Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Respons Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata) terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Air Kelapa dan Keong Mas Elis Hidayanti; Emilda Emilda; Titin Supriyatin
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.10222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata) terhadap pemberian pupuk organik cair (POC) limbah air kelapa dan keong mas. Parameter yang diamati terdiri atas tinggi tanaman, jumlah polong, bobot kering biji per tanaman, dan bobot kering akar. Metode yang digunakan yaitu eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yakni perlakuan pada benih (T) dengan dua taraf yakni perendaman benih dengan aquadest (T1) dan dengan POC (T2), serta pemupukan dengan empat taraf POC, yaitu 0% (P0), 15% (P1), 30% (P2), dan 45% (P3). Adapun label kombinasi perlakuan dalam penelitian ini adalah T1P0, T1P1, T1P2, T1P3, T2P0, T2P1, T2P2, dan T2P3. Percobaan ini terdiri dari enam kali ulangan. Sehingga, terdapat 48 unit percobaan. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA 2 arah dan uji lanjutan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC air kelapa dan keong mas memberikan respons positif terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman kacang hijau. Kedua faktor perlakuan secara terpisah diketahui memberikan pengaruh sangat nyata (F hitung > F tabel 1%) pada seluruh indikator antara 17-67 hari setelah tanam (HST), kecuali faktor T yang memberikan pengaruh nyata pada tinggi 17 HST. Akan tetapi, kombinasi kedua faktor hanya memberikan pengaruh sangat nyata pada tinggi 27 HST dan nyata pada bobot kering biji per tanaman, namun tidak nyata pada indikator lainnya. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa pemupukan dengan 30% POC memberikan pengaruh paling signifikan. Secara spesifik, diketahui bahwa kelompok T2P2 menyebabkan hasil pertumbuhan paling baik dengan rerata tinggi 80.08 cm, jumlah polong 48.67 buah, bobot kering biji per tanaman 55.65 g, dan bobot kering akar 7.2 g.
UJI KUALITATIF SENYAWA AKTIF FLAVONOID DAN TERPENOID PADA BEBERAPA JENIS TUMBUHAN FABACEAE DAN APOCYNACEAE DI KAWASAN TNGPP BODOGOL Daffa Azalia; Intan Rachmawati; Safina Zahira; Fitri Andriyani; Titis Melia Sanini; Supriyatin Supriyatin; Nailul Rahmi Aulya
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa flavonoid dan terpenoid diketahui merupakan metabolit sekunder tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Tanaman yang mengandung flavonoid dan terpenoid berpotensi untuk digunakan sebagai sumber antioksidan alami. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya senyawa flavonoid dan terpenoid pada tumbuhan famili Fabaceae dan Apocynaceae di PPKA Bodogol. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juni sampai dengan 22 Juni 2021 di TNGGP PPKA Bodogol, Sukabumi, Jawa Barat. Pengambilan sampel tumbuhan dilakukan dengan metode purposive sampling sedangkan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam sampel dilakukan skrining fitokimia melalui uji warna, pengujian bahan dilakukan secara skala lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun Hoya multiflora dari famili Apocynaceae mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Sementara itu, Alstonia sp. dari famili yang sama hanya mengandung senyawa terpenoid. Daun Calliandra sp. dari famili Fabaceae yang teridentifikasi mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Sedangkan, daun Centrosema pubescens dari famili Fabaceae hanya mengandung senyawa flavonoid. Kata kunci :  Apocynaceae, Fabacae, Fitokimia, Flavonoid,Terpenoid.
HYBRID LEARNING: STRATEGI PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN PASCA PENERAPAN KEBIJAKAN PTMT DI MASA PANDEMI COVID-19 Vonny Vonny; Fariha Shiyama; Supriyatin Supriyatin
EDUTECH Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i1.42543

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi covid-19 menuntut terjadinya penyesuaian dan perubahan kebijakan yang sangat drastis. Kebijakan awal penyelenggaraan pendidikan di sekolah, berupa pembelajaran jarak jauh, yang menuntut pengadopsian pembelajaran berbasis online yang sudah lama dikenal dengan online learning. Namun demikian, tidak semua sekolah memiliki kesiapan cukup untuk menyelenggarakan online learning, sehingga banyak kekurangan terjadi dalam pelaksanaannya.  Setelah kasus covid-19 berkurang, melalui berbagai evaluasi, kebijakan Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) diberlakukan. Kebijakan PTMT diterapkan oleh setiap satuan pendidikan dengan pendekatan yang bervariasi. Penelitian ini memberikan gambaran deskriptif mengenai penyelenggaraan pembelajaran di beberapa sekolah pasca diterapkannya kebijakan PTMT, serta pendapat guru mengenai pelaksanaan penyelenggaraan kebijakan tersebut di sekolah masing-masing. Data diambil melalui survey yang disebarkan secara acak, dan didapatkan 82 responden dari berbagai sekolah. Validasi butir pertanyaan dihitung dengan menggunakan rumus alpha cronbach pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kebijakan PTMT diberlakukan, 49% satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran  hybrid learning, 38% menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di kelas dengan dua gelombang, 10% menyelenggarakan pembelajaran online untuk siswa yang belajar di rumah,  dan tatap muka di kelas pada waktu yang berbeda, sedangkan 4% melakukan kebijakan yang bervariasi lainnya. Dari sudut pandang guru, kebijakan PTMT dinilai memberikan keuntungan pada beberapa aspek. Secara khusus, pada pembelajaran hybrid learning, guru dituntut untuk mampu membagi atensi terhadap siswa yang belajar di rumah dan di sekolah, serta persiapan yang lebih untuk mendesain pembelajaran.
Efektivitas Pembelajaran Daring Dilihat dari Perspektif Guru, Orang Tua dan Siswa di SMA N 20 Jakarta Titin Supriyatin; Dwi Aprillia Setia Asih
Duconomics Sci-meet (Education & Economics Science Meet) Vol 1 (2021): Merdeka Belajar dan Tantangan Ekonomi dalam Menyongsong Era Society 5.0
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.763 KB) | DOI: 10.37010/duconomics.v1.5478

Abstract

This research is designed to analyst the effectivity of online study during the pandemic of covid-19 from diverse perspectives of stakeholders, including teachers, parents and students of 20 Senior High School, Jakarta. This research involves several respondents - 10 teachers, 16 parents and 12 students of 20 Senior High School, Central Jakarta. Descriptive qualitative through the online survey is the method used to indicate the effectivity of online study from respondents’ perspective. In consequence, it results the percentage of the positive and negative impacts of online study.Based on the research analysist, it is assured that online study generates both of impacts to the respondents. The result states that online study is not chained by time and space, meaning students are able to access courses anytime anywhere. It also increases students’ independence. On the other hand, online study has many disadvantages. Teachers and parents have limited access to control the students’ behaviour during the classes because of lacking of time and technology abilities. additionally, it reduces students’ excitement and joy towards the classes.
Kreasi Olahan Nugget Dari Jantung Pisang Sebagai Alternatif Cemilan Sehat Titin Supriyatin; Fitri Damayanti; Avini Nurazhimah Arfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.601 KB) | DOI: 10.30998/jpmbio.v1i1.948

Abstract

Shifts in lifestyle and food consumption patterns of the community have an influence on the nutritional status of the community. Along with the development of science and technology, people are faced with an unhealthy lifestyle, people tend to prefer and like the types of practical and fast food, soft drinks that are widely circulated in the market or contemporary drinks that are trending in society, lack of exercise, unbalanced diet, and much more. Based on the results of observations made, it shows that in the Jl. Budi Mulia RT 04 RW 07, Pademangan, North Jakarta that teenagers in this area consume high levels of fast food. One way for optimal health is to regulate the food consumed by paying attention to good nutritional intake. then our community service team will provide training on making "Nugget Processed Creations from Banana Hearts as an Alternative for Healthy Snacks" and obtained data that: 1. As many as 17 people or 85% answered that they had never made nuggets from banana hearts before, 2. as many as 19 people or 95% answered that they would make nuggets from banana hearts after receiving training, 3. as many as 15 people or 75% answered that they would make nuggets from banana hearts after receiving training as a business opportunity.
PEMANFAATAN LIMBAH KEPALA DAN KULIT UDANG SEBAGAI PENYEDAP RASA ALAMI Titin Supriyatin; Dwi Aprillia Setia Asih; Syafa’atun Syafa’atun
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.1123-1128

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa di lingkungan perumahan grand mutaiara blok f8 belendungan , kerawang bahwa para ibu rumah tangga masih banyak yang  menggunakan penyedap rasa yang mengandung  MSG . Padahal yang seperti kita ketahui penyedap arsa yang mengandung MSG tidaklah bagus bagi kesehatan,penggunaan MSG akan membawa dampak negatif bagi tubuh kita baik digunakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.  Dampak MSG bagi kesehatan dalam jangka pendek (symptom complex MSG) antara lain perut mual, sakit kepala, mudah mengantuk, keringat berlebihan, wajah dan leher terasa panas, wajah terasa kaku, jantung berdetak kencang, nyeri dada, kesemutan. Sedangkan Dampak MSG dalam jangka panjang antara lain yaitu Menurunnya fungsi otak,kanker,alergi, Hipertensi, obesitas, kerusakan retina, diabetes dan masih banyak lainnya.sehingga tim pengabdian kepada masyarakat tergerak untuk memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah kepala dan kulit udang sebagai kaldu penyedap rasa alami. Dari penyuluhan dan pelathan nanti diharapkan untuk para ibu-ibu bisa lebih bijak dalam menggunakan penyedap rasa.
Analisis Kesulitan Guru Matematika di SMA N 10 Jakarta dalam Menerapkan Pembelajaran Daring Titin Supriyatin; Avini Nurazhimah Arfa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.644 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dialami oleh guru matematika di SMA N 10 Jakarta selama melakukan pembelajaran daring. (2) Untuk mengetahui faktor munculnya kesulitan dalam melaksnaakan pembelajaran daring. (3) Untuk mengetahui cara atau alternatif yang digunakan untuk meminimalisir kesulitan yang dialami Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer yakni wawancara dan sumber data sekunder yang dapat menunjang penelitian. Pengumpulan data ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dalam melaksanakan pembelajaran daring tersebut guru matematika di SMA N 10 Jakarta mengalami beberapa kesulitan, diantaranya ada sebagian siswa yang tidak memiliki fasilitas seperti handphone android, keterbatasan sinyal, dan ada orang tua peserta didik yang kesulitan dalam membimbing anaknya.(2) Faktor yang mempengaruhi adanya kesulitan yaitu dari sisi siswa yaitu ada sebagian peserta didik yang tidak memiliki fasilitas pembelajaran daring seperti handphone android, paket data (bisa dikatakan sebagai faktor ekonomi), keterbatasan sinyal dan ada sebagian orang tua yang tidak memantau anaknya dalam belajar (3) Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan yang ada selama pelaksanaan pembelajaran daring yaitu diantaranya dengan memberikan tugas yang tidak begitu memberatkan siswa, guru wali kelas rutin melakukan komunikasi dengan orang tua peserta didik melalui grup oarang tua wali murid setiap harinya serta pemberian fasilitas paket quota data kepada guru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpukan bahwa kesulitan yang dihadapi guru matematika dalam menerapkan pembelajaran daring adalah kendala umum yang dapat dialami oleh guru lain, tidak ada kesulitan khusus yang hanya dialami oleh guru matematika.
Pengaruh Discovery Learning dan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Metakognisi Matematika Siswa di SMP N 17 Jakarta Titin Supriyatin; Avini Nurazhimah Arfa
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 6, No 2 (2023): Juni
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v6i2.15088

Abstract

Abstract:The purpose of this research is to find out how much influence the Discovery Learning and Problem Based Learning learning models have on the mathematical metacognition abilities of students at SMP N 17 Jakarta. While the research subjects were class VIII students, totaling 64 students with 32 students as the experimental class and 32 students as the control class. The implementation of this research is due to the fact that mathematics is still considered by some students to be very scary and has even become a very disliked subject, so teachers need to find a learning model that makes mathematics very enjoyable. This research method uses a quasi-experimental method where this method compares two classes that receive different treatment, the first class uses the Discovery Learning method while the second class uses the Problem Based Learning method. The research data obtained the average value of students in the class taught by the Problem Based Learning model which was classified as low, namely only 65, while the average value of students in the class taught by the Problem Based Learning model was classified as good, namely 79.938, thus it can be concluded that students' mathematical metacognition abilities in classes taught using the Discovery Learning model were higher than students' mathematical metacognition abilities in classes taught using the Problem Based Learning model.Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruhnya model pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning terhadap kemampuan metakognisi matematika pada siswa di SMP N 17 Jakarta.Sedangkan Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 64 siswa dengan 32 siswa sebagai kelas eksperimen dan 32 siswa sebagai kelas kontrol. Pelaksanaan penelitian ini dikarenakan bahwa pelajaran matematika masih dianggap sebagian peserta didik yang sangat menakutkan bahkan sudah menjadi pelajaran yang sangat tidak disukai sehingga guru perlu menemukan model pembelajaran yang membuat pelajaran matematika terasa sangat menyenangkan. Metode penelitin ini menggunakan metode kuasi eksperimen dimana metode ini membandingkan dua kelas yang mendapatkan perlakuan yang berbeda ,kelas pertama menggunakan metode Discovery Learning sedangkan kelas kedua menggunakan metode Problem Based Learning. Data penelitian diperoleh nilai rata-rata peserta didik pada kelas yang diajarkan dengan model Problem Based Learning tergolong rendah yaitu hanya 65, sedangkan nilai rata-rata peserta didik pada kelas yang diajarkan dengan model Problem Based Learning sudah tergolong baik yaitu 79,938 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan metakognisi matematika peserta didik pada kelas yang diajarkan dengan menggunakan model Discovery Learning lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan metakognisi matematika peserta didik pada kelas yang diajarkan dengan model Problem Based Learning.         
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY DI SMA SANTA URSULA Nurhasanah Siregar; Maria Magdalena Melina; Pretty Nurwhite Tika; Supriyatin Supriyatin
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v10i2.13886

Abstract

Learning media is one of the keys to successful learning in the classroom by improving learning activities to be more effective and efficient. Now the development of learning media is increasingly advanced thanks to advances in information technology. One of the information technology-based learning media that is currently widely used is Virtual Reality. The utilization of Virtual Reality learning media is very appropriate to use in classroom learning that needs to present real examples so that students can understand the material, so as to improve the quality of learning. The purpose of this study is to analyze how to improve the quality of learning based on Virtual Reality technology at Santa Ursula Senior High School Jakarta. The method used is descriptive quantitative research method with data collection techniques in the form of questionnaires, interviews, observations, and documentation studies. The results showed that the use of Virtual Reality can improve the quality of learning in several subjects. The use of Virtual Reality has a positive impact on learning activities, such as learning to be more varied, fun, and interesting. In addition, students' interest in learning in class also increases, because they want to be actively involved in the learning process. However, the use of Virtual Reality at Santa Ursula Senior High School Jakarta is still not optimal. This is because there are still many teachers who are not mature in preparing the use of Virtual Reality media in learning, so the use of Virtual Reality has not been evenly distributed in all classes.
The Relationship Between Academic Stress and Class XII Students' Biology Learning Outcomes Yunita Amelia; Supriyatin Supriyatin; Rusdi Rusdi; Lili Akhmad
Bioeducation Journal Vol 7 No 2 (2023): Bioeducation Journal
Publisher : Universitas Negeri Padang Address: Biology Education Study Program Faculty Mathematics and Natural Science (FMIPA) Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang-West Sumatera-Indonesia Telp. +62751-7057420 - Fax.+62751-7058772 - Ph. +6281363229286

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bioedu.v7i2.471

Abstract

Learning outcomes are the important matter in the learning process so that learning outcomes are often used as a determinant of success in achieving learning purposes. The learning outcomes achieved by each student will be different. This is due to several factors, one of which is related to student psychological conditions in the form of stress in an academic context. This study aims to determine the relationship between academic stress and biology learning outcomes of class XII students. The research was conducted at SMA Negeri 4 Bekasi City in the 2022/2023 academic year. The method used is a quantitative descriptive method with correlational studies. The sample used was 104 students of class XII who were selected through simple random sampling technique. The instruments used were questionnaires and multiple choice test questions. The prerequisite test results show that the data are normally distributed and homogeneous. The result of calculating the correlation coefficient is -0.473 and is included in the medium criteria. Thus, it can be concluded that there is a significant negative relationship between academic stress and the biology learning outcomes of class XII students. The higher the academic stress, the lower the biology learning outcomes of class XII students. The coefficient of determination is 0.224, which means that academic stress contributes 22.4% to the biology learning outcomes of class XII students.