Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Effect of Different Submerged Cage (Vietnamese Style) Depth on The Growth of Green Lobster (Panulirus homarus) in The East Coast of Pangandaran District Rita Rostika; Iskandar Iskandar; Iwang Gumilar; Aulia Andhikawati; Muhammad Hafizh Arafi
Journal of Social Research Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i9.1291

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of submerged cage depth on the growth of green lobsters (Panulirus homarus) in Vietnamese-style cultivation on the East Coast of Pangandaran. The submerged cage was intended so that the lobsters are not disturbed by the situation/water quality in the upper layer of the water. The research method used a completely randomized design using 3 submerge cage depth treatments and 4 repetitions with different ones, A (2 meters); B (3.5 meters); and C (5 meters). Lobster maintenance was carried out for 40 days using a submerged cage with a diameter of 80 cm and a height of 90 cm. Each cage contains 10 lobster seeds measuring 40 g. Frequency of feeding 2 times a day. The amount of test feed given was 20% of the lobster weight each day. Measurement of water quality as supporting data was carried out at the beginning and end of the research. Sampling was done every 10 days and the observed parameters were growth rate, feed conversion ratio (FCR), and feed efficiency (FE). Lobster growth performance showed that treatment C (placement of cages at a depth of 5 meters) was the best among the others, as well as the daily growth rate (LPH) of 1.35%, feed conversion ratio (FCR) of 12.8, and feed efficiency ( EP) of 8.6%. The water quality in the submerged cage with a depth of 5 meters was DO 5.22 mg/L, the water temperature was 28 Celsius, pH was 7 and salinity was 34 ppt.
Efektivitas probiotik BIOM-S terhadap kualitas air media pemeliharaan ikan nila nirwana Oreochromis niloticus Yuli Andriani; Taufik Ikhsan Kamil; Iskandar Iskandar
Depik Vol 7, No 3 (2018): December 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.3.9043

Abstract

Abstract.This research was conducted on May–June 2017 in Hatchery Indoor Maksudi, Astanaanyar, Bandung. This research aims were to find out the optimal BIOM-S probiotic on culture media of Nile tilapia andto evaluate  the influence to survival rate and growth of Nile tilapia. This research was conducted by experiment using consisted of five treatments and three repetitions, which were treatment A (control), B (giving probiotic with 0.6 ml/l concentration), C (giving probiotic with 0.8 ml/l concentration), D (giving probiotic with 1.0 ml/l concentration), and E (giving probiotic with 1.2 ml/l concentration). The parameter of this research was the water quality of media culture, includes temperature, dissolved oxygen, acidity (pH), ammonia, nitrate, and nitrite. To find out the optimal concentration of probiotic quality of water parameter was analyzed descriptively. The concentration of optimal probiotic based on the results was 0.8 ml/l, it was able to keep the level of ammonia below 0.021 mg/l.Keywords: Amoniac;  Nile tilapia; Probiotic; water qualityAbstrak. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei–Juni 2017 di Hatchery Indoor Maksudi, Astanaanyar, Kota Bandung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi optimal probiotik BIOM-S yang diaplikasikan pada media pemeliharaan ikan nila, serta pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan nila nirwana. Penelitian dilakukan secara eksperimental, terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A (kontrol), B (pemberian probiotik dengan konsentrasi 0,6 ml/l), C (pemberian probiotik dengan konsentrasi 0,8 ml/l), D (pemberian probiotik dengan konsentrasi 1,0 ml/l), dan perlakuan E (pemberian probiotik dengan konsentrasi 1,2 ml/l). Parameter yang diamati adalah kualitas air media budidaya, meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, amonia, nitrat dan nitrit, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Konsentrasi probiotik yang optimal berdasarkan hasil penelitian yaitu 0,8 ml/l, mampu menjaga kadar amonia dibawah 0,021 mg/l.Kata kunci:Amonia; Kualitas air, Nila nirwana; Probiotik
KOMBINASI KITOSAN DAN TEPUNG PISANG SEBAGAI SUPLEMEN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Roffi Grandiosa; Dind Ayu Febrianti; Iskandar Iskandar; Rosidah Rosidah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.4815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum penambahan kitosan pada pakan terhadap peningkatan laju pertumbuhan ikan gurame. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang tediri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah (A) tanpa pemberian kitosan dan tepung pisang (kontrol), (B) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 5 g/kg, (C) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 10 g/kg, (D) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 15 g/kg, (E) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 20 g/kg. Ikan uji yang digunakan adalah ikan gurame dengan ukuran panjang 4 – 6 cm dan bobot 2 – 4 g. Wadah yang digunakan adalah hapa berukuran 1 x 1 x 1 m3 sebanyak 15 buah dengan kepadatan 15 ekor ikan tiap perlakuan dan lama pemeliharaan selama 42 hari. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3% dari biomassa ikan. Data hasil pengamatan panjang dan bobot dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji jarak berganda Tukey. Hasil riset menunjukkan pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg pakan memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan panjang mutlak tertinggi sebesar 2,23 cm, pertumbuhan bobot mutlak tertinggi sebesar 1,93 g, laju pertumbuhan harian tertinggi sebesar 5,46%, rasio konversi pakan terendah sebesar 1,10 dan kelangsungan hidup tertinggi sebesar 93,3% pada ikan gurame.
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gabus (Channa striata) yang Diberi Pakan Komersial dan Bekicot (Achatina fulica) Iskandar Iskandar; Heti Herawati; Kiki Haetami; Ferri Satya Darmawan
Akuatika Indonesia Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v8i1.45015

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gabus (Channa striata) yang diberi pakan komersial dan bekicot (Achatina fulica). Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari tiga perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian pakan komersial (A), pemberian 50% pakan bekicot dan 50% pakan komersial (B), pemberian pakan bekicot (Achatina fulica) (C). Benih ikan uji yang digunakan adalah benih ikan gabus dengan ukuran relatif sama yaitu berkisar 3 - 4cm yang di dapat dari pembudidaya di kota Cilacap, Jawa Tengah. Benih yang dipersiapkan sebanyak 25 ekor/akuarium. Masing-masing wadah berukuran 40 x 25 x 28 cm diisi air yang bersumber dari sumur. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan feeding rate (FR) yaitu sebesar 5% dari biomassa ikan yang dilakukan setiap 3 kali sehari dan disesuaikan dengan pertumbuhannya setiap sepuluh hari sekali. Kualitas air selama pemeliharaan (40 hari) diamati setiap tujuh hari sekali, sedangkan kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian dan rasio konversi pakan diamati setiap sepuluhhari sekali. Hasil riset yang menunjukkan laju pertumbuhan paling baik yaitu perlakuan C (menggunakan pakan bekicot) memiliki pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,55 g, LPH sebesar 1,5% dan FCR sebesar 2,406. Nilai SR yang paling baik terdapat pada perlakuan A (menggunakan pakan komersial) yaitu sebesar 80%.
PEMANFAATAN ALGA (SEAWEED) DALAM PAKAN BUDIDAYA IKAN DI DESA KARANGJALADRI, KECAMATAN PARIGI, KABUPATEN PANGANDARAN Fittrie Meyllianawaty Pratiwy; Iskandar Iskandar; Rosidah Rosidah
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1016

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) di Indonesia merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan telah menjadi salah satu komoditas yang disukai, dan harga relatif terjangkau serta budidayanya yang cukup mudah. Ikan yang dibudidayakan sering mengalami penyakit yang menyebabkan kematian dan tentunya merugikan para petani ikan. Potensi yang ada di daerah Pangandaran tidak lepas dari darah lautnya yang yang sangat beragam, salah satunya adalah alga cokelat. Alga coklat (Sargassum cristaefolium) merupakan salah satu jenis rumput laut yang dapat dimanfaatkan sebagai feed suplement dalam pakan ikan dan memiliki zat imunostimulan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan dan meningkatkan nafsu makan ikan sehingga berpengaruh pada pertumbuhan ikan.
Efektivitas probiotik BIOM-S terhadap kualitas air media pemeliharaan ikan nila nirwana Oreochromis niloticus Yuli Andriani; Taufik Ikhsan Kamil; Iskandar Iskandar
Depik Vol 7, No 3 (2018): December 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.3.9043

Abstract

Abstract.This research was conducted on May–June 2017 in Hatchery Indoor Maksudi, Astanaanyar, Bandung. This research aims were to find out the optimal BIOM-S probiotic on culture media of Nile tilapia andto evaluate  the influence to survival rate and growth of Nile tilapia. This research was conducted by experiment using consisted of five treatments and three repetitions, which were treatment A (control), B (giving probiotic with 0.6 ml/l concentration), C (giving probiotic with 0.8 ml/l concentration), D (giving probiotic with 1.0 ml/l concentration), and E (giving probiotic with 1.2 ml/l concentration). The parameter of this research was the water quality of media culture, includes temperature, dissolved oxygen, acidity (pH), ammonia, nitrate, and nitrite. To find out the optimal concentration of probiotic quality of water parameter was analyzed descriptively. The concentration of optimal probiotic based on the results was 0.8 ml/l, it was able to keep the level of ammonia below 0.021 mg/l.Keywords: Amoniac;  Nile tilapia; Probiotic; water qualityAbstrak. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei–Juni 2017 di Hatchery Indoor Maksudi, Astanaanyar, Kota Bandung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi optimal probiotik BIOM-S yang diaplikasikan pada media pemeliharaan ikan nila, serta pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan nila nirwana. Penelitian dilakukan secara eksperimental, terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A (kontrol), B (pemberian probiotik dengan konsentrasi 0,6 ml/l), C (pemberian probiotik dengan konsentrasi 0,8 ml/l), D (pemberian probiotik dengan konsentrasi 1,0 ml/l), dan perlakuan E (pemberian probiotik dengan konsentrasi 1,2 ml/l). Parameter yang diamati adalah kualitas air media budidaya, meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, amonia, nitrat dan nitrit, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Konsentrasi probiotik yang optimal berdasarkan hasil penelitian yaitu 0,8 ml/l, mampu menjaga kadar amonia dibawah 0,021 mg/l.Kata kunci:Amonia; Kualitas air, Nila nirwana; Probiotik
Diet and Dietary Habits of The Mystus gulio from The Cianjur Estuaries, Indonesia Epa Paujiah; Yayat Dhahiyat; Titin Herawati; Iskandar Iskandar; Haryono Haryono; Iwang Gumilar
Jurnal Biodjati Vol 8, No 2 (2023): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v8i2.28995

Abstract

Food and feeding habits are important things in bioecological of fish. This study provides an understanding of the feeding habits and intensity of the M. gulio, by analyzing its food composition, relative gut length (RGL) and gastro-somatic index (GaSI). Fish specimens were caught with a gill net and fishing rod in an area of Cianjur estuaries during a period of one year from October 2021 to September 2022. The analysis of 452 fish samples shows that the relative gut length (RGL) values revealed the feeding habit of M. gulio as carni-omnivorous. The GaSI value was used to determine feeding intensity and was found to be highest in November, at Cidamar estuary, and in the second size group (7.1-10 cm). These results provide new knowledge on this fish species’ feeding habit and intensity, which also helps understand the fish adaptation and conservation in the study area.
Pengaruh Penambahan Senyawa Bioaktif dari Alga Cokelat (Sargassum sp.) Pada Pakan Terhadap Performa Pertumbuhan Benih Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) Adinda Nurkholifah; Fittrie Meyllianawaty Pratiwy; Roffi Grandiosa Herman; Iskandar Iskandar
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i2.880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan menentukan dosis penambahan Sargassum sp. ekstrak. pakan yang optimal untuk kinerja pertumbuhan benih Ikan Siam Patin ( Panganius hypopthalmus ). Hasil analisis ANOVA, penambahan senyawa bioaktif dari Sargassum sp. berpengaruh sangat nyata terhadap kinerja pertumbuhan ikan (Fhit>Ftab). Penambahan Sargassum sp. ekstrak dalam pakan dengan dosis 20 g/kg berpengaruh terhadap peningkatan performa pertumbuhan benih Ikan Siam Patin ( Panganius hypopthalmus ) yang lebih optimal dibandingkan perlakuan lainnya (0 g/kg, 10 g/kg, 15 g/kg ), yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai persentase pertumbuhan panjang mutlak (6,7 cm), berat mutlak (114,33 g), SGR (2,85%), FCR (1,05%), EPP (95%), IHS (0,51 %), dan SR (100%) . Nilai kualitas air pada saat pemeliharaan ikan berada pada kisaran optimum meliputi suhu (26-28°C), pH (6,2-7,6), dan DO (5,3-7 mg/L).
IDENTIFICATION OF HEAVY METAL Cu AND Zn IN THE MEAT OF NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus) AT IPAL BOJONGSOANG, BANDUNG REGENCY, WEST JAVA Muhamad Seikei Shojikana; Junianto Junianto; Iskandar Iskandar; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i4.1274

Abstract

The Bojongsoang Wastewater Treatment Plant (IPAL) in Bojongsoang District, Bandung Regency, West Java, is a facility that processes wastewater from the city of Bandung. In the IPAL pond, there are Nile tilapia that live there and can serve as bioindicators of water quality. However, these fish are utilized by the surrounding community through fishing and netting for consumption and sale. This study aims to determine the safety level of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) meat in the Bojongsoang IPAL based on the content of heavy metals Cu and Zn. The research was conducted from May to October 2024. The method used is a survey method with purposive sampling technique conducted at four pond sample collection locations. The accumulated heavy metal content in the Nile tilapia meat from the Bojongsoang IPAL Treatment Pond is as follows: Cu (0.1649 mg/kg, 0.1199 mg/kg, 0.1896 mg/kg, 0.1825 mg/kg) and Zn (2.5308 mg/kg, 1.9651 mg/kg, 2.3628 mg/kg, 2.5125 mg/kg). The levels of these heavy metals are still below the maximum limits set by Ditjen POM RI in 1989, indicating that the Nile tilapia meat collected from the Bojongsoang IPAL Treatment Pond is still safe for consumption based on its Cu and Zn heavy metal content.
Edukasi dan Monitoring Tekanan Darah Secara Mandiri: Kunci Pengelolaan Hipertensi dan Antisipasi Situasi Darurat -, Iskandar -; -, Junaidi -; Yusnaini, Rika -
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.21573

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi. Kondisi ini menuntut kemandirian individu dalam memantau dan mengelola tekanan darah secara rutin terutama saat terjadi situasi darurat atau bencana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan edukasi dan monitoring tekanan darah secara mandiri sebagai upaya pengendalian hipertensi dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Kegiatan dilaksanakan dengan sasaran masyarakat usia dewasa dan lansia yang memiliki risiko hipertensi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan alat tensimeter digital, serta pelatihan pencatatan hasil monitoring tekanan darah. Evaluasi dilakukan dengan pre-post test dan pengamatan praktik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai hipertensi, serta kemampuan menggunakan tensimeter digital secara mandiri. Edukasi dan monitoring tekanan darah mandiri terbukti menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat menghadapi kemungkinan krisis kesehatan saat bencana. Diharapkan kegiatan ini berkelanjutan dan menjadi bagian dari program kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas, dengan keterlibatan aktif tenaga keperawatan sebagai fasilitator utama. Kata Kunci: Edukasi, hipertensi, monitoring tekanan darah.