Drs. Asril Marjohan,MA .
Unknown Affiliation

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF SCRIPTED SONGS FOR THE FIFTH GRADERS ENGLISH COMPETENCY IN BANJAR SUB-DISTRICT 1 ., Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5275

Abstract

Penggunaan media audio dalam bentuk lagu kreasi merupakan salah satu media yang inovatif untuk mengajar Bahasa Inggris kepada anak – anak. Hal ini berhubungan dengan karakteristik anak – anak yaitu memiliki tingkat konsentrasi yang rendah. Agar mereka tetap fokus dalam belajar, mereka harus melakukan aktivitas yang menyenangkan misalnya, bernyanyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audio berbasis lagu kreasi terhadap kompetensi Bahasa Inggris siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain post-test only control group. Terdapat dua sampel penelitian yaitu SDN 1 Banjar sebagai grup eksperimen dan SDN 3 Banjar sebagai grup kontrol yang ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah post-test, RPP dan soal try out. Ketika data telah terkumpul, data tersebut dianalisis dengan menggunakan program SPSS 21 secara deskriptif dan inferensial. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai rata – rata dari kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai rata – rata kelompok eksperimen adalah 79.50 sedangkan nilai rata – rata kelompok kontrol adalah 65.60. Selain itu, dari hasil uji hipotesis nilai t observed (to) 2.807 lebih besar dari t critical value (tcv) 2.021. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan lagu kreasi sebagai media mengajar terhadap kompetensi Bahasa Inggris siswa.Kata Kunci : lagu kreasi, media audio, kompetensi Bahasa Inggris. The use of audio media in the form of scripted songs is one of innovative media for teaching English to young learners. It is related to the characteristics of young learners who have short attention span. In order to keep them focus in the lesson, they have to be involved in a pleasure activity like singing songs. This study aimed at investigating the effect of scripted songs based audio media on students’ English competency. This research was an experimental research with post-test only control group design. There were two samples of this study namely SDN 1 Banjar as experimental group and SDN 3 Banjar as the control group which were determined by using random sampling technique. The instruments used to collect data were post-test, teaching scenario and try out test. When the data had been collected, it was analyzed by means of SPSS 21 descriptively and inferentially. The result shows that the mean score of the experimental group is higher than that of the control group. The mean score of the experimental group is 79.50 meanwhile the mean score of the control group is 65.60. In addition, from the t-test result, the t observed (to) 2.807 is higher that t critical value (tcv) 2.021. It indicates that the alternative hypothesis (Ha) is accepted. It means that there is a significant effect of using scripted songs as teaching media on the students’ English competency.keyword : scripted songs, audio media, English competency
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCE BY USING ROLE PLAY (A CLASSROOM ACTION RESEARCH ON THE EIGHTH GRADE STUDENTS IN THE A CLASS AT SMP NEGERI 1 BANJAR) ., I Made Ery Indrawan; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa menggunakan teknik role play. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas delapan kelas A di SMP Negeri 1 Banjar, tahun akademik 2015/2016. Jumlah subjek penelitian ini adalah 37 siswa. Penelitian ini di desain menggunakan penelitian tindakan kelas dimana dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus berisi empat langkah seperti: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pre-test diberikan kepada siswa untuk mengetahui pengetahuan dasar pada kosa kata yang telah mereka pelajari. Data diperoleh dengan menggunakan dua jenis instrument: test dan questionnaire yang di analisis secara deskirptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa role play dapat efektif meningkatkan kemampuan siswa di berbicara. Peningkatan siswa di lihat dari skor rata-rata yang diperoleh siswa. Skor rata-rata pre-test adalah 51,13 dan ini dalam tingkat kurang. Peningkatan Skor menjadi 66,32 di posttest 1 yang mana berada di tingkat baik. Peningkatan skor menjadi 70,05 berada di tingkat baik. Hasil dari questionnaire dan informal interview mengindikasikan bahwa 85,83% siswa menyukai pelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan teknik role play dengan motivasi tinggi. Dapat disimpulkan bahwa role play adalah teknik yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris Kata Kunci : Berbicara, teknik role play This study was aimed at improving speaking competence of the students by using role play technique. The subjects of this research were the eighth grade students of class A at SMP Negeri 1 Banjar in the academic year 2015/2016. The total number of subjects was 37 students. This study was designed with a classroom action research which was conducted in two cycles that consisted of four meetings, three meetings were used to apply the role play technique and one meeting was used for the test and questionnaire. Each cycle involved four steps namely: planning, action, observation, and reflection. Pre-test was given to students in order to know the initial knowledge on vocabulary they had learnt. The data were obtained using two kinds of instruments: tests and questionnaires that would be analyzed descriptively. The result of this study showed that role play could effectively improve the students’ competence in speaking. The improvement of the students was noted from the mean score obtained by the students. The mean score of the pre test was 51.13 and this was in poor level. The score increased up to 66.32 in post test 1 in which was good level. The score increased up to 70.05 and was a good level. The result of questionnaire indicated that 85.83% and 98.91% students liked learning English by using role play technique with high motivation. It can be concluded that role play was effective technique to improve students’ competence in speaking Englishkeyword : speaking, role play technique
THE EFFECT OF MUTED DUBBING VIDEO ON STUDENT’S WRITING ACHIEVEMENT IN WRITING A RECOUNT TEXT IN EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP LABORATORIUM UNDIKSHA IN THE ACADEMIC YEAR OF 2015/2016 ., Ida Bagus Made Widyatmika; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan pada pernyuaraan video yang diredam terhadap pencapaian penulisan siswa kelas VIII SMP Laboratorium UNDIKSHA tahun akademik 2015/2016. Posttest-only control group adalah desain penelitian ini. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha terdiri dari 140 siswa didistribusikan ke dalam empat kelas. Teknik sampling acak digunakan untuk menentukan yang kelas yang dipilih sebagai kelompok kontrol dan kelas yang terpilih sebagai kelompok eksperimen. Siswa di kelas VIII 2 dipilih secara acak sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan metode pernyuaraan video yang diredam dan VIII 1 kelas yang dipilih secara acak sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional. VIII 2 kelas terdiri dari 35 siswa dan VIII 1 kelas terdiri dari 35 siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa yang diajar oleh pernyuaraan video yang diredam lebih baik daripada mereka yang diajarkan dengan metode pengajaran konvensional. Hasil analisis statistik deskriptif rata-rata nilai pencapaian menulis siswa kelompok kontrol adalah 74,85, sedangkan kelompok eksperimen adalah 80,45. Hasil analisis uji-t dari tobs adalah 2,177. Itu lebih tinggi dari nilai tcv di 1.995469 (α = 0,05). Nilai (sig.) Adalah 0,033 lebih rendah dari nilai signifikansi α = 0,05. Oleh karena itu, hipotesis ditolak. Kesimpulannya, pernyuaraan video yang diredam memiliki efek positif dan signifikan terhadap pencapaian menulis siswa.Kata Kunci : Penyuaraan video yang diredam, Pencapaian menulis This experimental study was aimed at finding out the significant effect of muted dubbing video on the writing achievement of the eighth grade students of SMP Laboratorium Undiksha in academic year of 2015/2016. Post-test only control group was the design of this study. The population of this study was all eighth grade students of SMP Laboratorium Undiksha consisted of 140 students and distributed into four classes. Random sampling technique was used in order to define which class selected as control group and which class selected as experiment group. Students at VIII 2 class selected randomly as experiment group which was taught by Muted Dubbing Video method and VIII 1 class selected randomly as control group which was taught by conventional teaching method. VIII 2 class consisted of 35 students and VIII 1 class consisted of 35 students. The result of data analysis show that the students who taught by Muted Dubbing Video performed better than those who were taught by conventional teaching method. The descriptive statistic analysis result of students’ writing achievement mean score of control group was 74.85, while the experiment group was 80.45. The result of t-test analysis of the tobs was 2.177. It was higher than the value of the tcv at 1.995469 (α = 0.05). The value (sig.) was 0.033 lower than significance value of α = 0.05. Therefore, the hypothesis was rejected. In conclusion, Muted Dubbing Video has a positive and significant effect on students’ writing achievement.keyword : Muted Dubbing Video, Writing Achievement
THE IDENTIFICATION OF IDIOMS IN THE NATIVE ENGLISH SPEAKERS’ ARTICLES OF THE JAKARTA POST DATED FRIDAY JUNE 19, 2015 ., I Gede Bagus Oka Wisnaya; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6139

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis arti dan tipe dari idiom di artikel penutur asli bahasa Inggris di The Jakarta Post tanggal Jumat, 19 Juni 2015. Langkah yang digunakan dalam mendapatkan data adalah mengidentifikasi keberadaan idiom, mengumpulkan idiom, memeriksa arti idiom melalui Cambridge Online Dictionary dan mengidentifikasi jenis-jenis idiom menggunakan teori dari Makkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukannya Idiom of Encoding. Semua idiom yang ditemukan dari 25 artikel adalah Idiom of Decoding, 77 Lexemic Idiom, yang diantaranya 63 phrasal verb dan 14 phrasal compound dan 5 Sememic Idiom yang semuanya adalah proverb. Idiom-idiom tang ditemukan mengandung makna yang berbeda dari kata-kata yang menyusun idiom-idiom tersebutKata Kunci : idiom, artikel, The Jakarta Post The aim of this research was to identify the idiom meanings and types in the articles of the English native speakers in The Jakarta Post dated Friday June 19, 2015. The steps used to collect the data were identifying existence of idioms, collecting the idioms, checking the meanings from the Cambridge Online Dictionary and identifying the types of the idioms by using Makkai’s theory. The result showed that no Idiom of Encoding found. All of the idioms found in 25 articles were Idiom of Decoding, 77 Lexemic Idioms, in which were 63 phrasal verbs and 14 phrasal compounds and 5 Sememic Idioms which all 5 idioms were proverbs. The idioms found had different meanings from the words constructing the idiomskeyword : idioms, article, The Jakarta Post
An Analysis of The Meanings, Functions, and Strategies in The Translation of Idioms in The Movie Entitled The Avengers : Age of Ultron ., Dewa Made Cipta Dwijaya; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna, fungsi dan strategi yang digunakan dalam penerjemahan peribahasa dalam film yang berjudul The Avengers : Age of Ultron. Analisia peribahasa ini dilakukan karena kata – kata yang terikat dengan budaya bahasa atau dikenal dengan istilah peribahasa sangat menarik untuk dipelajari dan terkadang makna yang mereka tidak selalu sesuai dengan yang diungkapkannya. Peneliti menggunakan film sebagai sumber pengambilan data karena film memberikan gambaran tentang penutur bahasa asing dalam percakapanya sehari – hari dan film yang berjudul The Avengers : Age of ultron digunakan karena film ini merupakan film baru dan merupakan film yang paling tunggu – tunggu di tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui makna dari peribahasa dalam film berjudul The Avengers : Age of Ultron, (2) untuk mengetahui fungsi peribahasa dalam film berjudul The Avengers : Age of Ultron dan (3) untuk mengetahui strategi penerjemahan peribahasa dalam film yang berjudul The Avengers : Age of Ultron. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data tersebut dikumpulkan dengan menonton, mengidentifikasi dan mengklasifikaasi makna, fungsi dan strategi dalam penerjemahan peribahasa. Subjek dari penelitian ini adalah ScramCypher yang menyediakan transkripsi bahasa Inggris dan Indonesia untuk film tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 83 peribahasa yang ditemukan dalam film tersebut. Makna dari peribahasa tersebut dianalisis menggunakan konsep kontekstual oleh Halliday (2010) dan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peribahasa tersebut menggunakan konteks situasi dalam penggunaannya dalam film tersebut. Fungsi peribahasa tersebut dianalisis menggunakan teori McCharty dan O’dell dan sebagian besar peribahasa tersebut memiliki fungsi untuk mengkomentari orang. Dalam analisa strategi penerjemahan, hanya 60 dari 83 peribahasa yang terjemahkan dengan benar dan strategi yang paling sering digunakan dalam penerjemahan tersebut adalah 1) translation by paraphrase, 2) using an idiom of similar meaning but dissimilar form, 3) using an idiom of similar meaning and form and 4) translation by omissionKata Kunci : Fungsi, Peribahasa, Makna, Strategi This study aims at finding out the meanings, functions and strategies used in the translation of idioms in movie entitled The Avengers : Age of Ultron. The analysis of the idioms was done because words which are culturally bound with language or known as idioms are very interesting to be learned and sometimes their meanings are not exactly as what they say. The researcher used a movie as a source of data collection because it gave a reflection of native speakers in their daily conversation and the movie entitled “The Avengers : Age of Ultron” is used because this is a brand new movie in 2015 and it is the highest grossing movie of 2015. The purposes of this research were: (1) to find the meanings of idioms in the movie entitled The Avengers : Age of Ultron, (2) to find out the functions of idioms in the movie entitled The Avengers : Age of Ultron, and (3) to find out the strategies used in the translation of idioms in the movie entitled The Avengers : Age of Ultron. This research was designed as a descriptive qualitative research. The data were collected through watching, identifying, and classifying the meanings, the functions and the strategies used in the translation of idioms. The subject in this study is ScramCypher who provided both English and Indonesian subtitles in the movie. The result of this study showed that there are 83 idioms found in the movie. The meanings of idioms were analyzed using contextual concepts of meaning by Halliday (2010) and it can be concluded that most of the idioms consider context of situation on its usage in the movie. The functions of idioms were analyzed using McCharty and O’dell theory and most idioms found in the movie functioned to comment on people. In analyzing the translation strategies, there were only 60 idioms out of 83 which were translated equivalently and the most frequent translation strategies used are 1) translation by paraphrase, 2) using an idiom of similar meaning but dissimilar form, 3) using an idiom of similar meaning and form and 4) translation by omissionkeyword : Function, Idioms, Meaning, Strategies.
THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF TAMBAKAN DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., I Wayan Wiranata; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah fonem dari Dialek Tambakan (DT). Penelitian sinkronis ini dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Tiga sampel informan dari DT dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan empat daftar kata: Swadesh, Budasi dan Daftar Kata Holle. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DT memiliki 48 fonem, yaitu: 6 vokal; /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, dan /∂/. 11 Diftong; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /u∂/, /ʌ∂/, /ʌe/, /ʌɔ/, /ui/, /i∂/, dan /iu/, 3 vokal rangkap; /ʌʌ/, /II/, and /uu/, 19 konsonan; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/,/ʔ/,/s/, /c/,/j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, / ŋ/, /w/, dan /y/, dan 9 kelompok konsonan; /kl/, /bl/, /ml/, /pl/, /sl/, /kr/, /pr/, /tr/dan /br/. Tidak semua fonem menyebar di yiga posisi (awal, tengah, dan akhir kata). Kata Kunci : penelitian kualitatif deskriptif, sistem fonologi, dialek tambakan, fonem, vokal, diftong, konsonan dan konsonan kelompok. The study aimed at describing the number of phonemes of Tambakan Dialect (TD). This synchronic study was designed by using a descriptive qualitative research. Three informant samples of TD were chosen based on a set of criteria. The data was collected based on four word lists: Swadesh’s, Budasi’s and Holle’s Word Lists. The obtained data were analyzed descriptively. The result of the study shows that TD has 48 phonemes, namely: 6 vowels; /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, and /∂/. 11 Dipthongs; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /u∂/, /ʌ∂/, /ʌe/, /ʌɔ/, /ui/, /i∂/, and /iu/, 3 geminate vowels; /ʌʌ/, /II/, and /uu/, 19 Consonants; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/,/ʔ/,/s/, /c/,/j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, / ŋ/, /w/, and /y/, and 9 Consonant clusters; /kl/, /bl/, /ml/, /pl/, /sl/, /kr/, /pr/, /tr/and /br/. Not all of phonemes distribute in three positions (initial, middle, and final position). keyword : descriptive qualitative study, the phonological system, tambakan dialect, phonemes, vowel, diphthong, consonant cluster and consonant.
AN ANALYSIS OF CONVERSATIONAL MAXIMS IMPLEMENTATION ON FACEBOOK AMONG THE GROUP MEMBERS OF BULELENG JENGAH ., Ridho Ananda Kusumonegoro; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti maksim percakapan yang digunakan pada Facebook oleh anggota grup Buleleng Jengah. Masalah pertama adalah untuk mengungkapkan jenis maksim yang diungkapkan oleh anggota kelompok selama percakapan mereka di Facebook atas dasar maksim percakapan yang dikemukakan oleh Grice dan masalah kedua adalah konteks yang mungkin memengaruhi percakapan anggota kelompok Buleleng Jengah selama percakapan mereka di Facebook. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif. Data diambil dari Facebook.com. Data yang diambil dalam bentuk percakapan. Data diidentifikasi dan dianalisis untuk mengetahui maksim-maksim yang digunakan dalam percakapan. Analisis dilanjutkan dengan mengidentifikasi dan menganalisis konteks yang mungkin memengaruhi percakapan di Facebook. Ditemukan bahwa jenis maksim yang digunakan oleh anggota kelompok Buleleng Jengah selama percakapan mereka di Facebook adalah maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Ada juga kondisi di mana anggota kelompok melanggar maksim selama percakapan mereka di Facebook. Konteks yang memengaruhi percakapan mereka di Facebook antara lain untuk membuat hubungan yang lebih dekat, menunjukkan rasa terima kasih, dan mengkritik orang lain. Kata Kunci : Conversational Maxims, Konteks, Facebook This study was aimed ay investigating the Conversational Maxims expressed on Facebook by the group member of Buleleng Jengah. The first problem was to reveal the kinds of maxims expressed by the group member during their conversation on Facebook on the basis of Grice’s Conversational Maxims and the second problem was the context that might affect the conversation by the group member of Buleleng Jengah. The research was designed by using qualitative research. The data were taken from Facebook.com. The data were taken in form of conversations. The data were identified and analyzed to know the maxims expressed in the conversation. The analysis was continued by identifying and analyzing the context that might affect the conversation on Facebook. It was found that the kinds of maxims that was used by the group member of Buleleng Jengah during their conversation on Facebook were Maxim of Quantity, Quality, Relation, and Manner. There were also conditions in which the maxim is flouted and infringed. The context affected their conversation on Facebook in order to make a closer relationship, showing gratitude, and criticize others. keyword : Conversational Maxims, Context, Facebook
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
A COMPARATIVE STUDY ON MORPHOLOGICAL PROCESS OF TAMBAKAN AND PELAGA DIALECTS ., I Putu Edi Sutrisna; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3331

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk membandingkan proses morfologi dari dialek Desa Tambakan dan Desa Pelaga. Fokus dari penelitian ini pada proses penambahan awalan dan akhiran kepada kata dasar yang terjadi pada dialek Desa Tambakan dan Pelaga. Data didapatkan melalui interaksi langsung dengan informan dari kedua desa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung, perekaman percakapan, dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah alat perekam, daftar kata Swadesh, dan daftar kata Budasi. Hasil dari peneltian ini menunjukan bahwa awalan yang terdapat di dialek Tambakan adalah {si-}, {pa-}, {ma-}, {N-}, {ka-}, dan {ba-}; akhiran yang terdapat di dialek Tambakan adalah {-ne}, {-ang}, {-an}, {-a}, {-in}, dan, {-n}; awalan yang terdapat di dialek Pelaga adalah {si-}, {pa-}, {ma-}, {N-}, dan {ka-}; dan akhiran yang terdapat di dialek Pelaga adalah {-ne}, {-ang}, {-an}, {-a}, {-in}, dan {-n}. Awalan {ba-} hanya ditemukan di dialek Tambakan saja. Imbuhan dari kedua dialek yang mengalami proses derivasi adalah {si-}, {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa-}, {-in}, {-ang}, dan {-an}. Perbedaan proses derivasi kedua dialek tersebut terdapat pada awalan {ba-} yang hanya ditemukan di dialek Tambakan. Awalan dari kedua dialek yang mengalami proses infleksi adalah {ma-}, {N-}, {pa-}, {-in}, {-ne}, {-ang}, {-a}, {-n} and {-an}. Perbedaan dari dua dialek tersebut terdapat pada awalan {ka-} dan {ba-} yang hanya ditemukan mengalami proses infleksi di dialek Tambakan saja. Walaupun Desa Tambakan dan Pelaga tergolong dialek Bali Dataran, dapat disimpulkan bahwa kedua dialek tersebut memiliki perbedaan dalam proses morfologi yang mencangkup proses penambahan imbuhan pada kata dasarnya.Kata Kunci : dialek Bahasa Bali, imbuhan, penelitian deskriptif komparatif, proses morfologi This study was a descriptive qualitative study, which aimed at comparing the morphological process of Tambakan and Pelaga Dialects qualitatively. The focus on this study was the process of adding prefix and suffix to the word base of those dialects. Data were collected through direct encounter with the informants of two dialects. It was done through interviews, recording, and observation. The instruments used in obtaining data were recorder, Swadesh wordlist, and Budasi wordlist. The result of the study shows that the prefixes of Tambakan Dialect were {si-}, {pa-}, {ma-}, {N-}, {ka-}, and {ba-}; the suffixes of Tambakan Dialect were {-ne}, {-ang}, {-an}, {-a}, {-in}, and, {-n}; the prefixes of Pelaga Dialect were {si-}, {pa-}, {ma-}, {N-}, and {ka-}; and the suffixes of Pelaga Dialect were {-ne}, {-ang}, {-an}, {-a}, {-in}, and {-n}. Prefix {ba-} was only found on Tambakan Dialect only and it was not found on Pelaga Dialect. The same prefixes and suffixes of two dialects undergoing derivational process were {si-}, {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa-}, {-in}, {-ang}, and {-an}. The difference was on Prefix {ba-}, which was found on Tambakan Dialect only. The same prefixes and suffixes of the two dialects undergoing inflectional process were {ma-}, {N-}, {pa-}, {-in}, {-ne}, {-ang}, {-a}, {-n} and {-an}. The difference was on Prefix {ka-} and {ba-}, which underwent inflectional process on Tambakan Dialect only. Although Tambakan and Pelaga Dialects belong to Bali Dataran Dialect, it can be concluded that they had differences in their morphological process, especially in adding prefixes and suffixes.keyword : affixation, Balinese Dialect, descriptive comparative study, morphological process
Improving Reading Comprehension By Using Collaborative Strategic Reading (CSR) Strategy To The XI-IA Grade Students Of SMA N 1 Sukasada In Academic Year 2015/2016 ., I Made Mas Indra; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6141

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan strategi CSR pada kelas XI-IA di SMA N 1 Sukasada pada tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan. Dari hasil pengamatan pemahaman siswa dalam membaca kurang memuaskan. Hal ini dibuktikan dari nilai rata-rata pre-test. Nilai yang diperoleh hanya 51 dan dikategorikan cukup. Temuan menunjukkan bahwa ada peningkatan berturut-turut pada nilai rata-rata siswa setelah diberikan pelatihan pada dua siklus. Pada siklus pertama, nilai rata-rata siswa yaitu 77 dan ini dikategorikan baik. Nilai rata-rata meningkat 26 poin dibandingkan hasil dari pre-test. Hasil nilai rata-rata siswa pada post-test 2 yaitu 84 dan dikategorikan sangat baik. Nilai ini meningkat 7 poin dibandingkan dengan nilai rata-rata dari post-test 1. Selain itu, penelitian ini berhasil karena siswa mampu memperoleh nilai standar kelulusan yang melebihi dari 78.Kata Kunci : Membaca, Pemahaman membaca, Strategi CSR This classroom action based research aimed to improve reading comprehension by using collaborative strategic reading (CSR) strategy to the XI-IA grade students of SMA N 1 Sukasada in academic year 2015/2016. This study was carried out based on the result of the observation. It revealed that the students’ comprehension in reading was unsatisfied. It was proved by the mean score of pre-test. It was only “51” and categorized “insufficient”. The findings showed that there were successive improvements on the students’ mean score after being given treatment in two cycles. In the post-test 1, the students’ mean score was “77” and it was categorized “good”. Comparing to the mean score of pre-test it increased 26 points. The students mean score in post-test 2 was “84” and it was categorized as “very good”. It increased 7 points compare to mean score of post-test 1. Moreover, this study was successful because the students obtained the standard passing score ≥ 78. keyword : Reading, Reading comprehension, CSR strategy
Co-Authors Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Made Cipta Dwijaya ., Dewa Made Cipta Dwijaya Drs.Gede Batan,MA . Ery Al Ridho . Fitria Ningtyas . Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma ., Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma I Gede Bagus Oka Wisnaya ., I Gede Bagus Oka Wisnaya I Gede Budasi I Gede Erlan Cahaya Unggawan . I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ngurah Edy Suwastrawan . I Made Ery Indrawan ., I Made Ery Indrawan I Made Mas Indra ., I Made Mas Indra I Made Suta Wijana Giri . I Putu Edi Sutrisna . I Wayan Suarnajaya I Wayan Wiranata . Ida Ayu Putri Riyana Sari . Ida Bagus Made Widyatmika ., Ida Bagus Made Widyatmika Kadek Era Kusuma Dewi ., Kadek Era Kusuma Dewi Kadek Meri Puspita ., Kadek Meri Puspita Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Arta ., Komang Adi Arta Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Pipin Dwineta . Luh Putu Widianingsih . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Ni Kadek Widiantari . Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih ., Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih Ni Luh Putu Vita Dewi ., Ni Luh Putu Vita Dewi NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Rahayuni . Ni Made Ratminingsih Ni Nengah Suastini . Ni Putu Ari Prananti . Ni Putu Rika Amanda Putri . Ni Putu Risma Listyariani . Ni Wayan Anggi Septya Dianithi ., Ni Wayan Anggi Septya Dianithi Ni Wayan Partini . Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti PIPIT OLVA ANDAYANI . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Bagus Mahardika . Putu Eka Juniariani ., Putu Eka Juniariani S.Pd. I G A Lokita P Utami .