Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

ANALISIS KANDUNGAN N, P, K, DALAM KOMPOS ORGANIK LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) DAN KOTORAN SAPI MENGGUNAKAN AKTIVATOR EM4 Suryani, Deya; Anwar, Hendra; Sari, Mistia; Muhelni, Laila
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4169

Abstract

Abstract: Large-scale production of white oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) in Indonesia produces solid waste in the form of baglog waste, which still contains high-value organic materials, particularly in Lubuk Minturun, Padang City. However, mushroom baglog waste has great potential as an environmentally friendly and nutrient-rich organic compost material. This study utilized baglog waste from white oyster mushrooms using cow dung as an activator. This research was conducted using an experimental method by designing a mixture of organic materials and adding EM4 to accelerate the decomposition process. The fermentation process lasted for 30 days, with temperature, humidity, odor, and texture monitored to ensure optimal composting. The results showed that the use of EM4 significantly increased the nutrient content of the compost. The combination of mushroom baglog and cow dung produced compost with N, P, and K contents that met the organic compost quality standards based on SNI 19-7030-2004. Thus, the utilization of oyster mushroom baglog waste and cow dung into organic compost is environmentally friendly and produces high-quality organic fertilizer to support agricultural productivity. Keywords: organic compost, fermentation, pleurotus ostreatus, cow dung. Abstrak: Produksi jamur tiram putih ( pleurotus ostreatus ) di indonesia, dalam skala besar menghasilkan limbah padat berupa limbah baglog yang masih mengandung bahan organik bernilai guna tinggi, khususnya di Lubuk Minturun Kota Padang. Meskipun Demikian, Limbah Baglog Jamur memiliki potensi besar sebagai bahan kompos organik yang ramah lingkungan dan kaya nutrisi. Penelitian ini memanfaatkan limbah baglog dari jamur tiram putih yang menggunakan aktivator dari kotoran sapi. Penelitian ini dilakukan melalui metode eksperimental dengan merancang komposisi campuran bahan organik dan penambahan EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi. Proses fermentasi berlangsung selama 30 hari dengan pemantauan  suhu, kelembapan, bau dan tekstur guna memastikan berlangsungnya proses pengomposan secara optimal.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan EM4 secara signifikan meningkatkan kandungan unsur hara dalam kompos. Kombinasi antara baglog jamur dan kotoran sapi mampu menghasilkan kompos dengan kandungan N,P,K yang memenuhi standar mutu kompos organik berdasarkan SNI 19-7030-2004. Dengan demikian, pemanfaatan limbah baglog jamur tiram dan kotoran sapi menjadi kompos organik yang ramah lingkungan sekaligus menghasilkan pupuk organik berkualitas untuk mendukung produktivitas pertanian Kata kunci : kompos organik, fermentasi, pleurotus ostreatus, kotoran sapi.
KAJIAN INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA (ISPU) KARBON MONOKSIDA (CO) TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA PADANG Wahyu, Ridia; Edinov, Sanny; Sari, Mistia; Mukhtar, Dertha
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4194

Abstract

Abstract: This study aims to examine the Carbon Monoxide (CO) Air Pollutant Standard Index (ISPU) and its impact on public health in Padang City. With the increasing number of motorized vehicles and industrial activity, air quality in Padang City has declined, potentially endangering public health. The CO ISPU data was obtained from the Air Quality Monitoring System (AQMS) installed in Padang City during 2024. The results showed that the average CO concentration was in the "Good" category (0-50 ppm) from January to November, with December recording an increase to 54 ppm, which falls into the "Moderate" category (51-100 ppm). Although air quality was generally considered good, community interviews revealed mild health symptoms such as fever, cough, headache, and nausea, which may be related to exposure to CO and other pollutants. This study concluded that although the CO ISPU indicates relatively safe air quality, mild health impacts are still felt by the community, especially vulnerable groups. Therefore, it is recommended that the government increase air quality monitoring and outreach regarding the impacts of air pollution to protect public health.Keyword: Air Pollutant Standard Index, Carbon Monoxide, Air Quality, Public Health, Padang City.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Karbon Monoksida (CO) dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di Kota Padang. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan aktivitas industri, kualitas udara di Kota Padang mengalami penurunan, yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Data ISPU CO diperoleh dari alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang terpasang di Kota Padang selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi CO berada dalam kategori "Baik" (0-50 ppm) dari bulan Januari hingga November, dengan bulan Desember mencatatkan peningkatan menjadi 54 ppm, yang masuk dalam kategori "Sedang" (51-100 ppm). Meskipun kualitas udara secara umum tergolong baik, wawancara dengan masyarakat mengungkapkan adanya gejala kesehatan ringan seperti demam, batuk, sakit kepala, dan mual, yang mungkin terkait dengan paparan CO dan polutan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ISPU CO menunjukkan kualitas udara yang relatif aman, dampak kesehatan ringan masih dirasakan oleh masyarakat, terutama pada kelompok rentan. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah meningkatkan pemantauan kualitas udara dan sosialisasi mengenai dampak polusi udara untuk melindungi kesehatan masyarakat.Kata kunci: Indeks Standar Pencemar Udara, Karbon Monoksida, Kualitas Udara, Kesehatan Masyarakat, Kota Padang.
DAMPAK PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI TERHADAP LINGKUNGAN PERKOTAAN WILAYAH JALAN HIU KELURAHAN ULAK KARANG SELATAN Nasution, Aisyiah; Edinov, Sanny; Sari, Mistia; Mukhtar, Dertha
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4219

Abstract

Abstract: This study aims to describe the habit of using single-use plastics, analyze its environmental impacts, and explore public perceptions and awareness levels in Jalan Hiu, Ulak Karang Selatan Village. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving 10 purposively selected informants. The findings reveal that the use of single-use plastics remains high, driven by practicality, abundant availability, and the lack of eco-friendly alternatives. The resulting impacts include clogged drainage channels, air pollution from burning plastic waste, and a decline in environmental aesthetics. Although some community members understand the negative impacts of single-use plastics, such awareness has not been fully translated into behavioral change. Constraining factors include insufficient waste management facilities, weak enforcement of regulations, and a culture of instant consumption. This study concludes that education-based interventions, the provision of alternative packaging, and stronger policy enforcement are needed to reduce the communitys dependence on single-use plastics.Keyword: single-use plastic; habit; environmental impact; public awareness; PadangAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan, serta menggali persepsi dan tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Jalan Hiu, Kelurahan Ulak Karang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan plastik sekali pakai masih tinggi, didorong oleh faktor kepraktisan, ketersediaan yang melimpah, dan minimnya alternatif ramah lingkungan. Dampak yang ditimbulkan meliputi penyumbatan saluran drainase, pencemaran udara akibat pembakaran sampah plastik, serta menurunnya estetika lingkungan. Meskipun sebagian masyarakat memahami dampak negatif plastik sekali pakai, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti perubahan perilaku. Faktor penghambat mencakup kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, lemahnya penerapan regulasi, dan budaya konsumsi instan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis edukasi, penyediaan alternatif kemasan, dan penguatan kebijakan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik sekali pakai.Kata kunci: dampak, kelurahan, lingkungan, perkotaan, plastik