Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH VARIASI WAKTU AGING PISTON SEPEDA MOTOR TOSSA SUPRA TERHADAP SIFAT KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Nota Ali Sukarno; Zakariyya Al Mufarid
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v1i1.22

Abstract

Piston merupakan komponen utama pada kendaraan yang berfungsi mengubah energi kinetik menjadi energi gerak. Piston harus mampu bergerak bolak balik pada sebuah ruang bakar, juga harus mampu bergerak dengan cepat, yang berarti bahan piston harus ringan. Bahan yang baik dari piston adalah aluminium, tetapi bahan aluminium belumlah cukup, terutama bila menerima tekanan panas. Kemudian aluminium dicampur dengan paduan lain, misalnya magnesium, silikon dan sebagainya. Bahan ini disebut aluminium paduan. Pada penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu aging terhadap kekerasan dan struktur mikro piston Tossa Supra dengan suhu treatment 500 oC selama 1 jam dan suhu aging 150 oC selama 2, 3, 4, dan 5 jam. Hasil uji kekerasan Brinnel menunjukkan kekerasan rata-rata Honda Supra lebih tinggi dibandingkan dengan piston Tossa supra yaitu 118 kg/mm2 untuk Honda Supra dan 104 kg/mm2 untuk Tossa Supra. Setelah piston Tossa supra mengalami aging dengan variasi waktu kekerannya meningkat yaitu selama 2 jam 113 kg/mm2, 3 jam 114 kg/mm2, 4 jam 118 kg/mm2, dan 5 jam 122 kg/mm2. Sedangkan hasil dari pengamatan struktur mikro, diperoleh bahwa unsur paduan silikon dan magnesium pada piston Honda Supra lebih banyak, besar dan merata dibanding piston Tossa Supra. Oleh sebab itu, piston Honda Supra kekerasannya lebih tinggi, tetapi untuk piston Tossa Supra setelah mengalami aging unsur paduannya mengalami pula perubahan menjadi kelompok fasa Mg2Si yang besar dan merata.
PENGARUH VARIASI TEKANAN TERHADAP SIFAT KEKERASAN BAJA HASIL PLASMA KARBURASI Nota Ali Sukarno; Anton Setiawan
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v1i2.84

Abstract

Baja merupakan baja tahan karat jenis martensitik yang mempunyai sifat tahan terhadap korosi tetapi nilai kekerasan rendah. Proses Karburising terhadap Baja adalah salah satu cara untuk dapat meningkatkan kekerasannya. Untuk mencapai kekerasan yang maksimal diperluan parameter yang optimum. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan meterial yang tahan terhadap gesekan namun tetap ulet pada tengahnya. Penelitian ini dilakukan dengan variasi tekanan 1.2, 1.6, dan 2.0 mBar dengan suhu 500 ˚C serta waktu 3 jam. Dari hasil penelitian menunjukkan kekerasan yang terbesar atau optimum diperoleh pada tekanan 1.6 mBar, yaitu pada 201,07 HVN. Kemudian hasil dari pengamatan struktur mikro bahwa lapisan tipis terlihat di bagian luar permukaan dengan unsur karbon yang teridentifikasi sangat tipis. Dari hasil pengujian EDS menghasilkan unsur campuran karbon (C) dengan unsur- unsur lainnya seperti campuran Oksigen (O), Silikon (Si), dan Klorida (Cl) dengan besi (Fe).
PENGARUH LAPISAN Ni-Cr PADA BAJA AISI 4140 TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTURMIKRO DENGAN PLASMA SPUTTERING Nota Ali Sukarno; Abdul Azis
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v3i1.156

Abstract

AISI 4140 steel is widely used in the machining industry or is widely used in automotive components. In this research, the hardness test and microstructure test of AISI 4140 steel with Ni-Cr coating were carried out and the sputtering method was carried out. The purpose of this study was to determine the effect of the Ni-Cr coating on the hardness and microstructure of AISI 4140 steel. The sputtering technique was carried out with deposition times of 60, 90 and 150 minutes. From the results of these tests, in the 60 minute hardness test the hardness was 137.84 HVN, 90 minutes 163.96 HVN and 150 minutes the hardness decreased to 161.7 HVN. This is because the deposition rate is too large but the diffusion and reaction of nitrogen atoms (N) with the substrate (other compositional elements) cannot follow, so it is possible for a buildup of nitrogen atoms to occur on the surface, causing the surface hardness not to increase but to decrease. For SEM/EDX testing it can be proven that the Ni-Cr layer can be seen clearly compared to the AISI 4140 steel substrate which tends to be dark in color.
Pengaruh Variasi Suhu Terhadap Sifat Kekerasan Baja Aisi 1045 Pada Proses Heat Treatment Dengan Media Pendingin Oli Nota Ali Sukarno; Abdul Azis; Herido Vebriyadi; Carolus Borromeus Krishna Sampurno
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v4i2.320

Abstract

Untuk mendapatkan sifat mekanik dari suatu material adalah dengan perlakuan panas (heat treatmen) dan pengontrolan dari pendinginannya. Proses hardening dan quenching adalah salah satu dari perlakuan panas yang sering digunakan. Pada penelitian ini, baja AISI 1045 dilakukan perlakuan panas dengan variasi temperatur 750 °C, 800 °C dan 850 °C, holding time 40 menit kemudian di quenching dengan media oli SAE 20W-50. Dari hasil pengujian tersebut, didapatkan nilai kekerasan optimum didapatkan pada suhu 850 °C dengan nilai kekerasan 26,80 HRC dari sebelum dilakukan perlakuan panas yaitu 12,48 HRC. Disebabkan proses heat treatment dengan suhu tinggi yang diikuti oleh proses pendinginan cepat juga mempengaruhi tingkat kekerasan, semakin tinggi suhu semakin tinggi kekerasannya.
Pengaruh proses quenching dengan variasi media pendingin terhadap sifat mekanik dan struktur mikro baja AISI 1045 Nota Ali Sukarno Nota; Abdul Azis; Siska Irma Budianti; Carolus Borromeus Krishna Sampurno
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v5i1.493

Abstract

Baja sangat memiliki peranan yang penting dalam dunia industri, sifat mekanik yang dimiliki material ini cukup mampu untuk berbagai penggunaan lapangan dalam berbagai aplikasi. Baja AISI 1045 dilakukan perlakuan panas dengan variasi media pendingin air mineral dan oli SAE 20W-50, waktu penahanan 45 menit. Bagaimana pengaruh perlakuan panas terhadap sifat mekanik dan struktur mikro pada baja AISI 1045 yang di quenching pada media air dan oli. Hasil dari nilai kekerasan rata-rata pada media air adalah 89,35 HRC dan 49,90 HRC pada media oli, dari sebelum perlakuan panas yaitu 12,32 HRC. Struktur mikro didapatkan fasa martensit lebih mendominasi dari pada fasa perlit dan ferit. Hal ini dikarenakan perlakuan panas yang merubah fasa ferit dan perlit menjadi martensit. Pada pendingin air kekerasannya lebih keras dibandingkan pendingin oli, dikarenakan nilai densitas yang semakin tinggi akan mempengaruhi laju pendinginan yang cepat dan berpengaruh pada nilai kekerasan yang baik, sedangkan nilai dari viskositas yang tinggi menjadikan laju pendinginan menjadi lambat sehingga berpengaruh juga pada nilai kekerasan dari baja AISI 1045 tersebut.
Pengaruh interlayer Zn terhadap struktur mikro dan sifat mekanik pengelasan GMAW material baja karbon sedang ST37 Siska Irma Budianti; Lingga Arti Saputra; Nota Ali Sukarno; Abdul Azis; Carolus Borromeus Krishna Sampurno; Herlian Seto Margono
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v5i2.537

Abstract

Proses pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) merupakan metode yang banyak digunakan dalam industri pengelasan logam ferro dan non-ferro karena efisiensi waktu, kemudahan pengoperasian, dan biaya yang relatif terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi arus pengelasan dan penambahan interlayer seng (Zn) terhadap sifat mekanik hasil pengelasan kampuh V pada baja karbon sedang ST37. Material penelitian berupa dua pelat baja ST37 berukuran 250 × 120 × 6 mm dengan celah kampuh 2 mm, serta lembaran interlayer Zn sepanjang 250 mm. Pengelasan dilakukan menggunakan arus 80 A, 100 A, dan 120 A. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi tanpa interlayer Zn dicapai pada arus 120 A sebesar 418,9 MPa, sedangkan dengan interlayer Zn mencapai 451,1 MPa pada arus yang sama. Pengujian kekerasan pada daerah Base Metal (BM), Heat Affected Zone (HAZ), Weld Metal 1 (WM1), dan Weld Metal 2 (WM2) menunjukkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 166 HV pada WM2 tanpa Zn pada arus 120 A. Penambahan interlayer Zn terbukti meningkatkan kekuatan tarik sambungan las pada arus tertinggi, sedangkan kekerasan tertinggi tetap tercapai pada spesimen tanpa interlayer Zn