Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Spiritualitas Perjumpaan dalam Ekaristi: Refleksi Teologis Tentang Makna Kehadiran Kristus dalam Liturgi Kristeno, Marianus Rago; Goa, Lorentius
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/1zs21c52

Abstract

Ekaristi memiliki peran sentral dalam iman Katolik sebagai sumber dan puncak kehidupan Gereja, namun sering direduksi hanya sebagai kewajiban ritual, bukan perjumpaan yang mengubah dengan Kristus yang bangkit. Artikel ini merefleksikan secara teologis makna kehadiran Kristus dalam Ekaristi dan implikasinya bagi spiritualitas perjumpaan. Dengan metode kualitatif melalui kajian pustaka, penelitian ini mengkaji dasar biblis dan doktrinal tentang kehadiran nyata Kristus dalam Sabda, roti dan anggur yang dikonsekrasikan, pribadi imam, serta persekutuan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekaristi, bila dirayakan secara sadar dan aktif, bukan hanya kewajiban liturgis, melainkan ruang perjumpaan pribadi dan komunal dengan Kristus yang mengubah hidup umat. Namun, distraksi digital dan kurangnya kesadaran liturgis menjadi tantangan besar, terutama bagi kaum muda. Karena itu, Ekaristi perlu dihayati kembali sebagai perjumpaan hidup yang menumbuhkan syukur, partisipasi aktif, dan transformasi pribadi, sehingga umat mampu mewujudkan kasih, pelayanan, dan kesaksian iman dalam kehidupan sehari-hari.
TRANSFORMASI INTERAKSI GURU DAN SISWA DALAM PEMBENTUKAN NILAI DAN IDENTITAS PENDIDIKAN: PERSPEKTIF ANTROPOLOGI PENDIDIKAN Margareta Vera Lema; Lorentius Goa
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berfokus pada perubahan pola interaksi antara guru dan siswa dalam konteks pembentukan nilai dan identitas pendidikan di era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan pergeseran budaya sekolah. Pergeseran relasi otoritas tradisional dari yang bersifat hierarkis menuju hubungan yang lebih egaliter telah mengubah dinamika pembelajaran di kelas, di mana guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan fasilitator yang menuntun proses dialog dan refleksi nilai. Dalam konteks ini, teknologi digital dan perubahan budaya belajar turut memengaruhi cara nilai-nilai pendidikan dihayati dan diinternalisasi oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menggali makna interaksi pendidikan sebagai proses pembudayaan nilai dan pembentukan identitas melalui perspektif antropologi pendidikan, yang melihat pendidikan sebagai bagian dari dinamika kebudayaan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka untuk menelaah berbagai kajian teoritis dan empiris yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara guru dan siswa telah mengalami transformasi menuju relasi yang lebih dialogis, partisipatif, dan kontekstual, di mana nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, dan refleksi kritis menjadi bagian integral dalam pembentukan karakter serta identitas belajar peserta didik.   Kata kunci: transformasi interaksi guru-siswa; pembentukan nilai dan identitaska; antropologi pendidikan
Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Melalui Balai Latihan Kerja Bhakti Luhur Lorentius Goa
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 1 No. 1 April 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.855 KB) | DOI: 10.53544/jpp.v1i1.142

Abstract

People with disabilities are a hot topic to be discussed in various developed countries including our country, Indonesia. The reason is, people with disabilities are a group of minorities who are often neglected in fulfilling their rights. One of the ways for people with disabilities can have a decent life is through empowerment. The Bhakti Luhur Foundation itself has the vision to empower people with disabilities through various activities, one of which is through a job training center accompanied by professional staff. People with disabilities who are empowered in this job training center are people with disabilities who can train. The empowerment carried out is the manufacture of household furniture, household utensils, manual paving stone production, woodcraft for playgroups, painting and knitting painting (streaming), printing and offsetting, making plant pots, ornamental plants, and raising tilapia and catfish.
Meningkatkan Keaktifan Anak Autis Dalam Mengikuti Kegiatan Melalui Terapi Behavioral Di Wisma Halimun Lorentius Goa
Jurnal Pelayanan Pastoral  Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 2 No. 1 April 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.922 KB) | DOI: 10.53544/jpp.v2i1.247

Abstract

The term autism comes from the word “ auto” which means “ yourself ” while ” ism ” means “ a stream “if you join it means that an understanding is interested in myself. So, autism is a child who is interested in his world / aloof. The factor that causes autism 8 – 11 % of children with are genetic, but it is also caused by genetics and viruses. Behaviourism is a scientific view of human behaviour. It is orderly behaviour and carefully controlled experiments will reveal the laws that control behaviour. Every individual has the same positive and negative tendencies. The behavioristic theory is a theory that applies the principle of strengthening stimulus and response. This study aims to describe the three less active children participating in behaviour therapy activities at the Halimun Paulus underworld. This study used a quantitative experimental research design. Based on the results of the study with the methods used by pretest and posttest design for 5 subsidiaries of children’s activeness, the following results are obtained: the first subject AF from the pretest got a score of 56,6 and the posttest got a value of 72,2, then an increase of 15,6. And the second subject FG from the pre-test got a value of 52, and the post-test got a value of 65, then it has increased in value by 13. While the third subject of the KF from the pre-test received a value of 53,2, and the test post received a value of 68,2, a 15 increase. So seen from the three subjects which experienced the highest increase in AF 15,6 and second-order KF had an increase of 15, and the third had an increase of 13.
PERAN AGAMA DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL TERHADAP GENERASI MILENIAL Witria Wanda; Lorentius Goa
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol.5 No.1 April 2024
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/jpp.v5i1.448

Abstract

The millennial generation is a generation that easily adapts to all situations of the times, especially in social changes, this millennial generation is said to be a modern generation that easily adapts to new things. Social changes that occur today can also affect the millennial generation in all ways, both physical, social, cultural, and religious. So to keep the millennial generation carried away in the influence of positive social change, religion must also play a role in helping the millennial generation face existing social changes that may have a bad influence on them, it is hoped that religion can guide and maintain their faith, with the role of religion in their lives, the millennial generation can also bring a good influence for the development of the Church to adjust self with the social changes that are happening today. The purpose of this study is to determine the extent of the role of religion in directing the millennial generation in facing existing social changes, the method used in this study is quantitative method. Using data collection techniques from various related articles. The conclusion that can be drawn from this study is that religion plays an important role in helping the millennial generation face social changes that occur, religion helps the millennial generation in managing all aspects both social and religious, and with the role of religion to the millennial generation, the millennial generation has a good character and is able to develop its image and help the development of the Church.
Pengaruh Penggunaan Media Instagram Terhadap Pelayanan Pengasuh ABK di Wisma Setaman Dalam Margaretha Jayusni Siribere; Lorentius Goa
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 5 No. 2 Oktober 2024
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/jpp.v5i2.461

Abstract

Instagram is a photo and video sharing application that is packaged attractively and is easy to apply. Instagram users will indirectly feel the impact of continued use of this social media. With the presence of Instagram media, people can easily take pictures anywhere and anytime and then post them on social media. This article aims to determine the influence of the use of Instagram media on caregivers in providing services to ABK and to find out what influence social media currently has, especially on the use of Instagram media. The method used is qualitative research, this research requires direct interaction with participants, is time consuming and collects small amounts of data. This research also uses a research process through interviews with caregivers because this research uses qualitative methods, the data collection techniques used are observation and interviews. Interviews were conducted face to face with caregivers at Wisma Setaman Dalam who used Instagram. After going through these processes, the author discovered a problem at Wisma Setaman Dalam, namely that Instagram was used irregularly and caregivers used Instagram as a comparison material for Instagram media with the ABK period, caregivers spent more time using Instagram media than in activities with the ABK. so that the activities at Wisma Setaman Dalam with the crew members were disrupted and did not run well and the crew members' talents did not develop well. In the next steps, joint activities with crew members and caregivers will be carried out in accordance with the provisions of the schedule at Wisma Setaman Dalam.
Penguatan Iman Anak Biak Melalui Media Audio Visual Paroki Ratu Pecinta Damai Surabaya Christina Flayembun; Jenny Fransiska Datu; Lorentius Goa
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.43 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i1.1220

Abstract

Bimbingan terhadap penguatan iman khususnya bagi anak-anak perlu ditanggapi secara serius, mengingat sifat mereka yang mudah mencontoh lingkungan sekitarnya hal ini sering kali memberikan dampak negatif bagi diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh media audio visual sebagai peningkatan iman anak-anak BIAK pada paroki Ratu Pecintan Damai Surabaya. Dalam pembinaan iman katolik mereka menggunakan media audio visual sebagai sarana pembelajarannya. Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan batasan usia anak 9-11 tahun dengan total responden sebanyak 30 anak melalui pengolahan data menggunakan regresi sederhana menunjukan uji signifikansi regresi Y terhadap X dengan hipotesis bernilai 10,28 dan hasil pengolahan data korelasi dengan nilai -0,618 terbukti bahwa H₀ ditolak dan Ha diterima.
Pengaruh Digitalisasi Terhadap Pembentukan Karakter Katekis Dalam Berkatekese Maria Sonita Bay; Lorentius Goa
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i9.1877

Abstract

Tujuan penelitian ini mengacu pada pentingnya digitalisasi terhadap pembentukan karakter katekis dalam berkatekese. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui obserfasi dan wawancara. Sebagai sarana persiapan diri menghadapi gereja di masa mendatang dalam konteks digitalisasi. Oleh karena itu, penting bagi katekis untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab. Mereka perlu melakukan seleksi dan evaluasi yang cermat terhadap sumber-sumber informasi dan alat pembelajaran yang mereka gunakan. Selain itu, mereka juga perlu tetap menjaga interaksi dan hubungan personal dengan murid mereka, dan mempraktikkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari sebagai contoh yang baik. Katekis mengandalkan teknologi digital dalam menyampaikan materi katekese, tanpa perlu untuk memberikan interaksi dan pengalaman langsung kepada para siswa. Ini dapat mengurangi kedalaman dan keautentikan pengajaran katekese. Oleh karena itu, penting bagi katekis untuk menggunakan teknologi digital dengan bijaksana, dan tetap memprioritaskan pengalaman dan interaksi personal dalam pembentukan karakter siswa.
Meningkatkan Pemahaman Remaja Katolik terhadap Sakramen Ekaristi melalui Katekese di Paroki Kesatrian Malang Chechilia A Banjarnahor; Lorentius Goa
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i9.1879

Abstract

Sakramen Ekaristi adalah sumber dan puncak dari seluruh iman Kristen. Dalam Ekaristi Kristus hadir secara sakramental bagi keselamatan umat manusia. Seseorang yang bertanggung jawab akan mengajarkan pengajaran iman adalah katekis. Sudah menjadi tugas dari seorang Katekis untuk mewartakan sabda Allah dan pengajaran iman Kristiani kepada seluruh sesama. Akan tetapi, tidak semua orang tahu akan hal pengetahuan, dan makna dari sakramen Ekaristi. Tujuan dari Penelitian adalah Meningkatkan Pemahaman Remaja Katolik Terhadap Sakramen Ekaristi melalui Katekese Di Paroki Kesatrian Malang. Penulis menggunakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain pre experimental desain dengan menggunakan desain one group pretest-protest design. Data yang diukur meliputi hasil belajar peserta. Sasaran dari penelitian ini adalah peserta krisma remaja sebanyak 31 orang. Berdasarkan hasil uji N-Gain pada peserta, rata-rata perolehan nilai pretest dan posttest mengalami peningkatan sebesar 55%, selain itu rata-rata perolehan nilai n-gain sebesar 0,89 dengan kategori tinggi. Hal ini membuktikan bahwa pada pembelajaran yang diajarkan oleh katekis profesional mampu mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah dimilikinya.
Membangun Minat Anak Anak Untuk Terlibat Dalam Bina Iman di Gereja Maria Diangkat Ke Surga Tumpang Philipus Willy Adi Nugroho; Lorentius Goa
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i10.1880

Abstract

Tujuan penelitian untuk melihat kembali minat dari anak anak yang duduk disekolah dasar dalam mengikuti kegiatan Bina Iman anak Di Paroki Maria Diangkat Kesurga Tumpang. Dalam data yang ada di Paroki, jumlah anak anak yang usianya masih duduk dalam bangku sekolah dasar berjumlah 125 yang terdata. Inipun belum dengan jumlah anak yang bertambah setiap tahunnya. Dari jumlah yang besar ini kehadiran mereka dalam kegiatan Bina Iman anak selama penulis melakukan penelitian tidak lebih dari 20 anak. Dari hal ini bisa dilihat bahwa keaktifan dan partisipasi anak dalam kegiatan Bina Iman anak sangatlah kurang. Hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu 1) Kurangnya perhatian orangtua dalam menumbuhkan Iman anaknya 2) Keluarga yang tidak mendukung bahkan menolak anaknya untuk ikut dalam kegiatan ini 3) Kegiatan Bina iman anak yang dianggap monoton 3) Jarak rumah anak yang jauh dengan gereja. Maksud dari hal ini maka adanya Jurnal ini ditujukan agar bisa menumbuhkan minat dan kehadiran anak usia dini dalam mengikuti Bina Iman anak di Paroki Maria Diangkat Kesurga Tumpang.