Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai DPPKB di Kabupaten Buton Selatan Noor, Ahmad; Hasiu, Teti Susliyanti; Ikhsan, Muhamad; Asrianto, La Ode; Zana, Zainur
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 2 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i2.5320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai DPPKB di Kabupaten Buton Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survey analatik dengan menggunakan desain cross sectional study yang merupakan jenis penelitian ini berusaha mempelajari dinamika hubungan variabel independen dan variabel dependen yang diteliti sekaligus pada satu waktu yang bersamaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 17 responden. Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 17 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian ini responden mengatakan bahwa sebagian besar tidak setuju bahwa pencahayaan yang ada diruangan nyaman untuk mata. Sebagian besar responden merasa bahwa intensitas cahaya matahari membuat silau, hal ini disebabkan karena sebagian ruangan belum memiliki horden jendela, sehingga menggangu pegawai dalam bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai DPPKB dengan nilai ρ = 0,006 < α = 0,05 di Kabupaten Buton Selatan dan ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai DPPKB dengan nilai ρ = 0,006 < α = 0,05 di Kabupaten Buton Selatan.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Lansia Hasanuddin, Asni; Asrianto, La Ode; Amrun; Hasiu, Teti Susliyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v3i2.543

Abstract

Demographic phenomena faced by many countries in the world today, one of which is the increase in the proportion of the elderly population. The trend of the proportion of the elderly population to the total population that continues to increase from year to year also occurs in Indonesia. However, the problem of increasing the proportion of the elderly is not balanced with adequate quality assurance. Population projection data in Indonesia, in 2017 it is estimated that there were 23.66 million elderly people, in 2020 it is predicted to reach 27.08 million people, in 2025 (33.69 million), in 2030 (40.95 million) and in 2035 (48.19 million). The increasing number of elderly people in Indonesia will have positive and negative impacts in the future. The increase in the number of elderly population where there is a decrease in organ function that can trigger various degenerative diseases. If not handled properly, it will increase the country's financial burden which is not small, and will reduce the quality of life of the elderly, because it will increase the morbidity rate and can even cause death. South Galesong is one of the sub-districts in Takalar Regency. The output targets of each problem solution are: 1) increasing the knowledge of Posyandu cadres about elderly diseases and elderly health services, 2) increasing the skills of Posyandu cadres about how to regularly check the health of the elderly, 3) increasing the skills of Posyandu cadres about elderly gymnastics.
Peran Peer Educator Dalam Menciptakan Lingkungan Sosial Bebas Stigma Pada Pengidap HIV Gafur, Abdul; Sitti Justin, Wa Ode; Asrianto, La Ode
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v10i1.198

Abstract

Stigma sosial terhadap pengidap HIV masih menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan, pengobatan, dan peningkatan kualitas hidup kelompok berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran peer educator dalam menciptakan lingkungan sosial yang bebas stigma pada pengidap HIV di Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi pada pendidik sebaya, pengidap HIV, kelompok berisiko, serta informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik sebaya berperan sebagai agen perubahan sosial melalui penciptaan ruang aman, komunikasi empatik berbasis pengalaman hidup, serta penguatan dukungan sosial dan solidaritas komunitas. Pendekatan ini terbukti mampu mengurangi stigma eksternal dan internal, meningkatkan penerimaan diri, serta mendorong keterlibatan pengidap HIV dalam layanan kesehatan. Namun, peer educator juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan dukungan struktural dan beban emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan sebaya merupakan strategi promotif-preventif yang efektif dalam pengurangan stigma HIV dan perlu diperkuat melalui dukungan kebijakan serta kolaborasi lintas sektor
The Effect of Health Education on the Behavior of Elderly with Hypertension Asni Hasanuddin; Muh Khidri Alwi; Ricvan Dana Nindrea; Astuti Astuti; Nilam Fitriani Dai; Andi Maryam; Ardiansah Hasin; La Ode Asrianto
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.4506

Abstract

Education is one way that can be used to increase one's knowledge. Education can be given in various fields, including health. The purpose of this study was to determine the effect of Health Education on increasing the knowledge, attitudes and behavior of elderly people with hypertension in the Pangkajene Health Center area in 2023. This type of research used a quantitative method with a pre-experimental design study with pre-test and post-test design treatment, while the population was patients 90 people who suffer from hypertension at the Pangkajene Health Center use total sampling. The results of this study used the Wilcoxon test analysis. Knowledge was -8.132 and a significant value was 0.000 (p<0.05), Attitude was -8165 and a significant value was 0.000 (p<0.05), and Behavior was -8267 and a significant value was 0.000 ( p<0.05), there was a significant difference in the results of the Health Education pretest and posttest on the attitudes of the elderly with hypertension in the Pangkajene Health Center area. The results of this study indicate that there is an effect of Health Education on the attitude of the elderly who experience hypertension in the Pangkajene Health Center area. The conclusion of the study showed that there was an effect of Health Education on the knowledge, attitudes and behavior of elderly people with hypertension in the Pangkajene Health Center area. it is expected that the puskesmas will carry out home care because elderly people with hypertension cannot carry out health checks because there is no family to take them to health services because they are busy with their daily activities.
ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KECEMASAN DENGAN MEKANISME KOPING PADA PASIEN JANTUNG Samila; La Ode Asrianto; Yenny Sima
Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): APRIL-JIKEN-2024-2025
Publisher : PT. Nasyah Medika Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko kematian prematur yang tinggi, penyakit tidak menular diperkirakan 75% sebagai penyebab kematian dari semua kematian, sebanyak 35% proporsi kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Selanjutnya WHO memperkirakan setiap tahun angka kematian akibat penyakit kardiovaskular akan terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan tingkat kecemasan terhadap mekanisme coping pada pasien jantung. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dengan sampel 38 pasien jantung, instrument yang digunakan adalah kuesioner. Data tersebut di analisis menggunakan uji korelasi Kendall’s tau_b dengan nilai taraf signifikansi 0.05. Hasil : Hasil uji korelasi Kendall’s tau_b dalam penelitian ini menunjukan hasil pengetahuan X1 (0.000 < 0.05), dan kecamasan X2 (0.002 < 0.05). Kesimpulan : ada hubungan pengetahuan dan kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien jantung. Diharapkan bagi instansi rumah sakit untuk melaksanakan program edukasi yang lebih menambah pengetahuan keluarga klien tentang penyakit jantung sehingga keluarga mampu mengelolah kecemasan, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memberikan informasi kepada pasien.
STATUS EKONOMI, POLA MAKAN DAN SIKAP ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA UMUR 1-5 TAHUN La Ode Swardin; La Ode Asrianto; Amrun
Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): APRIL-JIKEN-2024-2025
Publisher : PT. Nasyah Medika Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa tingkat stunting anak di seluruh dunia turun dari 32,5% menjadi 21,9% pada tahun 2018. Namun, 49 juta anak di bawah usia lima tahun kekurangan vitamin dan hampir 17 juta kekurangan gizi pada tahun 2018. Malnutrisi tertinggi di sebagian benua Afrika dan sebagian benua Asia Selatan. Di Asia Tenggara, banyak anak balita stunting dan kekurangan gizi. Pada tahun 2017, angka stunting dan malnutrisi pada anak di daratan Asia Tenggara adalah 16-44% untuk stunting, 9-26% untuk malnutrisi, dan 6-13% untuk malnutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status ekonomi, pola makan dan sikap orang tua dengan status gizi balita umur 1-5 tahun. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Populasi sebanyak Semua 96 orang tua di wilayah Puskesmas Katobengke Kota Baubau yang memiliki balita berusia 1 hingga 5 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling dan sampel sebanyak 96 responden. Pengumpulan data melalui data primer yaitu kuisioner dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian dengan uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara status ekonomi orang tua (p-value=0.045<0,05), pola makan (p-value=0,045<0,05) dan sikap p-value=0,002<0,05) dengan status balita yang berusia 1-5 tahun. Kesimpulan : ada hubungan Status ekonomi, Pola Makan dan Sikap dengan status balita yang berusia 1-5 tahun. Diharapkan bagi orang tua Hendaknya memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya dan mengikuti kegiatan Posyandu setiap bulan untuk melihat perkembangan status gizi.
RISK FACTORS FOR GOUT ARTHRITIS AMONG PATIENTS AT BUKIT KANGKA COMMUNITY HEALTH CENTER, SIOMPU DISTRICT, BUTON SELATAN REGENCY Budi Prasetyo; Dila Saputri; Haslina; La Ode Asrianto
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 2 (2026): VOLUME 10 ISSUE 2 AUGUST 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss2/874

Abstract

Gout arthritis ranks among the ten most frequently reported diseases in the past three years, with multiple risk factors influencing its incidence. This study investigates the impact of dietary patterns, physical activity, and nutritional status on the occurrence of gout arthritis among patients at Bukit Kangka Community Health Center, Siompu District, Buton Selatan Regency.This quantitative research employed a case-control design. Purposive sampling yielded 102 participants, comprising 51 individuals with gout arthritis and 51 controls. Data collection involved questionnaires assessing dietary patterns, physical activity, and anthropometric measurements. The chi-square test and odds ratio (OR) were used to determine the magnitude of risk.The findings demonstrate that diet is a significant risk factor for gout arthritis, with an odds ratio (OR) of 3.143 (95% CI: 1.171–8.437). Physical activity is similarly associated with increased risk (OR: 2.670, 95% CI: 1.141–6.247), and nutritional status shows a comparable association (OR: 3.559, 95% CI: 1.541–8.219). In summary, individuals with a high-risk diet are approximately 3.1 times more likely to develop gout arthritis than those with a low-risk diet. Similarly, high-risk physical activity and adverse nutritional status increase the likelihood by approximately 2.6 and 3.5 times, respectively. These results suggest that adopting a low-purine diet, engaging in regular physical activity appropriate to individual capacity, and maintaining normal nutritional status are effective strategies for the prevention and management of gout arthritis.
Integrating Authentic Tuberculosis Cases into Problem-Based Learning: A Case Study of Analytical Reasoning among Public Health Students La Ode Asrianto; Hamka Hamka; Erma Suryani Sahabuddin; Eka Apriyanti
Al-Musannif Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Madrasah Tsanawiyah DDI Cilellang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65046/msn.v8i1.40

Abstract

This qualitative case study explored public health students’ analytical reasoning experiences during the implementation of authentic tuberculosis cases in Problem-Based Learning (PBL). The study was conducted in an undergraduate public health program in Indonesia and involved students who actively participated in tuberculosis case discussions, collaborative inquiry, and reflective learning activities. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, reflective journals, and learning documents, then analyzed using thematic analysis. The findings showed that authentic tuberculosis cases encouraged students to identify core public health problems, interpret contextual factors such as stigma, overcrowding, limited health literacy, and healthcare access, and evaluate evidence-based solutions collaboratively. Four major reasoning patterns emerged: contextual understanding, evidence-based analysis, collaborative reasoning, and reflective engagement. The use of authentic cases enabled students to connect theoretical concepts with real community health conditions and strengthened their problem-solving orientation and professional awareness. The study concludes that integrating authentic tuberculosis cases into PBL is an effective strategy for fostering analytical reasoning in public health education. This approach supports deeper learning, meaningful engagement, and preparation for evidence-informed decision-making in professional public health practice.