Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KOMPETENSI DAN KUALIFIKASI PENGAWAS PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH: KAJIAN ANALITIS DAN STUDI KASUS IMPLEMENTATIF Lutfiyah; Suriagiri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/cr38ea43

Abstract

Pengawas pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu sekolah melalui fungsi supervisi, pembinaan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Peran ini tidak hanya berkaitan dengan pemantauan administrasi, tetapi juga mencakup pendampingan profesional kepada guru dan kepala sekolah agar proses pembelajaran berjalan efektif. Namun, keberhasilan tugas tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki oleh pengawas pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara analitis hubungan antara kompetensi dan kualifikasi pengawas dengan peningkatan mutu sekolah, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul dalam praktik pengawasan di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi kasus dokumen, dengan data yang diperoleh dari regulasi pemerintah, laporan hasil pengawasan, serta artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi supervisi akademik, manajerial, evaluatif, sosial, kepribadian, serta kemampuan penelitian dan pengembangan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan tata kelola sekolah. Meski demikian, implementasi pengawasan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti beban kerja yang tinggi, keterbatasan pelatihan berkelanjutan, penguasaan teknologi yang belum merata, serta resistensi dari sebagian sekolah. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dan kualifikasi pengawas dipandang sebagai faktor kunci dalam membangun sistem penjaminan mutu sekolah yang efektif dan berkelanjutan.
PERENCANAAN PROGRAM DAN PELAYANAN SUPERVISI DI MTS ASSANABIL BANJARMASIN Benny Ansari; Muhammad Iqbal; Rismayandi Ansari; Suriagiri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/b6v77193

Abstract

Supervisi pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalisme guru di lembaga pendidikan. Namun, efektivitas supervisi sangat ditentukan oleh perencanaan program yang sistematis serta pelayanan supervisi yang bersifat pembinaan dan pendampingan. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji konsep perencanaan program supervisi pendidikan, tahapan penyusunannya, serta bentuk dan strategi pelayanan supervisi yang efektif dalam mendukung peningkatan kompetensi guru. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur dan sumber relevan terkait supervisi pendidikan, kepemimpinan instruksional, dan manajemen supervisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan program supervisi yang diawali dengan analisis kebutuhan, perumusan tujuan, penyusunan jadwal, pengembangan instrumen, serta evaluasi dan tindak lanjut mampu memberikan arah yang jelas bagi pelaksanaan supervisi. Selain itu, pelayanan supervisi yang efektif ditandai dengan pendekatan kolaboratif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan, bukan sekadar penilaian administratif. Pelayanan supervisi yang dilaksanakan secara manusiawi dan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi guru, memperbaiki praktik pembelajaran, serta menciptakan budaya profesional di sekolah. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa integrasi antara perencanaan program yang matang dan pelayanan supervisi yang efektif merupakan kunci utama dalam mewujudkan supervisi pendidikan yang bermutu dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan lembaga pendidikan.
Pembinaan Kompetensi Guru dari Perspektif Pendekatan Deep Learning Mukaddam, Muhammad Faqih; Suriagiri, Suriagiri
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3024

Abstract

Pengembangan kompetensi guru merupakan proses sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi guru agar dapat mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadiannya secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelatihan kompetensi guru diselenggarakan dari perspektif pembelajaran mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Metode ini memanfaatkan literatur sebagai sumber data utama untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan kompetensi guru dari perspektif pembelajaran mendalam meliputi, pertama, pendampingan dalam pengembangan modul ajar berbasis pembelajaran mendalam. Kedua, pelatihan strategi berpikir kritis dan pembelajaran berbasis kreativitas. Ketiga, pembinaan integrasi teknologi dan AI melalui kerangka kerja TPACK. Keempat, penguatan sikap profesional dan reflektif guru. Kelima, pembentukan komunitas praktisi (Professional Learning Community – PLC).
Pembinaan Kompetensi Guru dari Perspektif Pendekatan Deep Learning: Studi Kasus di SMA Negeri 1 Kandangan Mukaddam, Muhammad Faqih; Hazami, Muhammad Syafi'i; Aulia, Muhammad; Suriagiri, Suriagiri
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3056

Abstract

Pengembangan kompetensi guru merupakan proses sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi guru agar dapat mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadiannya secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelatihan kompetensi guru diselenggarakan dari perspektif pembelajaran mendalam di SMA Negeri 1 Kandangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan melakukan tanya jawab secara lisan dan langsung bertatap muka dengan pihak informan yaitu kepala sekolah untuk menggali informasi yang mendalam dan dibutuhkan mengenai pembinaan kompetensi guru dari perspektif pendekatan deep learning di SMA Negeri 1 Kandangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan kompetensi guru dalam perspektif pendekatan deep learning di SMA Negeri 1 Kandangan yaitu pertama dengan pengadaan pelatihan yang berkaiatan dengan deep learning. Kedua, pembentukan komunitas belajar. Ketiga, pelaksaan supervisi kepala sekolah. Keempat, penilaian kinerja guru oleh tim. Kelima, pendampingan pengawas. Keenam, memfasilitasi keikutsertaan guru dalam kegiatan MGMP. Terakhir mengikutsertakan perwakilan guru dalam kegiatan luar terkait deep learning.
Seni Membimbing dalam Perspektif Al-Qur’an dan Psikologi: Upaya Pengawas Sekolah Dalam Menghapus Stigma ‘Cari Kesalahan’ Rizqie, Anshar; Suriagiri, Suriagiri
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3093

Abstract

Eksistensi pengawas sekolah dalam sistem supervisi pendidikan merupakan pilar strategis yang menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan nasional. Namun, implementasinya di lapangan sering kali terhambat oleh stigma negatif yang memposisikan pengawas sebagai pihak yang hanya "mencari kesalahan" atau menyudutkan guru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan konsep "seni membimbing" melalui integrasi perspektif Al-Qur’an dan Psikologi dapat menjadi upaya efektif untuk menghapus stigma tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa "seni membimbing" merupakan pendekatan yang menekankan bahwa seorang pengawas harus mampu membimbing diri sendiri sebelum membimbing orang lain. Pendekatan ini berlandaskan pada tiga pilar pengembangan aspek internal pengawas, yaitu: penataan niat yang tulus untuk mencari rida Allah agar terhindar dari perilaku sia-sia ; pengembangan ilmu pengetahuan yang selalu diperbarui (update) agar memiliki kredibilitas dalam memecahkan masalah ; serta pengelolaan kesehatan mental yang stabil melalui ketenangan jiwa dan zikir. Selanjutnya, strategi implementasi bimbingan di sekolah dilakukan melalui komunikasi yang lembut (qawlan layyinan) untuk meminimalisir resistensi emosional, pemberian keteladanan (uswah hasanah) untuk menumbuhkan rasa hormat alami, serta penggunaan metode debat positif sebagai sarana menyerap aspirasi dan keluhan guru secara produktif. Melalui pendekatan yang humanis dan integratif ini, pengawas sekolah diharapkan dapat mereposisi perannya dari sekadar pengawas administratif menjadi mitra strategis guru. Dengan demikian, tercipta hubungan harmonis dan dialog konstruktif yang secara kolektif berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan yang bermutu tinggi.