Claim Missing Document
Check
Articles

Taman Makam Pahlawan Kreta kirttya Mandala, Di Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali (Kajian Sistem Nilai dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Berdasarkan Kurikulum 2013 I Wayan Eka Juliartha .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang pendirian Taman Makam Pahlawan Kreta Kirttya Mandala di Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali (2) Nilai-nilai kepahlawanan apa yang dapat diungkapkan melalui Taman Makam Pahlawan Kreta kirttya Mandala di Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali, (3) Bagaimana potensi Taman Makam Pahlawan Kreta kirttya Mandala sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Taman Makam Pahlawan Kreta Kirttya adalah peristiwa telah terjadi peperangan Pemuda Republik Indonesia (PRI) yang pro terhadap Indonesia dengan Pemuda Pembela Negara (PPN) yaitu Organisasi Tandingan PRI pada waktu revolusi fisik tahun 1946-1950 di daerah Gianyar. (2) nilai yang bisa diungkapkan pada bangunan Taman Makam Pahlawan Kreta Kirttya Mandala. (3) Nilai-nilai terkandung di dalam Taman Makam Pahlawan Kreta Kirttya Mandala seperti nilai ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jiwa, semangat merdeka, nasionalisme, patriotisme, rela dan iklas berkorban untuk mempertahankan NKRI dapat dijabarkan ke dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kurikulum 2013 pada kelas X semester ganjil. Kata Kunci : Taman Makam Pahlawan, pewarisan nilai-nilai sejarah, pemanfaatan nilai This study aims to determine the background of the establishment of the Heroes Cemetery in the Village of Kreta Kirttya Mandala Bitera, Gianyar, Bali (2) The values of heroism that can be expressed through the Heroes Cemetery in the Village of Kreta Kirttya Mandala Bitera, Gianyar, Bali, (3) how does the potential for Heroes Cemetery Kreta Kirttya Mandala as a learning resource in school history. In this study, the data collected using qualitative methods with the stages; (1) a technique of determining the location of the research, (2) determination techniques informant, (3) data collection techniques (observation, interviews, review of documents), (4) techniques guarantor authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) techniques data analysis. The results showed that, (1) the existence of historical events underlying the development of Kreta Kirttya Heroes cemetery is a war events have occurred Youth of the Republic of Indonesia (PRI), which pro-Indonesia Youth Advocate with the State (VAT) that the PRI Counter Organization at the time of physical revolution year 1946-1950 in the area of Gianyar. (2) the value of which can be expressed in the building of Kreta Kirttya Heroes Cemetery Mandala. (3) The values contained in the Heroes Cemetery in Kreta Kirttya Mandala as the value of piety towards Almighty God, the soul, the spirit of independence, nationalism, patriotism, sincere and willing to sacrifice to defend the Homeland can be translated into the syllabus and lesson plan (RPP) curriculum based on class X 2013 semester.keyword : Heroes cemetery, historical inheritance values, utilization value
IDENTIFIKASI SITUS SIWA BUDDHA DI PURA PEGULINGAN DESA PAKRAMAN MANUKAYA TAMPAKSIRING, GIANYAR, SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Ketut Suartana .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah terkait dengan tujuan penelitian: (1).Sejarah Situs Siwa Buddha di Pura Pegulingan, (2). Bentuk dan Fungsi Situs Siwa Budda yang ada di Pura Pegulingan, dan (3). Aspek-aspek yang bisa dimanfaatkan dalam Situs Siwa Buddha di Pura Pegulingan, sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA. Penelitian ini dilakukan di Desa Pakraman Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar. Pencarian informan ditentukan dengan cara purposive. Penentuan informan diawali dengan menentukan informan kunci, kemudian dikembangkan secara berantai dengan memakai teknik snow ball sampling. Tahapan penelitian antara lain: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data; (3) Validitas data;(4) analisis data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) Sejumlah fragmen bangunan, fragmen-fragmen arca, materai-materai tanah liat, lempengan logam yang bertulis dan sebuah yoni telah ditemukan di situs tersebut . penemuan itu berawal sekitar tahun 1983, ketika masyarakat setempat memperbaiki Stus Siwa Buddha di Pegulingan. Sampai saat ini belum ada prasasti atau sumber bertulis yang secara langsung mengacu tentang Situs Siwa Buddha di Pura Pegulingan. Namun temuan materi-materi tanah liat dan sejumlah lempengan emas yang bertuliskan mantra ye-te dalam agama Buddha kiranya dapat digunakan untuk menentukan kronologi relatif dari bangunan tersebut. Berdasarkan studi paleografi huruf yang digunakan pada materi dan lempengan-lempengan emas diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-9 dan awal abad ke-10 masehi. (2) Sebuah stupa besar merupakan ciri mendasar dari bangunan berlatar belakang agama Buddha, yang diketahui dari temuan sebuah miniatur stupa dari batu padas di temukan dipusat candiyang diperkirakan merupakan tempat pemujaan Buddha. Penganut aliran Siwa dalam tradisi Hindu kemudian berkembang di situs Siwa Buddha di Pura Pegulingan. Fungsi Stupa yang ada di lengkapi dengan bangunan-bangunan lain dalm pura Hindu, sehingga terjadi Sinkretisme Hindu Buddha di Situs Siwa Buddha di Pura Pegulingan. Kakinya berbentuk segi delapan (octagonal) dengan ukaran bagian bawah lebarnya 45 cm. Dan dtinggi 23 cm, dan bagian tengah lebih lebar dari bagian bawahnya, garis tengah bagian bawahnya 33 cm. bagian tengah 39 cm. dengan tinggi 24 cm. Harmika berbentuk segi empat, lebar bagian bawah 25 cm. bagian atas 19 cm. dan tinggi 13 cm. yasti berbentuk slindris, makin keatas, makin kecil dengan garis tengah bagian bawah 15 cm. (3) aspek yang bisa dimanfaatkan dalam Situs Siwa Buddha di Pura Pegulingan sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA adalah : di Situs Siwa Buddha di Pura Pegulingan terdapat Stupa Buddha, dan arca Dhayani Buddha, yang dapat di jadikan sumber belajar Sejarah di SMA. Kata Kunci : Situs Siwa Buddha, Bentuk dan Fungsi, dan Sumber Belajar Sejara This study aims to solve the problems related to the research objectives: (1) .Sejarah site of Buddha in the temple of Shiva Pegulingan, (2). Form and Function Site Budda Shiva in the temple Pegulingan, and (3). Aspects that can be used in a Buddhist temple site Pegulingan Shiva, as the Source of Learning History in high school. This research was conducted in Pakraman Manukaya, District Sukawati, Gianyar. Search the informants determined by purposive. Determination of informants begins with determining the key informants, and then developed in sequence by using snowball sampling technique. Stages of research include: (1) a technique of determining the informant; (2) data collection techniques; (3) The validity of the data, (4) data analysis. From these results it can be seen that (1) A number of fragments of buildings, fragments of statues, stamp-stamp clay, metal plates inscribed and a yoni has been found at the site. The discovery began around 1983, when the local community improve Pegulingan Buddhist Stus Shiva. Until now there is no inscription or sources that directly refers inscribed on World Buddhist temple Shiva Pegulingan. But the discovery of clay materials and a golden plate inscribed with a spell ye-te in Buddhism would be used to determine the relative chronology of the building. Based on the study of paleography letters used on the material and the gold plates dating from the mid-9th century and the early 10th century BC. (2) A large stupa is a fundamental feature of the building background of Buddhism, which is known from the findings of a miniature stupa of rocks in the center candiyang expected to find a place of worship of the Buddha. Adherents of Shiva in the Hindu tradition later developed on the site of Buddha in the temple of Shiva Pegulingan. Function Stupa in buildings equipped with other preformance Hindu temples, Hindu Buddhist syncretism that occurred in World Buddhist temple Shiva Pegulingan. Her legs octagonal (octagonal) with ukaran bottom width of 45 cm. And dtinggi 23 cm, and the middle is wider than the bottom, the center line of the bottom 33 cm. the middle 39 cm. with a height of 24 cm. Harmika rectangular, the width of the bottom 25 cm. the top 19 cm. and height of 13 cm. Yasti slindris shaped, the upper, smaller with a diameter of the bottom 15 cm. (3) aspects that can be utilized in the site of Buddha in the temple of Shiva as a Learning Resource Pegulingan History in high school is: The largest Shiva Temple Buddha in Buddhist Stupa Pegulingan there, and a statue of Buddha Dhayani, that can be a source of study in high school history. keyword : Site Shiva Buddha, Form and Function, and History Learning Resources
Tradisi Mepasah di Setra Wayah Desa Trunyan, Kintamani, Bangli dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Peminatan di SMA Berbasis Kurikulum 2013 I Wayan Dedi Pranata .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latarbelakang dilaksanakannya tradisi mepasah di Setra Wayah Desa Trunyan, Kintamani, Bangli; (2) pelaksanaan tradisi mepasah di Setra Wayah Desa Trunyan, Kintamani, Bangli dan (3) potensi yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran Sejarah dari tradisi mepasah di Setra Wayah Desa Trunyan, Kintamani, Bangli. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi ;(2) penentuan informan; (3) pengumpulan data (observasi, wawancara dan studi dokumen);(4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data,triangulasi metode) ;(5) teknik analisis data dan (6) metode penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latar belakang masyarakat Desa Trunyan melaksanakan tradisi mepasah dapat dilihat dari beberapa factor yaitu faktor historis, faktor keyakinan atau kepercayaan, faktor upacara ritual. (2) proses pelaksanaan tradisi Mepasah yaitu Upacara Mepasah dilaksanakan pada dua tempat yakni di areal rumah pemiliki jenasah (rumah duka) dan di Setra Wayah, pelaksanaan tradisi mepasah menggunakan peralatan atau sarana penunjang kegiatan di antaranya yaitu: bakti angkebnasi (sesajen),ambuh (kramas), boreh (lulur), pemebek (daun lemo yang dibakar), sigsig (tapal gigi), kelatkat (anyaman bambu),lante(pembalut jenasah), ancak saji (anyaman bambu untuk melindungi jenasah dari binatang), sundin (lampu),buki (lampu pengantar jenasah), rerebu (pandan dipotong kecil-kecil yang dipercaya mampu mengusir roh jahat), tradisi mepash melibatkan tiga kelompok atau Manggalaning Yadnya yaitu: Sang Sadaka, yaitu pendeta, Sang Widya, Tukang Banten, Sang Yajamana, umat yang menyelenggarakan upacara; (3)Aspek-aspek yang terdapat pada Tradisi Mepasah di Desa Trunyan yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah yaitu Aspek bentuk fisik bangunan (patung Ratu Sakti Pancaring Jagat),aspek sejarah (historis), aspek gotong goyong dan kebersamaan.Kata Kunci : Tradisi, Mepasah , Setra Wayah , Sumber Belajar Sejarah This study aimed to determine (1) The background of the implementation of mepasah tradition in Setra Wayah Trunyan Village, Kintamani, Bangli; (2) The implementation of mepasah tradition in Setra Wayah Trunyan Village, Kintamani, Bangli; (3) The potential that can be used as a source of learning history from mepasah tradition in Setra Wayah Trunyan Village, Kintamani, Bangli. This study used a descriptive qualitative approach, namely: (1) location determination technique; (2) the determining of informant technique; (3) data collection techniques (observation, interviews and study of documents); (4) the guarantor of data authenticity techniques (data triangulation, method triangulation); (5) data analysis technique; (6) writing technique. The results showed that (1) Background of the Trunyan villagers implement mepasah tradition can be seen from several factors: historical factors, belief or faith factors, ritual factors. (2) the process of implementation Mepasah tradition that is Mepasah ceremony held at two places namely in the area of home owner's body (the funeral home) and at Setra Wayah, implementation of mepasah tradition is using equipment or facilities to support activities such as: bakti angkeb nasi (offerings),ambuh (shampooing), boreh (scrubs), pemebek (lemo leaves were burned), sigsig (toothpaste), kelatkat (woven bamboo), lante (pads bodies), ancak saji (woven bamboo to protect the bodies from animals), sundih (lamp),buki (bodies conductor lamp), rerebu (pandan leaves cut into small pieces which is believed to ward off evil spirits), mepasah tradition involves three groups or Manggalaning Yadnya: Sang sadaka, the pastor, Sang Widya, Tukang Banten, Sang Yajamana, the people who organize ceremony; (3) The aspects contained in Mepasah Tradition in Trunyan village could be developed into a source of learning the history of that aspect of the physical form of the building (the statue of Ratu Sakti Pancaring Jagat), aspects of history (historical), aspects of cooperation and togetherness.keyword : tradition, mepasah, Setra wayah , sources of learning education
PEMBANTAIAN MASSAL PENGIKUT GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965 DI SETRA PEMASAHAN, DESA PAKRAMAN TIANYAR, KUBU KARANGASEM, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Gede Putra .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4273

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang sejarah pembantaian massal di Setra Pemasahan yang terdapat di Desa Pakraman Tianyar, Kubu, Karangasem. (2) proses pembantaian terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai anggota dan simpatisan PKI, dan (3) Aspek-aspek dari peristiwa pembantaian di Setra Pemasahan sebagai sumber belajar sejar di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah, yakni: (1) penentuan lokasi penelitian, (2) penentuan informan, (3) pengumpulan data (teknik observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjaminan keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), (5) teknik analisis data (reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi), dan (6) penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang sejarah peristiwa pembantaian massal di Setra Pemasahan tidak dapat dilepaskan dengan gerakan penumpasan G30S diberbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga pembantaian yang terjadi selalu disertai dengan rasa sentimen pribadi. Proses pembantaian massal di Setra Pemasahan berlangsung selama satu hari. Korban pembantaiannya mencapai 150 orang dan mereka merupakan orang-orang yang berasal dari luar Desa Pakraman Tianyar. Aspek-aspek pembantaian massal di Setra Pemasahan yang bisa dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, yaitu; (1) aspek kognitif (2) aspek afektif dan (3) aspek psikomotor.Kata Kunci : Setra Pemasahan, kuburan massal, pembantaian massal, ABSTRACT This study aimed to determine (1) the background of the massacre in the history of Setra Pemasahan contained in Pakraman Tianyar, Kubu, Karangasem. (2) the massacre of suspected PKI members and sympathizers, and (3) aspects of the massacre at Setra Pemasahan as a learning resource in school history. The method used in this study is a qualitative method steps, namely: (1) determining the location of the research, (2) determination of the informant, (3) data collection (observation, interviews, document studies), (4) the technique guarantees the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), (5) data analysis (data reduction, data display, conclusion and verification), and (6) that the results of the study. The results showed that the background of the massacre in the history of the events Setra Pemasahan can not be released by crushing the movement of the G-30 in various regions in Indonesia. In addition, the massacre is always accompanied by a sense of personal sentiment. The process of mass murder at Setra Pemasahan lasts for one day. Victims of massacre of 150 people and they are people who come from outside Pakraman Tianyar. Aspects of the massacre at Setra Pemasahan that could be developed as a source of learning history in high school, that is; (1) cognitive, (2) the affective aspect and (3) psychomotor aspect. keyword : Setra Pemasahan, mass graves, mass murder
Peranan Nyoman Gempol Dalam Menentang Kolonialisme Belanda di Buleleng Tahun 1858 ( Nilai-nilai Kepahlawanan dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Indonesia di SMA/SMK) Made Arya Jini Setiawan .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peranan Nyoman Gempol pada tahun 1858 dalam menentang kekuasaan Belanda tahun 1858, (2) Nilai – nilai kepahlawanan yang dapat diwariskan dari perjuangan Nyoman Gempol dalam menentang kekuasaan Belanda di Buleleng pada tahun 1858 dan (3) Nilai-nilai kepahlawanan perjuangan Nyoman Gempol yang dapat diwariskan dan bisa berkontribusi bagi sumber belajar sejarah SMA/SMK Kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah yaitu: (1) Pengumpulan Sumber / jejak-jejak sejarah (Heurisrik): studi dokumentasi, wawancara, dan observasi, (2) Kritik Sumber (eksternal dan internal), (3) Interpretasi/penafsiran, (4) Penulisan kisah Sejarah (Historiografi). Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Pahlawan Nyoman Gempol di dalam menentang Kolonialisme Belanda di Buleleng pada tahun 1858 terjadi karena ketidaksetujuannya Raja Buleleng dari keturunan Panji Sakti dijadikan sebagai Regent Belanda, selain itu akibat meninggalnya Wayan Liar ayah dari Nyoman Gempol pada saat perang Buleleng mengakibatkan Nyoman Gempol dendam kepada Belanda, sehingga beliau mengadakan sebuah pemberontakan terhadap kekuasaan Belanda di Buleleng. (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Nyoman Gempol yaitu: (a) Keberanian; (b) patriotisme; (c) rela berkorban; (d) kewibawaan; (e) solidaritas, (f) religius, (g) kejujuran, dan (3) Nilai-nilai kepahlawanan Nyoman Gempol yang bisa berkontribusi menjadi sumber pembelajaran sejarah Indonesia di SMA/SMK.Kata Kunci : Pahlawan, Nilai-nilai kepahlawanan, Sumber Belajar This study aimed to determine (1) the role of Nyoman Gempol in 1858 in opposition to Dutch rule in 1858, (2) Value - the value of heroism that can be inherited from Nyoman Gempol struggle against Dutch rule in Buleleng in 1858 and (3) values Nyoman heroic struggle Gempol value that can be inherited and could contribute to the source to learn the history of SMA / SMK curriculum 2013. the method used in this study is the method of historical research with the steps are: (1) collection of source / traces of history (Heurisrik) : study of documentation, interviews, and observations, (2) Criticism Sources (external and internal), (3) interpretation / interpretation, (4) Writing History stories (historiography). The research resulted in findings, among others: (1) Heroes Nyoman Gempol inside against the Dutch Colonialism in Buleleng in 1858 occurred because of disapproval of the descendants of Raja Panji Sakti of Buleleng serve as Regent Netherlands, on the other hand due to the death of Wayan Liar who the father of Nyoman Gempol upon Buleleng war resulted Nyoman Gempol revenge against the Netherlands, so he organized a rebellion against Dutch rule in Buleleng. (2) The values of heroism embodied by the figure of Nyoman Gempol namely: (a) Courage; (b) patriotism; (c) self-sacrifice; (d) the authority; (e) solidarity, (f) religious, (g) honesty, and (3) The values of heroism Nyoman Gempol that could contribute to the source of the teaching of history Indonesian in high school / vocational school. Keywords: Heroes, The values of heroism, Learning Resources. keyword : Heroes, The values of heroism, Learning Resources.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR SEJARAH INDONESIA SISWA KELAS XI IBBU SMA NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 I Kadek Parmadi .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan kualitas proses pembelajaran sejarah siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing, (3) mengetahui respon siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata kualitas proses pembelajaran siswa kelas IBBU SMA Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 65,87% dengan predikat baik, meningkat menjadi 88,37%. pada siklus II dengan predikat sangat baik; (2) persentase rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 82,88%. dengan kategori baik, meningkat menjadi 89,31% pada siklus II dengan kategori baik; (3) respon siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing mencapai kategori positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar Sejarah Indonesia siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Role Playing, Kualitas Proses Pembelajaran, Hasil Belajar. This research is aimed at (1) determining the improvement of the learning process quality of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Role Playing on History lesson of Indonesia, (2) deciding the improvement of the learning outcome of the students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Role Playing, (3) determining the response of the students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja towards the implementation of cooperative learning model type Role Playing on History lesson of Indonesia. This research is a classroom action research (CAR) done through phases: (1) determining the subject of research, (2) creating a plan of action, (3) implementing the action, (4) conducting observations, (5) conducting reflection and evaluation. The results of present research showed that: (1) the average percentage of the learning process quality of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 65,87% categorized as good, increased to 88,37% in the second cycle categorized as very good; (2) the average percentage of the learning outcome of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 82,88% categorized as good, increased to 89,31% in the second cycle categorized as good; (3) the response of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja towards the implementation of cooperative learning model type Role Playing was categorized as positive. It can be concluded that the implementation of cooperative learning model type Role Playing can improve the learning process quality and the learning outcome of Indonesian History study of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja year 2014/2015.keyword : Cooperative Learning Model Type Role Playing, Learning Process Quality, Learning Outcome
KOMUNITAS MUSLIM SASAK BAYAN DI BANJAR DINAS KAMPUNG ANYAR, BUKIT, KARANGASEM, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH DAN POTENSINYA BAGI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) I Wayan Widiarta .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana sejarah keberadaan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar, Desa Bukit, Karangasem, Bali, (2) mengetahui bagaimana hubungan Kerajaan Karangasem dengan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar Desa Bukit dalam konteks yang masih bertahan hingga saat ini, (3) mengetahui aspek – aspek apa saja dari keberadaan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar Desa Bukit yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan langkah – langkah yakni, (1), Heuristik (teknik penentuan informan, observasi, wawancara, dan dokumen), (3) Kritik (kritik eksternal dan kritik internal), (4) Interpretasi, (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang berdirinya Komunitas Muslim Sasak Bayan di Kampung Anyar, Desa Bukit, Karangasem, Bali tak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Karangasem yang melakukan perluasan kekuasaan ke Lombok (Seleparang dan Pejanggik) yang kemudian membawa tawanan politik berupa orang – orang Sasak, (2) keberadaan perkampungan Islam yang ada di Karangasem merupakan suatu kesatuan dengan Puri Karangasem. Masyarakat Kampung Islam di sekitar Puri Karangasem menempati posisi – posisi tertentu yang berada di sekitar puri atau ibukota kerajaan. Hal ini secara alami menjadi benteng besar yang dapat dipakai sebagai pertahanan kota. Hingga saat ini masyarakat Kampung Anyar masih terikat dengan Kerajaan Karangasem dalam bentuk hubungan patron – klien. (3) aspek – aspek yang bisa di kembangkan menjadi sumber belajar sejarah dari keberaan Komunitas Muslim Sasak Bayan di Kampung Anyar yakni, (1) aspek kognitif, (2) aspek afektif, (3) aspek psikomotorik.Kata Kunci : Komunitas, Muslim Sasak Bayan, Sumber Belajar Sejarah This study aims to: (1) knowing how historical existence Sasak Muslim community in Kampung Banjar Anyar Department, Bukit Desa, Karangasem, Bali, (2) determine how the relationship with the Kingdom of Karangasem Sasak Muslim community in Banjar Anyar village Kampung Bukit Office in context still survive to this day, (3) determine aspects - what aspect of existence Sasak Muslim community in Banjar Anyar village Kampung Bukit Office that can be used as a learning resource in school history. The method used in this research is the study of history by step - a step that is, (1), heuristic (technique of determining the informant, observations, interviews, and documents), (3) Criticism (external criticism and internal criticism), (4) Interpretation , (5) Historiography. The results showed that (1) the background of the establishment of the Muslim community in Kampung Anyar Sasak Bayan, Hill Village, Karangasem, Bali can not be separated from the history of the Kingdom of Karangasem who perform extended powers to Lombok (Seleparang and Pejanggik) which then takes the form of the political prisoners - Sasak people, (2) the existence of Islamic villages in Karangasem is a unity with Puri Karangasem. Ohoislam community around Puri Karangasem positions - certain positions that were around the castle or the royal capital. This is naturally a huge fortress that can be used as a defense of the city. Until now, people in Kampung Anyar still bound by the Kingdom of Karangasem in the form of patron - client. (3) aspects - aspects that can be developed into a source of learning the history of keberaan Sasak Muslim community in Kampung Anyar Bayan namely, (1) cognitive, (2) the affective aspects, (3) psychomotor aspects.keyword : Community, Sasak Muslim Bayan, Learning Resources History
KONVERSI AGAMA HINDU KE AGAMA KRISTEN DI DESA BUDUK (SEJARAH, NILAI-NILAI KARAKTER, SERTA KONTRIBUSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH PEMINATAN DI SMA) Ikhsan Maulana Putra Prasetyo .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5318

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui latar belakang terjadinya Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa buduk, (2) mengetahui Nilai-nilai karakter yang dapat dipetik dari Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa Buduk, (3) mengetahui kontribusi Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa Buduk sebagai sumber belajar sejarah peminatan di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian sejarah. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik atau penelusuran jejak-jejak sejarah, (2) kritik sumber yang terdiri kritik ekstern dan kritik intern, (3) melaksanakan interpretasi atau memilih sumber yang valid, (4) melakukan historiografi atau penyusunan cerita sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Desa Buduk merupakan salah satu desa yang memiliki keanekaragaman agama dan kebudayaan. Hal ini dapat dilihat dari terjadinya konversi agama di Desa Buduk. Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen ini menimbulkan banyak perubahan yang terjadi di Desa Buduk; (2) Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa Buduk menampilkan nilai-nilai karakter Religius dan Toleransi antar umat beragama yang dijadikan dasar pegangan hidup bagi generasi penerus bangsa (pemuda) dalam mengisi kerukunan dan perdamaian antar umat beragama; (3) Peristiwa sejarah Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah sosial dalam sejarah peminatan bagi siswanya, Seperti kegiatan kunjungan ke lokasi terjadinya Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen. Pemanfaatan Peristiwa sejarah Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen sebagai sumber belajar sejarah sosial dalam sejarah peminantan di SMA berbasis kurikulum 2013 yaitu dengan menggunakan pendekatan scientificKata Kunci : Konversi Agama, Penelitian Sejarah,Nilai Karakter, kurikulum 2013, Sejarah. This research aims to (1) determine the background of the Conversion Hinduism to Christianity in the Buduk village , (2) know the values of characters that can be learned from the Conversion Hinduism to Christianity in the Buduk village, (3) determine the contribution of Hindu Religious Conversion to Christianity in the Buduk village as a source of learning the history of specialization in high school. This study is a historical research. The stages are carried out in the study of history, namely: (1) search heuristics or traces of history, (2) source criticism comprising external criticism and internal criticism, (3) implement the interpretation or choose a valid source, (4) perform historiography or the preparation of historical stories. The results showed: (1) Buduk village is a village that has a diversity of religions and cultures. It can be seen from the occurrence of religious conversion in the village Buduk. Conversion Hinduism to Christianity has led many changes that occurred in the village of Buduk; (2) Conversion of Hinduism to Christianity in the village Buduk displays the values of religious character and inter-religious tolerance as the basis of a handle on life for the next generation (youth) in charge of harmony and peace between religious communities; (3) Conversion historical events Hinduism to Christianity can be used as a source of learning social history in the history of specialization for students, such as visits to the location of the Conversion Hinduism to Christianity. Utilization of historical events Conversion Hinduism to Christianity as a source of social history in the history of learning in school-based curriculum 2013 is by using a scientific approachkeyword : Conversion of Religion, History Research, Value Character, curriculum 2013, History
IDENTIFIKASI POLA PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X IPA 1 SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA BALI M Al Qautsar Pratama .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.5379

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pola pendidikan karakter yang diterapkan pada pembelajaran sejarah di kelas X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali, (2) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam penerapan pola pendidikan karakter pada pembelajaran sejarah di kelas X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali . Penelitian ini merupakan jenis pendekatan kualitatif prosedur penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian kulitatif yaitu dengan melakukan (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data observasi,studi pustaka); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pola pendidikan karakter yang yang diterapkan oleh guru sejarah di kelas X IPA 1 yang direncanakan dengan baik pada rpp yang dibuat oleh guru pelaksanaannya di kelas X IPA, (2) terdapat kendala-kendala yang dihadapi oleh guru maupun siswa dalam pelaksanaan pola pendidikan karakter dikelas, kendala-kendala yang dihadapi yaitu kendala waktu, kemampuan siswa dan materi pelajaran yang padat. Kata Kunci : pola, pendidikan karakter This research aims to (1) determine the pattern of character education is applied to the teaching of history in class X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali . (2) knowing the constraints faced by teachers and students in the application of a character education on history teaching in class X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali. This research is a qualitative approach research procedure that uses descriptive data in the form of words written or spoken of the people and behaviors that diamati.Tahap-stage qualitative research conducted by performing (1) a technique of determining the informant; (2) data collection techniques of observation, literature); (3) engineering data processing / data analysis. The results showed: (1) there is a pattern of character education that is applied by a history teacher in class X IPA 1 planned well in rpp made by the teacher in class X IPA implementation, (2) there are constraints faced by teachers and students in the implementation patterns of character education class, the constraints faced by the constraints of time, the ability of students and subject matter are solid. keyword : pattern, character education
PENINGGALAN PURBAKALA DI PURA SUBAK APUAN, SINGAPADU, SUKAWATI GIANYAR, BALI (SEJARAH, STRUKTUR DAN POTENSINYA) SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Ni Wayan Dewi Lasmi .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui Sejarah Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (2) mengetahui Struktur dari Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (3) mengetahui potensi dari Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Model penelitian yang digunakan untuk menyusun penelitian ini adalah penelitian pemecahan masalah kekinian,dengan tahap sebagai berikut: (1) Heuristik, terdiri dari teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen, (2) Kritik sumber yang mana terdiri dari kritik ekstern, dan intern, (3) Interprestasi (penafsiran), (4) Histrografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa, sejarah peninggalan purbakala yang ada di Pura Subak Apuan, Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali berasal dari masa megalitik muda. Semua ini karena ciri-ciri yang dimiliki oleh peninggalan di pura ini sangat sederhana. Adapun peninggalan yang ada di pura ini berupa arca bukan dewa, lingga dan batu padas yang banyak terdapat di jaba tengah dan jeroan pura. Pura Subak Apuan, Singapadu menggunakan konsep Tri Mandala yang terdiri dari jaba sisi, jaba tengah dan jeroan. Peninggalan yang ada di pura ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 pada kelas X semester ke II dengan memperhatikan potensi peningglan di Pura Subak Apuan.Kata Kunci : Pura Subak, Peninggalan Purbakala, Sumber Belajar. This study was aimed to: (1) find out history of archaeological remains in Subak Apuan Tempel, Singapadu, Gianyar, Bali, (2) find out stucture of archaeological remains in Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (3) find out potential of archaeological remains in Subak Apuan Temple, Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali as source of historical learning in Senior High School. Research method that used by this study was problem solving which used following steps: (1) Heuristic, consist of interview, observation and documentation, (2) Source critical, consist of external critical and internal critical, (3) Interpretation, (4) Historiography. The result of this study showed that the history of archaeological remains in Subak Apuan Temple, Singapadu, Gianyar, Bali was archaeological remains from early megalithic era. It was because characteristics of this arcaeological remains was very simple. The archaeological remains in this temple were statue of non God, rock relief and phallum in Hindu’s temple found in jabe tengah and jeroan of the temple. This temple used Tri Mandala concept, consist of jaba sisi, jabe tengah and jeroan. This archaeological remains could be a historical learning source which appropriate with curriculum 2013 for second semester of ten grade student by looked at potential of Subak Apuan Temple.keyword : Subak Temple, Archaeological Remains, Learning Sources
Co-Authors ., AHMAD ROMLI ., ASVIANI ., DAFID RAHMAN ., ENI ILYANI ., FAJAR MAGHDA ., Febri Dwi Cahyo ., FIRDAUS RAMADANI ., FITRIYANAH ., Harisuddin ., I Made Ardi Sanjaya ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Roy Adnyana Putra ., INDRA SAPUTRA ., Jro Kadek Mudiartha ., Made Pradnyana Putra ., NAJI SHOLEH ., Ni Luh Sulandari ., NI MADE ERMAWATI ., Ni Putu Budiartini ., Nur Azizah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., RAHAYU ARINI ., Rini Anggraini ., RISTI OKDIYANI MISRAN ., SITI ROSIDAH ., USI HARIYADI ., USWATUN HASANAH A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Abdullah . AHMAD ROMLI . Alista Lusia Viana Anjali, Alina Ratna ASVIANI . Both, Lusitiana Cala, Maria Ulda DAFID RAHMAN . Dedi . Desak Made Suprayanti . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Duwi Maulida Agistin DWI SURYANTO ENI ILYANI . Fahrizal Yunus FAJAR MAGHDA . Febri Dwi Cahyo . FIRDAUS RAMADANI . FITRIYANAH . Gusti Ayu Padmawati . Harisuddin . Hasan Herlina I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Raka Hariwarmajaya . I Gusti Made Aryana I Kadek Meiana Adi Putra I Kadek Parmadi . I Ketut Arya Sentana Mahartha I Ketut Suartana . I Made Ardi Sanjaya . I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Putu Eka Arimbawa I Putu Gede Anom . I Putu Hendra Mas Martayana I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Eka Juliartha . I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Roy Adnyana Putra . I Wayan Suastra I Wayan Widiarta . Ida Bagus Putu Arnyana Ifandy, M. Rizal Ikhsan Maulana Putra Prasetyo . Ikhsan Maulana Putra Prasetyo ., Ikhsan Maulana Putra Prasetyo Indah Ayu Novita Sari INDRA SAPUTRA . Jro Kadek Mudiartha . Kadek Virgotama Krissanta . Ketut Sedana Arta Luh Ayu Martasari Luttfy Chateriyan, Ivan M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Angga Setiawan . Made Arya Jini Setiawan . Made Pradnyana Putra . Mathias Maranata Surbakti Muhammad Rivai NAJI SHOLEH . Nama, Ida Bagus Putu Adi Ni Kadek Ari . Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Luh Gede Lisiana . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Luh Sulandari . Ni Made Ary Wahyuni . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Satya Oka Dewi Ni Putu Tika Indrayanti . Ni Putu Tika Indrayanti ., Ni Putu Tika Indrayanti Ni Wayan Astini . Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Fany Juniasih Ni Wayan Ratih Paramita NUR AZIZAH . Pande Nyoman Suastawan . Paramita, Ni Wayan Ratih Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Putu Agustina Setiawan . Putu Eka Audria Maharani Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa RAHAYU ARINI . Rahayuni, Luh Sulistia Rini Anggraini . RISTI OKDIYANI MISRAN . Satyayu, Ni Made Wibhu Seruni, Yuri Sekar SITI ROSIDAH . Suadnyana, Kadek Nova Sulistyawati, Putu Susanti . Sutiarsana, Putu Rian USI HARIYADI . USWATUN HASANAH . Viana, Alista Lusia Widiani, Ni Kadek Yiena Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Yunia Wulandari Yunus, Fahrizal Yuri Sekar Seruni