Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS POST ORIF 1/3 PROKSIMAL HUMERUS Siwi, Ken; Kurniawan, Rizky; Putri, Fadma; Swandari, Atik; Wibisono, Muhammad Rizqi
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17617

Abstract

Latar belakang : Fraktur ekstremitas atas sering terjadi dan menyerang semua kelompok umur. Pada orang dewasa muda, fraktur ekstremitas atas biasanya oleh trauma seperti kecelakaan kendaraan bermotor, sedangkan pada orang dewasa yang lebih tua dengan perubahan osteoporosis, fraktur ini biasanya terjadi karena bertahan dari jatuh. Modalitas yang diberikan pada kondisi ini yaitu Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan Terapi Latihan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan fungsional pasien. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas TENS dan terapi latihan dalam penanganan fisioterapi pada kasus post orif 1/3 proksimal humerus. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada studi kali ini dengan menggunakan studi kasus. Studi kasus dilakukan Studi kasus dilakukan pada pasien pelayanan fisioterapi mandiri di kota Surabaya bernama Tn.R, berusia 27 tahun dengan kondisi post ORIF fraktur 1/3 proksimal humerus Hasil : Setelah dilakukan program fisioterapi didapatkan hasil terdapat penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, LGS, dan fungsional indeks dari sendi bahu.
PENGARUH WORKPLACE EXERCISE DALAM MENURUNKAN KELUHAN LOW BACK PAIN DAN MENINGKATKAN FUNGSIONAL LUMBAL PADA PENJAHIT DI UD. SUMBER REJEKI, DESA KEDENSARI Amalia, Dinda Alif; Putri, Fadma; Siwi, Ken; Romadhona, Nurul Fajri
Physio Journal Vol. 5 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phy.jou.v5i2.1700

Abstract

Latar belakang: Menjahit merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan posisi duduk yang membungkuk selama ± 8 jam, sehingga membebani otot punggung secara statis. Masa kerja juga merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya Low back Pain. Workplace exercise merupakan salah satu intervensi yang dapat dilakukan secara mandiri dan fleksibel dalam pelaksanaannya. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas workplace exercise dalam menurunkan keluhan Low Back Pain dan peningkatan fungsional Lumbal pada penjahit di UD. Sumber Rejeki, Kedensari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen pre-post test one group design, yang melibatkan 11 sampel penjahit di UD. Sumber Rejeki. Dosis Latihan yang diberikan adalah 10 hitungan, 3-5 kali repetisi, serta istirahat selama 30 detik setiap pergantian gerakan. Frekuensi latihan 7 kali perminggu, selama 2 minggu. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Nordic Body Map (NBM) dan Oswestry Disability Index (ODI). Analisis data diawali dengan analisis deskriptif dan uji normalitas dengan Saphiro Wilk. Uji hipotesis pada data yang terdistribusi normal menggunakan Paired Sample T-Test, sedangkan pada data yang tidak terdistribusi normal menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil signifikan dengan nilai kemaknaan p<0,005, pada data Low Back Pain sebesar 18,6%, dan pada data fungsional Lumbal sebesar 31,2%. Kesimpulan: Workplace Exercise dinilai berpengaruh dalam menurunkan keluhan Low Back Pain dan mampu meningkatkan fungsional lumbal pada Penjahit di UD. Sumber Rejeki, Kedensari.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Mengenai Risiko Nyeri Leher Akibat Bermain Game Online Nazhira, Fidyatul; Ismiyasa, Suci Wahyu; Wahyuningtyas, Widayani; Putri, Fadma; Firdaus, Irfan Fathurrahman; Triannisa, Alyaa Hanandra
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i2.1141

Abstract

Nyeri leher merupakan penyakit multifaktorial, dan merupakan masalah utama dalam masyarakat modern. Meskipun nyeri leher mungkin bukan gangguan muskuloskeletal yang paling umum, namun tetap sangat penting. Penyebab terjadinya nyeri leher sangat banyak, seperti jenis kelamin, usia, postur tubuh, stress, posisi kerja, dan gerakan statis yang cukup lama. Bermain game online merupakan salah satu aktivitas yang menyebabkan pemain bergerak dengan posisi statis yang cukup lama. Saat bermain game online, pemain cenderung menundukkan kepala ke layar permainan yang akan membuat leher menjadi melengkung dan membungkuk yang berisiko menyebabkan neck pain. Tujuan dari adanya edukasi ini adalah memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai dampak buruh bermain game online alam waktu yang lama serta bagaimana menanganinya, Berdasarkan hasil pre dan post test yang dilakukan, mahasiswa menjadi lebih paham dan harapannya agar informasi ini dapat disebar luaskan ke mahasiswa lainnya.
Pelatihan Penguatan Pelvic Floor sebagai Pencegahan Inkontinensia Urin Pada Ibu-Ibu Lansia Pengajian Ranting ‘Aisyiyah Mojo, Surabaya Romadhona, Nurul Faj'ri; Putri, Fadma; Saputro, Tri Ade; Vrire, Arzy Auliya Cinta; Maharani, Difka Vinaya Ratu; Al Aslamiyah, Faiqotul Himmah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20373

Abstract

ABSTRAK Setiap individu akan mengalami masa lanjut usia sebagai bagian dari siklus kehidupannya. seseorang dikategorikan sebagai lanjut usia ketika mencapai usia 60 tahun atau lebih. Munculnya masalah kesehatan pada populasi lanjut usia bisa terjadi relatif awal, bahkan di usia 40-an atau 50-an. Sistem perkemihan merupakan salah satu sistem tubuh yang sangat mudah mengalami penurunan fungsi, dan gangguan pada sistem ini seringkali menimbulkan dampak yang cukup serius, seperti gangguan perkemihan yang umum terjadi. Salah satunya adalah inkontinensia urin. Inkontinensia urin ditandai dengan ketidakmampuan tubuh mengontrol pengeluaran urin, yang terjadi tanpa disadari oleh penderitanya. Untuk mengatasi keluhan tersebut dapat dilakukan dengan exercise, yaitu penguatan otot – otot panggul dengan pelvic floor muscle exercise (PFME). Tujuan  pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada lansia ibu – ibu Aisyiyah tentang  penatalaksanaan inkontinensia  urin  di RT 12, Kel. Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya. Pelatihan ini menggunakan presentasi PowerPoint, tanya jawab, dan pemutaran video latihan serta demonstrasi teknik latihan yang dapat dilakukan secara mandiri. Evaluasi pre-test dan post-test dilakukan dengan kuesioner. Hasil  dari  kegiatan  ini  didapatkan  para  peserta  menunjukkan sikap yang positif selama  mengikuti kegiatan pengabdian dari awal sampai akhir dan adanya peningkatan pemahaman tentang isi materi yang disampaikan serta pelatihan yang diberikan. Perlu  diadakan  penyuluhan  kesehatan  secara  berkelanjutan  pada  lansia  agar tercapai kehidupan lansia yang sehat dan bugar. Kata Kunci: Lansia, Inkontinensia Urin, Latihan Otot Panggul  ABSTRACT Every individual will experience old age as a part of their life cycle. A person is categorized as elderly upon reaching the age of 60 years or older. The onset of health issues in the elderly population can occur relatively early, even in their 40 or 50 years old. The urinary system is one of the bodily systems particularly susceptible to functional decline, and disturbances in this system often lead to significant consequences, such as the common occurrence of urinary disorders. One such disorder is urinary incontinence. Urinary incontinence is characterized by the body's inability to control urin output, which occurs involuntarily. To address these complaints, exercise can be performed, specifically strengthening the pelvic muscles with pelvic floor muscle exercise (PFME). This community service aims to educate elderly mothers of Aisyiyah in RT 12, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, regarding the management of urinary incontinence. This training utilizes PowerPoint presentations, question-and-answer sessions, and showing exercise videos along with demonstrations of exercise techniques that can be performed independently. Pre-test and post-test evaluations are conducted using questionnaires. The results of this activity showed that the participants displayed a positive attitude throughout the community service, from beginning to end, and demonstrated an increased understanding of the presented material and the provided training. It is necessary to conduct continuous health education for the elderly to achieve a healthy and fit later life. Keywords: Elderly, Urinary Incontinence, Pelvic Floor Muscle Exercise
Pemberian Ultra Sound Diathermy, Hold Relax dan Active Resisted Exercise Pada Osteoarthritis Genu Sinistra Gerhanawati, Ifa; Putri, Fadma
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 3 No 1 (2024): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol3.Iss1.1145

Abstract

Osteoartritis(OA) adalah dikenal juga sebagai arthritis degenerative. Penyakit degeneratif sendi adalah kondisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi.Hasil riset di amerika terdapat 48 juta orang menderita  osteoartritis pada usia lebih dari 60 tahun dan Wanita lebih banyak dari pada pria. Sekitar 100 ribu pasien osteoartritis tidak dapat berjalan dari tempat tidur ke kamar mandi karena menderita osteoartritis lutut (suntoko). OA disebabkan karena kekurangan synovial lapisan cartilage yang menutup ujung tulang akan bergesekan satu sama lain gerakan tersebut akan membuat lapisan tersebut semakin tipis dan pada akhirnya akan menimbulkan rasa nyeri. Tujuan study ini adalah untuk mengetahui Apakah pemberian Ultra Sound Diathermy dan Terapi Latihan dengan metode hold relax dan active resisted dapat mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi dan menambah kekuatan otot pada osteoarthritis genu sinistra. Diukur dengan verbal descriptive scale untuk pengukuran nyeri, lingkup gerak sendi dilakukan dengan menggunakan goniometer, kekuatan otot dengan manual muscle testing, pemeriksaan Aktifitas sehari-hari dengan skala jette. Metode penelitian yang di gunakan pada studi ini adalah dengan menggunakan case study. Case study dilakukan pada seorang pasien Ny. X usia 55 tahun, dengan diagnosa osteoarthritis genu sinistra grade 1 di klinik fisioterapi gerhana, berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan beragama islamHasil penelitian bahwa Short Wave Diathermy dapat mengurangi nyeri pada sendi lutut yang disebabkan OA, dan hold relax dan active resisted exercise dapat meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan LGS sendi lutut pada kasus yang diakibatkan OA. Terbukti dengan pemberian modalitas fisioterapi berupa ultra sound diathermy dapat mengurangi nyeri, meningkatkn LGS dan kekuatan otot serta meningkatkan aktifitas fungsional pada osteoarthritis genu sinistra.