Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KOMUNITAS PRAKTIK GURU/COMMUNITY OF PRACTICE (COP): KOLABORASI UNTUK KESEIMBANGAN EMOSIONAL DAN DINAMIKA KELAS YANG INKLUSIF Sudding; Sudding Sally, Fauzan Hari; Fitri, Qawiyyan; Harfiana Abbas, Gusma; Sudding, Muhammad Fahri Jaya
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Edisi Desember
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/abdi.v3i1.10647

Abstract

: Guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, namun banyak di antara mereka menghadapi tekanan emosional dan kesulitan dalam mengelola dinamika kelas. Kondisi ini berdampak pada kesejahteraan guru dan suasana belajar siswa. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas guru Kimia tingkat SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Takalar dalam mengelola keseimbangan emosional dan menciptakan dinamika kelas yang inklusif melalui pelatihan berbasis komunitas guru. Tujuan utama kegiatan adalah membangun kemampuan guru dalam mengelola emosi, meningkatkan empati, dan memperkuat kolaborasi profesional antarpendidik. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Takalar pada tanggal 21 Juni 2025 dan diikuti oleh 25 guru Kimia yang dibagi ke dalam tiga kelompok komunitas. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan, yaitu persiapan kebutuhan pelatihan, pelaksanaan pelatihan interaktif, pendampingan reflektif berbasis komunitas, dan evaluasi hasil melalui pre-test, post-test, serta observasi praktik lapangan.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pemahaman guru mengenai pengelolaan emosi (dari 56% menjadi 91%), penerapan strategi dinamika kelas inklusif (dari 61% menjadi 88%), dan keterampilan refleksi sejawat dalam komunitas (dari 48% menjadi 85%). Setiap kelompok komunitas menunjukkan kemajuan dalam kolaborasi profesional dan saling dukung secara emosional. Guru memperoleh manfaat nyata berupa peningkatan kesejahteraan psikologis, kemampuan reflektif, dan motivasi untuk melanjutkan praktik komunitas secara mandiri di lingkungan MGMP Kimia.Kegiatan ini menghasilkan model pengembangan profesional guru berbasis komunitas yang menekankan keseimbangan emosional dan kerja kolaboratif. Pendekatan ini menjadi kontribusi baru dalam pemberdayaan guru melalui keterlibatan langsung masyarakat pendidikan dalam pembelajaran sejawat yang berkelanjutan.
Kebutuhan Mahasiswa terhadap Modul Konseling Keluarga: Studi Asesmen Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Lintas Fakultas Fitriana, Fitriana; Qarimah, Inayah Ridayanti; Fitri, Qawiyyan
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asesmen kebutuhan pengembangan modul Konseling Keluarga yang bersifat teoretis dan praktis dalam membangun kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Responden berjumlah 760 mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang berasal dari sembilan fakultas. Instrumen penelitian berupa kuesioner asesmen kebutuhan yang terdiri atas 24 item dengan skala Likert 5 poin, mencakup empat domain: pengetahuan teoretis konseling keluarga, keterampilan praktis konseling keluarga, persepsi urgensi masalah keluarga, dan ekspektasi terhadap modul. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji reliabilitas, dan visualisasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan mahasiswa terhadap pengembangan modul Konseling Keluarga berada pada kategori tinggi pada seluruh domain (rerata skor 3,47–3,49). Uji reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang sangat baik, dengan nilai Corrected Item–Total Correlation di atas 0,67 dan Cronbach’s Alpha per domain di atas 0,88. Pola kebutuhan mahasiswa relatif konsisten lintas fakultas. Temuan ini menegaskan urgensi pengembangan modul Konseling Keluarga yang terintegrasi antara aspek teoretis dan praktis sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa di perguruan tinggi.Kata Kunci: Konseling Keluarga, Kesejahteraan Psikologis, Mahasiswa, Asesmen Kebutuhan, Pengembangan Modul
Peran Intervensi Psikoedukasi dalam Meningkatkan Empathic Concern pada Remaja Awal: Systematic Literature Review Aris, Riska Aulyanti; Harum, Akhmad; Aswar, Aswar; Fitri, Qawiyyan
Paedagogie Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/paedagogie.v21i1.16403

Abstract

Empathic concern is an affective component of empathy that plays a crucial role in the social and emotional development of adolescents. The decline of empathic concern among adolescents has become a global concern, marked by a weakening of emotional caring in younger generations toward others across various social contexts. In Indonesia, the high prevalence of relational problems among adolescents indicates weakening socio-emotional competence, including low levels of empathic concern among students. This study aims to conduct a systematic literature review on the role of psychoeducational interventions in improving empathic concern among early adolescent students. Data were collected through searches of three electronic databases covering publications from 2015 to 2025, yielding 14 articles that met the predetermined inclusion criteria. Data analysis employed a narrative synthesis approach to group and synthesize findings based on psychoeducational intervention characteristics, population, and measured outcomes. The findings indicate that the majority of psychoeducational interventions play a role in enhancing students' empathic concern, with participatory methods such as role-playing, reflective discussion, and social simulation yielding more optimal outcomes compared to conventional approaches. Psychoeducational interventions designed in a participatory, contextual, and sustained manner represent a promising approach to strengthening empathic concern among students in educational settings.