Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : conference proceeding on waste treatment technology

Identifikasi Karakteristik Limbah Sand Blasting Di Industri Galangan Kapal Ragil Zika Hibriza; Ahmad Erlan Afiuddin; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah sand blasting dalam proses blasting memiliki potensi tinggi mencemari udara didukung dengan tergolongnya limbah sand blasting sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) sehingga memiliki dampak bahaya bagi lingkungan ataupun kesehatan manusia. Karena itu perlu dilakukan identifikasi karakteristik limbah sand blasting yang mencemari udara pada Industri Galangan Kapal. Analisa karakteristik limbah sand blasting yang dilakukan adalah mengenai ukuran partikulat, konsentrasi limbah sand blasting serta konsentrasi Fe dan Al pada limbah sand blasting. Pada penelitian ini melakukan pengujian ukuran partikulat menggunakan SEM (Scanning Electron Miscrocope), pengujian konsentrasi limbah sand blasting dengan metode Gravimetri menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dan pengujian konsentrasi Besi (Fe) dan Aluminium (Al) menggunakan AAS (Atomic Absorbsion Spektrophtometri). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai ukuran partikulat adalah sebesar1,751 µm sampai 63,06 µm, untuk nilai konsentrasi limbah sand blasting adalah 6654,545 mg/m3 sedangkan untuk nilai konsentrasi Fe dan Al adalah sebesar 1,6375 mg/m3 dan 2,2925 mg/m3.
Identifikasi Potensi Pemanfaatan Limbah Karbit dan Abu Sekam Padi sebagai Bahan Alternatif Pengganti Semen Lita Finnysia Aprida; Denny Dermawan; Ridho Bayuaji
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah karbit merupakan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dari proses produksi gas asetilen sehingga, memiliki dampak bahaya bagi karyawan ataupun lingkungan disekitar tempat produksi. Limbah karbit yang mengandung CaO dan silika (SiO2) yang tinggi sehingga diidentifikasi dapat digunakan sebagai bahan pengganti semen pada pembuatan beton. Selain itu, limbah abu sekam padi dianggap bisa digunakan sebagai campuran bahan bangunan karena juga mengandung silika (SiO2) yang tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi karakteristik limbah karbit dan abu sekam padi sebagai upaya pemanfaatan keduanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik limbah karbit dan abu sekam padi sebagai bahan alternatif pengganti semen. Pada penelitian ini pengujian kandungan dari limbah karbit dan abu sekam padi menggunakan metode XRF (X-ray Fluorescene). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan dari limbah karbit yaitu CaO 95,37%, SiO2 0,94%, Al2O3 0,61% dan Fe 0,48%. Kandungan dari abu sekam padi yaitu SiO2 80,4%, Fe2O3 10,4%, CaO 5% dan K2O 2,89 %. Kandungan CaO yang tinggi pada limbah karbit dan kandungan SiO2 yang tinggi pada abu sekam, mengindikasikan bahwa kedua jenis limbah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti semen.
Identifikasi Waktu Kontak Karbon Aktif Sekam Padi sebagai Adsorben Logam Berat Timbal (Pb) Okky Nugroho; Denny Dermawan; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri beserta kegiatannya akan menimbulkan limbah yang menimbulkan masalah bagilingkungan. Dampak yang ditimbulkan berupa pencemaran logam berat. Salah satunya logam berat Pb (Timbal). Timbal merupakan salah satu logam yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan masalah kesehatan apabila terakumulasi dalam tubuh, untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan upaya untuk menurunkan kadar logam berat Pb. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penurunan kadar logam berat Pb yang dipengaruhi oleh variasi waktu kontak (35, 75, dan 115 menit) dengan konsentrasi awal 12,16 ppm, serta mendapatkan nilai daya serap adsorben sekam padi melalui uji Atomic Absorption Spectrofotometri. Metode dalam penelitian ini meliputi tahap sebagai berikut : Pembuatan karbon aktif sekam padi, proses aktivasi karbon secara kimia, Analisa SEM (Scanning Elektron Microscope), pembuatan larutan Pb(NO3)2, dan uji adsorpsi. Parameter yang dianalissdalam penelitian ini adalah Logam berat Timbal (Pb) dan parameter keberhasilan dari penelitian ini adalah % penurunan tertinggi pada logam berat timbal (Pb) di limbah cair. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil penurunan kadar logam berat Pb tertinggi pada waktu kontak 115 menit.
Pemanfaatan Kayu Apu (Pistia stratiotes) untuk Menurunkan Kadar BOD, COD, dan Fosfat pada Air Limbah Laundry Safira Istighfari; Denny Dermawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif yang ditimbulkan dari limbah laundry adalah pencemaran badan air yang disebabkan dari hasil proses pencucian baju oleh adanya kandungan nitrogen dan fosfat, sehingga menyebabkan kekeruhan dan menghalangi masuknya sinar matahari yang akan mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Berdasarkan hasil pengujian air limbah laundry dari salah satu usaha laundry di daerah Keputih, Surabaya diperoleh data kandungan BOD dalam air limbah laundry mencapai 103,74 mg/L, COD sebesar 239,25 mg/L dan fosfat sebesar 16 mg/L. Kandungan BOD, COD, dan fosfat ini melebihi baku mutu air limbah kegiatan laundry berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 52 tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Berdasarkan permasalahan yang ada, salah satu alternatif penyisihan BOD, COD, dan fosfat yang mudah, murah, dan efektif adalah teknik fitoremediasi menggunakan tumbuhan kayu apu (Pistia stratiotes). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi tumbuhan kayu apu dalam menurunkan kadar BOD, COD, dan fosfat pada air limbah laundry. Metode yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium menggunakan wadah berupa ember plastik yang diisi air limbah laundry 100%. Penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah aklimatisasi tumbuhan selama 3 hari, selanjutnya dilakukan uji fitoremediasi selama 15 hari atau sampai tumbuhan mati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuhan kayu apu mampu bertahan hanya sampai hari ke- 5 dengan persentase removal BOD, COD, dan fosfat pada air limbah sebesar 8,753%, 20,033%, dan 46,875%.
Desain Pretreatment Penurun Kadar Phospate Unit Laundry RSUD Dr. R. Koesma Tuban Dengan Metode Presipitasi dan Filtrasi Riefky Nugraha Adhi; Denny Dermawan; Moch Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit dalam kegiatannya banyak menggunakan bahan-bahan yang mencemari lingkungan. Unit laundry merupakan salah satu kegiatan yang menghasilkan limbah cair dengan kandungan kimia yang tinggi, salah satu kandungan kimia yang terdapat pada limbah cair tersebut adalah phosphate. Pembuatan prototype pretreatment unit laundry RSUD Dr. R. Koesma Tuban, bertujuan untuk dapat mendesain dan merancang prototype pretreatment penurun kadar phosphate unit laundry RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Metode yang digunakan dalam pembuatan prototype penurun kadar phosphate adalah metode presipitasi dan filtrasi. Metode presipitasi merupakan salah satu proses pengolahan kimiawi yang efektif menghilangkan kandungan phosphate dalam pengolahan air limbah, digunakan variasi bahan kimia dalam meremoval kadar phosphate yaitu dengan menggunakan alum, feri klorida dan ferro sulfat sebagai presipitan. Metode filtrasi digunakan filter yang efektif dalam meremoval phosphate yaitu, menggunakan filter zeolit dengan ketinggian media 25 cm dan diaktivasi pada suhu 300°C.
Identifikasi Pengaruh pH Terhadap Kemampuan Biosorpsi Saccharomyces cerevisiae dalam Mengurangi Kadar Cu Fariz Basyiruddin; Adhi Setiawan; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis logam berat yang memiliki sifat esensial yaitu tembaga (Cu). Cu dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah tertentu. Cu dapat bersifat toksik dan membunuh organisme dalam jumlah yang melebihi. Biosorpsi merupakan salah satu teknologi yang memanfaatkan mikroorganisme dalam mengurangi kadar logam berat pada air limbah. Terdapat berbagai mikroorganisme yang dapat dijadikan sebagai biosorben, salah satunya yaitu Saccharomyces cerevisiae. Mikroorgnasime ini banyak digunakan dalam industri bir pada proses fermentasi dan memiliki dinding sel yang kaya akan protein, sehingga cocok digunakan sebagai biosorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan biosorben Saccharomyces cerevisiae dalam mengurangi kadar Cu yang dipengaruhi oleh pH awal larutan. Proses pembuatan biosorben terdapat beberapa tahapan yaitu pengendapan, penyaringan dan pengeringan. pH yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 3, 4 dan 5. Pengontakkan antara biosorben dengan larutan Cu 25 mg/L menggunakan magnetic stirrer sebagai pengaduknya selama 1, 2 dan 3 jam. Konsentrasi akhir Cu setelah dikontakkan dengan biosorben diukur dengan menggunakan spektrofotometer Uv-Vis yang telah terkalibrasi. Pada penelitian ini, didapatkan hasil pada pH 3 waktu kontak 1 jam berat biosorben 0,25 gr persen penurunannya 15,2%, pada pH 4 waktu kontak 1 jam berat biosorben 0,25 gr persen penurunannya 43,92%. Pada pH 5 waktu kontak 1 jam berat biosorben 0,25 gr persen penurunannya 47,4%. Dari seluruh hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa semakin tinggi pH awal larutan, maka semakin besar pula persen removal-nya.
Pengaruh F/M Rasio dan Waktu Detensi Aerasi terhadap Efisiensi Removal TSS pada Pengolahan Limbah Cair Domestik Metode Conventional Activated Sludge Achmad Kurnia Saka Sandi; Denny Dermawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan air limbah domestik secara biologis dilakukan untuk mengurangi konsentrasi zat pencemar dalam air limbah, salah satunya kandungan TSS (Total Suspended Solid) sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan. Proses yang paling umum adalah lumpur aktif atau conventional activated sludge. Keberhasilan metode conventional activated sludge dipengaruh oleh F/M rasio (perbandingan jumlah makanan dan mikroorganisme) dan detensi aerasi. Proses pengolahan air limbah domestik dengan metode lumpur aktif adalah dengan menambahkan lumpur yang mengandung mikroorganisme ke air limbah kemudian dilakukan aerasi (penambahan oksigen untuk membantu proses metabolisme mikrooganisme) selama waktu tertentu, kemudian diendapkan untuk memisahkan lumpur yang mengandung mikroorganisme dan air limbah yang telah diolah. Tujuan dari penitian ini adalah untuk mengetahui variasi F/M Rasio dan Waktu Aerasi yang terbaik sehingga memiliki Efisiensi Removal TSS tertinggi pada Pengolahan Limbah Cair Domestik Metode Conventional Activated Sludge. Penelitian ini melakukan simulasi pengolahan limbah cair domestik metode lumpur aktif dalam skala laboratorium. Air limbah yang berada dalam reaktor ditambahkan lumpur aktif kemudian diaerasi, setelah proses aerasi kemudian air limbah diendapkan untuk memisahkan kandungan lumpur dalam air limbah. Variasi pada setiap perlakuan berupa F/M rasio (0.25, 0.35, 0.45) dan variasi waktu aerasi (6 jam, 7 jam, 8 jam). Hasil percobaan,menunjukan bahwa perlakuan yang nilai efisiensi removal TSS tertinggi adalah variasi F/M rasio 0.25 dan waktu detensi aerasi 8 jam dengan hasil efisiensi sebesar 89,7%.
Pengaruh Pemberian Dosis Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) pada Bak Desinfeksi terhadap Penurunan Kandungan Escherichia coli di RSUD Dr. R. Koesma Tuban Mega Sidhi Nugrayanti; Denny Dermawan; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan rumah sakit dapat mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan maupun rumah sakit tersebut. Limbah cair yang mengandung bakteri Escherichia coli dapat berpengaruh terhadap lingkungan maupun manusia. Total bakteri Escherichia coli berdasarkan hasil uji pendahuluan yang dilakukan oleh pihak RSUD Dr. R. Koesma Tuban sebesar 160.000 koloni/100ml. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan kandungan Escherichia coli adalah dengan menggunakan metode klorinasi menggunakan Trichloroisocyanuric Acid (TCCA), tetapi cara penambahan desinfektan yang salah dapat mempengaruhi optimalisasi bak desinfeksi dalam mengurangi kandungan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dosis optimum serta pengaruh Trichloroisocyanuric Acid dalam mengurangi kandungan Escherichia coli pada limbah cair RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Penelitian ini menggunakan dosis Trichloroisocyanuric Acid sebesar 5 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm dengan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling, dilanjutkan dengan pengadukan lambat 50 rpm selama 15 menit dan metode Most Probable Number. Hasil penelitian menunjukkan dosis optimum Trichloroisocyanuric Acid adalah 15 ppm dengan hasil rata-rata 10 koloni/100 ml dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa dosis Trichloroisocyanuric Acid sangat berpengaruh signifikan terhadap pengurangan kandungan bakteri Escherichia coli.
Studi Karakteristik Lumpur Intake Perusahaan Pembangkit Listrik Kusnul Dwi Ratnasari; Denny Dermawan; Moch. Choirul Rizal
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan produksi listrik membutuhkan air yang cukup banyak untuk air pengisi boiler, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air dilakukan pengambilan air laut. Dari kegiatan pengambilan air laut menghasilkan sedimen yang cukup banyak pada intake. Selama ini lumpur intake diambil dan ditampung pada tempat penampungan sementara dengan volume storage pond A sebesar 125.443,32 m3 dan storage pond B sebesar 361.335,24 m3. Melihat potensi lumpur yang begitu banyak, penelitian ini mencoba menganalisa karakteristik pada lumpur intake agar dapat dilakukan pemanfaatan. Metode yang digunakan adalah pengujian ukuran butir sesuai SNI 3423:2008, selanjutnya diplotkan pada segitiga tanah menurut United State Departement of Agriculture (USDA). Pengujian kandungan senyawa maupun unsur pada lumpur intake dengan menggunakan metode X-Ray Flourescence Spectrometer (XRF), selanjutnya dikomparasikan dengan kandungan senyawa-senyawa maupun unsur-unsur pada lempung. Hasil penelitian ini menunjukkan lumpur intake tergolong pada tanah lempung sesuai dengan ploting pada segitiga USDA. Kandungan senyawa terbesar yaitu Silika Dioksida (SiO2) sebesar 34,59% untuk sampel grab dan 45,7 - 46% untuk sampel composite place, dan unsur terbesar yang terkandung adalah Silika (Si) sebesar 32,7% – 32,8%, sehingga dapat disimpulkan bahwa lumpur intake secara teknis layak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan produk dari tanah liat.
Uji Campuran Bahan Limbah Karbit Terhadap Nilai Setting Time Afifah Diyah Nur'aini; Denny Dermawan; Ridho Bayuaji
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah karbit adalah limbah dari produksi pembuatan gas asetilen yang berasal dari reaksi antara karbit dan air. Limbah karbit di golongkan dalam jenis kapur padam karena memiliki sifat-sifat kapur untuk bahan bangunan sesuai dengan SII 0024-80. PP No 101 Tahun 2014 menyatakan bahwa limbah karbit merupakan limbah berbahaya dengan kategori bahaya kronis. Pengujian kualitas dan kelayakan bahan limbah karbit yang akan digunakan sebagai bahan bangunan dapat dilakukan dengan pengujian setting time. Pengujian setting time dilakukan dengan menggunakan jarum vicat. Setting time terdiri dari setting time awal dan setting time akhir. Penelitian ini menggunakan 4 variabel yaitu menggunakan semen, air dan limbah karbit, dengan prosentase limbah karbit sebesar 0%; 2,5%; 5%; dan 7,5%. Berdasarkan hasil percobaan didapatkan nilai setting time awal dan akhir secara berturut-turut yaitu 77,5 menit; 75,75 menit; 73 menit ; dan 67,5 menit serta untuk nilai pengikat akhirnya yaitu 135 menit, 120 menit, 115 menit, dan 105 menit. Berdasarkan data tersebut didapatkan waktu pengikatan dan pengerasan yang akan berlangsung semakin cepat seiring dengan bertambahnya limbah karbit yang digunakan.