatif dalam menurunkan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antiinflamasi daun kelor pada tikus jantan galur Wistar yang diinjeksi subplantar dengan karagenin 1%. Lima kelompok perlakuan masing-masing 5 ekor tikus jantan galur Wistar dengan bobot antara 150-250 gram. Kelompok I Na-CMC 0,5% (kontrol negatif) digunakan sebagai pembanding dan pembawa untuk pembuatan larutan kontrol positif dan larutan ekstrak uji, kelompok II natrium diklofenak 15 mg/KgBB (kontrol positif), dan sebagai kelompok perlakuan yaitu kelompok III, IV, dan V diberi ekstrak etanol daun kelor (EEDK) dosis 25, 50, dan 100 mg/KgBB. Pengamatan dilakukan selama 6 jam dari jam ke-0, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 dengan mengukur tebal udema kaki tikus dengan jangka sorong digital, kemudian dihitung rata-rata ± SD (mm). Data dianalisis dengan SPSS uji statistik ANOVA dan uji lanjut LSD. Ekstrak etanol daun kelor (EEDK) dosis 25, 50, dan 100 mg/KgBB mempunyai aktivitas antiinflamasi dalam menurunkan udema kaki tikus. Dosis 100 mg/KgBB mempunyai aktivitas penurunan inflamasi paling baik dan rata-rata penurunan inflamasinya pada jam ke-1 hingga ke-6 menunjukkan  nonsignifikan (p > 0,05) dengan tebal udem paling rendah pada jam ke-6 yaitu 4,82±0,10 mm sebanding dengan kontrol positif (4,81±0,17 mm). Ekstrak etanol daun kelor disimpulkan memiliki efektivitas antiinflamasi dalam menurunkan peradangan pada udema kaki tikus.
Efficacy of Starfruit Leaf Ethanol Extract Gel on Second-Degree Burns in Wistar Rats Amalia Rizky Pancarani; Arini Fadhilah
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 8 No. 02 (2025): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v8i02.4338

Abstract

Burn injuries are injures caused by heat, electricity, chemicals, or radiation exposure. Secondary metabolites found in starfruit (Averrhoa carambola) leaves—such as saponins, alkaloids, and flavonoids—have the potential to accelerate the healing of burn wounds. The main objective of this research is to evaluate the effects of a topical gel made from ethanol extract of starfruit leaves at concentrations of 5%, 10%, and 15%, and to determine the most effective concentration for burn wound healing. This study used an experimental method involving 25 Wistar rats, divided into 5 groups. The burn wound model was created by inducing second-degree burns on the rats' backs using a metal disc with a diameter of 2 cm, applied to the skin for 5 seconds. After the burn was induced, the gel was applied topically twice a day for 15 consecutive days. The healing process was observed macroscopically by measuring the percentage of wound closure and using a modified Nagaoka scoring system. The data obtained from this study showed that the ethanol extract gel of starfruit leaves effectively accelerated the healing of second-degree burns. Tukey's test results indicated that the 15% concentration of the gel produced a statistically significant effect compared to the negative control group (p = 0.012), and was identified as the most effective treatment group, with a burn wound healing percentage of 86.15±0.90%, which was noticeably higher than that of the other groups. Based on analysis using wound healing percentage and Nagaoka scores, the optimal concentration was 15% with healing time equivalent to the positive control group.
Edukasi Kesehatan Kognitif dan Senam Otak Lansia Menuju Lansia Mandiri dan Bahagia pada Ibu-Ibu Penggerak PKK Desa Mliwis, Boyolali, Jawa Tengah Juwita Rahmawati; Tri Yulianti; Annisa Nur Lathifah Amanda Putri; Septiana Windarti; Arini Fadhilah Fadhilah; Arifah Sri Wahyuni; Anita Sukmawati; Peni Indrayudha; Gunawan Setyadi; Febri Wulandari; Teguh Imanto; Santhyami Santhyami
Abdi Geomedisains Vol. 6, No. 2, December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A prevalent issue among the elderly is cognitive deterioration. Modifications in behavior and the adoption of a healthy lifestyle have been demonstrated to mitigate cognitive decline in the elderly. The objective of community service initiatives is to disseminate knowledge regarding cognitive health in the elderly and to offer brain workouts to the community, particularly targeting women who are PKK activists in Mliwis Village. This community service initiative employs an instructional methodology that incorporates PowerPoint presentations and leaflets, utilizing a one-group pre-test and post-test design. The event took place at the Posyandu Sidorejo in Mliwis Village, Boyolali. The target audience for this activity was PKK mothers in Mliwis Village, Boyolali Regency, Central Java. To measure the level of knowledge about cognitive health, a questionnaire developed by the community service team was used. This activity consisted of six stages, namely opening, pretest, education, group brain exercises, discussion, and post-test. 51 participants, comprising PKK mothers, attended this activity. The most extensive age range was 31-40 years old, with 16 (31.4%) participants, and the largest occupation was housewife, with 36 (70.6%) participants. The education and discussion activities went well. The enthusiasm of the participants also increased with the joint brain exercises. The average pretest and posttest scores were 90.26 ± 10.78 and 93.68 ± 7.50, respectively. There was a significant difference in knowledge between the pretest and post-test measurements (p = 0.034; < 0.05). It is hoped that this educational activity will help form independent and happy elderly people.