Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

FAKTOR LINGKUNGAN DAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DAERAH ENDEMIS KECAMATAN GADING CEMPAKA KOTA BENGKULU Helfi Nolia; Erba Kalto
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.114 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i3.1414

Abstract

Incidence Rate (IR) of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Bengkulu Province in 2011 was reported 129.76 per 100,000 population and Case Fatality Rate (CFR) was reported 1.73%. Data obtained from Bengkulu City Health Services, was showed that DHF cases was increased since 2008, and in 2011 was reported of 403 cases. The incidence of DHF cases in Gading Cempaka Sub District was 139 in 2011. Epidemiological studies was conducted to determine the risk factors associated with DHF incidence, Ae.aegypti mosquito resistance to malathion and temephos and distance index of the distribution was conducted in Sub District Gading Cempaka, Bengkulu city in 2011. The study was conducted in an effort to decide an appropriate vector control method to be applied in the study area. There for determine risk factors of DHF transmission such as dwelling density, indoor illumination , larvae free index (LFI), regular household sanitation or clean-up campaigns (to dry of, cover and bury/the vector habitats cleaning), and cloth hanging habit the incidence of DHF, the Ae. aegypti mosquito resistance to malathion and temefos and distance index of DHF cases.
KEPADATAN LARVA NYAMUK AEDES sp DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DANGUE (DBD) Jernita Sinaga; Helfi Nolia; Desy Ari Apsari; Widia Ayu Sagala
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.993 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i3.1430

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an acute febrile viral disease that is often accompanied by symptoms such as headache, bone or joint and muscle pain, rash, and low or low white blood cell count, transmitted by mosquitoes through the bite of the Aedes mosquito. The purpose of this study was to determine whether there was correlation between the density of Aedes sp mosquito larvae and the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the working area of ??Tanah Jawacommunity health Center, Tanah Jawasub district, Simalungundistrict in 2022. This type of research was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all houses in Tanah Jawa and the sample was determined by random sampling technique with the provisions of ABJ as many as 100 houses. Collecting data in this study using questionnaires and observation sheets, the data analysis used was univariate and bivariate analysis using chi-square test. The results of this study indicated that the daily water reservoir p value was 0.009 p (0.05), mosquito larvae density p value was 0.008 p (0.05) meaning that there was a significant correlation between daily water reservoirs, the presence of mosquito larvae with the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Not a water reservoir p value of 0.786 p (0.05) means that there was no significant correlation between non-water reservoirs and the incidence of DHF, and the value of the larval density index House Index (HI). ) (31%), Container Index (CI) (5%), Breathe Index (BI) (33%) was categorized as medium density, and the value of Larva Free Rate (ABJ) (69%) was categorized as high. The conclusion in this study was that there were Aedes sp mosquito larvae and there was correlation between the density of Aedes sp mosquito larvae with the incidence of dengue fever and dengue fever in the working area of ??the Tanah JawaCommunityHealth Center, Tanah Jawa District, Simalungun district in 2022.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Sarana Sanitasi Rumah Tangga dalam Pengendalian Penyakit Diare di Desa Singa Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo Risnawati Tanjung; Jernita Sinaga; Helfi Nolia; Erba Kalto Manik
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 2 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i2.4712

Abstract

Kondisi lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan diantaranya adalah penyediaan air bersih, jamban keluarga, kondisi rumah dan kondisi lingkungan pemukiman. Sanitasi yang tidak memadai merupakan penyebab utama timbulnya penyakit. Upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan sarana sanitasi rumah tangga memiliki dampak yang sangat positif pada kesehatan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Pengabdian ini adalah kegiatan yang terdiri dari penyuluhan tentang jamban yang sehat di desa Singa Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya sanitasi di dalam rumah tangga. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah penyuluhan, evaluasi kegiatan dilakukan dengan penilaian pengetahuan peserta dengan memberikan pre-post test. Dan diharapkan nantinya dari pengabdian ini masyarakat mampu mengidentifikasi dan memilih sarana sanitasi rumah tangga yang tepat untuk digunakan. Masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi ciri-ciri sanitasi yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian upaya untuk meningkatkan cakupan sarana sanitasi rumah tangga yang sehat. Berdasarkan hasil faktor lingkungan, perilaku dan kebersihan lingkungan tempat tinggal serta sanitasi dasar tempat tinggal terlihat 43% yang pengetahuan kurang, 40% sedang dan hanya 17% yang baik. Sesudah diberikan edukasi terlihat peningkatan menjadi 90% kategori baik sedangkan hanya 10% yang kategorinya sedang sementara tidak ditemukan lagi pengetahuan yang kurang. Sanitasi dasar tempat tinggal terlihat 67% baik sedangkan 33% sikapnya sedang. Sesudah diberikan edukasi terdapat peningkatan yaitu untuk sikap yang baik sebesar 88% sedangkan yang sedang sebesar 12%. Untuk Keterampilan sebelum diberikan demontrasi terlihat 70% yang kurang dan hanya 30% yang baik sedangkan setelah diberikan demonstrasi terlihat peningkatan menjadi 87% yang baik sedangkan yang kurang hanya 13%. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan dapat dikatakan baik bila mencapai lebih dari 75%, sedangkan yang didapatkan adalah 90%. Untuk mengetahui keterampilan peserta dalam pemeriksaan air dikatakan berhasil bila 80% sedangkan hasil yang didapatkan adalah 87%.
Pemantauan Konsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dalam Meningkatkan Berat Badan Balita Dengan Masalah Gizi Evi Susanti Sinaga; Indra Azis Rasyid; Muhammad Rizky Mubarok; Novia Indriani Sudharma; Helfi Nolia
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v5i2.2236

Abstract

Salah satu indikator kesehatan yang dinilai pada Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia adalah mengenai status gizi balita. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, diketahui prevalensi stunting menurun dari 27,7% pada tahun 2019 kemudian pada tahun 2021 menjadi 24,4%. Sedangkan prevalensi underweight meningkat pada tahun 2021 menjadi 17% yang sebelumnya pada tahun 2019 adalah 16,3%. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kekurangan gizi adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sasaran dalam pemberian makanan tambahan adalah balita kelompok usia 6-59 bulan. Pengabdian masyarakat ini ingin memantau konsumsi pemberian makanan tambahan pada balita dengan masalah gizi di Kelurahan Kebon Baru, melakukan penyuluhan pada orang tua balita dan melakukan penilaian status gizi dengan indikator keberhasilan yaitu peningkatan berat badan pada balita. Kemudian ditemukan hasil yaitu masih ada balita dengan masalah gizi yang belum mendapatkan makanan tambahan berupa proten, masih ada PMT yang tidak dihabiskan oleh balita selama satu bulan pemberian makanan tambahan, dan ditemukan terdapat PMT yang dikonsumsi tidak hanya oleh balita tapi juga anggota keluarga lainnya. Terdapat peningkatan pengetahuan pada orang tua balita setelah penyuluhan. Ada peningkatan status gizi balita berdasarkan BB/U yaitu dari status kurang (underweight) menjadi normal sebelum dan sesudah pemberian PMT.
Pengalaman Orang Tua Sebagai Prediktor Pengetahuan, Sikap, Self Efficacy Orang Tua Dalam Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Crisdiansyah; Linda Suwarni; Selviana; Vidyastuti; Helfi Nolia
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.189 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i3.1218

Abstract

Background: Parental education is important in preventing sexual violence against children. Parents need good knowledge, attitudes, and self-efficacy to educate their children, though their effectiveness is affected by various factors. Objective: This study aimed to predict the knowledge, attitudes, and self-efficacy of parents in education to prevent sexual violence in children. Methods: A quantitative design with a cross-sectional approach was used. The sample is 400 parents who have children aged 12-17 years. Data was collected through direct interviews and analyzed using univariate and bivariate (Chi-Square test with 95% CI). Results: the experience of parents receiving education on preventing sexual violence against children correlate with knowledge (p-value = 0.012), attitude (p-value = 0.0000) and self-efficacy (p-value = 0.000). Conclusion: The experience of parents helps predict knowledge, attitudes, and self-efficacy in providing education to prevent sexual violence against children.)
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI DESA PAYA MABAR KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2022 Helfi Nolia Tambunan; Susiati Saragih; Erba Kalto Manik
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v18i2.1606

Abstract

Acute respiratory infection (ARI) is one of the main causes of death by killing ± 4 million children under five each year. There were 108 cases of acute respiratory infection in Paya Mabar Village. This study aims to determine the relationship between the physical condition of the house and respiratory disease in toddlers in Paya Mabar Village, Tebing Tinggi District, Serdang Bedagai Regency in 2022. This type of research is an analytical survey with a cross sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling, where the number of samples was 52 respondents. The data analysis technique used the chi-square statistical test. The results showed that there was a relationship between occupancy density (p=0.042), OR(0.618), CI(0.202-1.887), wall type (p=0.012), OR(1.000), CI( 0.275-3.643), Floor type (p=0.000), OR(0.071), CI(0.019-0.272), Roof (p=0.041), OR(1.406), CI(0.446-4.432), (p=0.026) , OR(0.230), CI(0.071-0.744), and Humidity (p=0.001), OR(9.048), CI(2.571-31.842) on ISPA Disease in toddlers. The most dominant variable was humidity with OR(9.048). Therefore, it is suggested to people who have toddlers to improve the condition of the physical environment of the house, open ventilation so that there is a change of air to avoid high humidity, always clean the home environment to prevent ARI in toddlers.
Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Minuman Siap Saji Untuk Pencegahan Stunting di Kecamatan Tuah Negeri Rostika Flora; Fatmalina Febri; Indah Yuliana; Desri Maulina Sari; Yuliarti Yuliarti; Yeni Anna Appulembang; Risnawati Tanjung; Helfi Nolia; Aguscik Aguscik
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi oleh negaraberkembang, termasuk Indonesia. Angka kejadian stunting di pedesaan lebih tinggi dibandingkanperkotaan. Rendahnya pendapatan orang tua di pedesaan berpengaruh terhadap asupan gizi anakdan berdampak terhadap kejadian  sunting. Salah satu desa dengan angka kejadian stunting cukuptinggi adalah desa Lubuk Rumbai  yang terletak di Kecamatan Tuah Negeri.  Di desa LubukRumbai banyak terdapat daun kelor yang ditanam oleh penduduk setempat. Pemanfaatan daunkelor sebagai bahan pangan fungsional belum banyak  diketahui oleh masyarakat, selama ini daunkelor hanya dimanfaatkan sebagai sayuran. Daun kelor mengandung kalsium, zat besi, protein,vitamin A, vitamin B dan vitamin C yang penting untuk pertumbuhan anak.  Kegiatanpengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih ibu  dalam memanfaatkan daun kelor sebagaiminuman siap saji, yaitu teh daun kelor untuk pencegahan stunting. Metode: Kegitan pengabdian masyarakat diadakan di Desa Lubuk Rumbai Kecamatan Tuah Negeri,dengan kelompok sasaran ibu yang mempunyai anak balita.  Kegiatan yang dilakukan berupapendidikan kesehatan  tentang pencegahan stunting dan peragaan pembuatan minuman teh daunkelor. Sebelum dan sesudah kegiatan pendidikan kesehatan, dilakukan evaluasi terhadappengetahuan ibu tentang pencegahan stunting.  Hasil: hasil evaluasi pengetahuan didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu dalampencegahan stunting setelah diberi pendidikan kesehatan. Peragaan pembuatan teh daun kelor diikuti dengan baik oleh ibu, setelah selesai peragaan ibu mmpu melakukan simulasi pembutan tehdaun kelor. Kesimpulan: terjadi  peningkatan pengetahuan ibu dalam memanfaatkan bahan lokal yaitu daunkelor  sebagai pangan fungsional untuk mencegah stunting pada anak.Kata Kunci:  pencegahan stunting, stunting, teh daun kelor.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembuatan Ovitrap/Trapping Dari Sampah Anorganik Untuk Menurunkan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Jernita Sinaga; Risnawati Tanjung; Helfi Nolia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v5i1.2741

Abstract

Perangkap nyamuk berbasis air gula pasir, gula merah dan ragi roti, merupakan perangkap nyamuk yang terbuat dari botol bekas kemasan minuman ringan yang disi dengan air gula pasir rati – ragi roti serta botol tersebut dibungkus dengan plastik bewarna hitam. Hasil fermentasi gula pasir oleh ragi roti menghasilkan karbondikoksia yang akan menarik nyamuk untuk datang. Perangkap sederhana (trapping) ini dapat diletakkan di sudut ruangan yang banyak dipakai untuk aktivitas anggota keluarga. “Pernyabagri dapat bertahan hingga satu minggu sehingga bersifat sangat ekonomis. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah para perangkat desa dan masyarakat sebanyak 50 orang. Metode kegiatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Langkah-langkah kegiatan adalah ceramah untuk menjelaskan kajian sampah, jenis sampah, dan sumber sampah, pengelolaan sampah dan 3R (reduce, reuse, recycle), serta pengelolaan sampah anorganik menjadi perangkap telur nyamuk (ovitrap)/trapping (perangkap nyamuk) sederhana, dilanjutkan tanya jawab, demonstrasi pengelolaan sampah anorganik menjadi perangap nyamuk. Faktor pendukung kegiatan pengabdian adalah adanya dukungan dari Kepala Desa dan antusiasme peserta pengabdian, sedangkan faktor penghambat kegiatan adalah keterbatasan waktu pelaksanaan pengabdian. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari keberhasilan target jumlah peserta pelatihan (100%), ketercapaian tujuan pelatihan (80%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (80%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (80%). Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembuatan perangkap nyamuk sederhana dari botol dan plastic bekas. Kegiatan ini merupakan salah satu solusi yang menyentuh secara langsung masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD.
Analysis of Sensitive Interventions through Drinking Water Supply and Access to Sanitation in Accelerating the Reduction of Stunting in Sempung Polling Village, Lae Parira Subdistrict, Dairi Regency, 2023 nolia, helfi; Harnat , Robert
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poor quality of clean water and sanitation is a significant risk factor for stunting, a condition where a child's height is not appropriate for their age. Globally, 149.2 million children (22%) were stunted in 2020, with Asia contributing the highest number of cases (79 million). Southeast Asia has the second-highest prevalence (27.4%) after South Asia. According to the Asian Development Bank (ADB), Indonesia ranks second in Southeast Asia for stunting prevalence (31.8%). The Indonesian Ministry of Health reported that as of November 2018, Indonesia's sanitation coverage was 73.9%, and by 2020, 94% of drinking water facilities had been monitored. In Dairi Regency, the prevalence of stunting in 2022 was 13.53%, with 3,025 stunted children. Research Objective is to analyze risk factors related to access to water and sanitation. The study uses a cross-sectional method, with purposive sampling techniques, involving a research sample of 60 children under five. Bivariate analysis was conducted using the chi-square test with ἀ=0.05, and multivariate analysis was performed using logistic regression. Results: The variable that most significantly contributes to the incidence of stunting in Sempung Polling Village, Dairi Regency, is poor drinking water management. The positive beta (β) coefficient contribution of 3.115 with an Exp (β) of 3.627 indicates that poor drinking water management at the household level increases the risk of stunting in toddlers by 3.7 times.
APLIKASI SURVEY JENTIK BETAPAANTIK DALAM MENDUKUNG PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Tanjung, Risnawati; Helfi Nolia; Jernita Sinaga
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/njr8k695

Abstract

Abstrak Latar Belakang. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, pemanfaatan aplikasi digital dalam bidang kesehatan menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan penyakit. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi BETAPAANTIK (Berbasis Teknologi Pengawasan dan Analisis Jentik), yang dirancang untuk mempermudah kegiatan survei jentik oleh masyarakat maupun petugas kesehatan. Aplikasi ini memungkinkan pengguna melakukan input data jentik secara langsung dari lapangan, menyajikan peta sebaran jentik secara real-time, serta menyediakan sistem pelaporan yang cepat dan akurat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental). Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi BETAPAANTIK dalam mendukung kegiatan survei jentik dan pengendalian DBD. Hasil: Penelitian berhasil mengembangkan model pelaporan pemantauan jentik nyamuk menggunakan sistem berbasis android, dengan nama aplikasi android BETAPAANTIK vesi 1.0. Pengguna dapat mengimplementasikan aplikasi secara efektif, tidak hanya berperan sebagai alat pengumpulan data tetapi menawarkan keunggulan dalam integrasi data analitik dengan visualisasi indikator entomologi yang lebih terperinci. Namun diperlukan riset terkait kesiapan kebijakan lebih lanjut untuk mengintegrasikannya ke dalam program Dinas Kesehatan. Aplikasi ini berfungsi sebagai database informasi kepadatan larva secara real-time dan mudah diakses. Selain itu, berfungsi sebagai sistem peringatan dini pengendalian DBD di Kabupaten Deli Serdang. Simpulan: Penggunaan teknologi informasi dalam bentuk aplikasi mobile meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendorong terciptanya sistem pengawasan lingkungan yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan demikian, BETAPAANTIK menjadi solusi inovatif yang mendukung transformasi digital di sektor kesehatan lingkungan, khususnya dalam pemberantasan sarang nyamuk dan pencegahan DBD. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Survei Jentik,  Aplikasi BETAPAANTIK.   ABSTRACT Background. With the advancement of information technology, the use of digital applications in the health sector has become an innovative solution to improve the effectiveness of disease prevention programmes. One such innovation is the BETAPAANTIK (Technology-Based Surveillance and Larvae Analysis) application, designed to facilitate larvae surveys by both the community and health workers. This application allows users to input mosquito larvae data directly from the field, display real-time maps of mosquito larvae distribution, and provide a fast and accurate reporting system. Method: This study is a quantitative descriptive study with a quasi-experimental approach. The study aims to determine the effectiveness of using the BETAPAANTIK application in supporting mosquito larvae surveys and dengue fever control. Results: The study successfully developed a mosquito larvae monitoring reporting model using an Android-based system, named the BETAPAANTIK Android application version 1.0. Users can effectively implement the application, which not only serves as a data collection tool but also offers advantages in integrating analytical data with more detailed entomological indicator visualisations. However, further research is needed regarding policy readiness to integrate it into the Health Department's programme. The application functions as a real-time, easily accessible database of larval density information. Additionally, it functions as an early warning system for dengue fever control in Deli Serdang District. Conclusion: The use of information technology in the form of a mobile application enhances community participation and promotes the creation of a more transparent and accountable environmental monitoring system. Thus, BETAPAANTIK serves as an innovative solution supporting digital transformation in the environmental health sector, particularly in mosquito breeding site eradication and dengue fever prevention. Keywords: Dengue Fever, Larva Survey, BETAPAANTIK Application