Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control pada Pekerja di Depo Lokomotif PT. KAI (PERSERO) Divre I Medan Ade Irma Seftyani Lubis; Tri Niswati Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1314

Abstract

Kecelakaan kerja di industri transportasi seperti Depo Lokomotif PT KAI Divre I Medan masih sering terjadi akibat berbagai potensi bahaya. Terjadi peningkatan kecelakaan yang terjadi di Depo Lokomotif PT KAI Divre I Medan, dimana pada tahun 2020 tercatat 12 kasus kecelakaan, kemudian meningkat menjadi 18 kasus di tahun 2021, dan bertambah lagi menjadi 20 kasus pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya fisik, mekanik, kimia, dan ergonomi, dengan tingkat risiko yang bervariasi, dimana terdapat 6 risiko kategori tinggi (high), 25 kategori sedang (medium), dan 8 kategori rendah (low). Salah satu potensi bahaya dengan kategori risiko tinggi (High) terdapat pada proses pemeriksaan sistem EFI (Electronic Fuel Injection), yakni risiko sengatan listrik akibat tegangan tinggi. Tingkat kemungkinan kejadian (likelihood) berada pada skor 2 (Unlikely), namun tingkat keparahan (severity) dinilai 5 (Catastrophic), sehingga total nilai risiko mencapai skor 10. Risiko ini sangat signifikan karena berpotensi menyebabkan cedera berat hingga kematian apabila pekerja tidak mengikuti prosedur kerja aman dibandingkan dengan risiko tinggi lainnya.
Hubungan Intensitas Pencahayaan Terhadap Kelelahan Mata Pada Pegawai Kantor Di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Bagian Utara Nur Elviyani Sinaga; Tri Niswati Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1358

Abstract

Kelelahan mata merupakan kelelahan pada mata yang dirasakan oleh pekerja kantoran, terutama mereka yang bekerja menggunakan komputer dengan durasi yang lama tanpa beristirahat. Adapun faktor yang mempengaruhi keluhan ini salah satunya adalah intensitas pencahayaan di ruang kerja. Tujuan dalam kajian ini adalah guna mengetahui hubungan intensitas pencahayaan terhadap kelelahan mata pada pegawai kantor di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode analisis kuantitatif yang melibatkan 35 responden yang bekerja menggunakan komputer. Data dikumpulkan melalui pengukuran kelelahan mata dengan penyebaran kuesioner VFI (Visual Fatigue Index) kelelahan mata dan alat lux meter sebagai pengukuran pencahayaan. Hasil pengukuran intensitas pencahayaan menunjukkan bahwa sebagian besar ruangan kantor memiliki pencahayaan di bawah standar Permenaker No. 5 Tahun 2018, yaitu 300 lux. Tercatat intensitas pencahayaan yang tidak sesuai standar ada paling rendah dari 143 lux sampai 227,6 lux. Sementara itu, hasil pengisian kuesioner menunjukkan bahwa dari 35 responden, yang merasakan keluhan kelelahan mata berjumlah 31 responden dengan persentase 88,6%, dan sebanyak 4 pegawai dengan persentase 11,4% tidak mengalami kelelahan mata. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara intensitas pencahayaan dengan keluhan kelelahan mata dengan P-value 0,029 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa semakin rendah pencahayaan, semakin tinggi tingkat kelelahan mata. . Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan sistem pencahayaan di lingkungan kerja agar tercipta kenyamanan visual dan peningkatan produktivitas kerja pegawai.
Strengthening Halal Lifestyle Behavior Literacy in Stunting Prone Communities Dewi Agustina; Chuzaimah Batubara; Tri Niswati Utami
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i1.23754

Abstract

The community including the government, practitioners, and academics have not paid attention to the urgency of halal lifestyle in solving health problems such as malnutrition and stunting. This article aims to explain the strengthening of community literacy about halal lifestyle behavior to prevent stunting. Activities began August - October 2023 in Bandar Sono Village, Nibung Hangus District, Batu Bara Regency. Data were collected through focus group discussions (FGDs), and then education and mentoring were carried out. Data from FGDs were analyzed using ATLAS.Ti23. The data obtained was continued by conducting education and mentoring. The results of data processing are then displayed in tables and figures. The findings show that halal lifestyle behavior has not been understood by the community. Ethical and social moral principles include 5 aspects of halal life style behavior that can be applied by humans in living their daily lives so as to provide a strong impetus to maintain nutritional balance, avoid harmful behavior, and provide better care for children. This means that hifz ad din (protecting religion), as part of halal life style behaviors, is not a direct method of preventing stunting, however, it creates a strong foundation for healthy behaviors and careful care of children, which in turn can contribute to stunting prevention. A person's knowledge will become broad if he learns a lot and gets information through school or information provided through counseling, lectures, reading. The local government needs to continuously provide assistance to families prone to stunting by involving religious leaders so that the community has a strong foundation for implementing halal lifestyle behavior.