Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Window of Public Health Journal

Analisis Faktor Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Buruh Pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar Karmila, Mila; Fairus Prihatin Idris; Yuliati
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 6 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i6.105

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah suatu sindroma nyeri yang terjadi pada daerah punggung bawah dan merupakan work related musculoskeletal disorders. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada buruh dikantor koperasi tenaga kerja bongkar muat( TKBM)pelabuhan soekarno-hatta kota makassar. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Kuantitatif Dengan Menggunakan Metode Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 54 sampel. Pengambilan sampel dengan cara total sampling.Analisis Data dilakukan dengan cara univariat dan Bivariat dengan menggunakan Uji Chi-Square. Hasil Penelitian menyatakan terdapat hubungan antara nyeri punggung bawah ( low back pain .)) dengan sikap kerja leher dengan nilai p = 0,03 karena nilai > 0,05, tidak terdapat hubungan antara sikap kerja punggung dengan punggung bawah ( low back pain ) dengan nilai p = 0,732 karena nilai > 0,05, tidak terdapat hubungan antara sikap kerja kaki dengan nyeri punggung bawah ( low back pain ) dengan nilai p = 0,439 karena nilai > 0,05 tidak terdapat hubungan antara sikap kerja lengan atas dengan punggung bawah ( low back pain ) dengan nilai p = 0,512 karena nilai > 0,05, tidak terdapat hubungan antara sikap kerja lengan bawah dengan nyeri punggung bawah ( low back pain ) karena nilai p= 0,261 karena nilai > 0,05, tidak ada hubungan antara sikap kerja dan keluhan nyeri punggung bawah ( low back pain ) karena nilai p = 0,512 karena nilai > 0,05. Saran dari penelitian ini diharapkan kepada pimpinan untuk memberikan batasan umur pekerja sehingga mengurangi kejadian nyeri punggung bawah.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Bagian Packer PT. Semen Bosowa Maros Musdalifah Mustafa; Yuliati; Rahman
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i3.111

Abstract

Nyeri punggung bawah atau low back pain adalah rasa nyeri yang terdapat pada bagian bawah tulang belakang yang biasanya terletak antara dasar tulang iga dengan bagian atas tungkai bawah yang sering digambarkan tumpul, nyeri yang mendalam, rasa kaku, menetap dan menjalar ke bagian bawah pantat, tungkai, dan kaki dimana keluhan ini merupakan hal yang dapat timbul karena berbagai penyebab Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan nyeri punggung bawah padapekerja bagian packer pt. semen bosowa maros tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan menggunakan uji Chi Square yang bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan antara variabel dependen dan variabel independen. Sampel dalam penelitian ini sebesar 47 pekerja dengan menggunakan tekniik simple random sampling. Kesimpulan menunjukkan ada hubungan antara lama kerja, masa kerja, sikap kerja plengan bawah dengan nyeri punggung bawah dengan hasil uji statis ic menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p<α0,05 yaitu p=0,003,p=0,006,p=0,040 dan tidak terdapat hubungan antara sikap kerja leher, sikap kerja badan, sikap kerja kaki, sikap kerja lengan atas, sikap kerja pergelangan tangan dengan nyeri punggung bawah dengan hasil uji statistic menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p>α0,05yaitu p=0,273, p=0,269, p=0,245, p=0.214,dan p=0.484 dibagian packer PT.semen Bosowa Maros Tahun 2019 Diharapkan kepada perusahaan untuk memberikan pelatihan-pelatihan atau seminar kepada pekerja sehingga mendapatkan informasi ataupun pengetahuan tentang k3.
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Tidak Aman Pada Pekerja Di PT. PLN (Persero) UlP Daya Ananda, Alivia; Yuliati; Andi Nurlinda; Alfina Baharuddin; Hidayat
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i1.451

Abstract

Perilaku tidak aman adalah suatu tindakan membahayakan atau tidak aman yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang menimbulkan kerugian, cedera hingga kematian. Salah satu masalah dari perilaku tidak aman pada pekerja yaitu faktor pengetahuan. Pengaruh pengetahuan terhadap perilaku tidak aman terjadi karena kuranganya sosialisasi mengenai keselamatan dalam berperilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku tidak aman pada pekerja di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Daya Kota Makassar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square (derajat kemaknaan α=0.05). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas pekerja (82.4%) memiliki pengetahuan yang baik dan sebagian besar (79.4%) pekerja memiliki perilaku tidak aman. Sedangkan hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku tidak aman (p=0,169 >α= 0,05). Diharapkan peneliti selanjutnya untuk lebih dapat menganalisis secara mendalam mengenai hubungan perilaku tidak aman dengan faktor pengetahuan serta faktor lainnya seperti faktor predisposisi, enabling dan reinforcing pada pekerja teknisi di PT. PLN (Persero) Unit lainnya dengan lingkup sasaran lebih luas agar lebih menggambarkan generalisasi.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) Pada Pekerja Bagian Produksi Di PT. Industri Kapal Indonesia (PERSERO) Kota Makassar Yunus, Alma Awaliyah; Muhammad Ikhtiar; Wardiah Hamzah; Ikhram Hardi; Yuliati
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i3.564

Abstract

Menurut data yang dikeluarkan oleh International Labour Organization (ILO) sebesar 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sekitar 2,4 juta (86,3 persen) kematian disebabkan oleh penyakit akibat kerja, sementara lebih dari 380.000 (13,7 persen) disebabkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 130 pekerja, sampel penelitian sebanyak 98 pekerja yang diambil secara random sampling dari pekerja bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Cara pengambila data melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan kuesioner, alat tulis dan kamera. Teknik pengambilan data uji kolerasi Chi-square pada program SPSS dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Ada hubungan antara pendidikan dengan tindakan tidak aman (p=0,000), Ada hubungan masa kerja dengan tindakan tidak aman (p=0,005), tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan tidak aman (p=1,000), tidak ada hubungan antara pengawasan k3 dengan tindakan tidak aman (p=0,581), tidak ada hubungan antara kelelahan kerja dengan tindakan tidak aman (p=1,000), dan tidak ada hubungan penggunaan APD dengan tindakan tidak aman (p=1,000) pada pekerja bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Perlu adanya pendisiplinan pekerja atau hukuman bagi pekerja yang tidak mematuhi aturan keselamatan dan Kesehatan ker.ja
Kualitas Tidur Dan Asupan Energi Terhadap Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Sulawesi Selatan Munawarah, Siti; Yuliati; Nurul Ulfah Mutthalib
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2041

Abstract

Kelelahan kerja biasa terjadi akibat dari penurunan efisiensi ketahanan tubuh yang dialami setiap individu dengan gejala yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kualitas tidur dan asupan energi terhadap kelelahan kerja pada 93 perawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Sulawesi Selatan menggunakan kuesioner dan menerapkan analisis univariat chi-square dengan nilai p-value yang ditetapkan sebesar 0,005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kelelahan kerja (p-value = 0,015), sementara tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dan kelelahan kerja (p-value = 0,265). Penemuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman faktor-faktor yang memengaruhi kelelahan kerja perawat dan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan strategi intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja perawat di lingkungan rumah sakit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya perhatian terhadap kualitas tidur perawat dalam mengelola kelelahan kerja, sementara perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami secara lebih mendalam faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi asupan energi dan kelelahan kerja mereka.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Unsafe Action Pekerja PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Proyek Larona Di Luwu Timur Ainun Safitri Basri; Yuliati; Andi Sani
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2104

Abstract

Tindakan tidak aman (unsafe action) adalah tindakan yang dapat membahayakan pekerja itu sendiri maupun orang lain yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti tidak memakai (APD) Alat Pelindung Diri, tidak mengikuti prosedur kerja, tidak mengikuti peraturan keselamatan kerja dan bekerja tidak hati-hati sehingga seringnya terjadi kecelakaan kerja (Hasan dkk, 2020). Jenis penelitian yang digunakan oleh penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Nusa Konstruksi Enjiniring pada Proyek PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di Larona tepatnya pada bagian bendungan di Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan .Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja bagian PT. Nusa Konstruksi Enjiniring pada Proyek PLTA Larona di Kabupaten Luwu Timur sebanyak 68 0rang,Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik yaitu simple random sampling. Dari hasil penelitian tidak ada hubungan sikap kerja dengan Unsafe Action( p value 0,239 > 0,05), ada hubungan beban kerja ( p value 0,000 > 0,05), pengetahuan kerja ( p value 0,000 > 0,05), kelelahan kerja ( p value 0,001 > 0,05) dengan Unsafe Action (Tindakan Tidak Aman) Pada Pekerja PT.Nusa Konstruksi Enjiniring Proyek PLTA Larona di Kabupaten Luwu Timur. Sebaiknya Perusahaan lebih memperhatikan sikap kerja Pekerja agar pekerja lebih disiplin untuk menghindari Tindakan tidak aman serta menempatkan tugas pekerja PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Proyek PLTA Larona sesuai dengan bidang dan kemampuan pekerja agar tidak merasa lebih terbebani dan mencegah Tindakan tidak aman pada pekerja
Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja PT. Industri Kapal Indonesia Dina, Anita Bela; Yuliati; Abd. Gafur
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2029

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) dapat menyebabkan permasalahan kerja yang sangat serius, salah satunya yaitu peningkatan kompensasi biaya kesehatan, penurunan produktivitas pekerja dan rendahnya kualitas hidup. Kondisi Musculoskeletal Disorders (MSDs adalah penyebab kecacatan di empat dari enam wilayah salah satunya Mediterania Timur dan Afrika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja bagian pengelasan di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pendekatan cros sectional. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 45 pekerja pada bagian pengelasan di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik total sampling. Metode analisis data menggunakan uji bivariat dengan uji hubungan chi square. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas berulang (p = 0,001 <  = 0,05), kebiasaan olahraga (p = 0,000 <  = 0,05) sikap kerja (p = 0,000 <  = 0,05) dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara lama kerja (p = 0,691 > = 0,05) dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan terdapat hubungan antara aktivitas berulang, kebiasaan olahraga dan sikap kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Diharapkan kepada peneliti selanjutnya sebaiknya dapat meneliti atau menambah variabel-variabel lain yang dapat berhubungan atau mempengaruhi tingkat kelelahan kerja.
Analisis Potensi Bahaya Pada Pekerja Facade (Curtain Wall) Dan Pengendalian Risiko Di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar Dina Febiani; A. Muh. Multazam; Andi Sani; Suharni A. Fachrin; Yuliati
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2033

Abstract

International Labour Organization (ILO) pada November 2023 menyatakan bahwa 395 juta pekerja di seluruh dunia mengalami cedera kerja yang tidak fatal. Hampir 3 juta orang meninggal karena kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Sebagian besar kematian akibat pekerjaan ini, yaitu sebesar 2,6 juta kematian, disebabkan oleh penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja menyebabkan tambahan 330.000 kematian, menurut data analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya dan pengendalian risiko pada pekerja façade (curtain wall) di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian façade (curtain wall) di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar yang berjumlah 74 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan cara mendeskripsikan tiap variabel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua potensi bahaya mungkin akan terjadi, tetapi adapun bahaya yang sangat mungkin terjadi di bagian pekerja façade (cuirtain wall) adalah bahaya fisik dan ergonomic. Pengendalian risiko yang dilakukan di bagian pekerja façade (cuirtain wall) adalah pengendalian risiko berdasarkan hirarki pengendalian yaitu subtitusi, engineering control, administrative control dan Alat Pelindung Diri (APD).
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar Sari Enus, Intan Velinda; Suharni A. Fachrin; Yuliati
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara lingkungan kerja fisik dan kelelahan kerja dengan tingkat stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSKD) Provinsi Sulsel. Populasi penelitian terdiri dari 93 perawat yang bekerja di ruang rawat inap RSKD Provinsi Sulsel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat lingkungan kerja fisik, kelelahan kerja, dan stres kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menggunakan nilai p-value 0,05 sebagai batasan signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja fisik dengan stres kerja, dengan nilai p-value sebesar 0,001. Selain itu, kelelahan kerja juga berpengaruh terhadap stres kerja, dengan nilai p-value sebesar 0,020. Temuan ini mengindikasikan pentingnya perhatian terhadap kondisi lingkungan kerja fisik dan manajemen kelelahan kerja dalam upaya mengurangi tingkat stres kerja pada perawat di lingkungan rumah sakit. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman faktor-faktor yang memengaruhi stres kerja pada perawat di lingkungan rumah sakit, serta dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi manajemen stres yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kesimpulannya, pemahaman akan pentingnya lingkungan kerja yang kondusif dan manajemen kelelahan kerja dapat membantu mengurangi tingkat stres kerja, sehingga perlu dilakukan upaya yang lebih serius dalam meningkatkan kondisi kerja dan kesejahteraan mental para perawat di lingkungan rumah sakit.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Gangguan Pernapasan Pada Pemulung Di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa Kota Makassar Raihanah, Nurul Dzakylah; Yuliati; Sani, Andi
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v6i1.2053

Abstract

Waste management that does not comply with regulations will cause environmental and human health problems. The development of disease vectors and air pollution that can interfere with the breathing of scavengers are the most common waste management problems at the Final Waste Disposal Site (TPAS). Complaints from scavengers regarding respiratory problems at the Tamangapa Final Waste Disposal Site (TPAS) in Makassar City are the objectives of this study, which seeks to identify variables related to these complaints. Quantitative research is the method used in this study, using a cross-sectional approach. The sample collection method is total sampling, which includes all scavengers at the Tamangapa Final Waste Disposal Site (TPAS) in Makassar City, totaling 101 scavengers. The chi-square test was used to analyze the data with a 95% confidence level. Based on the research findings, complaints of respiratory problems correlate with the use of masks (p = 0.000), length of work (p = 0.001), and medical history (p = 0.004) with complaints of respiratory problems. Meanwhile, respiratory complaints did not correlate with smoking habits (p=0.829) and length of service (p=0.190) with respiratory complaints. The results of this study expect scavengers to pay more attention to their health by reducing working hours, wearing masks while working, checking their health with health workers, and implementing a healthy lifestyle to minimize the risk of respiratory complaints.