Claim Missing Document
Check
Articles

SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI TAMAN AIR TIRTA GANGGA DI DESA ABABI, ABANG, KARANGASEM SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Paramita, Ni Wayan Ratih; Purnawati, Desak Made Oka; Yasa, I Wayan Putra
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.34622

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui sejarah Taman Air Tirta Gangga di Desa Ababi, Kabupaten Karangasem, Bali (2) Mengetahui struktur dan fungsi Taman Air Tirta Gangga (3) Mengetahui potensi Taman Air Tirta Gangga sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah meliputi: (1) Heuristik (Pengumpulan Data) (2) Kritik Sumber (3) Interpretasi (4) Historiografi (Penulisan Sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa; Tirta Gangga adalah peninggalan kerajaan Karangasem yang terletak di bagian timur Pulau Bali. Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari Sungai Gangga yang merupakan penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali. Struktur di Taman Air Tirta Gangga terdiri dari dua halaman, yakni nista mandala (jaba sisi), utama mandala (jeroan). Fungsi Taman Air Tirta Gangga secara umum dapat dibagi empat yakni, (1) Fungsi Religi, (2) Fungsi Rekreasi, (3) Fungsi Sosial, (4) Fungsi Pendidikan. Potensi yang dimiliki di Taman Air Tirta Gangga sebagai sumber belajar sejarah di SMA yakni : (1) Aspek Spritual, (2) Aspek Sosial, (3) Aspek Pengetahuan, (4) Aspek Historis.
Sejarah, Struktur dan Fungsi Museum Kesultanan Bulungan Sebagai Sumber Belajar Sejaeah Di SMA Satyayu, Ni Made Wibhu; Arta, Ketut Sedana; Purnawati, Desak Made Oka
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.39813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) latar belakang berdirinya Museum Kesultanan Bulungan, (2) struktur dan fungsi Museum Kesultanan Bulungan, (3) aspek-aspek Museum Kesultanan Bulungan yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu : (1) Pengumpulan data (Heuristik), (2) kritik sumber, (3) interpestasi, (4) historiografi (prinsip penulisan sejarah). Hasil penelitian ini adalah rangkaian peristiwa pada masa Kesultanan Bulungan yang termasuk dalam peristiwa Dwikora pada tahun 1963-1966. Adapun potensi Museum Kesultanan Bulungan hasil analisi kurikulum dan silabus yaitu nilai kerja keras, nilai patriotisme/cinta tanah air, nilai rasa kebangsaan, nilai rasa ingin tahu yang selanjutnya disusun kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar dapat di manfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA
Relief Bima Swarga Kuburan Desa Pakraman Buleleng, Bali dan Potensinya Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah) Ni Wayan Astini .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah Penempatan Relief Bima Swarga Kuburan Desa Pakraman Buleleng, (2) Bentuk reliefBima Swarga pada kuburan Desa PakramanBuleleng (3) Nilai Potensi relief Bima Swarga, dari segi perspektif pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah. Penelitian pemanfaatan relief Bima Swarga kuburan Desa Pakraman Buleleng sebagai sumber pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah,menggunakan pendekatan sosial yaitu: (1) Teknik penentuan informan; (2) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) analisis data. Berdasarkan temuan dilapangan menunjukkan bahwa pembangunan relief Bima Swarga kuburan Desa Pakraman Buleleng di bangun atau didirikan pada tahun 90-an pada masa jabatan Drs.I Ketut Ginantra sebagai Bupati Buleleng. Awalnya sebagai syarat membangun Taman kota yaitu lomba kebersihan Lomba Adi Pura. Bangunan relief Bima Swargakuburan Desa PakramanBuleleng memiliki ide cerita yang sangat lekat bagi kehidupan sekitarnya. Karena itu bilabangunan relief Bima SwargadesaPakraman Bulelengjuga memiliki nilai- nilai yang dapat dipelajari siswa karena mempunyai: (1) Nilai edukatif; (2) Nilai pengetahuan; (3) Nilai artistik; (4) Nilai budaya, dan; (5) Nilai rekreatif. Dalam memanfaatkan bentuk bangunan relief Bima Swargakuburan Desa PakramanBuleleng sebagai sumber belajar guru dapat menggunakan metoda karya wisata. Metoda karya wisata merupakan cara yang dapat dilakukan oleh guru dengan mengajak siswa ke objek tertentu untuk mempelajari sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran sekolah. Pada kegiatan karya wisata di lokasi bangunan relief tersebut, siswa dapat melakukan observasi langsung terhadap panelrelief kuburan, kemudian saling berdiskusi dengan sesama teman dan guru.Siswa dapat menemukan nilai-nilai yang ada dengan melakukan pengamatan, bertanya, mengumpulkan data, mengasosiasi data yang didapat dengan kehidupan manusia di masa kini dan mengkomunikasikan hasil temuan temuan dengan teman sesama siswa atau dengan guru. Selain itu siswa dapat memperoleh pengalaman nyata dan akan tumbuh motivasi belajar sejarah lebih aktif karena ternyata belajar sejarah tidak hanya dapat dilakukan dalam kelas tetapi juga di luar kelas sehingga tidak yang dapat membosankan.Kata Kunci : Sejarah, Nilai bangunan, Pemanfaatan Relief Bima Swarga Kuburan Desa Pakraman Buleleng. This study aimed to determine (1) History of Bima Swarga Placement Relief Tombs Pakraman Buleleng, (2) Form of Bima Swarga reliefs on the grave Pakraman Buleleng (3) The potential value of Bima Swarga relief, in terms of the perspective of character education in learning history. Research utilization Bima Swarga grave reliefs Pakraman Buleleng as a source of character education in learning history, social approach, namely: (1) determination technique informant, (2) the data collection techniques (observation, interviews, document study) and, (3) data analysis .Based on the findings in the field suggests that the development of Bima Swarga grave reliefs Pakraman Buleleng built or established in the 90's during the Drs office. I Ketut Ginantra as Regent of Buleleng. Initially as a condition of building a city park that is race hygiene Adi Competition temple. Building Bima Swarga grave reliefs Pakraman Buleleng has an idea for a story that very closely surrounding life. Because it was a relief when building the village of Bima Swarga Pakraman Buleleng also have values that can be learned because the student has: (1) educational value; (2) The value of knowledge, (3) artistic value, (4) cultural value, and (5 ) recreational value. In utilizing the building form of Bima Swarga grave reliefs Pakraman Buleleng as a learning resource teachers can use the method of the field trip. Method field trip is a way to do by teachers to invite students to a particular object to study something related to school subjects. On the field trip activities in such reliefs building site, students can perform direct observation of the relief panels graves, then were in discussions with their peers and teachers. Students can find the values that exist to make observations, ask questions, collect data, associating the data obtained with human life in the present and communicate the results of the findings with fellow students or the teacher. In addition students can gain real experience and will grow more active motivation to learn history because it was studying the history not only be done in the classroom but also outside the classroom so as not to dull. keyword : History, Building Value, Utilization Relief Bima Swarga Grave Village Pakraman Buleleng.
Sejarah Wisata Bahari dan Pendidikan Sadar Wisata pada Komunitas Desa (Studi Kasus di Desa Tulamben, Kubu, Karangasem, Bali) Ni Kadek Ari .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2130

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) faktor-faktor yang menyebabkan pantai Tulamben bisa berkembang sebagai objek wisata bahari di Desa Tulamben, (2) perkembangan destinasi pantai Tulamben sebagai objek wisata bahari dilihat dari kunjungan wisman maupun wisdom periode 2000-2010, dan (3) penyelenggaraan sistem pendidikan sadar wisata guna menjaga kelestarian objek wisata bahari di Desa Tulamben. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi); (4) teknik penjaminan keabsahan data; (5) teknik analisis data; dan (6) teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor-faktor yang menyebabkan Pantai Tulamben bisa berkembang sebagai objek wisata bahari di Desa Tulamben adalah 1) daya tarik pemandangan alamnya yang indah, 2) daya jangkau yang mudah, 3) akomodasi yang lengkap seperti hotel, villa dan bungalows, restaurant, toko cendramata, penyewaan alat selam, Torism Information Center, dan parkir, 4) respon masyarakat lokal yang sangat positif. (2) Perkembangan destinasi Pantai Tulamben sebagai objek wisata bahari dilihat dari kunjungan wisman maupun wisdom periode 2000-2010 diawali dengan penemuan awal kemudian direspons oleh masyarakat lokal dan ditindaklanjuti dengan tahap pengembangan baik dari sarana maupun prasarana sehingga terus mengalami perkembangan sampai sekarang. (3) penyelenggaraan sistem pendidikan sadar wisata guna menjaga kelestarian objek wisata bahari di Desa Tulamben melibatkan berbagai pihak diantaranya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem, para nelayan dan sekaa truna-truni Desa Tulamben. Penyelenggaraan sistem pendidikan sadar wisata di Desa Tulamben sudah berjalan dengan baik dan masyarakat pun merespon baik terhadap penyelenggaraan pendidikan sadar wisata. Kata Kunci : wisata bahari, pendidikan sadar wisata, Pantai Tulamben This study aimed to (1) the factors that led to the beach of Tulamben can develop as a maritime tourist attraction in the village of Tulamben, (2) development of Tulamben beach destination as attraction of foreign tourists visiting marine views and wisdom from the period 2000-2010, and (3) organization of the education system in order to maintain the sustainability of tourism awareness maritime tourist attraction in the village of Tulamben. This study used a qualitative approach, namely : (1) determining the location of the research, (2) determination techniques informant, (3) data collection techniques (observation, interviews, and documentary studies), (4) techniques guarantee the validity of the data, (5) analysis techniques the data, and (6 ) writing techniques and research results. The results showed that (1) the factors that led to Tulamben Beach can grow as marine attractions in the village of Tulamben is 1) the attractiveness of the beautiful natural scenery, 2) a range of convenient, 3) complete accommodation such as hotels, villas and bungalows, restaurant, souvenirs shop, diving equipment rental, Torism Information Center, and parking ,4) response of the local community is very positive. (2) The development of destination Tulamben Beach as seen from marine attraction of foreign tourists visit the period 2000-2010 and wisdom begins with the initial discovery then responded to by local people and followed up with both the development phase of the facilities and infrastructure that had been developed up to now. (3) the implementation of tourism awareness education system in order to preserve the maritime tourist attraction in the village of Tulamben involve various stakeholders including the Department of Culture and Tourism of Karangasem regency, fishermen and sekaa truna - truni Tulamben village. Implementation of the education system in the village of Tulamben tourism awareness has been going well and the community is responding well to the implementation of tourism awareness education.keyword : nautical tourism, educational tourism awareness, Tulamben Beach
POTENSI MASJID NUR SINGARAJA, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN DI SMA Susanti .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Masjid Nur Singaraja, Bali; (2) Struktur Masjid Nur Singaraja, Bali; dan (3) Potensi yang dapat dijadikan sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA dari Masjid Nur, Singaraja, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi); (4) Metode penjaminan keabsahan data; (5) Metode analisis data; dan (6) Metode penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masjid Nur Singaraja didirikan sekitar tahun 1820 oleh Ma’ruf Salma. Ada tiga faktor yang melatar belakangi pendiriannya yakni, faktor religus, faktor budaya, dan faktor sosial, (2) Pendapat yang dapat menerangkan bentuk bangunan Masjid Nur Singaraja adalah, pertama dari kalangan orang-orang Arab menyatakan Masjid Nur Singaraja memiliki kemiripan dengan masjid yang dibangun pertama kali oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah, kedua dari kalangan luar etnis Arab menyatakan bangunan Masjid Nur Singaraja memiliki kemiripan dengan bangunan kastil yang ada di Eropa, dan yang ketiga berdasarkan perbandingan penelitan Van den Berg diketahui bentuk bangunan Masjid Nur Singaraja tanpa Kubah memiliki kemiripan dengan bentuk bangunan yang ada di negeri Hadramaut. (3) Potensi Masjid Nur Singaraja yang dapat dijadikan sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA, yakni Sejarah, tata kelakuan (pengetahuan), sistem sosial (kebiasaan) dan artefak ( Arsitektur Masjid Nur Singaraja).Kata Kunci : Masjid, Potensi, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to determine (1) the establishment of Masjid Nur Background Singaraja, Bali, (2) Structure of Masjid Nur Singaraja, Bali, and (3) the potential that can be used as a source of learning in high school Cultural History of Masjid Nur, Singaraja, Bali. This study used a qualitative approach with step by step: (1) Determining the location of the research, (2) Method of determining the informant, (3) the data collection methods (observation, interviews, and documentary studies), (4) method guaranteeing the validity of the data; (5) method of data analysis, and (6) The method of research results. The results showed that (1) Singaraja Nur mosque founded around 1820 by Salma Ma'Ruf. There are three factors namely the establishment background, religus factors, cultural factors, and social factors, (2) Opinions that could explain the shape of the building is Singaraja Nur Mosque, among the first of the Arab states Nur Mosque Singaraja has a resemblance to the mosque being built first time by the Prophet Muhammad in Medina, both of the ethnic Arab states outside the building Nur Mosque Singaraja has similarities with the existing building castles in Europe, and the third is based on comparison of research known Van den Berg Singaraja Nur mosque building form without the dome has similarities with form of existing buildings in the country Hadramaut. (3) Potential Singaraja Nur mosque that can be used as a source of learning Cultural History in high school, the history, behavior patterns (knowledge), social system (custom) and artifacts (Nur Mosque Architecture Singaraja).keyword : Mosque , Potential , Learning Resources History
Monumen Perjuangan Panca Wirapati di Desa Bongancina, Buleleng,Bali. (Latar Belakang Sejarah, Nilai, Serta Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Kurikulum 2013) Pande Nyoman Suastawan .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang pendirian Monumen Perjuangan Panca Wirapati di Desa Bongancina,Busungbiu,Buleleng, (2) mengetahui nilai-nilai apa saja yang dapat diwariskan dari Monumen Perjuangan Panca Wirapati di Desa Bongancina,Busungbiu,Buleleng , (3) mengetahui bagaimana pemanfaatan nilai-nilai kesejarahan Monumen Perjuangan Panca Wirapati di Desa Bongancina,Busungbiu,Buleleng dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Perjuangan Panca Wirapati yaitu peristiwa gugurnya I Dewa Nyoman Tegeg, I Dewa Nyoman Jebot, I Dewa Nyoman Latera dan I Dewa Nyoman Nesa pada tahun 1946 serta gugurnya I Dewa Ketut Gateri pada tahun 1948 saat revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. (2) Nilai-nilai yang diwariskan dari Monumen Perjuangan Panca Wirapati dapat dipilah menjadi dua aspek yaitu nilai-nilai dasar dan nilai-nilai operasional. (3) Nilai-nilai yang terkandung di dalam Monumen Perjuangan Panca Wirapati seperti nilai ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jiwa dan semangat merdeka, nasionalisme, patriotisme serta rela dan iklas berkorban untuk tanah air dapat dijabarkan ke dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembeajaran (RPP) yang berbasis kurikulum 2013 pada kelas IX semester ganjil. Kata Kunci : monumen, pewarisan nilai-nilai sejarah, pemanfaatan nilai This research was aimed at (1) knowing the background of the establishment of Panca Wirapati Monument in Bongancina Village Busungbiu, Buleleng, (2) knowing what values can be inherited from Panca Wirapati Monument in Bongancina Village Busungbiu, Buleleng, (3) knowing to use historical values of Panca Wirapati Struggle Monument in Bongancina village, Busungbiu, Buleleng that can be used as a source of IPS-based learning curriculum in 2013. In this study, the data were collected using qualitative methods with these phases: (1) technique of determining the location of the research, (2) technique of determining informant, (3) data collection techniques (observation, interviews, review of documents), (4) the authenticity of the data guarantor techniques (data triangulation, triangulation methods), and (5) data analysis techniques. The result of this study showed that, (1) There is historical incidents that underlying the development of Panca Wirapati struggle monument that is death incidents of I Dewa Nyoman Tegeg, I Dewa Nyoman Jebot, I Dewa Nyoman and I Dewa Nyoman Latera Nesa in 1946 and the death incidents of I Dewa Ketut Gateri in 1948 when the physical revolution in order to maintain NKRI Independency. (2) The values inherited from Panca Wirapati Monument can be divided into two aspects: the basic values and operational values. (3) The values contained in Panca Wirapati Monument such as the value of piety towards Almighty God, the soul and the spirit of independence, nationalism, patriotism and sincere and willing to sacrifice for the country can be elaborated into the syllabus and lesson plan (RPP ) based on curriculum 2013 in class IX semester 1.keyword : Monument, inheritance of historical values, utilization value
Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma Pejeng (Sejarah, Makna, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar IPS Studi Kasus di SMP N 3 Tampaksiring, Gianyar-Bali) A.A. Istri Pradnyana Asrama P. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2565

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pejeng, Gianyar, Bali yang bertujuan untuk mengetahui : (1)latar belakang berdirinya Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma di Desa Pakraman Pejeng; (2)Makna yang terkandung pada Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma; dan (3)Potensi potensi Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, sehingga langkah-langkah yang dilakukan adalah (1)Penentuan Lokasi Penelitian;(2)Teknik Penentuan Informan;(3)Teknik Pengumpulan Data;(4)Teknik Observasi;(5)Teknik Wawancara;(6)Teknik Studi Dokumentasi;(7)Teknik Penjaminan Keabsahan Data; (8)Teknik Analisis Data;(9)Teknik Penulisan Hasil Penelitian. Berdasarkan temuan di lapangan latar belakang dibangunnya Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma untuk mengenang serta sebagai wujud penghormatan dan penghargaan jasa para pahlawan lokal yang berasal dari Desa Pejeng yang gugur didalam perang melawan PPN/NICA. Makna yang terkandung dalam Tugu Taman makam Pahlawan Sapta Dharma dapat dibagi lima yakni, (1)sikap rela berkorban; (2)sikap patriotisme; (3)sikap jujur; (4)sikap adil; (5)sikap perjuangan yang pantang mundur. Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma Pejeng memiliki nilai historis sangat penting dalam konteks sejarah perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang patut diwariskan. Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Makna, dan Potensi Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma This research was conducted in the village of Pejeng , Gianyar , Bali which aims to determine : ( 1 ) the background of the establishment of the monument Heroes Cemetery Sapta Dharma in Pejeng Village; ( 2 ) The meaning in the Heroes Cemetery Monument Sapta Dharma , and ( 3 ) potential Heroes cemetery monument Sapta Dharma as a source of social studies . This research is descriptive qualitative , so the steps are: ( 1 ) Determination of Location Research , (2 ) Determination Techniques informant , (3 ) Data Collection Techniques ; ( 4 ) Observation Techniques ; ( 5 ) Interview Techniques ; ( 6 ) Engineering Documentation Studies;( 7 ) Data validity Assurance techniques ; ( 8 ) Data Analysis Techniques ; ( 9 ) Writing Techniques Research . Based on the findings of the background field monument built Sapta Dharma Heroes cemetery in memory as well as a form of respect and appreciation of the services of a local hero who comes from the village of Pejeng who died in the fight against PPN / NICA . Meaning contained in the tomb Heroes Monument Park can be divided five Sapta Dharma namely , ( 1 ) self-sacrifice ; ( 2 ) patriotism , (3 ) being true , (4 ) fairness , (5 ) the attitude of irrepressible struggle . Heroes cemetery monument Sapta Dharma Pejeng has historical value is very important in the context of the history of the struggle to maintain the independence of the people of Bali in Indonesia that should be inherited . keyword : Keywords: History, Meaning, and Potential Heroes Comentery Monument Sapta Dharma
PEMANFAATAN SITUS PURA PUSERING JAGAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS (STUDI KASUS SMP SANTHI YOGA PEJENG) KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR Ni Luh Made Ari Darmini .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2566

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pejeng, Gianyar, Bali yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejarah berdirinya Pura Pusering Jagat yang ada di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar; (2) Benda-benda peninggalan purbakala yang ada di Pura Pusering Jagat, yang teridentifikasi bisa dijadikan sumber belajar di SMP Santhi Yoga terkait dengan materi pra sejarah; dan (3) Strategi guru IPS di SMP Santhi Yoga Pejeng dalam menerapkan Pura Pusering Jagat sebagai sumber belajar. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif kualitatif, langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) Penentuan Lokasi Penelitian; (2) Teknik Penentuan Informan; (3) Teknik Pengumpulan Data; (4) Teknik Penjaminan Keabsahan Data;(5) Teknik Analisa Data; dan (6) Teknik Penulisan Hasil Penelitian. Berdasarkan temuan di lapangan Sejarah berdirinya Pura Pusering Jagat diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Bali Kuno yang berpusat di Pejeng pada abad-ke11 dan merupakan salah satu pelebahan pura milik raja-raja Bali Kuno. Peninggalan purbakala yang ada di Pura Puseing Jagat yang bisa dijadikan sumber belajar yaitu Arca Kelamin (Phallus Vulva) dan Sangku Sudamala. Strategi yang digunakan guru IPS di SMP Santhi Yoga Pejeng adalah model karya wisata, namun karena banyak memiliki kendala jadi strategi yang tepat digunakan dalam memfungsikan Pura Pusering Jagat sebagai sumber belajar IPS adalah CTL.Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Peninggalan, dan Strategi Pembelajaran This research was conducted in the village of Pejeng, Gianyar, Bali which aims to determine: ( 1 ) History Pusering Jagat Pura establishment in the village Pejeng, Tampaksiring District, Gianyar; ( 2 ) The objects of archaeological heritage is in Pusering Jagat Pura, identified could be used as a source of learning in junior Santhi Yoga associated with prehistoric material , and ( 3 ) strategies in junior high school social studies teacher in implementing Pejeng Santhi Yoga Pura Jagat Pusering as a learning resource. This research is a descriptive qualitative research, the steps are: ( 1 ) Determination of Location Research, (2 ) Determination Techniques informant, (3 ) Data Collection Techniques; ( 4 ) Data Validity Assurance Techniques; ( 5 ) Data Analysis Techniques; and ( 6 ) Writing Techniques Research. Based on the findings in the history of the founding of the field Pusering Jagat temple was probably built during the ancient Balinese kingdom centered in Pejeng – ke 11 century and is one of the temples belonging pelebahan kings of ancient Bali. Ancient relics in Jagat Pura Puseing that could be used as a learning resource that is Arca Gender (Phallus Vulva) and sangku Sudamala. The strategy used in junior high social studies teacher Pejeng Santhi Yoga is a model field trip, but as many have constraints so that appropriate strategies are used in Pusering Jagat Pura functioning as a source of social studies is CTL .keyword : Keywords : History , Heritage and Learning Strategy
PURA MANIK CORONG DI DESA PEJENG, TAMPAKSIRING, GIANYAR DILIHAT DARI PERSPEKTIF SEJARAH, STRUKTUR, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH. I Gede Raka Hariwarmajaya .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2617

Abstract

Penelitian ini bertujuan umtuk mengetahui : 1) Sejarah Pura Manik Corong di Desa Pejeng, Tampaksiring, Gianyar, Bali; 2) Struktur Pura Manik Corong; dan 3) Potensi yang terdapat di Pura Manik Corong yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu : 1) Metode Penentuan Informan, 2) Metode Pengumpulan Data, 3) Validitas Data, 4) Metode Analisis Data, dan 5) Metode Penulisan. Hasil penelitian ini menunjukan Pura Manik Corong didirikan sekitar abad VIII – X Masehi sesuai dengan keberadaan arca Budha yang ada di Pura tersebut. Selain itu pendirian Pura Manik Corong tak bisa dipisahkan dari keberadaan Pura Pusering Jagat. Sebagai pusatnya jagat, dalam filosofi masyarakat Bali dikatakan bahwa Pura Manik Corong merupakan pusat dalam meneropong keberadaan Bali secara keseluruhan. Struktur Pura Manik Corong terdiri dari dua mandala yakni madya mandala dan utama mandala sebagai simbol Angkasa dan Pretiwi. Pada bagian mandya mandala terdapat beberapa bangunan yakni Candi Bentar, Bale Kulkul, Bale Pesantian, Wantilan, Apit Lawang Kiwa, Apit Lawang Tengen, Kori Agung. Sedangkan pada bagian utama mandala terdapat beberapa beberapa bangunan tempat suci sebagai linggih Ida Bhatara yaitu Pangungan, Lubang Tempat Nerang, Pelingih Bebaturan, Pelinggih Hyang Manik Galang, Penyawangan Hyang Pasupati, Piasan, Bale Penegtengan Ida Bhatara Sri, Bale Pesselang. Adapun potensi yang terdapat di Pura Manik Corong yang dapat di jadikan sumber sejarah ialah dapat di lihat dari di stanakannya arca Budha dan linga yoni. Dengan adanya konsep lingga yoni menggambarkan keseimbangan hidup, yaitu keyakinan adanya keharmonisan.Kata Kunci : Pura, Sejarah, Potensi The purpose if this research is ti find out about : 1) The History of Manik Corong temple in Pejeng village, Tampaksiring, Gianyar, Bali; 2) The structure of Manik Corong Temple; 3) The potencial of Manik Corong temple which can be used as a resource in learning about history. This research uses descriptive qualitative methods, such as : 1) Diving Information Method; 2) Data Gathering; 3) Data Analysis; 4) Written Method. Yhis reseasch shows that Manik Corong temple was built in approximately VIII-X century based on the existence of Buddhist arch in that temple. Besides that its contruction cannot also be devided from the existence of Pusering Jagat temple. As the center of universe, in Balinese said that Manik Corong temple is the center in looking of the whole Bali existence. The structure of Manik Corong temple consist of two mandala, there are Madya Mandala and Utama Mandala as the symbol of Akasa and Pertiwi. There are some buildings in Madya Mandala part such as Candi Bentar, Bale Kul-kul, Bale Pesantian, Wantilan, Apit Lawang Kiwe Tengen, Kori Agung. Whereas in Utama Mandala there are some holy buildings as the place of Ida Bhatara such as Panggungan, Pelinggih Bebaturan, Pelinggih Hyang Manik Galang, Penyawangan Hyang Pasupati, Piyasan, Bale Penegtegan Ida Bhatara Sri, Bale Peselang. The potential in Manik Corong temple which can be used as the history resource can be seen from the Buddhist arch and lingga yoni. With the existence of lingga yoni is interpreting about the balance of life it is about the belief of harmonitation.keyword : Pura, Sejarah, Potensi
Museum Perjuangan Margarana Sebagai Sumber Belajar IPS Di Kelas IX (Studi Kasus SMP N 1 Marga) I Putu Gede Anom .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.2619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakangkeberadaan Museum Perjuangan Margarana yang terletak di Desa Marga Dauh Puri, Marga, Tabanan, Bali; (2) Koleksi yang ada di Museum Perjuangan Margarana yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS Terpadu di Kelas IX dan; (3) Manfaat Museum Perjuangan Margarana sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa di SMPN 1 Marga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) Analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan:(1) Latar belakang keberadaan Museum Perjuangan Margarana diawali dengantercetusnya ideuntuk membangun sebuah candi yang kemudian dikenal dengan candi Margarana. Disamping pembangunan candi, dibangun pula beberapa bangunan lain termasuk didalamnya Museum Perjuangan Margarana sehingga membentuk suatu kelompok bangunan secara keseluruhan menjadi sebuah monumen nasional yang bernama Monumen Nasional Pujaan Bangsa Margarana.(2) Koleksi yang ada di Museum Perjuangan Margarana yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS Terpadu berupa; (a) senjata-senjata, (b) alat alat penyamaran, (c) alat medis, (d) alat komunikasi, (e) perlengkapan pemuda pejuang. (3) Manfaat Museum Perjuangan Margarana sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa di SMPN 1 Marga yaitu siswa dapat belajar secara mandiri melalui pengamatan langsung dengan melihat koleksi-koleksi yang berada di dalam Museum Perjuangan Margarana.Kata Kunci : Museum Perjuangan, Sejarah, Koleksi, Sumber Belajar This study was aimed at investigating: (1) history of Perjuangan Margarana museum which located in Marga Dauh Puri Village, Marga, Tabanan, Bali; (2) collection of Perjuangan Margarana museum which could be used as Kualitatif cohesive study resources at IX grade and; (3) the function and use of Perjuangan Margarana Museum as sources of study for students in SMPN 1 Marga. This study used social approximation method as: (1) informant selecting technique, (2) technique of gathering data (observation, interview, document study) and; (3) data analysis technique based on the result data which were found in the field and was analyzed showed that Perjuangan Margarana Museum is part of Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Bali.The Perjuangan Margarana Museum building saved and collected relic in physical revolution in bali such as: weapons, telecommunication tools, clothes, impersonation tools, etc. The collections of Perjuangan Margarana Museum had a function as sources of history study for students of SMP N 1 Marga. Guiding them studied to autodidact by seeing and examining directly the collections in the museum. From that activities the students could improve their knowledge and the result of their study in history. keyword : Perjuangan Margarana Museum, history, collections, sources of study.
Co-Authors ., AHMAD ROMLI ., ASVIANI ., DAFID RAHMAN ., ENI ILYANI ., FAJAR MAGHDA ., Febri Dwi Cahyo ., FIRDAUS RAMADANI ., FITRIYANAH ., Harisuddin ., I Made Ardi Sanjaya ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Roy Adnyana Putra ., INDRA SAPUTRA ., Jro Kadek Mudiartha ., Made Pradnyana Putra ., NAJI SHOLEH ., Ni Luh Sulandari ., NI MADE ERMAWATI ., Ni Putu Budiartini ., Nur Azizah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., RAHAYU ARINI ., Rini Anggraini ., RISTI OKDIYANI MISRAN ., SITI ROSIDAH ., USI HARIYADI ., USWATUN HASANAH A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Abdullah . AHMAD ROMLI . Alista Lusia Viana Anjali, Alina Ratna ASVIANI . Both, Lusitiana Cala, Maria Ulda DAFID RAHMAN . Dedi . Desak Made Suprayanti . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Duwi Maulida Agistin DWI SURYANTO ENI ILYANI . Fahrizal Yunus FAJAR MAGHDA . Febri Dwi Cahyo . FIRDAUS RAMADANI . FITRIYANAH . Gusti Ayu Padmawati . Harisuddin . Hasan Herlina I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Raka Hariwarmajaya . I Gusti Made Aryana I Kadek Meiana Adi Putra I Kadek Parmadi . I Ketut Arya Sentana Mahartha I Ketut Suartana . I Made Ardi Sanjaya . I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Putu Eka Arimbawa I Putu Gede Anom . I Putu Hendra Mas Martayana I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Eka Juliartha . I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Roy Adnyana Putra . I Wayan Suastra I Wayan Widiarta . Ida Bagus Putu Arnyana Ifandy, M. Rizal Ikhsan Maulana Putra Prasetyo . Ikhsan Maulana Putra Prasetyo ., Ikhsan Maulana Putra Prasetyo Indah Ayu Novita Sari INDRA SAPUTRA . Jro Kadek Mudiartha . Kadek Virgotama Krissanta . Ketut Sedana Arta Luh Ayu Martasari Luttfy Chateriyan, Ivan M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Angga Setiawan . Made Arya Jini Setiawan . Made Pradnyana Putra . Mathias Maranata Surbakti Muhammad Rivai NAJI SHOLEH . Nama, Ida Bagus Putu Adi Ni Kadek Ari . Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Luh Gede Lisiana . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Luh Sulandari . Ni Made Ary Wahyuni . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Satya Oka Dewi Ni Putu Tika Indrayanti . Ni Putu Tika Indrayanti ., Ni Putu Tika Indrayanti Ni Wayan Astini . Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Fany Juniasih Ni Wayan Ratih Paramita NUR AZIZAH . Pande Nyoman Suastawan . Paramita, Ni Wayan Ratih Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Putu Agustina Setiawan . Putu Eka Audria Maharani Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa RAHAYU ARINI . Rahayuni, Luh Sulistia Rini Anggraini . RISTI OKDIYANI MISRAN . Satyayu, Ni Made Wibhu Seruni, Yuri Sekar SITI ROSIDAH . Suadnyana, Kadek Nova Sulistyawati, Putu Susanti . Sutiarsana, Putu Rian USI HARIYADI . USWATUN HASANAH . Viana, Alista Lusia Widiani, Ni Kadek Yiena Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Yunia Wulandari Yunus, Fahrizal Yuri Sekar Seruni