Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Microteaching dan Pengalaman Lapangan sebagai Arena Konstruksi Identitas Profesional Calon Guru Ananta, Fibra; Sitinjak, Putri Patricia; Hasibuan, Hana Yulinda; Saragih, Laurencia; Nababan, Beldyna; Silaban, Winarto
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2455

Abstract

Pendidikan guru saat ini menghadapi tantangan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara pedagogik, tetapi juga memiliki identitas profesional yang kokoh dan berkelanjutan, sementara kontribusi praktik microteaching dan pengalaman lapangan terhadap aspek ini sering kali belum dibaca secara sistematis. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana praktik microteaching dan praktikum mengajar berkontribusi terhadap pembentukan profesionalisme sekaligus identitas profesional calon guru, dengan argumen bahwa kedua bentuk pengalaman tersebut merupakan arena utama “kerja identitas” bagi pre-service teacher. Melalui pendekatan kualitatif studi kepustakaan, data dikumpulkan dari artikel jurnal nasional terindeks SINTA dan jurnal internasional bereputasi yang secara eksplisit membahas identitas profesional guru dan praktikum, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk memetakan dimensi identitas profesional dan karakteristik desain praktikum. Hasil kajian menunjukkan bahwa microteaching dan praktikum lapangan dapat sekaligus menguatkan maupun menggoyahkan identitas profesional: keduanya meningkatkan self-efficacy, sense of agency, dan komitmen ketika didukung pendampingan kolaboratif, budaya sekolah suportif, dan refleksi terstruktur, tetapi berpotensi memicu shock realitas, konflik nilai, dan krisis identitas ketika konteks bimbingan dan institusi tidak kondusif. Temuan ini berkontribusi pada penguatan kerangka teoritis identitas profesional guru dengan menegaskan bahwa praktikum harus dipahami sebagai konteks dinamis pembentukan identitas, sekaligus mengimplikasikan perlunya desain program microteaching dan praktikum yang secara eksplisit menargetkan kerja identitas melalui mentoring dialogis, refleksi ilmiah sistematis, dan pemilihan sekolah mitra dengan kultur yang mendukung pembelajaran identitas profesional calon guru.
Penerapan Riset Mesin Pencacah Jagung Ramah Lingkungan serta Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung menjadi Pupuk Organik Bagi Kelompok Tani GABEMA : Pengabdian Winarto Silaban; Ady Frenly Simanullang; Winfrontstein Naibaho; Hanyska; Annisa Aulia; Tio Andini Natasya Sirait; Dio Alfin Pratama Saragih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7602

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menerapkan hasil riset berupa mesin pencacah jagung ramah lingkungan serta meningkatkan pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi pupuk organik bagi Kelompok Tani GABEMA. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah proses pengolahan jagung yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama, kurang efisien, serta menghasilkan limbah tongkol jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan edukasi, demonstrasi teknologi, pelatihan penggunaan mesin pencacah jagung, serta praktik pengolahan limbah tongkol jagung menjadi pupuk organik. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang merupakan anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penerapan teknologi tepat guna dalam proses pencacahan jagung serta pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan. Mesin pencacah jagung yang diperkenalkan mampu membantu meningkatkan efektivitas proses pengolahan hasil pertanian dengan konsep ramah lingkungan, sedangkan limbah tongkol jagung dapat diolah menjadi pupuk organik yang berpotensi mendukung peningkatan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kelompok tani, menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien, serta mendukung prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah pertanian menjadi produk bernilai guna.